Strategi Kelola Karyawan di Sektor Manufaktur | | HR NOTE Indonesia

Strategi Kelola Karyawan di Sektor Manufaktur

Sektor manufaktur tetap melanjutkan proses rekrutmen di tengah kondisi ekonomi yang tak pasti.

Menurut studi Deloitte dan The Manufacturing Institute 2022, manufaktur merupakan sektor yang sangat penting bagi perekonomian. Walaupun publik pernah memiliki persepsi sebaliknya.

Misalnya, orang Amerika Serikat beranggapan bahwa sektor manufaktur belum menerapkan teknologi tinggi. Kenyataannya, sektor manufaktur mampu meningkatkan produktivitas karyawan dan menyediakan keterampilan terkini yang dapat ditransfer. 

Bagaimana dengan Indonesia?

S&P Global merilis Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk aktivitas manufaktur di Indonesia. Untuk periode Agustus 2022, PMI manufaktur Indonesia berada di 51,7 atau menguat dari bulan sebelumnya, yakni 51,3, dan indeks Juni sebesar 50,2.

Indeks tersebut mengindikasikan terdapat penambahan tenaga kerja di sektor manufaktur. Maka, tim HR dan perekrut mempersiapkan diri dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.

Persepsi Ketenagakerjaan Tentang Sektor Manufaktur

Persepsi publik mengenai sektor manufaktur perlahan-lahan berubah dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan Deloitte, ada tiga area yang berkontribusi terhadap perubahan tersebut, yaitu:

Peluang karier terbatas

Tak sedikit publik yang menilai bahwa sektor manufaktur memiliki peluang karier terbatas. Padahal mereka yang akrab dengan manufaktur memiliki citra lebih positif tentang pekerjaan manufaktur dan budaya tempat kerja. 

Sebanyak 66 responden mengatakan sektor manufaktur memberikan pekerjaan lebih aman dan membayar gaji lebih tinggi untuk posisi entry level

Persaingan meningkat

Banyak perusahaan manufaktur bersaing dengan sektor lain untuk mendapatkan tenaga kerja terampil. Sektor ini menghadap tantangan ganda, yaitu mereka bersaing secara global dengan sektor jasa, ritel, dan teknologi serta mendapatkan kandidat dari bisnis lokal.

Untuk menghadapi persaingan tersebut, perusahaan menawarkan upah dan tunjangan yang lebih baik serta peluang karier lebih fleksibel.

Perubahan ekspektasi kerja

Ekspektasi dan tempat kerja telah berubah selama lima tahun terakhir. Responden fokus pada, antara lain employee wellbeing, diversity, equity, and inclusion (DEI), dan jadwal yang fleksibel.

Untuk mengatasi ekspektasi kerja, perusahaan manufaktur dapat menawarkan waktu istirahat yang diperpanjang, jadwal kerja baru, dan meningkatkan parental leave.

Outlook Sektor Manufaktur 2022

sektor manufaktur

Sektor manufaktur di AS berkembang pasca peluncuran vaksin dan permintaan pesanan baru meningkat pada 2021. Peningkatan berlanjut hingga tahun ini. Deloitte memberikan pandangan tentang outlook sektor manufaktur pada 2022.

Talent shortage

Karena persaingan dalam mendapatkan kandidat meningkat dan persepsi publik, maka sektor manufaktur mengalami talent shortage atau keterbatasan bakat. Untuk menjadi yang terdepan, perusahaan harus mengelola kekurangan  dan merespons perubahan tenaga kerja dengan cepat.

Ketidakstabilan rantai pasokan

Deloitte melaporkan sektor manufaktur AS menghadapi ketidakstabilan rantai pasokan. Penyebabnya adalah ketergantungan yang berlebihan pada persediaan yang rendah, rasionalisasi pemasok, kekosongan kemampuan domestik, dan masalah transportasi.

Digitalisasi alat kerja

Semakin banyak perusahaan manufaktur yang berinvestasi pada digitalisasi alat kerja. Karena hal tersebut memberikan kemajuan dan proses yang lebih terhubung, prediktif, dan efisien di pabrik. Digitalisasi bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan untuk jangka panjang.

Cybersecurity

Perusahaan manufaktur menghadapi serangan siber, terlebih ada lonjakan ancaman selama pandemi. Deloitte melihat perusahaan harus memiliki sistem cybersecurity yang kuat untuk mempertahankan bisnis sekaligus kesiapan merespons krisis.

ESG

Peningkatan pesat faktor environmental, social, and governance (ESG) meningkatkan keberlanjutan di sektor manufaktur. ESG juga mendorong perusahaan untuk melaporkan matriks yang berhubungan dengan keragaman, ekuitas, dan inklusif, sehingga menarik kandidat besar.

