Tips Rekrutmen: Cara Terbaik Merekrut Karyawan Lama | | HR NOTE Indonesia

Tips Rekrutmen: Cara Terbaik Merekrut Karyawan Lama

Terkadang melakukan rekrutmen karyawan lama adalah alternatif yang paling efektif dan efisien, terutama ketika Anda sangat membutuhkan talent untuk mengisi posisi-posisi tertentu. 

Merekrut karyawan baru sudah pasti membutuhkan waktu dan tenaga yang tak sedikit, dan sering kali, saat sang karyawan sudah mulai onboarding, rupanya ia malah tidak cocok dengan kultur kerja perusahaan. 

Tim HR seringkali terpaksa membuka lowongan untuk satu posisi dalam waktu yang cukup lama karena mencari talent yang tepat memang sangat sulit. Perlu diingat, rekrutmen karyawan suatu proses panjang. 

Rekrutmen karyawan didefinisikan sebagai rangkaian aktivitas bertujuan untuk mencari dan memikat kandidat agar mau bekerja pada suatu perusahaan. Ada proses panjang yang harus ditempuh HR, mulai dari pemasangan iklan hingga mewawancara kandidat satu per satu. 

Maka dari itu, terkadang menerima karyawan lama untuk bergabung kembali bukanlah ide buruk, selama Anda mengerti tata cara dan memiliki pertimbangan kuat untuk menerima atau menolak sang karyawan lama. 

Rekrutmen Karyawan Lama Tak Lepas Dari Cara Ini

Sekali lagi, merekrut karyawan bukanlah hal yang mudah.

Mesti ada tingkat kecocokan tertentu antara perusahaan dengan kandidat. Sering kali, perusahaan membutuhkan keahlian dan pengalaman kandidat A, namun sang kandidat malah tidak cocok dengan tawaran dan budaya kerja perusahaan. 

Atau kandidat B yang tampaknya paling mendekati dengan persyaratan dan kriteria yang dibutuhkan perusahaan, namun rupanya etos kerjanya kurang sesuai dengan yang disampaikan di resume. 

Maka dari itu, tak perlu dipungkiri, merekrut kembali karyawan lama adalah alternatif untuk mendapatkan karyawan yang tepat.  

Umumnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan recruiter untuk mendapatkan kandidat-kandidat yang paling tepat untuk mengisi posisi yang tengah kosong.

Selain mengiklankan lowongan dengan benar, recruiter dapat menggunakan empat pilihan ini untuk merekrut karyawan lama

Job Portal 

Job portal adalah salah satu wadah pencarian talent terbaik dan termudah untuk diakses siapa saja. Perusahaan skala kecil pun dapat menggunakan job portal untuk mencari kandidat. 

Para pencari kerja pada umumnya menjadikan job portal sebagai tempat mencari kerja paling utama jika dibandingkan dengan wadah pencarian kerja lain, seperti job expo misalnya. 

Rekomendasi Karyawan

Employee referral atau rekomendasi karyawan, adalah alternatif kedua untuk mencari karyawan baru, terutama untuk perusahaan yang bergerak di industri-industri tertentu. Karyawan dapat memanfaatkan koneksinya untuk mencari talent terbaik bagi perusahaan Anda. 

Talent Scouting

Salah satu contoh talent scouting adalah campus hiring, beberapa perusahaan biasanya datang berkunjung ke universitas-universitas besar untuk menjaring talent-talent terbaik di universitas tersebut. 

Merekrut Karyawan Lama

Alternatif terakhir adalah merekrut karyawan lama. Tak sedikit karyawan kembali ke perusahaan lamanya jika ada lowongan kerja yang sesuai dengan posisinya sekarang. Anda akan menghemat banyak waktu dan tenaga dengan merekrut karyawan lama. 

Apakah Efektif Merekrut Karyawan Lama?

Efektif atau tidaknya keputusan merekrut karyawan lama bergantung pada banyak faktor, salah satunya adalah apakah Anda telah memberikan pertimbangan terbaik dan matang sebelum menerima mereka kembali. 

Perusahaan jelas membutuhkan karyawan yang mau mempelajari dan mengerti kultur dan ekspektasi perusahaan, para manajer tentu berharap karyawan dapat cepat beradaptasi dan mulai mencetak kinerja memuaskan. 

Kebutuhan perusahaan atas talent yang cocok bisa diakomodasi dengan merekrut karyawan lama. Boleh jadi, merekalah talent yang tepat untuk mengisi posisi yang tengah kosong.

Namun, tetap ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan, yaitu:

Work Ethic

Bagaimana work ethic sang karyawan selama dulu bekerja dengan perusahaan Anda? Apakah ia bersikap dan bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya saat masih bergabung dengan tim lamanya?

Etos kerja yang ditunjukkan karyawan pada masa lampau dan bagaimana ia menjalin hubungan dengan koleganya patut menjadi bahan pertimbangan Anda. 

Pengalaman Kerja & Keterampilan

Setelah meninggalkan perusahaan Anda, karyawan tentu bekerja di tempat lain dan penugasan yang berbeda. Selama ia meniti karier di tempat lain, karyawan menambah pengetahuan dan meningkatkan skill set-nya.

