Rekrut Orang yang Tepat, Ini Manfaat dan Tipsnya!

Salah satu masalah terbesar HR adalah rekrutmen dan turnover. Ya, seperti rantai setan yang tak pernah putus, kedua hal tersebut sangatlah berkaitan erat dan seringkali menimbulkan sakit kepala untuk para divisi HR.

Mengikuti saran orang tua dulu untuk sedia payung sebelum hujan, tindakan preventif yang dianggap paling manjur untuk mengurangi turnover akibat karyawan yang kurang kompeten adalah dengan menyaringnya dengan baik-baik di awal. HR maupun perusahaan sebaiknya tidak boleh lagi menganggap enteng persoalan rekrutmen, karena ternyata efeknya bisa panjang!

Proses rekrutmen yang memenuhi kebutuhan perusahaan adalah satu hal untuk mencegah tingginya angka turnover. Namun, tantangan berikutnya justru ada pada bagaimana cara kita mempertahankan karyawan-karyawan terbaik yang dimiliki? Dalam artikel kali ini, mari kita kupas hal penting apa yang harus diperhatikan dalam merekrut orang yang tepat dengan ekspektasi kita, dan bagaimana mempertahankannya.

Analisa Kebutuhan Rekrutmen dengan Baik

Back to basic, hal pertama yang harus dilakukan ialah menganalisis kebutuhan rekrutmen sebelum mulai mencari kandidat. Pastikan kualitas apa yang Anda butuhkan dari seorang kandidat dan jadikan itu sebagai keyword pencarian. 

Faktor Apa Saja yang Menjadi Acuan dalam Menentukan The Right Man?

Kembali pada analisa kebutuhan rekrutmen Anda. Apabila kunci utama dalam pencarian kandidat adalah hard skill-nya, maka utamakan membuat tes yang bisa menentukan keahlian yang dicari tersebut. Jika ingin ditambah dengan soft skill seperti kemampuan komunikasi yang baik atau kerja sama tim, jangan malas untuk membuat asesmen yang dapat mengukur keahlian yang dibutuhkan perusahaan.

Faktor kecocokan pribadi karyawan, atau kemampuan karyawan untuk beradaptasi dan mengikuti visi misi dan nilai perusahaan juga tidak kalah penting. Banyak karyawan yang tidak diperkenalkan mengenai tiga komponen inti dari perusahaan yang mereka lamar, dan tidak mampu mengikutinya ketika sudah diterima kerja. Hal ini juga menjadi penyebab karyawan resign.

Untuk menghindari ketidakcocokkan budaya perusahaan, sejak awal perekrut harus bisa menilai faktor ini. Jika dirasa tidak cocok dengan visi misi atau nilai perusahaan, jangan dipaksakan untuk bergabung.

Media Pencarian yang Tepat

Kini sudah banyak media yang bisa digunakan perekrut untuk menjaring kandidat. Begitu banyaknya hingga kadang membuat perekrut kewalahan untuk mengorganisir. Pilihlah dengan cerdik media job posting yang sesuai dengan target kandidat yang Anda cari.

Pilih platform yang bisa memaksimalkan fitur pencarian sesuai keyword yang sudah Anda tentukan. Atau jika tidak memiliki waktu banyak, gunakan agen rekrutmen seperti Reeracoen Indonesia atau aplikasi rekrutmen ScoutOut untuk memaksimalkan proses pencarian calon kandidat terbaik Anda.

 

Tips dalam Mencari Kandidat Ideal Anda

Do Not Rush

Jangan pernah terburu-buru dalam proses rekrutmen, apalagi sampai mengesampingkan hal-hal yang patut dites dan dipertimbangkan dari kandidat. Berikan pengertian serta alasan-alasan kepada user atau manajemen mengapa proses rekrutmen sebaiknya dilakukan seteliti mungkin.

Apabila memang kondisi rekrutmen adalah urgen, maka sebaiknya perekrut menggunakan jasa rekrutmen yang tersedia.

Periksa Lamaran dengan Teliti

Lakukan assessment, lalu review hasilnya dengan teliti. Libatkan manajer Anda jika perlu untuk mendapatkan second opinion. Jika merupakan sebuah posisi penting, jangan cuma gunakan satu tes saja. Gunakan semua metode yang tersedia sesuai dengan apa yang dicari dari diri kandidat.

Namun, saran kami, jika perekrut dapat melihat potensi kandidat untuk berkembang secara pesat, tidak perlu melakukan tes menyeluruh pada sesi interview. Misalnya, dari spesifikasi hard skill dan soft skill yang dibutuhkan, kandidat lebih unggul di bagian soft skill. Secara teknis, kemampuan hard skill nya masih di bawah dari harapan perusahaan. Namun, jika perekrut dan user bisa menilai bahwa kandidat mampu untuk belajar dan berkembang dengan cepat, hal tersebut bisa di-pending dulu. Sehingga HR bisa mempercepat proses perekrutan dan lanjut ke proses training hard skill untuk memenuhi kekurangan karyawan tersebut.

 

“Kami berterima kasih atas antusiasme Anda!”

Kandidat unggulan banyak ditargetkan oleh perusahaan lain. Anda telah bergabung ke kompetisi sengit pada saat Anda mem-posting lowongan pekerjaan di job portal. Maka itu, jual dan pasarkan perusahaan Anda sebaik mungkin agar dapat menarik perhatian kandidat.

Tawarkan salary dan benefit yang kompetitif di awal. Jaga komunikasi dengan kandidat sebaik mungkin untuk berjaga-jaga agar tidak kecolongan oleh kompetitor. Tips lainnya, sampaikan ketertarikan, harapan, serta rasa terima kasih karena kandidat sudah mau melakukan proses rekrutmen dengan Anda. Hal-hal tersebut akan membuat kandidat merasa berharga dan akan mempertimbangkan tawaran Anda sebaik mungkin.

Kesimpulan

Untuk menarik kandidat terbaik, Anda harus berani mengambil dua langkah lebih maju dibandingkan kompetitor Anda. Tawarkan salary dan benefit yang lebih menarik dibandingkan yang biasa ditawarkan oleh kebanyakan perusahaan. Tampilkan company appeal dan antusiasme Anda bahkan pada saat sesi interview pertama untuk ingin bekerja sama dengan kandidat tersebut. First impression always do matter!

0 0 vote
Article Rating
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments