Talent Pool: Definisi, Manfaat, dan Penerapan

Apakah pembaca familiar dengan sulitnya mencari kandidat yang mampu mengisi sebuah posisi urgen di perusahaan? Atau mungkin ada pembaca yang kelabakan dalam merekrut pengganti pemimpin yang mampu meneruskan visi misi perusahaan saat pemimpin sebelumnya resign?

Kondisi tersebut memang sering ditemukan di dalam organisasi manapun, tapi tidak semua. Ya, ada beberapa perusahaan yang ternyata mengalami sedikit kesulitan untuk menyelesaikan masalah seperti itu.

Hal tersebut karena mereka memiliki apa yang dinamakan Talent Pool. apa definisi, manfaat, dan cara penerapannya, mari langsung saja kita lihat pada ulasan berikut!

Definisi Talent Pool, Memahami Konsepnya

Talent pool atau dalam bahasa Indonesianya pangkalan bakat, sebuah database kandidat pekerjaan potensial. Dalam definisi lengkapnya, talent pool adalah sekumpulan kandidat yang dikelompokkan perusahaan sebagai kandidat yang berkualitas dan bertalenta, jika dibandingkan dengan kandidat lainnya.

Sederhananya, karyawan yang termasuk dalam database ini biasanya sangat berkualitas. Mereka juga tipe yang sebelumnya telah menyatakan minat untuk bergabung dengan organisasi Anda.

Menurut LPKM Psikologi UGM, talent pool ini diartikan sebagai sekelompok orang yang dinilai bertalenta, mampu menunjukkan kinerja unggul atau istimewa, menjadi panutan atau cermin bagi karyawan lain untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh sebuah perusahaan.

Manfaat Memiliki Talent Pool Di Perusahaan

Setelah memahami konsep talent pool, mungkin kita sudah dapat membayangkan apa manfaat dari memiliki sistem ini di perusahaan. Selain mengumpulkan karyawan yang high performance dan high potential, manfaat memiliki talent pool dalam perusahaan bisa dikategorikan secara umum sebagai berikut:

1. Gerak Cepat Menghubungi Kandidat Pasif

Saat pandemi Covid-19 melanda, mungkin konsep pencari kerja pasif hampir tidak berlaku lagi. Jumlah penganggur Indonesia tercatat bertambah sebanyak 3,7 juta orang akibat dampak Pandemi. Jumlah yang kurang lebih sama pastinya secara aktif mencari pekerjaan baru.

Kendati demikian, saat menerapkan talent pool, Anda tetap bisa mengumpulkan kandidat bertalenta meski mereka masih bekerja di perusahaan lama. Sehingga Anda tidak membuang waktu dalam mencari dan mendekatinya.

2. Penargetan Kandidat yang Lebih Baik

Pengelolaan talent pool yang tepat adalah kunci untuk meningkatkan penargetan kandidat. Ini juga akan membantu Anda dalam mendapatkan kandidat sesuai dengan cepat. Bayangkan, tanpa penargetan kandidat yang tepat, kebutuhan rekrutmen Anda tidak tersampaikan dengan baik sehingga mendapatkan orang yang kurang sesuai.

Contohnya, Anda memiliki segmen mahasiswa marketing/komunikasi di talent pool.  Ketika divisi marketing Anda sedang buka lowongan, Anda tinggal membuka segmen tersebut dan menghubungi kandidat yang paling sesuai dengan kriteria. Anda tidak perlu memilah kandidat dengan background lain meskipun sama-sama mahasiswa berpotensi.

3. Memperbaiki Pendekatan kepada Kandidat

Segmentasi talent pool yang tepat memungkinkan Anda membuat tawaran pekerjaan kepda kandidat menjadi lebih personal. Kenapa? Dengan membagi talent pool Anda berdasarkan kriteria yang relevan, Anda dapat melakukan pendekatan yang lebih personal dibanding menyamaratakan cara Anda dengan kandidat pada umumnya. 

