8 Strategi Rekrutmen untuk Bisnis Kecil | | HR NOTE Indonesia

8 Strategi Rekrutmen untuk Bisnis Kecil

Mendapatkan talenta terbaik dengan budget minimal adalah impian semua pemilik bisnis. Tapi bagaimana jika Anda adalah pemilik bisnis kecil? Bagaimana mengatur jumlah karyawan yang Anda butuhkan? Di mana Anda mencari mereka, apakah mereka mau bekerja di organisasi yang masih kecil?

Jangan berkecil hati, karena kali ini HR NOTE akan membawakan ulasan mengenai tips rekrutmen untuk bisnis kecil. Selamat membaca!

Apa yang Dimaksud dengan Bisnis Kecil?

Sebelum masuk ke strategi, mari pahami dulu apa yang dimaksud dengan bisnis kecil, atau yang biasa dikenal juga dengan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Bisnis kecil atau usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1995.

Kriteria yang dimaksud berupa:

  • memiliki kekayaan bersih paling hanyak Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  • memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp1.000.000.000,­ (satu milyar rupiah);
  • milik Warga Negara Indonesia;
  • berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar;
  • berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Tantangan Pengelolaan SDM yang Kerap Dihadapi Bisnis Kecil

Baik bisnis kecil atau skala besar, rekrutmen tetaplah menjadi topik yang selalu hadir jika membicarakan tantangan berbisnis. Sebuah bisnis sudah pasti membutuhkan SDM mumpuni untuk menjalankan dan memperbesar bisnisnya. Apa saja tantangan yang dihadapi? Berikut rangkumannya.

Kompetisi pada Rekrutmen

Pelaku bisnis kecil pun berkompetisi dari segi merekrut best people dengan pelaku bisnis berskala besar. Bisnis berskala besar biasanya memiliki tawaran benefit yang sudah stabil dan mumpuni, juga pengalaman bisnis yang mungkin sudah dikenal banyak orang.

Job Desc Ganda

Berada di lingkup bisnis yang kecil bisa membuat satu orang mengerjakan lebih daripada porsian kerja yang sebenarnya. Hal ini membuat beberapa pekerja akan merasa kewalahan dan mempengaruhi kualitas kerjanya. Tidak jarang, ini juga menjadi alasan bagi mereka mengundurkan diri.

Kurangnya Pengelolaan SDM yang Baik

Wajar apabila bisnis kecil mengerahkan tenaganya agar bisa secepat mungkin mendapatkan keuntungan yang banyak. Tapi terkadang hal tersebut membuat manajemen melupakan cara mengelola SDM yang baik dan manusiawi. Manajemen bakat atau talent management biasanya bukan prioritas, dan hal ini sebenarnya berakibat buruk bagi pertumbuhan bisnis.

Kurangnya Pelatihan Karyawan

Pelatihan karyawan memang masih belum menjadi prioritas utama bagi beberapa bisnis, mau itu yang besar ataupun kecil. Biasanya untuk bisnis kecil, pelatihan atau pengarahan dilakukan oleh senior di tempat kerja atau team leader. Cara ini bisa berhasil meskipun bukan dilakukan oleh pelatih profesional.

8 Cara Merekrut Karyawan untuk Bisnis Kecil

Jika membicarakan rekrutmen, sebagai HRD, tentunya kita juga harus memikirkan biaya rekrutmen. Biaya merekrut orang baru, apalagi yang memiliki pengalaman spesifik atau tenaga ahli, terbilang cukup besar. Ini menjadi tantangan bagi setiap perekrut, apalagi yang menjalani bisnis kecil-kecilan atau UMKM.

Di sini, HRD harus pintar-pintar dalam mencari tenaga kerja yang memenuhi kebutuhan perusahaan dengan biaya yang terjangkau. Perhatikan beberapa cara di bawah ini:

1. Memanfaatkan Referensi

Anda bisa memulainya dengan memanfaatkan referensi atau rujukan dari teman, kolega maupun karyawan Anda sendiri. 

Referensi dapat membuat proses perekrutan lebih lancar, cepat dan murah, karena dengan cara ini Anda telah melakukan proses penyaringan jauh sebelum wawancara dimulai. Tanyakan kepada karyawan Anda apakah mereka mengenal seseorang yang mungkin cocok untuk posisi tersebut. Referensi dari mereka akan menanamkan rasa aman dan percaya, bahkan sebelum Anda bertemu kandidat yang dimaksud. 

Poin
  • Penting untuk bertindak adil dan tidak memberikan perlakuan istimewa terhadap kandidat referensi.
  • Berikan reward untuk karyawan Anda yang telah memberikan referensi, karena tanpa referensi mereka, cost yang ditimbulkan bisa lebih besar

2. Membuat Pengumuman Di Situs Pekerjaan Khusus

Langkah ini memang terlihat mudah, namun perlu Anda sadari bahwa ketika Anda membuat pengumuman tentang lowongan pekerjaan di berbagai situs pencari kerja, ada kemungkinan tautan pengumuman Anda harus bersaing dengan lowongan kerja lain yang serupa.

