Praktik Aman Perusahaan Memberikan Pinjaman Ke Karyawan | | HR NOTE Indonesia

Praktik Aman Perusahaan Memberikan Pinjaman Ke Karyawan

Pembaca pasti pernah beberapa kali berhadapan dengan situasi dimana karyawan memasuki ruangan Anda dan dengan suara kecil dan ragu berkata ingin mengajukan pinjaman ke perusahaan.

Karyawan mengajukan pinjaman adalah hal wajar ditemukan di hampir setiap perusahaan. Hal ini dikarenakan banyak juga perusahaan yang memberikan fasilitas tersebut ke karyawannya. Tapi bagaimana jika perusahaan Anda belum pernah menjalankan program tersebut? Sedangkan banyak dari karyawan Anda membutuhkannya?

Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk berbicara dengan manajemen dan mempertimbangkan program financial wellness apa yang tepat untuk perusahaan Anda.

Pinjaman Karyawan Ke Perusahaan, Sebuah Budaya?

Pinjaman karyawan adalah salah satu kemudahan yang sering diberikan perusahaan kepada para pekerja yang berstatus karyawan tetap. Pinjaman karyawan juga memiliki manfaat bagi perusahaan, di antaranya adalah meningkatkan loyalitas dan retensi karyawan, sebab mereka akan menganggap perusahaan sebagai tempat menggantungkan hidup. Pinjaman karyawan juga bisa menjadi cara perusahaan mengikat pekerja agar tidak resign.

Karena adanya manfaat-manfaat tersebut, pinjaman karyawan juga saat ini telah menjadi budaya di berbagai perusahaan di Indonesia. Selain kasbon, ada juga pinjaman berjangka tanpa bunga, kredit perumahan, dan kredit kendaraan, untuk menunjang kesejahteraan karyawan

Apa Saja Pilihan Pinjaman Karyawan Ke Perusahaan?

Bentuk fasilitas keuangan dari perusahaan ke karyawan bisa beragam. Bahkan bentuknya tidak selalu harus dalam bentuk pinjaman. Bisa juga berupa cash advance/salary advance. Mari lihat apa saja yang bisa dilakukan perusahaan dalam mengadakan fasilitas keuangan berupa pinjaman ke karyawan.

Pinjaman Langsung

Salah satu fasilitas yang diberikan untuk penunjang kesejahteraan adalah pinjaman karyawan. Beberapa perusahaan menawarkan dukungan keuangan secara langsung kepada karyawan mereka. Biasanya pinjaman langsung ini berbentuk pinjaman berjangka, baik dengan bunga rendah maupun tanpa bunga.

Bagi karyawan tentunya hal ini sangat memudahkan ketika sedang terdesak membutuhkan dana. Namun, perusahaan perlu sangat hati-hati karena jangan sampai program ini membuat karyawan Anda ketergantungan.

Biasanya perusahaan memiliki persyaratan tertentu bagi karyawan yang ingin mengajukan pinjaman, misalnya status karyawan apakah kontrak atau tetap, lama bekerja, dan sistematika pembayaran yang memotong dari gaji karyawan tiap bulannya.

KPR

Berniat memiliki rumah? Tentunya karyawan dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Biasanya karyawan akan mengajukan KPR kepada bank, namun salah satu persyaratannya adalah memiliki surat keterangan karyawan dari perusahaan. Jadi perusahaan dapat membantu untuk membuatkan surat keterangan karyawan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari isi surat keterangan ini. Misalnya dalam surat tersebut, karyawan dinyatakan sebagai bagian dari perusahaan secara resmi. Di dalamnya dicantumkan juga jabatan lengkap serta nomor induk karyawan atau kepegawaian. Selain itu, perusahaan juga mencantumkan nama atasan yang membuat surat kerja ini.

Pinjaman Bank

Selain pinjaman langsung kepada perusahaan, karyawan juga dapat mengajukan pinjaman kepada bank. Sama seperti pengajuan KPR, salah satu syarat pengajuan pinjaman bank juga memiliki surat keterangan karyawan dari perusahaan. Untuk format suratnya juga kurang lebih sama seperti untuk pengajuan KPR.

Koprasi

Selain bentuk-bentuk pinjaman yang sudah disebutkan sebelumnya, jika perusahaan Anda memiliki koperasi karyawan, maka karyawan juga dapat mengajukan pinjaman kepada koperasi.

Sebenarnya koperasi ini merupakan bentuk pinjaman dari karyawan untuk karyawan. Mengapa? Karena dana yang ada di koperasi merupakan hasil iuran dari anggota koperasi. Namun untuk mengajukan pinjaman ke koperasi, tentunya karyawan harus menjadi anggota koperasi terlebih dahulu.

Kasbon

Kasbon adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh perusahaan untuk karyawannya. Dalam akuntansi, kasbon sering masuk ke dalam kas perusahaan baik kas kecil berupa cash advance atau kas besar. Tentu tergantung dengan besaran kasbon dan kebijakan perusahaan.

