Keuntungan Rekrutmen Karyawan Lama | | HR NOTE Indonesia

Keuntungan Rekrutmen Karyawan Lama

Melakukan rekrutmen karyawan dan berhasil memilih orang yang tepat untuk posisi yang tengah kosong tidaklah mudah. Sering kali kandidat yang tepat malah tidak tertarik dengan benefit yang ditawarkan perusahaan. 

Atau, jika pun Anda menemukan kandidat yang cocok, ia tengah mempertimbangkan tawaran dari perusahaan lain.

Kandidat kini memiliki pilihan dan mereka sudah lebih teredukasi untuk memilih tempat kerja dengan tawaran benefit yang menguntungkan. 

Maka tak heran jika beberapa perusahaan akhirnya membuka diri pada kemungkinan merekrut karyawan lama.

Dulu, hal ini hampir tidak mungkin terjadi. Merekrut karyawan lama akan menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan HR. 

Namun lagi-lagi, pada masa kini, merekrut karyawan tidaklah mudah. Berdasarkan survei yang dilakukan WorkplaceTrends, sebanyak 76% HR akan merekrut kembali karyawan lama, atau yang sering juga disebut sebagai karyawan boomerang

Keuntungan dan Risiko Rekrutmen Karyawan Lama

Tentu saja bakal ada keuntungan dan risiko tersendiri ketika Anda merekrut karyawan lama. Meskipun tampak seperti menerima mantan kekasih kembali, menerima karyawan lama memiliki keuntungan tersendiri yang tidak bisa dipungkiri. 

Berikut adalah beberapa keuntungan dan risiko dari merekrut kembali karyawan lama.

Keuntungan

Sudah Kenal Budaya Perusahaan

Karyawan lama sudah mengenal budaya dan luar dalam perusahaan. Mereka tidak perlu lagi menghabiskan waktu lama untuk beradaptasi dan bisa segera bekerja dengan efektif. 

Sehingga, menghindari potensi karyawan tidak betah karena ternyata tidak cocok dengan budaya kerja di perusahaan

Mengenal Gaya Kerja Tim

Karena karyawan lama sudah mengenal cara kerja perusahaan dan mengenal bagaimana tim bekerja di divisinya, mereka dapat mencapai kinerja maksimumnya lebih cepat dibanding karyawan baru yang cenderung membutuhkan waktu beradaptasi. 

Membawa Perspektif Baru

Karyawan lama yang sempat bekerja dengan perusahaan akan membawa insight dan perspektif baru yang segar dan mungkin bermanfaat bagi perusahaan Anda. 

Biaya Rekrutmen Lebih Efektif

Biaya yang dikeluarkan untuk merekrut karyawan lama bakal lebih efektif karena tidak lagi dibutuhkan training yang biasa diberikan kepada karyawan baru. 

Tingkatkan Moral Karyawan

Kedatangan karyawan lama ke kantor akan membawa pesan, menyiratkan bahwa keadaan di luar kantor tidak sebaik yang dikira. Hal ini akan membuat karyawan berpikir, “Jika dia kembali, berarti memang sebaiknya kita bertahan,” 

Risiko

Bukan Kandidat yang Tepat

Segala kemudahan yang dihasilkan dari merekrut karyawan boomerang mungkin dapat menimbulkan bias di kalangan recruiter sendiri, sehingga tidak tampak langsung di depan mata bahwa mereka sebetulnya bukan kandidat yang tepat

Berpotensi Menimbulkan Kesenjangan

Tentu bakal ada banyak perubahan ketika karyawan boomerang tengah bekerja di perusahaan lain. Ketika mereka berniat kembali untuk mencari kenyamanan dari rasa familiar, mungkin bakal menimbulkan masalah karena mereka mau tidak mau harus beradaptasi kembali. 

Tidak Mampu Berbaur dengan Tim

Ada kemungkinan karyawan boomerang merasa lebih senior begitu kembali ke kantor lama. Hal ini berpotensi menimbulkan konflik dan kesenjangan antar karyawan. 

Mereka Resign Lagi

Kemungkinan terburuk lainnya adalah karyawan boomerang bisa saja mengundurkan diri lagi dengan cepat begitu merasa tidak lagi cocok dengan budaya dan proses kerja baru di perusahaan Anda.

Rekrutmen Karyawan Lama, Siapa yang Memenuhi Syarat?

Agar tidak membuat kesalahan dan mencegah risiko-risiko di atas terjadi, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum menerima karyawan lama untuk bergabung kembali. 

Apa saja yang perlu dipertimbangkan? Ada dua sisi yang dapat dipertimbangkan, yakni sejarah baik dan buruk dari sang karyawan sendiri. 

Sejarah buruk karyawan: awas RED FLAGS!

Pernah terlibat kasus

Jika karyawan itu pernah terlibat kasus, maka sebaiknya pikirkan dua kali sebelum menerimanya kembali. Kasus-kasus seperti pelecehan, perundungan, fitnah, atau mencuri tidak bisa dianggap sepele. 

Ghosting

Perilaku ghosting yang dilakukan karyawan terhadap kantornya menunjukkan kecenderungan kurang bertanggung jawab. Jika karyawan berani untuk mangkir dari tugas dan kewajibannya di kantor lama, ada kemungkinan ia akan bersikap sama di kantor baru. 

