Strategi HR Menemukan Hidden Talent Di Tengah Talent War | | HR NOTE Indonesia

Strategi HR Menemukan Hidden Talent Di Tengah Talent War

Dengan persaingan pencarian talent yang makin ketat, ada baiknya human resource mulai mempertimbangkan untuk mencari hidden talent. Karyawan dengan bakat tersembunyi ada di mana-mana, dan tidak mudah untuk menemukan mereka.

Proses rekrutmen cukup panjang dan melelahkan. Parahnya, meskipun waktu, tenaga, dan dana telah terbuang, proses itu belum tentu membuahkan hasil yang memuaskan.

Terkadang, talent yang cocok dengan kebutuhan Anda malah menerima tawaran dari perusahaan lain.

Kadang pula, talent yang telah bergabung dengan perusahaan, rupanya tidak cocok dengan kultur perusahaan dan tidak mampu menunjukkan produktivitas yang diharapkan.

Di sinilah saatnya Anda menjadikan hidden talent sebagai salah satu alternatif solusi untuk mengisi kekosongan posisi yang mesti segera diisi. Namun, karena hidden talent tak mudah ditemukan, HR membutuhkan strategi untuk menemukannya.

Apa Artinya Hidden Talent?

Sesuai dengan terjemahannya, hidden talent artinya talent-talent yang tersembunyi. Karyawan dengan talenta yang mumpuni, bahkan luar biasa, tetapi tidak terdeteksi dalam proses rekrutmen.

Seorang karyawan menjadi hidden talent karena beberapa hal. Bisa disebabkan karena mereka memang sengaja tidak menonjolkan diri dalam hal apa pun. Jika individu umumnya memamerkan pencapaiannya di LinkedIn, hidden talent tidak melakukannya.

Mereka juga terkadang tidak berniat mencari pekerjaan baru, sehingga tidak tampak dalam talent pool. Namun bisa jadi, mereka terbuka dengan tawaran pekerjaan baru yang menarik.

Bisa jadi, hidden talent adalah kandidat paling mumpuni yang Anda butuhkan keahlian dan pengalaman kerjanya.

Memancing Kemunculan Hidden Talent

Ada beberapa cara bisa Anda tempuh untuk menarik kemunculan hidden talent. Karena mereka tersembunyi, maka kemungkinan besar mereka pasif dalam kegiatan pencarian kerja.

HRD bisa menemukan mereka dengan beberapa cara di bawah ini.

Sasar universitas

Anda bisa menjalin kerja sama dengan kampus-kampus untuk menyaring hidden talent. Perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat lazim melakukan campus recruiting untuk menyaring hidden talent.

Tampilkan budaya perusahaan

Tunjukkan bagaimana budaya perusahaan Anda. Ini sama seperti memasarkan perusahaan Anda kepada calon-calon kandidat dengan hidden talent untuk tertarik bergabung dengan perusahaan Anda.

Dengan menunjukkan budaya perusahaan, Anda memberi gambaran apa benefit yang bakal didapat hidden talent jika bergabung, sekaligus memberi gambaran apakah situasi lingkungan kerja di kantor Anda cocok untuk mereka.

Libatkan karyawan lain

Anda bisa memobilisasi karyawan lain untuk turut menyaring hidden talent. Boleh jadi, rekan Anda memiliki kolega dan relasi yang tepat untuk kebutuhan perusahaan. Melibatkan karyawan lain artinya memperluas potensi Anda menjaring hidden talent.

Hadiri job fair

Job fair tak ubahnya wadah perluasan jaringan koneksi. Dalam job fair, Anda akan bertemu dengan ratusan, bahkan ribuan calon kandidat yang bisa saja merupakan hidden talent yang Anda cari-cari.

Strategi Pencarian Hidden Talent

Strategi untuk mencari hidden talent bisa berlaku untuk kandidat eksternal dan internal. Kadang kala, ada karyawan di perusahaan Anda yang sebetulnya tepat untuk mengisi posisi yang tengah kosong.

