Memahami Pasar Tenaga Kerja Dan Strateginya Dalam Talent War | | HR NOTE Indonesia

Memahami Pasar Tenaga Kerja Dan Strateginya Dalam Talent War

Perusahaan kini menginginkan kandidat terbaik di bidangnya. Benar-benar terbaik. Pengalaman kerja bertahun-tahun terkadang tak menjamin kualitas kinerja seorang karyawan.

Sejak startup mulai bermunculan di Indonesia, makin banyak kandidat-kandidat muda dengan bobot skill yang nyaris sama persis dengan karyawan berpengalaman.

Bahkan tak sedikit yang memiliki pengalaman lebih menarik dibanding karyawan yang telah bekerja bertahun-tahun.

Kemunculan kandidat-kandidat berbobot di bidang teknologi ini memunculkan satu fenomena baru, yakni meningkatnya kebutuhan perusahaan akan kandidat bertalenta tinggi. Ini dibarengi dengan pergeseran dunia bisnis ke arah serba digital.

Belum lagi akibat dampak COVID-19 selama dua tahun belakangan. Belum semua industri dan perusahaan di dalamnya telah beroperasi normal seperti sedia kala.

Sehingga, perusahaan kini berlomba-lomba mendapat kandidat terbaik, user bahkan menginginkan spesifikasi tertentu yang mesti dimiliki kandidat baru untuk direkrut.

Bagaimana tim HRD mengatasi hal ini?

Apa Itu Pasar Tenaga Kerja?

Secara sederhana, pasar tenaga kerja secara konsep tak jauh berbeda dengan pasar tempat kita berbelanja sehari-hari. Pasar merupakan wadah yang mempertemukan pembeli dan penjual.

Namun dalam pengertian pasar tenaga kerja, yang dipertemukan dalam wadah tersebut adalah perusahaan atau pihak yang membutuhkan tenaga kerja (pemberi pekerjaan) dan pihak yang membutuhkan pekerjaan.

Di pasar tenaga kerja, para pencari kerja bersaing secara ketat dengan sesamanya untuk mendapatkan posisi yang diinginkan.

Oleh sebab itu, dalam perekonomian, pasar tenaga kerja secara gamblang menunjukkan supply dan demand tenaga kerja di suatu tempat.

Dalam pengertian lain, pasar tenaga kerja diartikan sebagai wadah tempat calon kandidat sebagai pemberi supply dan perusahaan selaku penyedia demand saling berinteraksi untuk mencapai kesepakatan kerja bersama.

Fungsi Pasar Tenaga Kerja Untuk Perusahaan

Selain berfungsi untuk mempertemukan Anda dengan kandidat terbaik, pasar tenaga kerja juga memiliki fungsi lain yang bermanfaat bagi perusahaan, khususnya dalam hal ketenagakerjaan.

Berikut adalah fungsi lain yang terdapat dalam pasar tenaga kerja:

  • Memberi gambaran mengenai seberapa besar tim yang Anda butuhkan agar perusahaan berjalan efektif dan tetap kompetitif
  • Membantu Anda menentukan nilai pada supply dan demand pekerjaan dan menentukan remunerasi yang tepat bagi karyawan
  • Membantu Anda merancang upskill dan jenjang karier di perusahaan Anda
  • Membantu Anda mengevaluasi apakah diperlukan restrukturisasi organisasi untuk memenuhi kebutuhan industri
  • Membantu perusahaan menyelaraskan pelatihan kerja dengan kebutuhan industri

Komponen Pasar Tenaga Kerja

Pasar tenaga kerja terdiri empat komponen, yakni:

  • Populasi tenaga kerja

Pasar tenaga kerja mesti memiliki populasi, yang dalam hal ini adalah jumlah individu yang tersedia dalam pasar tenaga kerja. Tanpa memAndang jenis pekerjaan apa yang dicari.

  • Populasi kandidat

Kandidat adalah tenaga kerja yang tengah mencari kerja. Pasar tenaga kerja mesti memiliki sejumlah tenaga kerja yang hendak melamar pekerjaan sesuai dengan bidang dan keahliannya.

  • Kelompok kandidat

Hal ini merujuk pada jumlah aktual pencari kerja yang melamar pekerjaan tertentu. Ini adalah hal pertama yang akan didapati oleh perekrut dalam tahapan seleksi pertama: jumlah pelamar kerja untuk posisi yang diiklankan.

  • Kandidat terpilih

Adalah kandidat yang berhasil lolos dalam tahap skrining dan akan mengikuti tahap rekrutmen selanjutnya, atau langsung diterima kerja.

Macam-macam Pasar Tenaga Kerja

Bentuk dari pasar tenaga kerja yang dapat Anda lihat secara gamblang adalah aplikasi-aplikasi pencarian kerja yang mempertemukan tim rekrutmen dengan para pencari kerja seperti Jobstreet, LinkedIn, dan TechinAsia.

Namun secara teori, ada banyak jenis pasar tenaga kerja berdasarkan kategori tertentu.