Contoh kategori karyawan lama yang masuk persyaratan

Resign baik-baik

Jika dulu sang karyawan mengundurkan diri dengan baik-baik, tanpa meninggalkan masalah, berpamitan dengan baik dengan rekan-rekan dan atasannya, maka ia masuk dalam ‘radar’ baik. Ia layak untuk dipertimbangkan bergabung kembali. 

Karyawan PHK dan perusahaan aktif kembali

Jika perusahaan sempat tidak beroperasi, atau melakukan layoff, maka menerima kembali karyawan yang dulu terkena layoff adalah pilihan yang patut dipertimbangkan.

Malah, mereka yang terkena dampak ketika perusahaan downsizing adalah yang kandidat pertama yang perlu dipertimbangkan untuk diajak bergabung kembali. 

Siap kembali bekerja

Terkadang ada karyawan yang berhenti bekerja bukan karena tidak lagi cocok dengan perusahaan, melainkan karena alasan pribadi yang tidak mungkin dihindari. Misalnya; mengasuh anak, merawat kebutuhan darurat anggota keluarga, atau alasan personal lainnya. 

Karyawan yang resign karena alasan-alasan di atas, layak diberi kesempatan jika mereka memang sudah menyatakan siap bekerja kembali. 

Pengecualian Talent War

Terkadang terjadi talent war memperebutkan karyawan yang sama. Seorang karyawan bisa saja tengah menerima penawaran sebelum dan setelah mereka bekerja di perusahaan Anda.

Mempekerjakan kembali karyawan ini patut dipertimbangkan juga, terlebih jika sistem rekrutmen Anda tidak kompleks. 

Membuat Kebijakan Rekrutmen Karyawan Lama

Anda perlu membuat peraturan yang solid dan reliabel untuk memproses rekrutmen karyawan boomerang.

Aturlah hal-hal apa yang mesti sangat diperhatikan oleh recruiter, pertimbangan apa yang mesti dibuat, dan hal apa yang mesti dihindari. 

Sehingga Anda dapat melakukan mitigasi potensi risiko dengan persiapan dan strategi yang jelas dan matang, alih-alih menyelesaikan segala sesuatunya secara dadakan.

Berikut adalah contoh-contoh aturan yang mesti disusun. 

Siapa yang Bisa Direkrut Kembali

Mengacu pada saran pro dan kontra dalam merekrut karyawan boomerang yang telah disebutkan di atas, buatlah garis besar yang menentukan kriteria karyawan mana yang bisa direkrut kembali.

Pengunduran diri baik-baik adalah salah satu kriteria yang mesti masuk dalam aturan, dan keterlibatan dengan kasus-kasus buruk mesti masuk dalam daftar kriteria yang mesti dihindari. 

Siapa yang Tidak Bisa Direkrut

Buatlah aturan tentang kriteria yang seperti apa yang tidak selayaknya diberi kesempatan kedua. Anda bisa mengacu pada saran-saran yang telah dipaparkan di atas, atau menambahkan lagi kriteria sesuai kebutuhan. 

Ada kriteria yang patut dijadikan daftar blacklist, misalnya; karyawan sering mengabaikan pekerjaan, terlibat kasus kriminal, kinerja yang sangat anjlok saat dievaluasi, dan sebagainya. 

Tentukan Status dan Benefitnya

Tentukan apa status sang karyawan lama begitu ia bergabung kembali dengan perusahaan Anda. Apakah ia sama dengan karyawan baru, ataukah level dan statusnya bakal berbeda dengan karyawan baru? Tentukan pula benefit apa yang bakal didapatkan. 

Perusahaan biasanya membuat ketentuan, jika karyawan bekerja lebih dari 12 bulan, maka akan dianggap senior, namun apabila kurang dari 12 bulan, maka akan dianggap sebagai karyawan baru. 

Tentukan Prosedur Rekrutmen Karyawan Lama

Tim HR biasanya akan membuat ketentuan tentang prosedur rekrutmen karyawan lama. Misalnya, penentuan kelayakan karyawan untuk diterima kembali berdasarkan pertimbangan pro dan kontranya. 

Atau, menentukan apakah karyawan perlu mengikuti training seperti karyawan baru jika ia sebelumnya telah bekerja di perusahaan Anda lebih dari tiga tahun.

Jika ia pernah bekerja cukup lama di perusahaan Anda, assessment seperti apa yang harus digunakan untuk merekrut mereka.

Penutup

Merekrut karyawan yang pernah bekerja dengan perusahaan Anda tidak bisa disamaratakan dengan prosedur rekrutmen karyawan baru.

Jika disamakan, Anda berpeluang untuk menghambur-hamburkan dana, waktu, dan tenaga. Selain itu, ada faktor risiko yang juga patut diperhatikan. 

Maka dari itu, dibutuhkan kesepakatan, persiapan, dan peraturan yang jelas ihwal rekrutmen karyawan lama. Agar recruiter dan HR punya garis besar untuk menjalankan prosedur dan mengambil keputusan. 

Comment