Dapatkan Manfaat Rekrutmen Internal dengan Cara Ini

Jika membicarakan rekrutmen, berbagai cara dan sumber sudah tersedia untuk mencari kandidat yang sesuai kebutuhan. Tetapi dalam pemilihan cara dan sumber, tentu terdapat pertimbangannya masing-masing.

Seperti yang kita tahu, terdapat dua metode untuk merekrut karyawan, yaitu metode tertutup dan metode terbuka. Pada artikel kali ini, kita akan membahas metode tertutup atau dikenal juga sebagai internal recruitment

Sekali dengar, mungkin kepala kita sudah dapat membayangkan seperti apa proses rekrutmen secara internal tersebut. Tetapi, apakah kita sudah mengerti bagaimana cara mempraktikkannya dengan baik? Mari kita simak penjelasan di bawah!

Apa yang Dimaksud Rekrutmen Internal?

Rekrutmen internal adalah salah satu metode rekrutmen yang mana calon karyawannya direkrut dari salah satu karyawan existing di perusahaan. Dalam prakteknya, metode ini terbagi dalam tiga cara, yaitu Promosi (naik jabatan), Rotasi (rotasi jabatan), dan Demosi (turun jabatan).

Rekrutmen internal sangat memungkinkan untuk dilakukan, meskipun saat ini saluran rekrutmen yang bersifat eksternal semakin berkembang dan mengedepankan teknologi. Biasanya, rekrutmen internal dilakukan apabila ada kebutuhan yang urgen dari perusahaan namun di satu sisi ingin menekan hire cost

Rekrutmen internal pun memiliki keuntungan signifikan yang bisa membuat proses rekrutmen menjadi lebih efisien jika dilakukan dengan baik seperti pada ulasan di bawah.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Rekrutmen Internal

Rekrutmen internal biasanya dipilih ketika perusahaan ingin memperkecil cost pada proses rekrutmen dan perlu proses yang cepat. User maupun tim perekrut nantinya akan mengidentifikasi apakah spesifikasi manpower yang mereka butuhkan tersedia di dalam perusahaan atau tidak. Jika ya, tentu saja metode ini patut dicoba!

Berikut adalah keuntungan yang bisa didapat dari proses rekrutmen internal:

Kelebihan Rekrutmen Internal
  • Hemat biaya dan waktu, karena kandidat sudah ada di dalam organisasi. Tidak perlu melakukan job posting atau screening CV yang biasanya paling menyita cost dalam proses rekrutmen. 
  • Karyawan sudah mengenal perusahaan dan sebaliknya, sehingga memangkas waktu untuk mengetahui latar belakang dan beradaptasi.
  • Meningkatkan employee engagement → motivasi karyawan meningkat → produktivitas meningkat → tingkat retensi baik.

Tentu saja, dengan beberapa kelebihan di atas, terdapat juga kekurangan dalam metode ini walaupun tidak signifikan. Berikut adalah nilai yang dianggap sebagai kekurangan rekrutmen internal.

Kekurangan Rekrutmen Internal
  • Muncul posisi kosong karena Anda telah ‘mengambil’ pemilik posisi sebelumnya, dimana posisi itu harus segera terisi kembali. 
  • Kesenjangan di antara karyawan lainnya. Mungkin beberapa karyawan akan merasa tidak adil terhadap keputusan perusahaan untuk mengangkat atau merotasi karyawan terpilih, sehingga membuat suatu tension di dalam perusahaan. Dalam hal ini, proses rekrutmen yang transparasi menjadi kunci agar menghindari tension negatif.
  • Stagnant culture, jika terlalu bergantung kepada metode ini. Perusahaan bisa jadi tidak berkembang dengan baik karena terlalu nyaman dengan stagnant culture. Memiliki keberagaman adalah sesuatu yang istimewa di lingkungan manapun, jadi terapkanlah prinsip yang sama di lingkungan karyawan Anda.

Poin-poin yang Harus Diperhatikan dalam Melakukan Internal Recruitment 

Setelah kita mengetahui kelebihan dan kekurangan metode internal, mari kita bahas apa saja yang harus diperhatikan agar metode rekrutmen ini dapat berjalan baik dan efektif.

