Recruitment Marketing: Alasan Tim HR Perlu Memahaminya | | HR NOTE Indonesia

Recruitment Marketing: Alasan Tim HR Perlu Memahaminya

recruitment marketing

Tak sedikit perusahaan menggunakan strategi recruitment marketing untuk memperoleh kandidat terbaik di bidangnya. 

Perusahaan-melalui tim HR-akan menyiapkan langkah demi langkah penerapan recruitment marketing. Mulai dari menetapkan tujuan, membuat profil kandidat, mengawasi proses marketing, hingga mengevaluasinya. Jika diperlukan, tim mengubah sebagian atau seluruh strategi.

Memang, recruitment strategi cukup rumit dan membutuhkan waktu tidak sebentar. Namun, dibandingkan dengan menerima kandidat berdasarkan hanya ingin mengisi posisi yang kosong secepatnya, justru langkah itu menurunkan produktivitas perusahaan.

Kenapa Tim HR Harus Memahami Recruitment Marketing?

Marketing bukan hak tunggal tim pemasaran. Tim HR pun wajib memahami ruang lingkup marketing.

Dengan ilmu marketing, tim dapat memanfaatkannya untuk memperoleh kandidat terbaik sesuai kebutuhan. Hal ini disebut juga dengan recruitment marketing.

Recruitment marketing merupakan proses mempromosikan employer branding perusahaan dengan menggunakan metode marketing.

Proses ini akan digunakan di sepanjang siklus rekrutmen untuk menarik, mengedukasi, melibatkan, dan menjaga hubungan kepada kandidat berkualitas. Jadi, meskipun perusahaan tidak sedang membuka lowongan pekerjaan, tim HR tetap menjalankan praktik recruitment marketing.

Tingkatkan brand awareness

Memberikan ilmu marketing kepada HRD berarti perusahaan berinvestasi dalam membangun jenama perusahaan. 

Ketika HRD memahami marketing, Anda dan tim dapat membuat strategi rekrutmen bersama tim employer branding. Contohnya, brand awareness, strategy, positioning, channel, hingga penyampaian pesan tentang budaya, nilai, dan produk atau jasa perusahaan.

Menurut survei Hibob, sebanyak 32 persen kandidat menggunakan situs perusahaan untuk mendapatkan informasi tentang perusahaan selama proses aplikasi. Mereka yang menggunakan platform Glassdoor dan profil media sosial masing-masing sebesar 20 persen dan 19 persen.

Hasil survei menunjukkan bahwa HRD berupaya meningkatkan brand awareness dan membangun reputasi yang kredibel bagi perusahaan.

Mendukung proses rekrutmen 

Satu hal yang perlu disadari adalah rekrutmen itu seperti kegiatan menjual produk atau jasa kepada calon pembeli.

Maka HRD membutuhkan keahlian marketing untuk mendukung proses rekrutmen sejak awal. Sehingga target market (kandidat) melirik perusahaan Anda sebagai tempat bekerja terbaik.

Keahlian ini dapat dimanfaatkan oleh HRD untuk meriset pasar–yang biasanya dilakukan oleh tim marketing–guna menyusun persona serta job description.

Dengan begitu, Anda memahami siapa kandidat yang ditargetkan, tempat kerja seperti apa yang mereka inginkan, job portal yang akan digunakan, dan lainnya. Langkah tersebut dapat merampingkan proses rekrutmen.

Tim HR dapat belajar ilmu ini bersama tim marketing atau mengambil kelas marketing dari ahlinya.

Tahap Recruitment Marketing

Dari marketing funnel, tim HR dapat mengadaptasikannya ke dalam recruitment marketing.

Awareness

Tahap pertama adalah awareness.

Untuk mendapatkan kandidat terbaik, tim HR wajib membangun brand awareness perusahaan. Tim akan memasarkan perusahaan sebagai pemberi kerja potensial.

Di pasar kerja saat ini, kandidat terbaik bisa bersifat pasif. Itu artinya mereka tidak aktif mencari pekerjaan. 

Jadi, membangun awareness dapat dimulai dari media sosial. Misalnya, tim membuat konten yang benar-benar ingin dibaca, didengar, atau ditonton oleh kandidat dan mengadakan acara daring di mana tim HR dapat berinteraksi dengan peserta.

Interest

Jika perusahaan sudah mendapatkan awareness dari kandidat, berikan informasi yang akan meningkatkan minat mereka terhadap perusahaan. 

Tahap recruitment marketing ini mendorong tim HR untuk memiliki konten konsisten dan sangat terkait dengan kampanye branding atau recruitment marketing terbaru. Pilih topik konten yang relevan, isu terkini, dan sisipkan hal-hal yang menghibur.

Perhatikan pula gaya penyampaian–seperti storytelling–dan desain konten agar membangkitkan minat kandidat pasif dan aktif.

Decision

Ketika kandidat secara konsisten menunjukkan minat pada perusahaan Anda, ini saat yang tepat untuk mempromosikan peran terbuka.

Anda dapat mempromosikan tunjangan, fasilitas, dan hal lain yang perlu diketahui oleh kandidat sebelum membuat keputusan untuk melamar pekerjaan. Misalnya, menunjukkan sistem kerja hybrid atau jarak jauh di perusahaan Anda atau mengunggah konten lowongan pekerjaan dengan menyertakan informasi rentang gaji.