Misalnya, pasar tenaga kerja berdasarkan pendidikan; ada pasar tenaga kerja terdidik (pekerja profesional: dokter, pengacara, teknisi, dll) dan tidak terdidik (pekerjaan tidak membutuhkan keterampilan khusus).

Sementara pasar tenaga kerja berdasarkan prioritas; ada pasar tenaga kerja utama yang merujuk pembukaan pekerjaan untuk jabatan yang stabil, dengan keterampilan mumpuni, dan upah cukup tinggi di atas rata-rata. Umumnya mencakup pekerjaan kantoran dan perusahaan besar.

Sedangkan pasar tenaga kerja sekunder merujuk pada pembukaan kerja untuk posisi-posisi sekunder, umumnya non-manajerial. Seperti pegawai restoran, kafe, atau perhotelan. Perusahaan umumnya merupakan badan usaha kecil. 

Jenis lain pasar tenaga kerja adalah pasar tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. Jenis ini hanya membagi berdasarkan lokasi.

Sesuai namanya, pasar tenaga kerja dalam negeri adalah supply dan demand tenaga kerja di dalam negeri dan pasar tenaga kerja luar negeri adalah sebaliknya.

Ada pula pasar tenaga kerja persaingan sempurna, yang adalah jenis pasar di mana para tenaga kerja dapat mencari pekerjaan atau menawarkan jasanya berdasarkan kepentingan personal.

Mereka dapat melakukan tawar menawar dengan tim rekrutmen hingga kesepakatan kerja tercapai.

Bagaimana HRD Menemukan Kandidat Terbaik di Pasar Tenaga Kerja?

Ada banyak cara dan tips yang dapat Anda lakukan untuk menemukan kandidat terbaik di pasar tenaga kerja. Mencari kandidat sama seperti mencari customer, mereka tidak berdiam diri di satu tempat dan tersebar di mana-mana.

Maka, cara pertama yang dapat Anda lakukan adalah memasang iklan lowongan di mana-mana. Jika target demografi Anda adalah kandidat muda, maka pasanglah iklan di website-website pencarian kerja yang banyak dibuka oleh pekerja muda.

Kabar baik, Indonesia kini memiliki banyak website/aplikasi pencarian kerja dengan jutaan pencari kerja di dalamnya. Anda juga bisa mencari kandidat melalui referensi rekan dari perusahaan lain.

Tips lain yang bisa Anda ikuti:

Jangan terlalu berpatok pada gelar

Gelar sarjana atau diploma memang persyaratan normatif yang rasanya mustahil dihilangkan. Namun boleh jadi ada kandidat di luar sana yang memiliki keahlian yang sangat Anda butuhkan, akan tetapi dia tak mengantongi ijazah yang Anda syaratkan.

Anda mesti mengerti kapan aturan normatif ini bisa Anda abaikan demi mendapatkan talent terbaik.

Promosikan perusahaan Anda sebaik mungkin

Seringkali kandidat tak begitu mementingkan besaran remunerasi yang Anda tawarkan. Generasi milenial kini mulai mencari hal-hal lain yang tak kalah penting dengan jumlah gaji yang ditawarkan.

Sebut saja lingkungan kerja yang sehat, opsi bekerja remote atau kerja fleksibel, ruang untuk jenjang karir yang lebih tinggi, peluang untuk training, dan kelebihan-kelebihan lain bernilai jual tinggi di perusahaan Anda.

Tawarkan benefit yang menarik

Yakinkan kandidat yang Anda inginkan dengan benefit-benefit menarik di samping remunerasi dan asuransi wajib. Apakah ada performance bonus? Atau pembagian hasil keuntungan bersama?

Adakah asuransi pelengkap di luar asuransi wajib? Apakah ada penggantian biaya transportasi dan biaya makan siang?

Modifikasi struktur pekerjaan

Terkadang ada persyaratan kualifikasi yang sulit sekali terpenuhi, sehingga Anda dituntut untuk kreatif mengubah struktur pekerjaan agar lowongan yang Anda buka dapat menjangkau kandidat-kandidat yang sebelumnya tidak eligible pada aspek tertentu.

Penutup

Mendapatkan kandidat terbaik memang sulit. Pasar tenaga kerja di Indonesia kini begitu ramai, satu posisi kosong bisa diminati ratusan hingga ribuan pelamar. Namun mencari orang yang paling tepat tidaklah mudah.

Bersikeras mematok agar kandidat memenuhi syarat-syarat akan memperpanjang masa pencarian Anda, sebab kandidat yang 100% sempurna memenuhi persyaratan teknis yang diminta user hampir mustahil.

Mau tidak mau, Anda dan user mesti berdiskusi untuk mempertimbangkan sampai pada aspek mana perusahaan bersedia untuk berkompromi dengan calon kandidat.

Pada akhirnya, fleksibilitas juga tetap dibutuhkan pada titik tertentu agar kebutuhan perusahaan dan penawaran kandidat dapat bertemu di tengah-tengah.

Comment