Interview Feedback: Pengertian, Tujuan, dan Kiat yang Efektif | | HR NOTE Indonesia

Interview Feedback: Pengertian, Tujuan, dan Kiat yang Efektif

Selain penting untuk membuat keputusan dalam perekrutan, melakukan interview feedback dapat membantu kandidat bergerak maju dalam pencarian pekerjaan mereka. Hal ini juga dapat meningkatkan image perusahaan Anda.

Di dalam artikel ini akan dibahas bagaimana cara melakukan interview feedback dengan baik dan benar yang bisa dilakukan para HR kepada kandidat yang ditolak.

Apa Itu Interview Feedback?

Interview feedback adalah jenis umpan balik yang ditawarkan kepada kandidat setelah mereka selesai wawancara dengan sebuah perusahaan.

Memberikan umpan balik ini bisa baik untuk image perusahaan Anda dan reputasi perusahaan secara umum.

Interview feedback diberikan saat seorang yang tidak mendapatkan posisi di perusahaan Anda.

Hal ini biasanya tidak dilakukan oleh perusahaan karena akan memakan waktu dan tugas yang sulit. Namun, jika dilakukan dengan benar, interview feedback bisa sangat membantu para kandidat dan dapat belajar untuk meningkatkan peluang mereka agar berhasil melakukan wawancara kerja di masa depan.

Ini juga jadi pengalaman yang bagus bagi kandidat. Bahkan mungkin, Anda bisa membantu mereka bekerja lebih efisien di masa depan.

Interview feedback adalah sudut pandang HR saat wawancara berlangsung.

Ada berbagai tujuan dilakukannya interview feedback ini seperti:

  • Membantu perusahaan dalam memutuskan apakah seseorang harus dipekerjakan.
  • Memberikan informasi kepada kandidat tentang hal yang berkaitan dengan kinerja mereka.
  • Membantu bisnis dalam memahami bagaimana proses wawancara dan rekrutmen dilakukan.

Mengapa Interview Feedback Penting?

Interview feedback sangat penting untuk beberapa alasan, khususnya yang berhubungan dengan tujuan di atas.

Berikut adalah beberapa cara bagi perusahaan agar mendapakan keuntungan dari interview feedback secara efektif, yaitu:

1. Evaluasi kandidat

Setelah melakukan wawancara pada banyak kandidat, HR perlu waktu untuk berpikir lebih banyak tentang kadidat dan kualitas kerja mereka.

Menuliskan interview feedback dapat memungkinkan HR untuk mendokumentasikan dan memberi evaluasi kandidat dengan perspektif lebih luas. Hal ini termasuk bagaimana kesan pertama atau jawaban unik yang diberikan.

2. Keputusan perekrutan lebih baik

Ketika Anda memiliki dokumen yang ditulis dengan baik tentang wawancara bersama kandidat, mereka bisa menggunakannya untuk membentuk opini penting.

Hal ini juga bisa dilakukan untuk memutuskan karyawan yang tepat dan lebih baik untuk perusahaan di antara kandidat yang melakukan wawancara.

3. Membantu karier kandidat

Anda bisa menggunakan dokumen interview feedback untuk mengomunikasikan alasan Anda mempekerjakan atau menolak kandidat.

Untuk kandidat yang tidak mendapatkan posisi di perusahaan, Anda bisa mengirimkan dokumen itu untuk memberikan komentar yang positif yang bisa menunjukkan bahwa mereka memiliki keterampilan komunikasi, antusiasme, dan pengetahuan yang mengesankan.

Feedback tersebut akan sangat dihargai oleh kandidat dan membuat mereka semakin termotivasi membangun karier.

4. Employer branding

Memberikan interview feedback akan memposisikan Anda sebagai pemberi kerja yang jujur untuk kandidat potensial lainnya.

Inilah yang dapat meningkatkan merk perusahaan Anda dan sangat penting untuk menarik talenta terbaik di pasar yang kompetitif.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ketika kandidat menerima interview feedback setelah wawancara, kesediaan mereka untuk meningkatkan hubungan dengan perusahaan meningkat hingga 36%.

Interview feedback akan menciptakan rasa kejujuran dan kepercayaan calon dalam menyampaikan kesan pesan mereka terhadap perusahaan Anda.

Kiat Memberikan Interview Feedback Kepada Kandidat

recuiter adalah

Dalam memberikan interview feedback, penting bagi Anda menggunakan format yang benar. Format tersebut sebaiknya juga diketahui oleh tim perekrut lain agar ada keseragaman dalam memberi feedback.