Hal tersebut sejalan dengan laporan Gallup, yakni sebesar 54 persen pekerja menginginkan sistem kerja hybrid dan 37 persen ingin work from home (WFH).

Action 

Sama seperti pemasaran produk. Tahap action membutuhkan waktu dari calon pembeli untuk beraksi.

Jadi, saat kandidat memutuskan melamar ke perusahaan Anda, ia memerlukan waktu untuk membuat resume, sampul surat, portofolio, dan memenuhi persyaratan lain.

Bahkan ketika ia dinyatakan lolos sebagai calon karyawan, tetapi yang bersangkutan batal bergabung ke perusahaan, jangan mengecilkan niat tim HR.

Jika saat ini bukan waktu yang tepat baginya, mungkin ia tertarik dengan perusahaan Anda di masa mendatang. Masukkan namanya dalam daftar talent pool.

Pertimbangkan Poin Ini Sebelum Membuat Kampanye Recruitment Marketing

Membuat kampanye recruitment marketing cukup rumit tetapi menantang. Pasalnya, dampaknya sangat berharga untuk proses perekrutan sekaligus kesuksesan perusahaan di masa depan. 

Berikut ini tiga poin yang perlu Anda pertimbangan sebelum memulai kampanye recruitment marketing:

Kebutuhan perusahaan

Tim HR perlu memahami kandidat yang dibutuhkan oleh perusahaan dan menjelaskan secara komprehensif seperti apa kandidat ideal. 

Jika pemimpin memberi tim Anda lampu hijau, poin ini akan membuat beberapa perubahan di internal. Setelah itu, tim HR dapat membuat strategi rekrutmen yang akan menarik lebih banyak kandidat.

Membangun jenama

Recruitment marketing sangat berkaitan dengan membangun sebuah jenama agar dikenal oleh khalayak luas. Tentu, proses tersebut membutuhkan waktu cukup panjang.

Sekali menjalankan recruitment marketing, Anda tidak akan memperoleh kandidat terbaik keesokan harinya. 

Tim HR perlu menyusun kampanye recruitment marketing menyeluruh. Mulai dari menentukan target kandidat, konsisten menjalankannya dalam jangka waktu yang lama, memantau proses dan menentukan tools pemantauan, hingga melakukan penyesuaian. 

Memperhitungkan biaya

Ada kalanya, menemukan karyawan ideal itu membutuhkan biaya. Meski tim telah mempersiapkan kampanye baru untuk posisi yang sedang lowong, pertimbangkan saluran rekrutmen lain.

Misalnya, employee referral, job ads di situs pencarian kerja, atau menggunakan jasa recruitment agency seperti Reeracoen Indonesia.

Contoh Recruitment Marketing Dari Perusahaan Lain

Bagi Anda yang sedang menyusun kampanye recruitment marketing, di bawah ini ada beberapa contoh yang telah dilakukan oleh perusahaan lain:

Snapchat 

recruitment marketing

Snapchat menggunakan aplikasi mereka sendiri untuk menargetkan engineering talent di Uber dan Pinterest. Mereka menggunakan penargetan geografis dan filter kreatif. 

Jadi, ketika pengguna Snapchat berada di kantor pusat Uber atau Pinterest dapat menggunakan filter tersebut. Kampanye ini terus dipertahankan di tengah kebijakan Uber memberlakukan back to office saat wabah Omicron (pandemi COVID-19) pada akhir 2021.

Goldman Sachs

recruitment marketing

Goldman Sachs termasuk perusahaan yang memahami demografi dan mengidentifikasi saluran rekrutmen target kandidatnya. Jadi, mereka mengetahui ke arah mana akan mengunggah job ads

Perusahaan keuangan global ini memasang iklan di Spotify dengan judul You majored in something you cared about. Use it to make a major impact. Take the Goldman Sachs Careers Quiz

Jobsintown.de

recruitment marketing

Jika perusahaan ingin menarik kandidat yang cerdas dan inovatif, miliki anggaran yang memadai untuk job ads.

Perusahaan asal Jerman jobsintown.de merancang stiker untuk ditempelkan di vending machine di pusat kota. Stiker itu bertuliskan Life’s too short for the wrong job.

Cisco 

Cisco membuat video recruitment marketing dengan mengajak para karyawan. Video menunjukkan budaya perusahaan di mana karyawan berhak memiliki perspektif uni dan kebebasan berbagi di antara mereka. 

Video juga mempopulerkan slogan sekaligus hashtag Be you, with us di media sosial. Langkah ini dinilai dapat menarik lebih banyak kandidat yang ingin bekerja di Cisco.

Penutup

Tim HR yang menjalankan kampanye recruitment marketing berkesempatan besar untuk menggaet kandidat terbaik sesuai kebutuhan. 

Namun, tim perlu mempertimbangkan media atau saluran rekrutmen terhadap isi konten pemasaran. Karena masing-masing media–laman perusahaan atau media sosial–memiliki karakteristik berbeda. Terutama pilihan maupun ukuran gambar, meski topik kontennya sama.

Comment