Hal tersebut dapat bermanfaat bagi perusahaan. Namun ada pula risiko kesulitan adaptasi. Kultur dan alur kerja di perusahaan Anda bisa saja berubah dan karyawan mau tidak mau harus beradaptasi seperti karyawan baru. 

Mengapa Ingin Kembali?

Pertanyakan motif apa yang mendorong sang karyawan untuk kembali ke perusahaan lamanya. Individu mengundurkan diri dengan beragam alasan, dan mereka bisa kembali dengan beragam alasan pula.

Mengerti motif dan alasan mereka kembali akan membantu Anda menentukan apakah mereka layak untuk diterima kembali. 

Apakah Waktunya Tepat?

Perhatikan faktor internal juga. Apakah kondisi tim saat ini memungkinkan untuk menerima karyawan lama bergabung kembali? Anda juga perlu mengetahui bagaimana respon rekan-rekan lamanya, termasuk para karyawan baru yang masuk setelah mereka resign, jika perusahaan menerima karyawan lama kembali. 

Pertimbangkan Alasan Resign

Pikirkan mengapa dulu sang karyawan resign. Semua orang resign karena alasan tertentu. Jika alasan resignnya adalah keperluan personal mendesak yang tidak mungkin dihindari, seperti mengasuh anak atau keluarga yang sakit, Anda mungkin dapat mempertimbangkan untuk menerima mereka kembali. 

Cara Terbaik Menjalankan Rekrutmen Karyawan Lama

Divisi HR Perlu memiliki strategi khusus untuk rekrutmen karyawan lama. Sebab prosedur dan pertimbangan menerima karyawan lama bakal berbeda beban dan risikonya dibanding memproses rekrutmen karyawan baru. 

Berikut adalah cara-cara yang bisa Anda praktikkan untuk menghindari risiko kesalahan dan kerugian saat memproses rekrutmen karyawan lama. 

Pertahankan dengan Talent Pool

Setelah karyawan meninggalkan pekerjaan, Anda tetap dapat mempertahankan kontak dengan mereka. Caranya, dengan memasukkan mereka ke talent pool.

Anda dapat membagikan perkembangan perusahaan dan mereka pun akan mudah menghubungi Anda jika suatu saat mereka berencana kembali. 

Kebijakan Rekrutmen Karyawan Lama

Buatlah peraturan dan prinsip yang tegas untuk diikuti semua tim. Kebijakan ini akan berfungsi sebagai garis besar untuk mengarahkan tim recruiter menjalankan rekrutmen karyawan lama. 

Tentukan persyaratan dan kriteria apa yang Anda harapkan dalam karyawan lama. Tentukan pula limit, karena hal apa Anda tidak lagi bisa menoleransi karyawan lama untuk bergabung kembali. 

Pertimbangan Persetujuan Tim

Tim lama pun mesti sama-sama sepakat untuk menerima karyawan lama bergabung kembali. Pengambilan keputusan sepihak berpotensi menimbulkan konflik antar karyawan. Karyawan lain mungkin bakal merasa iri, dan merasa karyawan lama tersebut menerima perlakuan yang berbeda. 

Lakukan Interview Kerja

Meskipun Anda kenal baik dengan karyawan lama, Anda tetap harus melakukan interview. Tanyakan apa alasannya meninggalkan pekerjaan lamanya dan mengapa ia berminat untuk kembali. Tanyakan juga pertanyaan-pertanyaan yang sama dengan materi interview yang Anda berikan kepada kandidat baru. 

Diskusi Kompensasi dan Benefit

Diskusikan apa saja kompensasi dan benefit yang bisa perusahaan berikan kepada karyawan lama. Ini bertujuan untuk menyelaraskan ekspektasi mereka dengan kemampuan perusahaan. 

Onboarding Karyawan

Sekali lagi, kendati mereka pernah bekerja di perusahaan Anda. Proses onboarding tetap harus dilakukan untuk menyegarkan ingatan dan pengertian karyawan lama mengenai kultur dan ekspektasi perusahaan. 

Kelola Ekspektasi

Diskusikan apa ekspektasi Anda dan perusahaan sebelum menerima karyawan lama bergabung. Diskusi ini sangat penting dilakukan terutama jika mereka telah pergi dari perusahaan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Karyawan lama pun harus menyampaikan ekspektasinya dan menyampaikan hal-hal baru yang dapat ia sanggupi. 

Penutup

Menerima dan memproses rekrutmen karyawan lama memang tricky. Peluang kecocokan sebenarnya sama seperti karyawan baru, yakni 50:50. Bisa jadi mereka memang talent yang tepat, bisa jadi pula mereka bukanlah talent yang tepat. 

Oleh karenanya, dibutuhkan prosedur dan pertimbangan khusus untuk memproses karyawan lama. Merekrut mereka memang relatif lebih mudah dan prosesnya mungkin lebih singkat, namun pertimbangan yang perlu dibuat mesti masak dan meyakinkan. 

Comment