Pekerja Part Time, Definisi & Strategi Rekrutmen | | HR NOTE Indonesia

Pekerja Part Time, Definisi & Strategi Rekrutmen

Seperti yang kita ketahui, ada banyak tipe pekerja yang kerap ditemui di perusahaan maupun di jenis tempat kerja lain. Mungkin yang paling sering kita kenal adalah pegawai tetap dan pegawai kontrak. Tetapi selain itu, terdapat tipe pekerja lain seperti pekerja paruh waktu, atau biasa dikenal juga dengan part-time.

Apa tepatnya yang dimaksud dengan pekerja part time? Apakah sama seperti pekerja lepas, seperti internship, atau karyawan kontrak? Lalu, mengapa perusahaan bersedia mempekerjakan karyawan part-time kalau bisa mempekerjakan karyawan full-time? Apa untung dan lebihnya?

Mari cari tahu jawabannya dalam ulasan kali ini!

Apa yang Dimaksud dengan Pekerja Part Time?

Kerja part time adalah pekerjaan yang memiliki setengah dari jam kerja normal atau full time. Artinya, pekerja part time adalah pekerja yang memiliki jam kerja kurang dari 40 jam dalam seminggu, atau 8 jam per hari. 

Part-time juga berbeda dengan karyawan kontrak. Pekerja part-time umumnya bersifat sementara untuk periode tertentu yang ditetapkan perusahaan atau tempat kerjanya.

Tipe pekerjaan part time biasanya yang membutuhkan pergantian shift seperti bekerja di restaurant, cafe, bar, hotel, sales promotion, atau pada acara-acara (events). Meskipun, pegawai part time tetap tidak bisa disamakan dengan pegawai shift karena pegawai shift bekerja 8 jam dalam satu shift.

Tipe pekerja ini tidak memiliki kontrak kerja seperti pegawai tetap di kantor, dan pekerja part time bisa membuat kesepakatan dengan orang yang memberikan pekerjaan, seperti masalah upah yang dibayarkan dan juga fasilitas-fasilitas yang mungkin akan didapat. 

Gaji yang didapat dari bekerja part time biasanya dihitung gaji perhari (harian) dan diakumulasikan selama hari pegawai tersebut bekerja.

Fakta Pekerja Part Time
Menurut ILO (International Labor Organization), kebanyakan pekerja part time adalah perempuan. Posisi pekerja part time didominasi perempuan sebanyak 57%. Perbedaan gender pada lapisan pekerja part time ini banyak ditemukan di Belanda, Negara Eropa Nordik, India, Jepang, Nigeria, dan Swiss.

Merekrut Pekerja Part time, Apa Pro-Kontranya?

Sama seperti hal lainnya, merekrut pekerja part-time memiliki pro dan kontranya masing-masing. Mari ketahui lebih lanjut tentang pro dan kontra tersebut!

Pro Merekrut Pekerja Part Time

1. Pekerja Part time Menghemat Keuangan Perusahaan

Pengeluaran untuk pekerja part time jauh lebih terjangkau daripada karyawan full time. Di banyak kasus, Anda dapat menghemat gaji dan fasilitas lain yang mungkin Anda tawarkan kepada karyawan full  time.

Jika departemen tertentu dari bisnis Anda membutuhkan bantuan sesekali, maka lebih baik mempekerjakan karyawan part time daripada mempekerjakan seseorang secara full time, agar Anda tidak membuang cost yang besar. 

2. Pekerja Part time dapat Dipercayakan Tugas Tambahan

Anda dapat mengatur jam kerja karyawan part time sedemikian rupa sehingga mereka bisa menangani beban pelanggan tambahan di jam sibuk. Ini akan memastikan bahwa pelanggan Anda mendapatkan perhatian yang layak mereka dapatkan, sehingga menghasilkan peningkatan dalam bisnis Anda. 

Karyawan part time juga dapat menggantikan karyawan full time yang sedang cuti, tidak sehat, atau mengalami kecelakaan.