Tidak mudah bagi bisnis kecil untuk menonjol di situs pencari kerja yang populer. Sehingga untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat memasang pengumuman lowongan kerja Anda di situs pencari kerja yang sifatnya khusus. Anda dapat melakukan riset situs-situs ini dengan mendalam, seperti TopKarir.

Poin
  • Selain menggunakan situs lowongan kerja khusus, Anda tetap bisa menggunakan platform pencarian lain seperti LinkedIn atau JobStreet, sesuai dengan strategi rekrutmen Anda.
  • Media sosial bisa menjadi platform yang menguntungkan Anda, selain murah, ini juga bisa memperkuat branding perusahaan dan menarik minat pelamar kerja.

3. Cobalah Rekrutmen Berbasis Percobaan

Dengan berbasis percobaan, baik perusahaan maupun karyawan akan melihat keuntungan dan kekurangan hubungan kerja yang terjalin nantinya. Seperti apa maksudnya?

Mari katakan, Anda membutuhkan karyawan magang atau freelancer untuk satu proyek tertentu. Setelah karyawan tersebut bergabung dan menunjukkan bakat serta skill yang memadai, tidak menutup kemungkinan terbuka prospek untuk menjadikannya sebagai karyawan full time. Dengan begini, Anda akan menghemat cost dan waktu yang besar dalam mencari karyawan full time baru.

Poin
  • Cara ini membutuhkan komitmen kuat terhadap pemberian kompensasi yang adil kepada karyawan magang/freelancer.

4. Deskripsi Pekerjaan yang Lebih Baik

Bisnis Anda boleh kecil dan masih dalam tahap berkembang, tetapi jangan dijadikan alasan untuk tidak kreatif dalam persaingan mencari kandidat terbaik.

Dalam menggunakan job portal, tidak mudah untuk menonjol karena platform tersebut diisi dengan ribuan lowongan dari berbagai jenis perusahaan. Salah satu cara untuk menonjol adalah dengan menulis deskripsi pekerjaan yang berkualitas.

Poin
  • Salah satu cara bersaing di situs portal kerja adalah menuliskan job description yang jelas dan menarik.

5. Tawarkan Benefit yang Relevan

Kompensasi dan benefit dari suatu pekerjaan sering kali bisa menjadi cara yang baik untuk menarik kumpulan pelamar yang beragam dan berbakat. Selain budaya perusahaan yang baik, perusahaan yang menawarkan work-life balance dan asuransi kesehatan yang komprehensif menarik bagi banyak kandidat.

Ada banyak pilihan untuk fasilitas kerja yang ditawarkan. Jika Anda ingin menarik bakat terbaik ke bisnis kecil Anda, ada baiknya jika Anda menawarkan fasilitas yang relevan. Contohnya, tawarkan fleksibilitas seperti kesempatan untuk bekerja dari rumah/remote, yang biasanya menarik minat kaum Milenial dan Gen Z. 

Poin
  • Cara bersaing lainnya adalah dengan menawarkan kompensasi dan benefit yang kompetitif namun tidak over-budget.

6. Memperkenalkan Misi Perusahaan

Ini seperti saat Anda memasarkan bisnis ke pelanggan Anda. Anda ingin membuat mereka sadar akan tujuan bisnis Anda. Tahap ini penting untuk perekrutan, karena Anda ingin calon potensial mengetahui nilai-nilai perusahaan Anda, sehingga Anda dapat menemukan dan melibatkan orang-orang yang memiliki nilai yang sama. Ini juga cara yang bagus untuk membuat mereka merasa lebih dekat dengan perusahaan Anda daripada dengan perusahaan besar.

Poin
  • Dalam memperkenalkan misi perusahaan, tunjukkanlah bahwa bisnis Anda lebih daripada mencari keuntungan semata, tapi juga berkontribusi baik untuk masyarakat.
  • Promosikan misi perusahaan Anda di website perusahaan dan media sosial.

7. Memperkuat Employer Branding

Banyak yang menganggap employer branding adalah hal yang sulit dibentuk bahkan oleh perusahaan dengan skala besar sekali pun. Padahal, ada beberapa praktik employer branding yang bisa diikuti jenis organisasi manapun.

Dengan storytelling, perusahaan bisa memperkuat branding-nya, dimulai dari karyawan internal. Ini bisa dilakukan dengan cara membuat kolom testimonial di situs web perusahaan tentang ‘bagaimana rasanya bekerja di perusahaan ini’. Calon pelamar akan mendapat gambaran jelas tentang perusahaan Anda.

Poin
  • Beri tahu mereka keuntungan bekerja di perusahaan Anda.
  • Libatkan karyawan saat ini untuk memberikan testimonial bagaimana bekerja di perusahaan.

