Work from Anywhere, Kelebihan dan Kekurangannya | | HR NOTE Indonesia

Work from Anywhere, Kelebihan dan Kekurangannya

Banyak kantor yang mengubah pola kerja karyawannya begitu pandemi berlangsung. Tentu karena keterpaksaan yang diakibatkan oleh pembatasan sosial yang ditegakkan pemerintah setempat. Perusahaan mau tak mau mesti menyesuaikan pola kerja agar usaha terus berjalan.

Namun berbulan-bulan sesudahnya, barulah banyak yang menyadari bahwa bekerja tak mesti datang ke kantor.

Bahwa pekerjaan bisa diselesaikan di mana saja. Setidaknya, bagi sebagian besar pekerja yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi dan pelayanan pelanggan.

Konsep work from home mulai santer saat itu. Koordinasi lintas departemen rupanya tetap bisa berjalan dengan baik meskipun semua karyawan bekerja dari rumah. Meeting yang sekalipun penting ternyata bisa dilakukan secara teleconference.

Lama kelamaan, remote working mulai diadaptasi secara permanen. Banyak perusahaan yang meneruskan konsep bekerja jarak jauh untuk seterusnya, dan tentunya, ini berlaku untuk posisi yang memang memungkinkan.

Di Indonesia, work from home akhirnya berevolusi menjadi work from anywhere. Sebab pembatasan sosial yang mulai berkurang signifikan, mobilitas karyawan pun jadi lebih fleksibel. Mereka tak lagi harus di rumah terus menerus dan pekerjaan bisa dibawa ke mana saja selama perlengkapan menunjang.

Saking menjamurnya konsep remote working, sekaligus pembuktian ajeg betapa efektif dan efisien working from anywhere, banyak perusahaan mulai kerap memasang ‘remote working’ dalam deskripsi pekerjaan di layanan iklannya.

Namun hal ini juga berimbas pada standar kerja yang diharapkan para pencari nafkah. Banyak diantaranya yang mulai berekspektasi untuk bekerja secara remote seterusnya, bahkan menolak tawaran kerja yang mengharuskan mereka pergi ke kantor.

Apa Itu Work From Anywhere?

Secara definisi, work from anywhere adalah bekerja secara fleksibel, di mana perusahaan mendorong produktivitas karyawannya untuk bekerja secara otonom dari mana saja, sembari tetap terhubung dan selaras dengan kultur serta goal perusahaan.

Definisi lain menyebutkan bahwa work from anywhere berarti bermakna literal, yakni bekerja dari mana saja. Bisa di rumah, di kantor, bahkan di working space lain seperti kedai kopi.

Workspace Consultant Julia Voss mendeskripsikan work from anywhere sebagai gaya kerja baru yang populer, yang bisa berarti apa saja selama sifatnya remote atau jarak jauh. Bekerja sebagian besar di kantor atau sebebasnya bekerja kapan dan di mana pun sesuai keinginan karyawan.

Work from anywhere bertujuan memberikan kebebasan untuk karyawan memilih ruang ternyaman untuk bekerja, dengan harapan produktivitas meningkat.

Ruang kerja yang nyaman dan sesuai dengan keleluasaan karyawan diharapkan akan meningkatkan efisiensi kerja.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh Harvard, salah satu departemen pemerintah Amerika Serikat membuktikan bahwa work from anywhere meningkatkan produktivitas individual hingga 4,4%.

Meskipun masih dibutuhkan banyak studi panjang mengenai dampak penerapan work from anywhere terhadap tingkat efektif dan efisiensi pekerjaan, namun setidaknya, saat ini telah banyak pengakuan yang mengamini bahwa konsep remote working memang disenangi karyawan.

Dalam studi yang sama, disebutkan bahwa work from anywhere juga meningkatkan potensi perusahaan atau organisasi untuk menggaet lebih banyak talent potensial dari tiap penjuru, karena ketiadaan batas lokasi yang mengikat persyaratan kerja.

Apakah Work From Anywhere Adalah Masa Depan Dunia Kerja?