Kasbon adalah fasilitas pinjaman yang diberikan oleh sebuah instansi atau perusahaan kepada karyawannya. Biasanya kasbon diambil dari alokasi besaran gaji karyawan yang akan dikembalikan dengan cara memotong gaji karyawan tersebut sesuai dengan jumlah kasbon yang ada.

Perbedaan kasbon dengan pinjaman langsung adalah, kasbon biasanya tidak disertai bunga. 

Pro-Kontra Menyediakan Fasilitas Keuangan untuk Karyawan

Tentunya dalam menyikapi topik sensitif ini terdapat pro dan kontra dalam menyikapinya. Berikut kami tampilkan pro-kontra dalam menghadirkan fasilitas keuangan sebagai bentuk kesejahteraan karyawan.

Pro Adanya Fasilitas Keuangan untuk Karyawan

Fasilitas keuangan bagi karyawan dapat menunjukkan kepada karyawan bahwa pemberi kerja peduli dengan kesejahteraan mereka. Berikut ini beberapa manfaat dari adanya fasilitas keuangan bagi karyawan:

Meningkatkan Produktivitas dalam Bekerja

Karyawan yang diberikan fasilitas pinjaman, pasti akan menerimanya dengan senang hati. Membantu karyawan melewati situasi keuangan yang sulit dapat mengurangi tingkat stres yang dapat membantu pemberi kerja dengan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Ini juga dapat menyebabkan pengurangan ketidakhadiran bagi mereka yang berurusan dengan situasi keuangan. 

Meningkatkan Loyalitas Karyawan Terhadap Perusahaan

Karyawan akan lebih menyadari kalau perusahaan ternyata sangat memperhatikannya. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas dan retensi karyawan terhadap perusahaan. Karyawan juga akan berpikir ulang bila akan resign dari perusahaan karena belum tentu perusahaan lain akan memberikan fasilitas yang sama seperti sekarang.

Mengurangi Biaya Karyawan

Karena karyawan sudah diberikan pinjaman, maka otomatis karyawan tersebut sudah terikat dengan perusahaan. Dan tidak memerlukan banyak karyawan baru untuk mengisi formasi karyawan. Sehingga dapat mengurangi biaya perekrutan karyawan. 

Meningkatkan Kesehatan Keuangan Kedua Belah Pihak

Karyawan yang memiliki pinjaman, pasti memiliki urgensi dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek ataupun panjangnya. Dengan diberikannya pinjaman, karyawan akan lebih konsisten dalam mengatur keuangannya, meski tentu akan lebih mudah saat tidak ada pinjaman.

Selain itu, pinjaman juga menyehatkan keuangan perusahaan, karena uang yang harusnya hanya disimpan saja bisa diputar untuk mendapat keuntungan berkat pinjaman ini (jika ada bunga). Apalagi jika hasil keuntungan tersebut disalurkan ke program kesejahteraan karyawan lainnya.

Kontra Adanya Fasilitas Keuangan untuk Karyawan

Sementara itu, terdapat pula beberapa hal yang dianggap sebagai kontra dari adanya fasilitas pinjaman perusahaan ke karyawan. Apalagi ini menyangkut uang perusahaan, tentu harus dikelola dengan baik. Simak beberapa hal yang menjadi kontra dalam pelaksanaan program ini.

Resiko Gagal Bayar

Perusahaan tidak bisa begitu saja berasumsi bahwa akan dapat langsung memotong pembayaran pinjaman dari gaji karyawan. Apalagi jika karyawan yang memiliki pinjaman keluar atau diberhentikan sebelum pinjaman dilunasi. Ini bisa berarti risiko gagal bayar yang tinggi.

Perhitungan Pajak

Mungkin ada implikasi pajak yang harus dikelola, tergantung pada detail persyaratan pinjaman dan bagaimana pinjaman tersebut dikelola.

Dapat Menimbulkan konflik

Jika tidak dikelola dengan baik, sangat mungkin program pinjaman ini justru menimbulkan konflik. Ada risiko kebencian jika seorang karyawan tidak memenuhi persyaratan kelayakan apa pun yang ditetapkan pemberi kerja.

Ketergantungan Pinjaman

Terlibat dalam kehidupan finansial seseorang dapat mengakibatkan perilaku bermasalah yang memungkinkan perusahaan, bergantung pada kebutuhan akan pinjaman, memperburuk masalah dalam beberapa situasi. Hal ini juga berlaku bagi karyawan, karyawan jadi punya kebiasaan meminjam daripada menabung atau berinvestasi dan jadi merugikan kedua belah pihak.

Pinjaman Karyawan Di Masa Pandemi, Pro/Kontra?
Di masa pandemi seperti saat ini, sejumlah sektor industri dapat dikatakan berada dalam kondisi “sekarat”. Untuk membayar upah saja, banyak perusahaan yang mengalami kesulitan, apalagi menyediakan pinjaman karyawan.
Namun, jika perusahaan Anda masih bisa bertahan dan memiliki keuangan yang baik, tidak ada salahnya membuat program pinjaman bagi karyawan.
Karena bagi para pekerja, pinjaman karyawan menjadi “penyelamat” seiring meningkatnya biaya hidup di masa pandemi.