Berikut ini adalah kiat memberikan feedback secara akurat menggambarkan kualifikasi kandidat untuk posisi pekerjaan.

1. Tulis feedback di question sheet atau scorecard

Selama dan setelah wawancara berlangsung, buatlah catatan untuk menuliskan tentang first impression tentang mereka. Anda juga bisa menuliskan kemampuan mereka dalam berkontribusi dengan perusahaan.

Maka, cara paling tepat untuk menuliskan hal ini adalah dengan menggunakan question sheet atau scorecard dalam membuat catatan dan grafik penilaian. Anda bisa menuliskan kekuatan dan kelemahan kandidat dengan detail selama wawancara berlangsung.

2. Reviu job description dengan hasil interview

Deskripsi pekerjaan akan berkaitan dengan tanggung jawab pekerjaan dan keterampilan yang harus dimiliki seorang kandidat. Hal ini tentu harus dipenuhi oleh seorang kandidat untuk posisi tersebut.

Karena itulah, reviu job description jadi alat yang bagus untuk referensi ketika menyelesaikan feedback interview Anda.

Bandingkan dan bedakan deskripsi pekerjaan dengan kualifikasi kandidat dan pengalaman wawancara. Hal ini dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan.

2. Tulis kelebihan dan kekurangan kandidat

Gunakan penilaian Anda terhadap kualifikasi kandidat yang sesuai dengan persyaratan pekerjaan untuk membuat satu atau lebih pertanyaan tentang kekurangan dan kelebihan mereka.

Pastikan juga Anda mendukung pernyataan tersebut dengan memasukkan contoh wawancara atau rincian resume di dalam question sheet.

3. Cek ulang feedback

Tinjau kembali dokumen Anda yang telah selesai. Anda juga bisa menambahkan pendapat Anda tentang siapa kandidat pilihan pertama dan kedua.

Ingat, Anda dapat memilih untuk menggunakan umpan balik ini ketika memberi tahu kandidat bahwa mereka tidak berhasil dalam proses wawancara.

Sehingga Anda dapat menambahkan umpan balik yang konstruktif dan menyororti peluang pengembangan untuk membantu kandidat yang gagal dalam pencarian kerja mereka di masa depan.

Buat dokumentasi

Buatlah dokumentasi dengan terstruktur dan rapi. Masukkan penilaian awal Anda terhadap kandidat, ikhtisar tentang kelebihan dan kekurangan mereka serta bagian mana yang harus diperbaiki.

Anda juga perlu menuliskan pernyataan definitif tentang apakah Anda yakin mereka dapat memenuhi posisi tersebut atau tidak.

Jangan lupa untuk memberikan umpan balik yang konstruktif dan objektif, lalu kirim kepada kandidat yang bersangkutan dengan gaya bahasa yang baik.

Elemen Interview Feedback yang Baik
  • Kesan kandidat
  • Soft skill & hard skill
  • Cultural fit (jika organisasi Anda mengutamakannya)
  • Kelancaran proses interview dari sisi kandidat
  • Hasil tes (jika ada)
  • Saran yang membangun dan objektif

Do’s & Don’ts Interview Feedback

Saat menulis interview feedback, Anda harus memperhatikan hal-hal yang baik untuk memastikan umpan balik Anda memberikan manfaat kepada kandidat.

Gunakan tips ini sebagai panduan untuk membantu Anda menyempurnakan keterampilan interview feedback Anda.

Do:

  • Jelaskan dengan singkat alasan Anda dan berikan pujian yang dapat membangun
  • Gunakan nada suara percakapan yang baik
  • Seimbangkan objektivitas dengan opini
  • Gunakan perangkat luna komputer untuk membuat feedback mudah diakses

Don’t:

  • Berbicara dengan tim HR tentang wawancara sebelum mendistribusikan umpan balik
  • Bersikap samar ketika menjelaskan kualitas kandidat
  • Menulis catatan bertele-tele
  • Membuat perbandingan dengan kandidat lain
  • Menyertakan informasi tentang pakaian yang dikenakan atau fisik kandidat

Penutup

Interview feedback adalah kunci keberhasilan perusahaan Anda.

Dengan ini, Anda dapat membangun brand perusahaan dan hubungan yang solid dengan calon pegawai Anda.

Walau umpan balik tidak mudah dilakukan, ada baiknya jika Anda secara perlahan memberikan umpan balik yang efektif.

Dengan adanya interview feedback, kandidat tidak akan merasa terlalu kecewa yang berdampak menurunkan reputasi perusahaan.

Setelah melakukan interview, HR dapat memberikan feedback jika kandidat lolos atau tidak lolos ke tahap selanjutnya.

Comment