Pertanyaan Tentang Leadership Untuk Merekrut Pemimpin | | HR NOTE Indonesia

Pertanyaan Tentang Leadership Untuk Merekrut Pemimpin

tips merekrut posisi pemimpin

Ada banyak pertanyaan tentang leadership, terutama pada era bisnis yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan.

Apalagi di era setelah pandemi saat ini, banyak perusahan atau organisasi yang menghadapi lambatnya laju bisnis, kehilangan pelanggan, dan beberapa situasi yang sulit untuk diprediksi.

Situasi ini ternyata telah diteliti oleh seorang ahli militer Amerika Serikat di tahun 1990-an dengan konsep VUCA.

VUCA adalah singkatan dari volatility (votalitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas).

Sebuah kualitas yang membuat situasi atau kondisi sulit untuk dianalisis, ditanggapi, atau direncanakan. Istilah VUCA ini dapat diterapkan di situasi umum, terutama pada era ketidakpastian bisnis saat ini.

Semakin banyak hal yang tidak pasti, maka semakin dibutuhkan kepemimpinan yang tepat.

Setidaknya, ada 6 keterampilan yang bisa diterapkan HR untuk mendapatkan pemimpin di era VUCA, yaitu:

  • Memiliki visi
  • Kesiapsiagaan
  • Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi
  • Memiliki kemampuan pengambilan keputusan dengan cepat
  • Kolaborasi dan kerja tim
  • Customer oriented

Pentingnya Leadership Di Era VUCA

Kepemimpinan di era VUCA berarti pemimpin harus mampu mengubah dan menanggapi perubahan dalam lingkungan bisnis dengan tindakan yang sesuai yang terfokus, cepat, dan gesit.

Di saat seperti itu, sosok yang visioner akan sangat dibutuhkan tiap organisasi.

Visi yang kuat tidak hanya membantu individu melihat seperti apa organisasi di masa depan, tetapi juga menjelaskan bagaimana proses tertentu akan ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Dengan visi yang jelas dan meyakinkan, para pemimpin dapat:

  • Menginspirasi karyawan
  • Menjawab pertanyaan karyawan tentang perubahan dan menghilangkan kekhawatiran
  • Menempatkan karyawan pada posisi yang lebih baik untuk merangkul perubahan dan mengarahkannya dengan sukses.

Menurut laporan Ashridge Executive Education, pemimpin global masa depan harus mahir menavigasi tiga faktor utama: konteks, kompleksitas, dan konektivitas. Ini menjadi tantangan tiap organisasi.

Dengan mengambil langkah-langkah yang jelas untuk berkomunikasi dan mendukung karyawan melalui perubahan, para pemimpin dapat membimbing organisasi menuju kesuksesan di masa VUCA.

7 Tips Merekrut Leader yang Kompeten

Perusahaan dengan pemimpin yang kompeten akan menuai peningkatan produktivitas, lingkungan kerja yang tinggi engagement, retensi karyawan yang lebih baik, peningkatan kepuasan pelanggan, pertumbuhan bisnis, dan banyak lagi.

Namun, mengisi posisi pemimpin dapat menjadi proses yang sangat menantang dan melelahkan. Ada beberapa langkah yang harus dipahami HR atau perekrut saat mengisi posisi ini.

Untuk mendapatkan pemimpin yang kompeten, berikut adalah hal yang bisa dilakukan HR:

1. Tentukan gambaran peran pemimpin 

Kepemimpinan yang kuat dan efektif terlihat berbeda antara satu organisasi dan lainnya.

Saat merekrut atau mempromosikan pemimpin yang kuat, ada baiknya terlebih dahulu menentukan seperti apa kepemimpinan bagi organisasi Anda.

Apa ciri-ciri kepemimpinan khusus yang Anda ingin para pemimpin wujudkan untuk peran tertentu itu?

Tempat terbaik untuk memulai adalah melihat tim kepemimpinan Anda saat ini.

  • Apa saja ciri-ciri yang Anda sukai dari pemimpin hebat yang Anda miliki saat ini?
  • Sifat apa yang Anda rasa hilang dan Anda ingin melihat lebih banyak dalam tim kepemimpinan Anda?

Pertanyaan itu akan membuka wawasan yang akan membantu HR dan user menentukan karakteristik peran pemimpin yang dibutuhkan.

Selain itu, tentukan kualifikasi spesifik dan tingkat pengalaman yang akan membuat kandidat cocok untuk posisi kepemimpinan tersebut.

2. Apakah dia bisa menyelaraskan visi misi perusahaan?

Rekrut orang berdasarkan seberapa baik mereka selaras dengan nilai dan visi organisasi.

Jika mereka tidak memiliki hubungan pribadi dengan nilai-nilai dan visi organisasi, efektivitas kepemimpinan dan manajemen, maka kinerja mereka dapat memburuk dari waktu ke waktu.

Ajukan pertanyaan seperti, “Bagaimana menurut Anda kontribusi Anda terhadap visi X kami?” dan “Apa cara Anda secara pribadi menunjukkan nilai Y?”

3. Proses yang baik

Setiap proses rekrutmen yang sukses harus disederhanakan dengan baik untuk menjadi sukses.