Untuk sebagian posisi dan jabatan yang memungkinkan, bisa jadi. Sayangnya, mengadaptasi konsep remote working secara permanen tidak dapat dilakukan serta merta tanpa pertimbangan matang.

Bahkan sebelum pandemi berlangsung, diskusi mengenai remote working sudah bermunculan di belahan dunia. Banyak karyawan mulai mempertanyakan, apakah bekerja memang harus selalu di kantor?

Dua tahun lalu, konektivitas telah terbangun dan bekerja secara remote memang mungkin dilakukan. Tapi konsep tersebut tidak sepenuhnya dipandang sebagai suatu kenormalan.

Alih-alih, dulu remote working dianggap sebagai kelumrahan dan keistimewaan yang hanya bisa diterapkan di industri tertentu.

Begitu pandemi terjadi dan hampir semua perusahaan terpaksa menerapkan work from home, barulah banyak karyawan yang menyadari bahwa bekerja dapat dilakukan di mana saja. 

Namun seiring dengan kelumrahan atas work from home yang meningkat, banyak pula yang menyadari bahwa banyak perusahaan terbukti tidak siap untuk bekerja secara remote. Bahkan sebenarnya ketidaksiapan ini terjadi pula di kalangan karyawan itu sendiri.

Perusahaan perlu menyediakan sistem untuk menunjang karyawan bekerja secara remote. Baik sistem komunikasi maupun berbagi data, yang reliable dan efektif digunakan bersama.

Sistem yang dimaksud bukan hanya sistem fisik berupa jaringan ataupun platform manajemen tugas tunggal yang digunakan karyawan. Namun juga alur komunikasi dan pengumpulan hasil kerja.

Kepada siapa dan ke mana pekerjaan ini mesti dikumpulkan, juga bagaimana review akan dilakukan begitu pekerjaan diterima.

Nyatanya, tidak semua karyawan siap bekerja secara remote. Setiap karyawan memiliki tingkat kesiapan yang berbeda satu sama lain, baik dalam hal perangkat penunjang maupun kesiapan untuk bekerja remote itu sendiri.

Ada yang memiliki laptop dan jaringan internet yang mumpuni, ada yang tidak. Ada yang mampu membagi waktu antara hal-hal penting yang mesti diperhatikan di rumah dengan tanggung jawab pekerjaan, ada yang tidak.

Misalnya, tentu ada karyawan yang telah menikah dan memiliki anak. Bekerja secara remote artinya karyawan mau tak mau mesti membagi waktu antara memperhatikan anak dan mengerjakan tugas.

Komunikasi antar karyawan yang biasa dilakukan cepat dan langsung selama di kantor, terkadang harus tertunda dan membutuhkan waktu begitu semua karyawan bekerja dari rumah.

Respon cepat kadang tidak terjadi setiap saat karena karyawan tengah disibukkan hal lain.

Selain itu, ada pula kekhawatiran tentang keamanan cyber dalam pembagian data melalui jaringan internet. Kita perlu mengakui, jaringan internet di Indonesia bukanlah yang terbaik dan teraman.

Data yang telah terkumpul dan siap dikirim bisa saja tiba-tiba rusak, atau corrupted, dan tidak ada teknisi IT yang bisa dimintai pertolongan setiap saat. Belum lagi mereka yang mesti mengirimkan file dengan ukuran besar dan membutuhkan internet cepat untuk mengunggah.

Sehingga, meskipun work from anywhere mulai lumrah dan banyak pihak yang berniat mengadaptasi konsep tersebut secara permanen.

Di Indonesia sendiri, tidak semua perusahaan dan karyawan siap untuk menerapkannya hingga masa yang tidak diketahui.

Cara Menerapkan Work From Anywhere yang Efektif

Ada strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempersiapkan diri agar penerapan work from anywhere terlaksana secara efisien dan efektif.

Desain kebijakan work from anywhere

Work from anywhere tidak akan tercapai tanpa desain yang matang. Perusahaan mesti membuat desain pola kerja yang dapat diikuti oleh karyawan.

Tentukan bagaimana komunikasi yang dikehendaki agar manajemen dan karyawan dapat saling tersedia saat saling membutuhkan.