Hidden talent tidak selamanya berada di luar perusahaan. Dalam sebuah perusahaan, terkadang ada karyawan yang memiliki keahlian yang tidak sejalan dengan jobdesc-nya, atau keahliannya terlewatkan oleh manajer dan tim HR.

Menyaring dengan talent pool

Saat menjaring kandidat di talent pool, Anda perlu lebih menitikberatkan potensi kandidat alih-alih mementingkan popularitas universitasnya.

Banyak yang mengira sekolah-sekolah bergengsi sudah pasti menghasilkan talenta-talenta dengan kemampuan luar biasa. Padahal belum tentu.

Fokuslah pada skill yang Anda butuhkan. Saat ini banyak perusahaan yang menitikberatkan skill alih-alih mensyaratkan kandidat harus berasal dari universitas ternama. Anda juga bisa mengakalinya dengan menggunakan title posisi yang umum dan spesifik, tergantung jenis pekerjaan yang hendak diiklankan.

Manfatkan media sosial

Saat ini banyak staf rekrutmen yang memanfaatkan media sosial untuk menjaring hidden talent.

Mereka rutin mengunggah lowongan pekerjaan untuk mencari hidden talent yang pasif di job fair dan platform pencarian kerja di media sosial.

Gunakan employee referral

Sekali lagi, karyawan lain mungkin saja memiliki kolega dan koneksi di luar perusahaan yang mungkin memiliki keahlian yang Anda butuhkan untuk mengisi posisi kosong. Apalagi jika rekan Anda merupakan karyawan dengan circle pertemanan profesional yang luas.

Banyak pekerja melamar pekerjaan melalui referral dan terbukti sukses berkontribusi di perusahaannya.

Fokus terhadap soft skill

Anda juga bisa memfokuskan pencarian pada transferable skills, alih-alih hanya memfokuskan diri pada skill teknis. Transferable skill tidak terikat pada jenis industri tertentu, dan umumnya bersifat soft skill.

Misalnya jika Anda membutuhkan seorang marketer, Anda mungkin dapat menemukannya dari seorang yang memiliki kemampuan komunikasi, kreatifitas, dan mampu bekerja dalam tim.

Memulai Pencarian dari Bawah

Saat menyortir lamaran yang masuk, tim rekrutmen seringkali memulai dari atas dan akhirnya berhenti mencari begitu tiba di pertengahan.

Padahal, bisa saja resume hidden talent yang Anda cari berada di urutan paling bawah.

Upskill Karyawan

Pekerja masa kini mulai memahami bahwa upskill penting dilakukan untuk bertahan di dunia kerja dengan persaingan yang kian ketat. Buktinya, startup penyedia kursus dan sertifikasi profesional kian menjamur.

Berdasarkan survey PwC pada 2021, 77% pekerja menunjukkan keinginan untuk upskill. Dari sini, perusahaan mesti menyadari pula bahwa investasi pada pelatihan dan pendidikan untuk karyawan sangat penting untuk menumbuhkan potensi hidden talent dalam diri karyawan.

Pertimbangkan Internship

Program magang didesain untuk mahasiswa agar mereka mendapat pengalaman kerja sebelum memulai kariernya secara resmi.

Melalui program magang, perusahaan dapat menilai potensi dan keahlian dasar para peserta magang apakah mereka layak dan potensial untuk bergabung dengan perusahaan di masa mendatang.

Penutup

Hidden talent dapat menjadi alternatif terbaik untuk mengisi kekosongan posisi di perusahaan Anda. Namun menemukan seorang hidden talent memang tidak mudah. Banyak faktor yang membuat seorang profesional tenggelam dari talent pool.

Maka dari itu, untuk menemukan mereka, tim rekrutmen mesti terbuka untuk mengadaptasi strategi-strategi yang tak biasa yang jarang dilakukan dalam proses rekrutmen pada umumnya.

Comment