Tapi tetap diingat, jam kerja mereka tidak bisa melebihi 40 jam dalam seminggu, ya!

3. Sebagai Tenaga kerja Tambahan Bagi yang Merencanakan Ekspansi

Mempekerjakan karyawan part time juga merupakan pilihan terbaik saat Anda merencanakan ekspansi. Anda mungkin ingin mulai memperpanjang jam buka Anda, mungkin buka pada akhir pekan atau pada malam hari untuk melihat apa pengaruhnya terhadap keseluruhan omset dan keuntungan.

Pilihan apa lagi yang terbaik selain mempekerjakan karyawan part-time?

4. Pekerja Part time dapat Memiliki Keterampilan Khusus

Anda mungkin perlu mempekerjakan karyawan part time untuk mendapatkan keterampilan khusus yang tidak dimiliki karyawan Anda saat ini. Ini akan memungkinkan bisnis Anda naik ke level berikutnya tanpa menginvestasikan uang dalam jumlah besar.

5. Cocok untuk Uji Coba Bisnis

Selain itu, saat Anda melakukan uji coba jam operasional baru, atau proses penjualan baru, mempekerjakan pekerja part time mungkin merupakan cara yang bagus untuk menguji proses ini sambil mencari karyawan full time yang Anda butuhkan untuk memastikan bisnis berjalan lancar.

Kontra dalam Merekrut Pekerja Part Time

1. Masalah Kecocokan

Karyawan part time mungkin perlu membiasakan diri dengan budaya di tempat Anda, dan ini bisa memakan waktu lama. Mereka juga harus cocok dengan karyawan Anda yang lain, karena jika tidak, mungkin dapat menyebabkan kebingungan dan komunikasi yang tidak stabil.

2. Komunikasi dan Dampaknya pada Bisnis

Masalah dengan karyawan part time adalah, mereka tidak selalu hadir, sehingga ketika ada perubahan dalam pekerjaan bisa jadi mereka ketinggalan informasi dan menjadi bingung. Hal ini bisa menimbulkan kesan buruk di depan pelanggan Anda dan menghambat kualitas layanan yang diberikan bisnis Anda.

3. Permasalahan Loyalitas

Karena karyawan part time Anda dapat berpindah-pindah antara 2 atau 3 pekerjaan yang berbeda, mereka mungkin tidak begitu antusias bekerja untuk perusahaan Anda seperti halnya karyawan full time Anda.

Hal ini dapat membuat karyawan part time Anda memiliki lebih sedikit energi atau kecenderungan untuk bekerja sekeras karyawan Anda yang lain, yang akhirnya menyebabkan ketidakpuasan di antara seluruh staf Anda.

Metode yang Tepat Merekrut Pekerja Part-time

Proses rekrutmen pekerja part time dengan pekerja tipe lainnya kurang lebih tidak memiliki perbedaan signifikan. Hanya saja, karena memiliki tujuan yang berbeda, akan terdapat 1 dan 2 perbedaan dari cara perekrut dalam memilih pekerja part time. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Memilih Pekerjaan Mana yang Dijadikan Part Time

Memilih jenis pekerjaan apa yang dijadikan part time adalah esensial. Beberapa pekerjaan cocok dikerjakan oleh pegawai full time, beberapa bersifat supporting. Maka itu, pilah baik-baik jenis pekerjaan yang sesuai dengan beban dan waktu part time. Hindari kondisi pegawai part time Anda overwork.

2. Perjelas Job Description Anda

Seperti halnya merekrut tipe karyawan lainnya, calon karyawan part time berasal dari latar belakang bervariasi. Menulis job description yang jelas dan menarik akan membantu Anda dalam mendapatkan calon pelamar yang cocok dengan kebutuhan.

Tulis job description secara mendetail yang menjelaskan kualifikasi dan jenis pengalaman yang Anda cari. Jelaskan juga bahwa meskipun ini adalah posisi part time, mereka akan tetap memainkan peran penting di perusahaan. Ini akan membuat calon pelamar merasa memiliki value bahkan sebelum bekerja dengan Anda.