Banyak hal yang mesti diatur dalam penerapan remote working.

  • Berapa jam kerja yang disepakati?
  • Alat apa yang digunakan untuk berkomunikasi dan bagaimana prosedurnya?
  • Pada jam berapa saja karyawan mesti merespon email dan pesan, dan kapan karyawan boleh tidak merespon?
  • Kepada siapa karyawan mesti melapor?
  • Siapa yang memiliki akses untuk tiap dokumen yang dibutuhkan?

Tetapkan pekerjaan dan ekspektasi

Tentukan jenis pekerjaan dan jabatan apa saja yang dapat bekerja secara remote. Ada jobdesc dan posisi tertentu yang mengharuskan karyawan untuk hadir di kantor demi keamanan dan kelancaran.

Tentukan aturan yang jelas bagaimana produktifitas yang dikehendaki, ini akan sangat berguna bagi karyawan yang memiliki potensi distraksi di rumahnya, seperti tugas rumah tangga dan anak yang tidak bisa dititipkan.

Perusahaan juga perlu menentukan key performance indicators yang dikehendaki. Contohnya, jumlah tugas yang diselesaikan dalam sehari atau durasi untuk menyelesaikan satu tugas.

Lengkapi karyawan dengan teknologi/data security

Seperti yang sudah dibahas di atas, tidak semua karyawan memiliki infrastruktur penunjang yang mumpuni untuk work from anywhere.

Ada yang memiliki laptop namun tidak memasang wifi di rumahnya. Ada yang bahkan tidak memiliki keduanya.

Maka, ini menjadi tugas perusahaan untuk memfasilitasi karyawan dengan peralatan yang baik. Perusahaan juga perlu mengedukasi karyawan tentang keamanan jaringan internet.

Sebab, lagi-lagi, tidak semua karyawan memahami cara berinternet dengan aman.

Bangun komunikasi yang efektif

Komunikasi yang efektif adalah kunci keberhasilan work from anywhere. Jika alur dan prosedur komunikasi telah disepakati, maka semua pihak mesti mematuhinya.

Jika Anda membawahi beberapa karyawan, pastikan Anda tersedia dan cepat merespon jika mereka menghubungi.

Jika perlu, gunakan platform yang dapat melacak ketersediaan seluruh pihak selama bekerja. Kini terdapat banyak project management platform yang dapat melacak ketersediaan dan memantau progress tugas yang dikerjakan karyawan.

Lakukan trial and error

Sistem membutuhkan uji coba berkali-kali sebelum akhirnya Anda mendapatkan hasil yang paling memuaskan. Tidak masalah jika desain work from anywhere yang Anda rancang tidak berjalan baik pada minggu-minggu pertama.

Evaluasi apa yang mesti diubah dan diperbaiki. Lalu rancanglah sistem baru yang lebih efektif dari hasil evaluasi terakhir.

Proses ini dapat berlangsung beberapa kali karena manajemen dan karyawan pun butuh beradaptasi sebelum mereka terbiasa.

Plus & Minus Work From Anywhere

Meskipun kini digandrungi dan terbukti efektif diterapkan di banyak perusahaan, bukan berarti work from anywhere tidak memiliki sisi negatif. Sebab, tentu akan muncul tantangan baru bagi perusahaan.

Namun demikian, bukan berarti sisi positif work from anywhere lantas dapat diinvalidasi. Manfaat yang dirasakan perusahaan dan karyawan pun tentu nyata dan perlu diakui.

Sisi Positif

Fleksibel

Fleksibilitas adalah satu manfaat utama dan paling diincar oleh karyawan. Karyawan tidak harus ke kantor untuk merampungkan tugas. Semua pekerjaan bisa diselesaikan dari mana saja.

Rapat dan interview tidak lagi harus dilakukan di kantor, namun secara teleconference, sehingga memudahkan semua pihak yang  terlibat.

Waktu efisien

Work from anywhere lebih efisien dari segi waktu, pengeluaran, dan tenaga. Karyawan tidak harus menghabiskan banyak waktu di jalan, juga mengurangi pengeluaran transportasi secara signifikan.