Talent pool memungkinkan Anda untuk memelajari lebih lanjut karakteristik kandidat Anda. Ini bisa menjadi bekal untuk Anda membuat e-mail invitation dengan cara yang menarik bagi mereka.

4. Engagement Kandidat yang Lebih Baik

Jadi, bagaimana cara menjalin hubungan baik dengan para kandidat talent pool Anda?

Jawabannya adalah dengan memberikan konten atau invitation yang menarik dan hanya relevan untuk mereka. Kandidat akan merasa diperhatikan dan diutamakan dengan konten-konten tersebut. Dari situlah engagement dari mereka akan muncul dengan sendirinya. Sikap di atas juga bisa memicu candidate experience yang lebih baik, lho.

Dengan menjaga komunikasi Anda dengan kandidat tetap relevan dan terkini, Anda akan membina hubungan jangka panjang dan meningkatkan keterlibatan kandidat Anda.

5. Meningkatkan Rasio Penerimaan

Dengan mengoptimalkan pendekatan yang baik, tawaran untuk bekerja di perusahaan Anda akan lebih mungkin untuk diterima oleh kandidat.

Menjaga komunikasi yang relevan sangatlah krusial!  Misalnya, jika Anda ingin mempekerjakan profesional yang merupakan orang tua, Anda dapat menyoroti layanan penitipan anak dan keseimbangan kehidupan kerja. Di sisi lain, jika Anda ingin merekrut lulusan baru, Anda dapat menekankan peluang pengembangan karier dan budaya perusahaan dengan cara menyenangkan.

Dengan melakukannya, kandidat akan lebih bersemangat untuk menerima tawaran dari Anda!

6. Proses Rekrutmen Optimal

Terdapat dua aspek yang dioptimalkan dalam hal ini, yaitu kecepatan dan biaya rekrutmen.

Anda tidak memulai proses rekrutmen dari tahap awal, mulaidari sourcing, job posting, screening aplikasi, dan shortlisting, yang semuanya memakan waktu kerja Anda. Dengan talent pool yang dimiliki, Anda lebih cepat merekrut karena bisa langsung ke tahap wawancara dan penawaran kerja.

Termasuk juga biaya rekrutmen. Mungkin Anda lelah dengan mengeluarkan token di berbagai portal kerja atau berurusan dengan rekrutmen agensi, tetapi kadang hasilnya tidak sesuai harapan. Memiliki talent pool akan memotong biaya tersebut karena Anda memiliki kumpulan kandidat sendiri, bukan?

7. Kualitas Karyawan Baru yang Lebih Baik

Hasil rekrutmen berkualitas rendah terjadi karena empat alasan utama, yaitu:

  • Tidak cukup pelamar yang memenuhi syarat,
  • Tidak cukup waktu untuk mencari kandidat,
  • Tidak cukup waktu untuk memeriksa apakah kandidat terbaik memang cocok, dan
  • Karena kandidat terbaik menolak tawaran pekerjaan Anda.

Segmentasi talent pool yang tepat membantu Anda menghindari keempat skenario yang tersebut sehingga menghasilkan kualitas karyawan baru yang lebih baik.

Cara Mengaplikasikan Talent Pool yang Efektif

Jadi, bagaimana cara agar saya bisa mempraktikkan talent pool di perusahaan saya? Adalah pertanyaan selanjutnya yang akan muncul setelah memahami konsep dan manfaat-manfaat talent pool bagi perusahaan, khususnya efisiensi proses rekrutmen.

Talent pool bisa dikatakan tidak sulit, namun agar berjalan praktis, kita harus pintar-pintar mengategorikan berbagai kriteria kandidat dan spesifikasi sebuah pekerjaan. Berikut selengkapnya.

