7 Manfaat Talent Mapping dan Cara Penerapannya

Bagaimana ya cara agar saya dapat menemukan kandidat yang pas dengan kebutuhan rekrutmen saya? Atau, Saya ingin melihat potensi karyawan saya untuk memulai program pengembangan, tapi bagaimana caranya? — adalah beberapa pertanyaan yang kerap muncul dari HRD ketika mencari ‘karyawan yang tepat’.

Apa benar karyawan yang tepat itu bisa dicari?

Adalah Talent Mapping, sebuah tools dalam pengkategorian karyawan bertalenta yang akan memudahkan HRD dalam memilah karyawan yang high performer dan high potential. Bagaimana jelasnya? Mari simak ulasan berikut!

Pengertian Talent Mapping dalam Konteks HRD

Talent mapping terdiri dari dua kata, yaitu talent dan mapping. Talent atau talenta berartikan sekelompok orang/kandidat/karyawan yang memiliki talenta atau bakat yang bermanfaat bagi organisasi. Sedangkan kata kedua Mapping, berartikan pemetaan dalam bahasa Indonesia. 

Artinya, talent mapping adalah proses pemetaan sekumpulan orang berbakat di dalam sebuah organisasi.

Kapan Talent Mapping ini digunakan? Yaitu, pada saat proses rekrutmen maupun pada saat organisasi mencari sosok karyawan untuk mengisi posisi krusial (sosok pemimpin).

Pada proses rekrutmen, sebelum lowongan berlangsung, perekrut menjelajahi market dan mengidentifikasi talenta terbaik di suatu bidang. Kandidat potensial dicari oleh perekrut dengan mempertimbangkan tujuan pekerjaan jangka pendek, menengah dan panjang.

Pada proses people development, talent mapping juga disebut sebagai kegiatan pemetaan kompetensi SDM di perusahaan. Tujuan dari talent mapping ini adalah agar HRD lebih fokus dalam mengembangkan bakat karyawan dan memperbaiki atau meminimalisir kekurangan.

7 Manfaat Talent Mapping Bagi Organisasi

Apakah talent mapping terbatas berfungsi sebagai alat dalam mengidentifikasi para talenta high performer/high potential saja? Tentu tidak. Ada banyak manfaat yang bisa didapat dari tools ini bagi organisasi. Simak tujuh manfaat talent mapping bagi organisasi berikut ini.

1. Employee Engagement yang Inklusif

Talent mapping pada prinsipnya adalah proses internal yang digunakan untuk menilai efektivitas saat ini dan masa depan, yang melibatkan seluruh organisasi di setiap tingkat dan fungsi. 

Talent mapping dapat menghadirkan peluang sempurna untuk keterlibatan karyawan di mana percakapan karier berlangsung dan data kualitatif dari tujuan dan minat karyawan dikumpulkan, untuk kemudian dibandingkan dengan strategi pertumbuhan dan investasi masa depan.

2. Identifikasi Karyawan yang akan Resign

Meninjau kinerja dan potensi karyawan tidak hanya tentang mengidentifikasi kesenjangan bakat dan kebutuhan pelatihan dalam angkatan kerja. 

Talent mapping juga dapat mengungkap tanda-tanda seseorang akan segera meninggalkan organisasi, atau bahwa sudah waktunya bagi mereka untuk beralih ke peluang baru.

3. Identifikasi Bakat Terpendam Di Organisasi

Pendekatan talent mapping yang paling efektif adalah memobilisasi seluruh organisasi untuk mencatat kemampuan, pengalaman, dan potensi setiap karyawan

Menurut PwC, menyusun database keterampilan dan atribut adalah cara yang bagus untuk memastikan orang yang tepat ditugaskan untuk peran yang tepat dan untuk memilih bakat mana yang dapat dipindahkan secara internal untuk memenuhi tuntutan bisnis jangka pendek. 

Ini juga dapat menciptakan peluang baru untuk kondisi internal di organisasi, dengan mengungkapkan kekurangan keterampilan yang sebelumnya tidak teridentifikasi.

4. Perencanaan Suksesi

Perencanaan suksesi adalah strategi dan rencana yang dibuat oleh pemilik perusahaan untuk mengembangkan segala potensi, talenta, dan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan-karyawannya untuk membentuk calon-calon pemimpin perusahaan yang terbaik. 

Perencanaan suksesi, tentu saja, merupakan salah satu tujuan utama setiap praktik talent mapping. Dengan talent mapping, manajemen bisa dengan mudah melihat kandidat yang berpotensi menjadi penerus kepemimpinan di perusahaan. 

Dahulu, proses ini hanya akan menyoroti orang-orang dengan potensi kepemimpinan dan memastikan hanya orang-orang yang diberi akses ke peluang pengembangan. 

Namun, seperti dibahas sebelumnya, fokus program pengembangan telah bergeser dari melibatkan para pemimpin ‘berpotensi tinggi’ menjadi menyadari bahwa setiap karyawan harus memiliki akses perkembangan karier.

5. Pengembangan Talenta Jangka Panjang

Yang mendasari mobilitas internal atau proses perencanaan suksesi adalah kebutuhan untuk mengembangkan bakat dalam waktu yang lama

Baik itu memperluas atau mempersempit pengalaman seseorang, pemetaan bakat adalah cara yang bagus untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik tentang kebutuhan masa depan yang tidak diketahui dan bagaimana kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui pelatihan dan pengembangan. 