Kandidat (khususnya level pemimpin) tahu apa yang mereka inginkan saat melamar pekerjaan. Salah satu hal menarik yang mereka kejar adalah proses perekrutan yang sistematis dan terorganisir dengan baik.

Banyak individu menjadi tidak tertarik pada suatu organisasi jika proses rekrutmennya berantakan, tidak ada komunikasi yang jelas atau prosesnya terlalu lama.

Tanpa proses perekrutan yang baik dan efektif, Anda kemungkinan besar akan kehilangan beberapa individu hebat yang akan menjadi kandidat yang tepat untuk peran kepemimpinan.

4. Melirik kandidat dari internal

Sebelum melihat kandidat di luar organisasi Anda, nilailah karyawan internal saat ini untuk menentukan individu yang menunjukkan sifat kepemimpinan yang Anda cari dalam posisi tersebut.

Pemimpin yang dipromosikan dari dalam lebih mungkin untuk tampil lebih baik dibandingkan dengan mereka yang direkrut dari luar.

Mereka menghargai pengakuan dari manajemen, sehingga mereka sangat termotivasi untuk terus tumbuh dan bekerja keras dalam peran baru mereka.

Perhatikan terus tanda-tanda yang menunjukkan karyawan mana yang siap dipromosikan menjadi pemimpin yang kuat.

5. Evaluasi Kandidat

Mempromosikan kinerja yang terlah terbukti bagus mungkin terlihat menggoda, tetapi skill tidak selalu sama dengan kepemimpinan yang hebat.

Sama seperti Anda mungkin mempekerjakan perekrut penjualan karena kemampuan mereka untuk terhubung dengan orang lain, menindaklanjuti dan menutup penjualan.

Anda dapat mempekerjakan seorang pemimpin karena kemampuan mereka yang telah terbukti untuk:

  • Menginspirasi orang lain
  • Memiliki pesona baik dan mudah didekati
  • Bisa mendapat rasa hormat dari anggotanya
  • Terbuka terhadap ide baru

6. Mintalah arahan dari orang yang lebih berpengalaman

Sama seperti dengan mempromosikan dari dalam, Anda dapat memercayai referensi dari orang yang Anda kenal.

HR bisa bantu pemimpin baru untuk bicara dengan jajaran BOD dan BOC (kalau perlu hingga jajaran investor), dan orang-orang yang Anda percaya untuk memberi arahan agar ia dapat menjadi pemimpin yang kuat.

7. Gunakan alat yang tepat

Mengidentifikasi pemimpin hebat dari kumpulan kandidat memerlukan lebih dari sekadar proses penilaian standar.

Selain meninjau resume dan melakukan wawancara standar, Anda perlu melangkah lebih jauh dengan memasukkan tes kognitif, simulasi tugas kerja, dan evaluasi kepribadian saat merekrut dan mempromosikan pemimpin yang kuat.

Anda juga bisa mengandalkan jasa recruitment agency untuk merekrut posisi pemimpin.

10 Pertanyaan tentang Leadership saat Interview Posisi Pemimpin

Pertanyaan wawancara dapat membantu untuk mengevaluasi pengalaman, keterampilan, dan potensi kepemimpinan pelamar pekerjaan.

Jika Anda merekrut untuk posisi yang menuntut pemimpin yang kompeten, mengajukan pertanyaan yang tepat selama proses wawancara dapat membantu Anda menemukan orang yang akan membawa bisnis Anda ke level berikutnya.

Di bawah ini Anda akan menemukan daftar pertanyaan wawancara kepemimpinan yang umum, serta kiat untuk mengidentifikasi pemimpin, di dalam dan di luar organisasi Anda.

  1. Ceritakan tentang saat Anda menunjukkan keterampilan kepemimpinan di tempat kerja.
  2. Ceritakan pengalaman kepemimpinan Anda.
  3. Apa gaya kepemimpinan Anda?
  4. Apa nilai terpenting yang Anda tunjukkan sebagai pemimpin tim?
  5. Bagaimana anggota tim dan kolega Anda mendeskripsikan Anda?
  6. Bagaimana Anda memantau kinerja orang-orang yang harus Anda pimpin?
  7. Menurut Anda, keterampilan pendukung mana yang lebih penting bagi seorang pemimpin?
  8. Bagaimana cara Anda mengelola situasi konflik?
  9. Apa yang dapat Anda lakukan untuk memotivasi tim?
  10. Bagaimana Anda menanggapi kritik di tempat kerja?

Penutup

Di masa-masa yang tidak pasti seperti sekarang ini, Anda mungkin bertanya-tanya, apa yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan agar berhasil di dunia VUCA?

Yang pertama adalah melakukan penilaian diri tentang seberapa siap Anda memimpin melalui ketidakpastian untuk mengidentifikasi kesenjangan dan menentukan apa yang perlu Anda pelajari dan praktikkan.

Memiliki jajaran pemimpin yang sanggup menghadapi arus tak menentu di era VUCA akan sangat membantu organsiasi dalam mempertahankan bisnis. Penting pula bagi HRD untuk memahami situasi ini dan melakukan yang terbaik.

Comment