Pembuatan Kebijakan Rekrutmen Internal

Buatlah kebijakan prosedur rekrutmen internal jika di perusahaan Anda belum ada. Kebijakan ini berfungsi sebagai acuan dalam melakukan proses perekrutan.

Berikut beberapa poin yang bisa dijadikan acuan dalam merancang kebijakan prosedur rekrutmen internal:

  • Dapatkan detail job description setelah tim rekrutmen berkomunikasi dengan user. User harus dapat menyampaikan kebutuhan rekrutmennya secara jelas agar tim rekrutmen dapat merancang proses rekrutmen lebih baik. 
  • Tetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi perusahaan jika ingin melakukan internal hiring, misalnya dalam kondisi apa rekrutmen internal diselenggarakan, minimal masa kerja karyawan, dsb;
  • Tetapkan application flow dan decision flow di dalam tahapan rekrutmen. Sesuaikan dengan struktur organisasi dan/atau birokrasi ;
  • Tetapkan cara interview karyawan dan tes kemampuan jika diperlukan. Meskipun sudah saling mengenal, wawancara perlu dilakukan untuk memastikan alasan, visi dan misi karyawan ketika bersedia dirotasi ataupun naik jabatan. Begitu pula dengan tes kemampuan apabila kondisi mengharuskan.

Jika perusahaan Anda sudah memiliki prosedur, maka pastikan untuk mengikuti semua tahapannya.

Transparansi Proses

Sebarkan informasi lowongan secara terbuka dan ditujukan ke seluruh pegawai perusahaan jika Anda belum memiliki calon kandidat yang ingin diwawancara. Pastikan juga Anda telah menghubungi leader/manajemen yang bersangkutan tentang rekrutmen internal yang akan dilakukan.

Pastikan juga untuk selalu meng-update setiap proses yang sudah dijalani kepada setiap kandidat dan pihak yang berkepentingan.

Selain transparan, perekrut maupun user harus menjauh dari bias terhadap pertimbangan subjektif.

Berikan Feedback Kepada Karyawan

Selain proses yang terbuka, berikan feedback dari setiap hasil tahapan interview. Terlebih kepada karyawan yang tidak lolos seleksi. Berikan kritik konstruktif sehingga karyawan  termotivasi untuk tetap meningkatkan performanya.

Persiapan Rekrutmen untuk Posisi yang Ditinggalkan

Salah satu kekurangan dari rekrutmen internal adalah kemungkinan terciptanya posisi kosong karena kita telah menarik karyawan yang tadinya bekerja di posisi tersebut. Apabila pengganti saat itu tidak tersedia dan kebutuhan pengganti dinilai tinggi, maka tim rekrutmen harus siap-siap menyelenggarakan proses rekrutmen kembali. 

Untuk menghindari situasi yang merugikan, tim HR harus sudah harus memastikan apakah proses rekrutmen susulan akan diperlukan atau tidak.

Kesimpulan

Singkatnya, tim perekrut bisa melakukan rekrutmen internal dengan melihat pertimbangan kebutuhan dan juga kemampuan perusahaan. Keuntungan yang paling menonjol adalah hemat waktu dan biaya, serta tidak perlu lagi proses onboarding.

Dalam prosesnya, rekrutmen internal yang dijalankan dengan berpegang pada kebijakan prosedur akan berjalan dengan rapi. 

Selain itu, karena prosesnya di internal perusahaan, maka akan sering terjalin komunikasi dengan orang-orang dari divisi lain. Sangat penting untuk selalu maintaining komunikasi terhadap di tahap persiapan hingga berakhirnya proses rekrutmen. Terkadang, berkomunikasi dengan rekan sekantor bisa menjadi hal yang mudah, bisa juga jadi lebih kompleks.  Jadi, akan dibutuhkan skill dan pemahaman ekstra dalam hal ini.

Akan lebih baik jika perusahaan menciptakan budaya yang memfokuskan juga ada perkembangan karyawan.