Saat ini proses talent mapping digunakan untuk mengidentifikasi pekerjaan penting di masa depan dan menentukan keterampilan apa yang akan dibutuhkan dalam waktu lima atau sepuluh tahun, untuk memenuhi peran tersebut. Sehingga perusahaan dapat memberikan pelatihan yang menunjang kebutuhan tersebut.

6. Mengurangi Waktu Rekrutmen

Talent mapping juga dapat dilakukan secara eksternal bagi kandidat atau calon karyawan.

Talent mapping eksternal adalah metode yang berharga untuk memastikan organisasi mendapatkan karyawan yang unggul. Tujuan akhir dari pemetaan talenta eksternal adalah membangun talent pool

Hal ini memungkinkan Anda untuk membuat beberapa perekrutan strategis dalam jangka waktu yang lama, dan hanya ketika kebutuhan muncul.

7. Mengumpulkan Informasi Mengenai Market dengan Talent Mapping Eksternal

Talent mapping eksternal adalah proses mencari dan memetakan para kandidat berpotensi yang berasa dari luar organisasi. Proses ini biasanya dilakukan oleh pihak ketiga seperti konsultan talent acquisition.

Melakukan talent mapping eksternal dapat memberikan Anda informasi mengenai kondisi market hingga kompetitor, sehingga Anda tahu bagaimana cara mendapatkan the right man untuk mengisi posisi yang dibutuhkan.

9 Box Model sebagai Alat Talent Mapping

9 Box Model adalah alat atau metode untuk menilai individu/karyawan akan kontribusinya untuk perusahaan serta potensi yang bisa dikembangkan untuk perusahaan. Ini adalah alat yang sederhana, mudah dimengerti dan mudah diaplikasikan. Dalam waktu singkat, Anda sudah bisa melihat “peta” yang ada.

Dimensi dari 9-box Model ada 2 (dua) yaitu performa karyawan pada masa lalu dan potensi karyawan di masa mendatang. Sehingga metode ini bertujuan mengevaluasi kinerja dan merencanakan karyawan untuk menempati jabatan dan peran-peran strategis di perusahaan sesuai potensinya.  

Performa diwakili oleh sumbu X, sedangkan potensi diwakili oleh sumbu Y. Kombinasi dari sumbu X dan Y akan menentukan posisi suatu individu dan menempatkan individu pada kuadran yang berbeda-beda. 

Pada kuadran kanan atas, kecenderungan nilai X dan Y akan tinggi, maka individu diidentifikasikan sebagai kandidat yang berpotensi tinggi dalam rencana suksesi perusahaan.

Lalu bagaimana cara mengolah 9 box? Beberapa tips ini bisa diikuti siapa saja, termasuk Anda.

7 Tahap Mengolah 9 Box Model dalam Talent Mapping
1. Pelajari terlebih dahulu penggunaan metode 9 Box Model.
2. Rapat awal untuk memastikan kesamaan persepsi penggunaan 9 Box Model dengan PIC terkait, sehingga masing-masing PIC memiliki pandangan dan nilai yang sama.
3. Dapatkan informasi-informasi tambahan terkait dengan individu yang dinilai.
4. Gunakan benchmark untuk membandingkan hasil penilaian Anda dengan hasil penilaian yang sudah ada dari perusahaan lain yang menerapkan 9 Box Model.
5. Diskusikan secara intens kandidat berdasarkan hasil penilaiannya dan coba tempatkan kandidat pada kuadran yang berbeda untuk mengetahui peluang lainnya.
6. Diskusikan apa saja kebutuhan untuk pengembangan perusahaan dan tindak lanjut bagi karyawan yang dinilai.
7. Evaluasi hasil penilaian secara berkala.

Sehingga dalam proses ini, manajer akan duduk dan bekerja bersama untuk menempatkan individu pada sumbu X-Y untuk membantu mengidentifikasi siapa individu berpotensi tertinggi, siapa yang membutuhkan pengembangan, dan siapa yang membutuhkan pembinaan tentang peningkatan kinerja. 

Singkatnya, 9 box model adalah alat yang efektif dalam proses perencanaan suksesi, namun asesmen tes juga dapat sangat membantu untuk mendapatkan nilai maksimal dari matriks. 

Melalui penggunaan penilaian perilaku dan kognitif, seseorang dapat secara akurat memposisikan individu pada matriks. Dengan menggunakan model kompetensi kepemimpinan, Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi area yang dapat diandalkan oleh organisasi atau kelompok untuk terus memajukan kapabilitas kepemimpinan mereka.  

Simpulan

Sehingga secara sederhana, talent mapping adalah pemetaan bakat yang dilalui dengan serangkaian tes untuk mengetahui bakat terpendam seorang individu. 

Talent mapping ini memiliki banyak manfaat, baik ketika diterapkan secara internal untuk melihat potensi karyawan yang sudah ada, maupun ketika diterapkan secara eksternal untuk melihat potensi kandidat saat proses rekrutmen. 

Salah satu metode talent mapping yang dapat digunakan adalah 9 Box Model yang dapat memetakan tidak hanya potensi tapi juga melihat kinerja karyawan.

Dengan adanya 9 Box Model, menetapkan strategi pengembangan dan rencana suksesi yang efektif menjadi proses yang sederhana dan pasti yang akan mengarah pada masa depan kepemimpinan yang tangguh.

Comment