Banyak karyawan yang harus menerjang macet menuju kantor, berakibat pada kelelahan yang berdampak pada kinerja dan burnout yang lebih cepat dibanding mereka yang ngekos di sekitar kantor.

Dengan work from anywhere, karyawan memiliki banyak tenaga untuk mengerjakan tugasnya, sehingga berdampak positif pada kinerja dan kualitas hasil pekerjaannya.

Tingkatkan kualitas perekrutan

Dengan menerapkan work from anywhere, perusahaan memiliki jangkauan yang makin luas untuk menjaring talent yang berkualitas. Perusahaan yang berbasis di Semarang dapat merekrut top talent yang tinggal di Jakarta.

Hal ini meningkatkan kesetaraan perusahaan-perusahaan dari beragam industri untuk memperoleh talenta terbaik.

Sisi negatif

Tak ada batasan jam kerja

Work from anywhere berpotensi malah menambah beban dan jam kerja. Meeting jadi bertambah dan makin sering dilakukan karena boleh jadi ada beberapa orang yang tak bisa menghadiri teleconference.

Selain itu, remote working juga mengaburkan batasan jam kerja. Ngantor yang mulanya umumnya terjadi pukul 08.00-17.00, kini bisa menjadi kapan saja.

Terkadang banyak pula yang menganggap, karena tak lagi direpotkan dengan macet, berarti wajar bila jam 07.00 sudah mulai menghubungi karyawan dan akhirnya karyawan yang bersangkutan merasa tidak enak bila tidak merespon saat itu juga.

Hal ini bisa dihindari dengan menyusun aturan jelas ihwal jam kerja yang disepakati bersama.

Burnout syndrome

Bagi mereka yang hidupnya telah tersusun sesuai konsep kerja di kantor, beradaptasi dengan work from anywhere tidaklah mudah, terlebih mereka yang memiliki distraksi di rumah.

Selain itu, work from anywhere juga mengurangi interaksi sosial antar karyawan, sehingga mereka akan cepat bosan dan berujung pada menurunnya motivasi kerja sekaligus burnout. Ingatlah, tidak semua karyawan adalah seorang introver sejati.

Sulit mengontrol karyawan

Ketika bekerja di kantor, manajemen dengan mudah dapat mengontrol karyawan. Karyawan juga cenderung terdorong untuk menjaga produktivitas dan perilaku selama di kantor.

Sedangkan dengan work from anywhere, manajemen tidak dapat memantau karyawan. Sulit mengontrol performa karyawan sepenuhnya.

Perusahaan yang Menawarkan Work From Anywhere

Banyak perusahaan yang mulai menawarkan remote working secara permanen sebagai pemikat untuk menarik minat pencari kerja dan meningkatkan loyalitas karyawannya.

Namun, secara umum, hanya perusahaan startup berskala menengah ke atas yang telah berani mengadaptasinya. 

Berikut adalah perusahaan-perusahaan di Indonesia yang telah mengadaptasi work from anywhere:

  • eFishery
  • Stockbit/Bibit
  • Ajaib
  • Niagahoster
  • Blibli

Penutup

Tidak bisa dipungkiri bahwa benefit work from anywhere cukup signifikan, baik bagi karyawan maupun perusahaan. Kedua belah pihak sama-sama diuntungkan dalam banyak aspek.

Meskipun konsep remote working mulai diterima sebagai kelaziman baru di Indonesia, kesiapan perusahaan untuk mengadaptasi konsep ini tidaklah setara dan merata. Perusahaan yang memang berbasis teknologi cenderung akan jauh lebih siap dibanding perusahaan lain.

Perusahaan perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum menerapkan work from anywhere, namun di saat yang bersamaan, tidak perlu mengecilkan apalagi menyepelakan benefit nyata yang dihasilkan work from home.

Perusahaan dengan manajemen yang rata-rata dikuasai generasi baby boomers, umumnya sulit percaya bahwa produktivitas dapat dipertahankan tanpa harus datang ke kantor. Masih banyak perusahaan konvensional dan ajeg mempertahankan work in office karena alasan ini.

Comment