Praktik Pemberian Pinjaman Karyawan yang Aman dan Sehat

Dalam praktik pemberian pinjaman, tentunya perlu dikelola secara baik dan bijak. Sehingga tercipta suatu program yang aman dan sehat tidak hanya bagi perusahaan tapi juga karyawan.  Biasanya pinjaman dapat diberikan ketika karyawan memenuhi syarat tertentu.

Bukan bermaksud membeda-bedakan karyawan, namun perusahaan juga memiliki arus finansial yang perlu dijaga. Jangan sampai ketika Anda menyetujui banyak ‘proposal’ yang diajukan karyawan tanpa menyeleksi terlebih dahulu justru menjadikan kondisi ekonomi perusahaan menurun. Syarat SOP, aturan, peraturan pinjaman karyawan di perusahaan yang harus dipenuhi tergantung dari kebijakan perusahaan.

Berikut ini contoh SOP, aturan, peraturan pinjaman karyawan di perusahaan yang harus diperhatikan karyawan dan perusahaan:

Pastikan Status Karyawan

Tentu saja jelas, syarat pertama dan utama adalah karyawan perusahaan yang mengajukan pinjaman adalah karyawan dari perusahaan Anda. Biasanya perlu diperhatikan apakah status karyawan sudah pegawai tetap. Secara langsung, perusahaan bertanggung jawab atas kehidupan karyawan dengan memberikan kompensasi berupa gaji dan benefit lain. Salah satunya berupa pinjaman yang bisa diajukan karyawan.

Tentukan Batas Maksimal Pinjaman

Karyawan yang mengajukan pinjaman juga memiliki batas maksimal pinjaman. Batasnya diterapkan mengacu pada posisi atau jabatan serta gaji yang diterimanya setiap bulan sehingga tetap dapat dikembalikan tepat waktu tanpa harus terlalu memberatkan karyawan yang melakukan pinjaman.

Tentukan Jangka Waktu Pinjaman

Setiap karyawan yang melakukan pinjaman juga harus memberikan keterangan jelas berapa lama pengembalian pinjaman tersebut dilaksanakan. Misalnya saja, dengan pinjaman sebesar Rp10.000.000 akan dikembalikan secara bertahap selama 5 bulan. Maka setiap bulan gaji karyawan tersebut akan dipotong sebesar Rp2.000.000 ditambah dengan bunga yang diberikan perusahaan.

Buatlah Surat Perjanjian Pinjaman

Dokumen khusus yang mencantumkan kesepakatan pinjaman antara perusahaan dan karyawan ini bentuknya bisa berbeda setiap perusahaan. Intinya, terdapat keterangan jelas mengenai jumlah pinjaman, jangka waktu pengembalian, keterangan menyetujui aturan yang berlaku dan ditandatangani oleh kedua pihak. SOP, aturan, peraturan pinjaman karyawan di perusahaan harus jelas tertera dalam surat perjanjian pinjaman tersebut.

Perhatikan Kondisi Keuangan Perusahaan

Meski menjadi hal umum, pemberian pinjaman harus juga melihat kondisi keuangan perusahaan. Jangan sampai perusahaan bisa memberikan bantuan untuk karyawan namun justru membuat keuangan perusahaan menjadi tidak sehat. Dampak yang timbul bisa masif dan sangat merugikan. Selalu cermati kondisi keuangan perusahaan sebelum memberikan pinjaman.

Cek Track Record Karyawan

Meski setiap pekerja memiliki hak yang sama untuk mengakses pinjaman yang disediakan karyawan, perusahaan tetap harus mencermati rekam jejak karyawan dalam kegiatan perusahaan. Jangan sampai, karyawan yang pernah bermasalah dengan pinjaman bisa dengan mudah mendapatkan pinjaman kembali tanpa ketentuan tambahan sebagai konsekuensi atas masalah yang dibuatnya dahulu.

Buatlah Prosedur Peninjauan dan Persetujuan

Prosedur yang dilakukan perlu memiliki tahapan yang berlaku secara umum. Tujuannya agar dapat memudahkan karyawan dalam melakukan pengajuan pinjaman, serta memudahkan perusahaan dalam meninjau dan memberikan respon atas pengajuan pinjaman yang dilakukan karyawan.

Penutup

Terakhir, memang fasilitas pinjaman karyawan ini sudah menjadi hal yang umum di berbagai perusahaan di Indonesia. Fasilitas pinjaman karyawan ini tentunya dapat memberikan hal baik bagi karyawan dan perusahaan jika mampu dikelola dengan baik serta memperhatikan kesanggupan dari perusahaan terutama di masa pandemi saat ini.

Comment