Talent Acquisition Vs Rekrutmen: Ini Perbedaannya | | HR NOTE Indonesia

Talent Acquisition Vs Rekrutmen: Ini Perbedaannya

talent acquisition

Sekilas, praktik talent acquisition sama seperti rekrutmen. Kedua proses tersebut bagian penting dalam proses perekrutan.

Jika ditilik lebih dalam, talent acquisition dan rekrutmen memiliki perbedaan mendasar. Meskipun keduanya bisa digunakan oleh perusahaan dalam melihat kebutuhan kandidat.

Namun di era pandemi COVID-19, pasar ketenagakerjaan sangat kompetitif. Perusahaan pun harus proaktif memperoleh kandidat terbaik sesuai kriteria. 

Dalam kondisi ini, perusahaan perlu menjalankan praktik talent acquisition karena cakupannya lebih luas dibanding rekrutmen. Untuk mengetahui perbedaan keduanya, simak di bawah ini.

Apa Itu Talent Acquisition dan Rekrutmen?

Talent acquisition dan rekrutmen memiliki tujuan sama mendapatkan kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Namun tugas talent acquisition tak berhenti di situ saja, seperti yang dijelaskan dalam definisi berikut.

Talent Acquisition

Talent acquisition merupakan strategi berkelanjutan untuk menjadikan perusahaan sebagai tempat paling menarik bagi kandidat berkualitas

Strategi talent acquisition juga memanfaatkan agar perusahaan mudah mendapatkan kandidat terbaik sekaligus memercayai karyawan memainkan peran besar dalam kesuksesan perusahaan. Strategi akan berjalan secara fleksibel dan dinamis.

Dengan demikian, tim talent acquisition tak sekadar merekrut kandidat, tetapi melakukan tugas lebih bersifat jangka panjang bersama dengan tim rekrutmen, antara lain mengidentifikasi dan memeriksa kandidat yang tepat untuk menduduki posisi eksekutif, memiliki kemampuan kepemimpinan, serta pekerjaan yang memerlukan pelatihan khusus.

Rekrutmen 

Rekrutmen adalah proses mencari, mengevaluasi, dan mempekerjakan kandidat yang terbaik sesuai kebutuhan perusahaanBiasanya, proses rekrutmen mengikuti ketentuan yang telah terstandardisasi dan diterapkan saat perusahaan ekspansi atau pergantian staf.

Rekrutmen menjadi dasar mutlak dalam menjalankan bisnis apa pun. Walaupun bersifat jangka pendek, yakni berupaya memenuhi kebutuhan perusahaan yang mendesak.

Amir Qureshi, Pendiri dan CEO Bridge Consulting, berpendapat rekrutmen adalah bagian dari talent acquisition, yang mencakup kegiatan penyaringan, wawancara, penilaian, pemilihan, dan perekrutan. Di beberapa organisasi, proses meluas ke tahap awal orientasi.

Sementara itu, talent acquisition akan fokus pada strategi elemen yang lebih luas lagi, termasuk rekrutmen, perencanaan tenaga kerja, segmentasi tenaga kerja, manajemen kandidat, employer branding, serta analisis dan matriks.

Perbedaan Talent Acquisition dan Rekrutmen

talent acquisition

Serupa tetapi tak sama, itulah talent acquisition dan rekrutmen. Setidaknya, ada empat hal yang membedakan keduanya, yaitu:

Brand image

Dalam strategi talent acquisition, tim akan menjalankan brand image agar perusahaan lebih dikenal oleh kandidat secara luas

Brand image akan memperlihatkan budaya perusahaan dan membuat citra perusahaan positif, sehingga memudahkan tim untuk menarik kandidat potensial untuk melamar pekerjaan ke perusahaan. Sedangkan rekrutmen tidak selalu melakukan brand image.