Tambahkan Sumber Kandidat

Bisa dikatakan, ini adalah cara termudah untuk menambah kandidat ke dalam talent pool Anda. Selama proses pencarian sumber, setiap kali Anda menemukan kandidat menarik yang tidak cocok dengan lowongan pekerjaan Anda saat ini, cukup tambahkan mereka ke talent pool Anda.

Namun perlu diingat, jika Anda ingin membuat orang tertarik, Anda perlu terlibat secara teratur dengan mereka. Contohnya, Anda dapat mengupdatenya tentang berita industri, perkembangan teknologi terbaru di perusahaan Anda, atau mengundang mereka ke acara yang Anda selenggarakan.

Buat Halaman Arahan Khusus

Jika sebaliknya, yang berarti kandidat menyukai perusahaan Anda tetapi tidak melihat lowongan yang cocok saat ini, Anda perlu memiliki alternatif untuk mereka.

Anda dapat membuat landing page yang dapat mereka ikuti untuk tetap up-to-date dengan berita lowongan perusahaan.

Libatkan Kembali Kandidat Lama

Berinteraksi kembali dengan kandidat yang pernah melamar sebelumnya tetapi tidak berhasil, merupakan cara mudah lainnya untuk mengisi talent pool Anda.

Anda harus mampu memberikan pengalaman rekrutmen yang baik untuk kandidat, sehingga, tidak ada alasan mengapa kandidat lama tidak ingin tetap berhubungan dan berada di talent pool Anda. 

Libatkan Mahasiswa dan Calon Lulusan

Talent pool adalah tentang perencanaan ke depan. Jadi, cara apa yang lebih baik untuk melakukannya selain dengan terlibat dengan angkatan kerja masa depan, yaitu mahasiswa dan freshgraduate?

Media sosial adalah tempat yang bagus untuk menunjukkan kepada siswa dan lulusan baru bagaimana rasanya bekerja untuk perusahaan Anda dan apa yang secara khusus Anda sediakan untuk mereka. Agar semakin menarik minat mereka, tonjolkan branding perusahaan Anda jika ada.

Sertakan Talent Internal

Mungkin bagian ini terlupakan oleh sebagian orang. Anda memiliki talent internal. Ini berlaku sama seperti Anda melakukan rekrutmen internal.

Ada karyawan bertalenta yang saat ini berada tepat di depan Anda, di lingkungan yang sama dengan Anda. Anda sudah tahu keterampilan apa yang mereka miliki dan bahwa mereka cocok dengan budaya. Karena itu, mereka harus menjadi orang pertama yang Anda pikirkan saat merekrut untuk peran senior.

Jangan lupakan Mantan Karyawan

Sama seperti Anda tidak boleh melupakan karyawan Anda saat ini, Anda juga tidak boleh melupakan mantan karyawan dalam hal membangun dan mempertahankan talent pool Anda.

Ya, mereka meninggalkan perusahaan Anda, tetapi itu tidak berarti mereka tidak tertarik dengan peluang masa depan. Terutama jika alasan utama mereka keluar tidak ada hubungannya dengan seberapa senang mereka bekerja untuk perusahaan Anda.

Perhatikan Talent Pool Anda secara Teratur  

Memiliki talent pool itu bagus, tetapi hanya jika Anda menggunakannya. Karena itu, ini harus menjadi tempat pertama yang Anda lihat ketika mengetahui akan ada posisi dibuka.

Oleh karena itu, biasakan mengelola talent pool Anda secara teratur. Ini akan membantu Anda membiasakan diri dengan kandidat bertalenta Anda dan mempercepat pencarian kandidat saat rekrutmen terjadi.

Simpulan

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa talent pool adalah sekumpulan kandidat yang dikelompokkan perusahaan sebagai kelompok kandidat yang berkualitas dan bertalenta. Dalam mengelola talent pool, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Seperti perlu melakukan segmentasi talent pool, memberikan konten yang relevan dengan segmentasi talent pool, dan jangan lupa untuk selalu terhubung dengan kandidat dalam talent pool perusahaan Anda.

Comment