3. Pilih Media Job Posting yang Tepat

Cobalah untuk posting di tempat yang tidak biasa. Seperti misalnya situs portal kerja yang khusus bergerak di industri tertentu. Atau situs web yang berkonsentrasi bergerak di posisi part time, karena biasanya pengaturan kerja sama diawasi dengan baik di situs seperti ini.

Dua hal di atas akan membantu Anda dalam memilah karyawan daripada harus surfing kandidat di situs yang besar.

4. Sampaikan Tujuan Merekrut dengan Jelas

Mempekerjakan part time memang masih dianggap sebelah mata. Masih ada beberapa organisasi yang melihat beban kerja part time tidak seberapa, menyebabkan berkurangnya kualitas saat interview. Hal tersebut mengakibatkan lolosnya kesempatan Anda untuk bertemu dengan kandidat part time yang pas dengan kebutuhan. 

Ini bisa diakali dengan menyampaikan tujuan perekrutan dengan jelas. Sama seperti ketika Anda merekrut kandidat untuk posisi full time, bukan?

Jika Menguntungkan, Bagaimana Mengelola Pekerja Part Time?

Bagi beberapa industri, mengelola pekerja part time adalah nilai plus. Bagaimana biasanya mereka mengelola pekerja part time agar mencapai produktivitas yang baik? Berikut ini tips untuk mengelola pekerja part time.

Optimalkan Penjadwalan

Mengoptimalkan penjadwalan bagi pekerja part time adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan nilai maksimal dari tenaga kerja Anda. Menetapkan jadwal yang tepat juga memungkinkan pekerja part time Anda menikmati work-life balance mereka.

Perjelas Harapan Anda

Merupakan tanggung jawab Anda sebagai HRD untuk memberikan panduan dan harapan yang jelas tentang apa yang Anda inginkan dari pekerja part time Anda. Jika Anda tidak menggambarkan dan mengklarifikasi bagaimana anggota tim Anda seharusnya berkontribusi pada bisnis Anda, maka jangan heran jika produktivitas mereka kurang dari yang seharusnya.

Memberikan Pelatihan Dan Resource

Pastikan bahwa pekerja part time Anda diberikan pelatihan dan sumber daya (resource) yang sama dengan staf full time. Anda tidak dapat mengharapkan pekerja part time untuk memberikan tingkat layanan atau kinerja yang sama tanpa sumber daya sama dengan yang dimiliki staf full time.

Sering Berkomunikasi

Pastikan pekerja part time Anda merasa cukup nyaman untuk memberi tahu Anda apa yang berhasil dan apa yang tidak. Akan lebih sulit untuk tetap berhubungan dengan pekerja part time, yang mungkin tidak selalu berada di tempat kerja selama jam kerja biasa. Gunakan teknologi kerja jarak jauh seperti obrolan video atau email untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka.

Jadikan Pertemuan Anda Inklusif

Jika Anda perlu memberi tahu tim Anda tentang acara terbaru dalam bisnis Anda atau perubahan besar yang sedang berlangsung, pastikan untuk menyertakan pekerja part time Anda juga dalam rapat.

Sebisa mungkin, sertakan pekerja part time Anda dalam rapat sesering mungkin. Ini akan membantu mereka merasa seperti menjadi bagian dari tim, dan membuat seluruh staf Anda lebih mengenal siapa yang ada di tim Anda.

Penutup

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pekerja part time adalah pekerja kontrak yang memiliki waktu kerja lebih sedikit dari pekerja full time. Terdapat pro dan kontra dalam mempekerjakan karyawan part time, sehingga Anda harus mempelajarinya dengan cermat. Hanya Anda yang dapat memutuskan apakah mempekerjakan bantuan part time akan membantu atau justru berbahaya untuk bisnis Anda.

Comment