Tujuan organisasi

Meski tujuan organisasi ingin memperoleh kandidat terbaik, tetapi talent acquisition memiliki rencana perusahaan di masa mendatang, sehingga perusahaan mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja baru dan memiliki cara untuk mengembangkan keterampilan karyawan. Rekrutmen akan melakukan perekrutan ketika user membutuhkan kandidat dalam waktu dekat.

Reaktif vs proaktif

Menyambung hal di atas, rekrutmen adalah proses reaktif, di mana tim akan merekrut saat perusahaan membutuhkan tenaga kerja baru dan posisi yang lowong harus segera diisi.

Talent acquisition merupakan proses proaktif dan berkelanjutan, di mana tim mempunyai database kandidat terbaik sesuai posisi yang ada dan culture fit. Jadi jika sewaktu-waktu ada karyawan resign, tim akan menghubungi kandidat tersebut.

Pertumbuhan bisnis

Pertumbuhan bisnis berkaitan erat dengan pencarian kandidat

Penerapan talent acquisition dapat merekrut kandidat secara cepat, jika perusahaan membutuhkan atau menciptakan posisi baru. Tim juga memastikan karyawan nyaman dan bahagia bekerja di perusahaan. 

Bahkan orang lain ingin bekerja di kantor Anda, setelah melihat akun perusahaan –tentang brand image–, dan angka turnover karyawan rendah. Sebaliknya, jika turnover tinggi, kemungkinan perusahaan hanya menerapkan rekrutmen saja.

Tugas Talent Acquisition dan Rekrutmen

talent acquisition

Seperti yang telah disinggung di atas, talent acquisition memiliki tugas cukup luas dibanding rekrutmen. 

Amir Qureshi menyebutkan tugas rekrutmen membutuhkan usaha yang luar biasa, tetapi talent acquisition adalah proses berkelanjutan, efektif, produktif, dan candidate centric. Karena di dalam talent acquisition ada upaya rekrutmen.

Tugas rekrutmen

Ketika user menghubungi perekrut dan mengatakan ia membutuhkan anggota tim baru, maka perekrut akan menanyakan kualifikasi atau kriteria, gaji, dan tunjangan. Lalu ia akan melakukan, setidaknya, tujuh tugas ini.

#1 Informasi lowongan

Setelah mendapatkan detail tenaga kerja yang dibutuhkan, perekrut akan menyusun job description, membuat job ads, dan mengunggah informasi lowongan pekerjaan di media sosial dan/atau laman perusahaan. Perekrut juga akan menjangkau jaringannya ada kandidat hebat yang sedang mencari pekerjaan saat itu.

#2 Menemukan kandidat yang tepat

Selama beberapa kemudian, perekrut akan kebanjiran curriculum vitae kandidat. Ia harus meninjau dan mengidentifikasi CV yang memiliki kriteria yang dibutuhkan oleh user.

Setelah memilih kandidat yang dirasa tepat, perekrut akan menghubungi kandidat melalui telepon atau wawancara langsung untuk mengetahui beberapa hal yang tak tercantum di CV. Kemudian ia menjadwalkan kandidat untuk wawancara dengan user dan mengirimkan undangan wawancara melalui email.

#4 Berdiskusi dengan user

Perekrut akan berdiskusi dengan user membicara tentang kriteria dan jadwal wawancara bersama kandidat. Diskusi membahas seputar pengalaman kerja, aspirasi karir, dan faktor-faktor kesesuaian kandidat dengan pekerjaan dan budaya perusahaan.

#5 Wawancara dengan user

User akan bertanya teknis pekerjaan kepada kandidat. Biasanya, ia akan memberikan beberapa tugas sebagai skill test untuk mengetahui kemampuan kandidat. Setelah itu, user mereviu kandidat bersama perekrut.

#6 Tawaran pekerjaan

Ketika user telah memilih kandidat sebagai anggota timnya, tugas perekrut selanjutnya adalah menghubungi dan menawarkan pekerjaan kepada yang bersangkutan. Perekrut juga menyiapkan administrasi karyawan baru.