Strategi Kelola Karyawan di Sektor Manufaktur

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberitahukan bahwa kinerja manufaktur tumbuh lebih tinggi dari bulan sebelumnya berdasarkan PMI. Hal itu menunjukkan aktivitas sektor manufaktur dalam negeri sedang menggeliat.

Lebih lanjut, laporan S&P menunjukkan terjadi peningkatan produksi dan permintaan baru–terutama domestik–pada perusahaan manufaktur. Dampaknya, perusahaan mampu meningkatkan kegiatan pembelian dan tenaga kerja.

Dalam ranah ketenagakerjaan, tim HR perlu strategi untuk mengelola karyawan sekaligus merekrut kandidat guna mengisi kebutuhan posisi. Maka, HR membutuhkan beberapa strategi, antara lain:

Kesempatan karyawan baru

Survei IDC dalam The Top 5 Workforce Trends Shaping the Manufacturing Industry by 2025 pada September 2021 menunjukkan perusahaan manufaktur mengalami kekurangan karyawan yang berketerampilan tinggi.

Keterampilan tak hanya tentang hard skill, perusahaan juga membutuhkan karyawan yang mumpuni dalam soft skill, yaitu mampu berkolaborasi antar departemen, data science, problem solving, digital technology, communication skill, managerial skill, dan lainnya.

HR dapat mengupayakan tiga hal, yaitu:

  • Menyiapkan karyawan senior atau yang memasuki masa pensiun untuk melatih atau mentoring juniornya.
  • Mempertimbangkan transisi karyawan yang memasuki masa pensiun untuk menjadi karyawan part-time, karena mereka berperan melakukan transfer keterampilan kepada karyawan usia produktif.
  • Merekrut fresh graduate dari institusi pendidikan teknik atau lulusan sekolah kejuruan. Langkah ini juga bisa diiimbangi dengan membuat talent pipeline.

Permintaan STEM skill tinggi

Mengingat banyak perusahaan manufaktur yang beralih dari manual ke teknologi, maka permintaan kandidat dengan science, technology, engineering and mathematics (STEM) skill tinggi.

McKinsey & Company mengatakan perusahaan manufaktur AS perlu fokus mengadopsi teknologi dan meningkatkan proses kerja. Hal ini agar perusahaan tetap kompetitif di pasar manufaktur global.

Untuk rekrutmen kandidat STEM, mereka dapat membuat pekerjaan manufaktur lebih menarik dengan menyoroti aspek teknologi yang digunakan dalam berbagai posisi, peluang pertumbuhan karier, pertumbuhan gaji, serta mengundang pelajar, mahasiswa, dan orang tua untuk mempelajari sektor manufaktur lebih lanjut.

Prioritas keterampilan yang dibutuhkan

Laporan Gartner pada September 2020 menyarankan perekrut memprioritaskan keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Caranya dengan:

  • Memahami keterampilan yang diperlukan oleh perusahaan di masa mendatang.
  • Mengidentifikasi keterampilan kandidat saat interview kerja
  • Targetkan talent pool lebih luas.
  • Buat employee value proposition yang responsif. 
  • Berikan training kepada karyawan secara berkala untuk menunjang kinerja.

Berikan program retensi karyawan

Strategi mengelola karyawan tak lepas dari program retensi karyawan. Tim HR dapat merancang program sebagai berikut:

  • Menyediakan jalur karier karyawan untuk mempertahankan karyawan tingkat bawah, membangun saluran bakat, mempelajari serangkaian keterampilan, sertamengembangkan keterampilan karyawan. 
  • Buat program mentoring untuk memasangkan karyawan berpengalaman dengan karyawan baru, sehingga mereka dapat belajar lebih cepat.
  • Tawarkan penggantian biaya kuliah agar karyawan melanjutkan pendidikan dan membantu perusahaan mendukung pertumbuhan keterampilannya.
  • Buat sistem manajemen kinerja yang dapat diukur secara objektif, seperti mengukur berapa banyak pekerjaan yang diselesaikan dan upaya pekerja meningkatkan efisiensi operasional.
  • Tawarkan fleksibilitas kerja, baik dari jarak dan durasi, sehingga karyawan berkesempatan mengelola pekerjaan dan bertahan lebih lama.

Penutup

Lanskap sektor manufaktur mendorong tim HR untuk bekerja dengan agile untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. HR dan manajemen perlu mengintegrasikan tujuan perusahaan terhadap strategi mengelola karyawan. 

Selain itu, tim HR meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Jadi, saat Anda berhasil merekrut karyawan baru, maksimalkan kemampuannya melalui pelatihan keterampilan serta menugaskan untuk melakukan lebih dari satu pekerjaan, sehingga mereka siap menempati posisi baru atau promosi.

Comment