8. Media Sosial

Kekuatan media sosial terletak pada kurangnya formalitas. Sehingga Anda dapat bertemu dengan orang-orang berbakat dalam lingkungan di mana mereka dapat merasa bahwa perusahaan Anda lebih seperti keluarga dan bukan perusahaan. Di situlah Anda berhasil mengungguli perusahaan besar.

Jika Anda ingin merekrut di media sosial, Anda dapat mulai dengan menggunakan profil perusahaan Anda sendiri dan membuat pengikut mengetahui bahwa Anda sedang merekrut.

Point
  • Mengoptimalkan media sosial akan membantu Anda dalam menemukan talent yang dibutuhkan, di lingkup yang less-formal.
  • Media sosial akan menunjukkan bahwa perusahaan bukan hanya berfokus pada profit dan bisnis, tetapi juga hal-hal bermakna lainnya seperti kegiatan sosial.

7 Posisi Paling Penting untuk Bisnis Kecil Anda

Seperti kita tahu, ada banyak posisi dalam satu organisasi. Mereka bersinergi satu sama lain demi tercapainya tujuan perusahaan. Masing-masing posisi tersebut bisa disebut sebagai posisi kunci, yang mana kehadirannya sangat diperlukan organisasi.

Bagi pelaku bisnis kecil, posisi-posisi di bawah ini akan menentukan keberhasilan Anda, lho.

1. Product Manager

Seorang pakar produk mampu memahami dan mendemonstrasikan mengapa produk itu penting bagi pelanggan, bagaimana produk itu diproduksi, bagaimana produk itu dijual, dan bagaimana pesaing memproduksi dan memasarkannya.

Jadi, sebelum bisnis kecil mendapatkan daya tarik yang serius, cobalah untuk menyewa spesialis yang memahami produk atau layanan perusahaan luar dalam.

2. Marketing Generalist

Setelah bisnis mengetahui apa yang ditawarkannya, karyawan berikutnya adalah seorang marketer yang cerdik. Yaitu seseorang yang tahu cara menargetkan pelanggan dan memberi tahu mereka mengapa produk atau layanan tertentu penting bagi pelanggan.

Namun, pemilik bisnis tetap harus memberikan arahan khusus dan rencana pemasaran yang lengkap agar bagian pemasaran tidak hilang arah dari pemasaran yang akan dilakukan.

3. Sales Representative

Setelah perusahaan memiliki produk/layanan untuk dijual dan rencana pemasaran baik, maka bisa dibilang Anda siap untuk bersaing.

Sebagai tips, jangan langsung mempekerjakan banyak sales representative sekaligus. Coba pekerjakan dua hingga tiga orang dan cek apakah mereka dapat mengasilkan perkembangan baik dengan kecepatan stabil atau tidak.

4. Customer Support Representative

Banyak bisnis kecil berhemat pada bagian CS. Alih-alih mendukung klien yang ada dan mempertahankan relasi dan bisnis mereka dengan perusahaan, para pendiri lebih memilih untuk menangani masalah layanan pelanggan di waktu luang mereka. Ini termasuk juga mengalihkan keluhan atau pertanyaan pelanggan ke urutan prioritas terbawah dalam kegiatan operasional.

Untuk mengatasi hal ini, maka dibutuhkan Customer Support Representative yang konsisten memberikan layanan terbaik dan menjaga hubungan dengan klien.

5. Business Development

Ketika sebuah bisnis kecil mulai maju, ia membutuhkan orang yang berpikiran analitis untuk melengkapi tim sales dan marketing. Direkomendasikan untuk mempekerjakan seorang karyawan dengan latar belakang analisis data yang dapat meneliti dan melihat bagaimana bisnis dapat mengurangi pengeluarannya dan menargetkan pelanggan dengan lebih efisien.

6. Human Resources

Sebagian besar pemilik bisnis kecil pada mulanya melakukan proses perekrutan secara mandiri. Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan bisnis, maka perusahaan membutuhkan seorang tenaga human resources professional yang mampu mengurangi biaya rekrutmen, sekaligus juga untuk menangani permasalahan tunjangan, kepuasan kerja karyawan maupun program pengembangan diri karyawan.

7. Akuntan

Posisi ini tentu wajib berada di skala usaha mana pun. Dalam kasus bisnis kecil, biasanya pemilik usaha merangkap sebagai pemilik, direktur operasional dan direktur keuangan. Namun akan lebih bijak jika posisi tersebut ditempati orang yang memang ahli di bidang keuangan, untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Kesimpulan

Setelah Anda membaca artikel ini, maka dapat disimpulkan bahwa rekrutmen untuk perusahaan kecil merupakan hal yang sangat mungkin dilakukan namun memang bukanlah hal yang mudah. Anda harus benar-benar menunjukkan keunggulan perusahaan Anda kepada calon kandidat. Sama halnya seperti memasarkan produk, Anda juga memerlukan strategi agar perusahaan Anda menarik bagi calon kandidat.

Comment