#7 Onboarding karyawan baru

Jika kandidat menerima pekerjaan tersebut, perekrut akan terlibat dalam onboarding karyawan baru dan tetap menjalin komunikasi selama masa percobaan. Perekrut juga bisa menjadi mediator untuk membantu penyelesaian masalah, jika diperlukan.

Tugas talent acquisition

Salah satu tugas talent acquisition sudah dijelaskan di atas, rekrutmen. Tugas-tugas lainnya menurut Amir yaitu:

#1 Strategi dan perencanaan talent acquisition

Di tugas ini, tim talent acquisition akan memeriksa rencana tenaga kerja, membutuhkan pemahaman tentang pasar tenaga kerja, memastikan keselarasan bisnis dan tenaga kerja, hingga melihat perkembangan situasi secara global.

#2 Segmentasi tenaga kerja

Tim talent acquisition akan membuat segmentasi tenaga kerja dan memahaminya, seperti posisi yang ada saat ini, apa saja keterampilan dan kompetensi karyawan, dan hal-hal yang dibutuhkan oleh karyawan untuk sukses.

#3 Employment branding

Employment branding atau employer branding membantu perusahaan untuk menyampaikan dan mendefinisikan brand image, budaya organisasi, hal-hal yang membedakan organisasi ini dengan yang lain, membentuk reputasi, serta menginformasikan produk dan layanan kepada masyarakat, khususnya kandidat.

Tim talent acquisition akan menjalankan employer branding. Tujuannya, perusahaan memiliki reputasi positif, menggambarkan bagaimana karyawan bekerja, dan menarik kandidat terbaik.

#4 Manajemen hubungan kandidat 

Tugas ini akan mendorong tim untuk membangun pengalaman kandidat yang positif, mengelola kandidat, dan memelihara hubungan dengan kandidat. Kandidat tersebut memiliki sedikit lebih banyak memiliki keterampilan yang mungkin akan dibutuhkan oleh perusahaan.

#5 Analisis dan matriks

Tim talent acquisition bertugas menganalisis dan menggunakan matriks secara berkelanjutan. Hal itu untuk meningkatkan kualitas rekrutmen lebih baik.

Tentu saja, setiap tugas tersebut tugas-tugas yang lebih spesifik yang melibatkan penggunaan tools, teknologi, maupun kolega recruitment agency.

Talent Acquisition Vs Rekrutmen, Mana Yang Dibutuhkan Oleh Organisasi?

Mana yang lebih baik? Talent acquisition dan rekrutmen sama-sama baiknya untuk mendapatkan kandidat. Keduanya bisa diterapkan secara bergantian, tergantung kebutuhan organisasi.

Bila perusahaan berorientasi untuk memperoleh kandidat terampil, berpengalaman, memiliki perspektif ke depan, fleksibel dalam beradaptasi, serta mendukung pertumbuhan bisnis dengan segala perubahannya, berarti organisasi harus menjalankan strategi talent acquisition.

Namun perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja mendesak, karena posisi lowong harus segera diisi untuk melanjutkan operasional bisnis, itu artinya organisasi bisa menggunakan strategi rekrutmen. Karena tidak semua organisasi memiliki waktu membuat strategi ke depan.

Penutup 

Ketika strategi dan perencanaan tenaga kerja telah selesai dilakukan, maka tim talent acquisition tetap memperlihatkan agar brand image yang positif, apa yang diperjuangkan perusahaan, dan bagaimana membuat karyawan senang. Tim juga perlu mengukur proses kerja dan mendapatkan umpan balik dari pihak dalam dan luar.

Rekrutmen akan menjalankan proses perekrutan tenaga kerja. Untuk memaksimalkan kinerja ini, tim perlu menerapkan employee referral maupun internal recruitment mendapatkan kandidat yang dibutuhkan. Jika ingin mengetahui pasar tenaga kerja, tim dapat menggunakan jasa recruitment agency.

Comment