Pertimbangan Perusahaan Memberikan Vaksin Covid-19 Kepada Karyawan | | HR NOTE Indonesia

Pertimbangan Perusahaan Memberikan Vaksin Covid-19 Kepada Karyawan

Pemberian vaksin covid-19 di Indonesia sedang berlangsung. Langkah tersebut adalah salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi yang “datang” sejak Maret 2020.

Vaksinasi nasional yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk melindungi warga negaranya. Dimulai dari tenaga kesehatan, petugas  layanan publik, dan kelompok lanjut usia. Lalu dilanjutkan dengan pemberian vaksin kepada masyarakat umum.

Menurut Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, keberhasilan vaksin secara menyeluruh akan mendorong percepatan herd immunity atau kekebalan kelompok. Alhasil upaya ini bisa mengakhiri pandemi sekaligus memulihkan ekonomi nasional.

Acuan Vaksin Covid-19

Untuk mengatur proses vaksin, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 pada 24 Februari 2021.

Peraturan Menteri (Permen) tersebut merupakan acuan bagi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota/kabupaten, pemangku kepentingan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat dalam melaksanakan vaksin covid-19.

Pelaksanaan vaksin di Indonesia dilakukan bertahap, mulai dari:

  • Petugas garda terdepan atau frontliner (tenaga kesehatan, asisten kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan).
  • Masyarakat lanjut usia (lansia) dan tenaga pelayanan publik (PNS, pegawai bank, pedagang di pasar, supir ojek, dan lainnya).
  • Masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.
  • Masyarakat lainnya.

Dalam Permen, pemerintah menetapkan pelaksanaan vaksinasi program dan vaksinasi gotong royong. Kedua jalur pemberian vaksin itu gratis alias masyarakat tidak dipungut biaya saat menerima vaksin covid-19. Masing-masing orang mendapatkan dua dosis vaksin.

Jalur Vaksin Covid-19

Seperti yang telah disinggung di atas, terdapat dua jalur vaksin covid-19, yaitu:

Vaksinasi Program

Vaksinasi Program adalah pemberian vaksin kepada masyarakat yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan pada pemerintah. Jalur vaksinasi ini berjalan lebih dulu dibanding vaksinari gotong royong.

Dengan kata lain, jalur vaksinasi program dilakukan oleh pemerintah kepada frontliner, tenaga pelayanan publik, kelompok lansia, dan masyarakat rentan. Pelaksanaannya dilakukan di fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah (klinik, puskesmas, rumah sakit, atau pos pelayanan vaksin dari pemerintah).

Sedangkan pelaksanaan distribusinya di bawah pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Jenama vaksin di jalur ini adalah Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer.

Vaksinasi Gotong Royong

Vaksinasi Gotong Royong adalah pemberian vaksin kepada tenaga kerja serta keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga, yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan oleh badan hukum/badan usaha.

Vaksinasi jalur ini dilakukan oleh pihak swasta atau perusahaan, dimulai 18 Mei lalu. Sehingga mereka dapat memberikan vaksin covid-19 kepada para karyawannya. Penerima vaksin (karyawan) tidak dipungut biaya, tetapi perusahaan yang membayar vaksin tersebut.

Karena pelaksanaan vaksin gotong royong di bawah Kementerian BUMN, maka pendistribusiannya dilakukan oleh PT Bio Farma. Pelaksanaannya pun dilakukan di fasilitas layanan swasta dan BUMN yang memenuhi syarat.

Jenama vaksin yang digunakan Sinopharm dan CanSino.

Untuk harga, pemerintah menetapkan vaksin Sinopharm per dosis sebesar Rp321.660 dengan tarif pelayanan Rp117.910 per dosis. Sehingga total satu kali penyuntikan vaksin gotong royong merogoh kocek Rp439.570 atau sekitar Rp 900.000 untuk 2x penyuntikan.

Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, mengatakan penyelenggaraan vaksinasi gotong royong tak akan mengganggu vaksinasi program yang telah berjalan sebelumnya. Karena distribusi, jenama vaksin, dan fasilitas layanan kedua jalur tersebut berbeda.

Perusahaan yang ingin mendapatkan vaksin, mereka harus mendaftar ke Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) terlebih dahulu. Pendaftaran melalui https://vaksin.kadin.id/#!/kuesioner hingga 21 Mei.

Berdasarkan informasi Ketua KADIN Rosan Perkasa Roeslani pada 18 Mei, terdapat 22.736 perusahaan dan lebih dari 10 juta calon penerima vaksin yang telah mendaftar melalui pihaknya.

Arya Sinulingga, Koordinator Komunikasi Publik PMO Komite Penangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), mengatakan vaksin gotong royong adalah upaya sekaligus tanggung jawab perusahaan dalam melindungi kesehatan karyawan dari covid-19 serta mempercepat herd immunity yang ingin dicapai oleh pemerintah.

Efek Samping Vaksin Covid-19

Vaksin covid-19 seperti vaksin-vaksin lain, yaitu memiliki efek samping.

Menurut Katherine L. Baumgarten, MD, direktur medis pengendalian dan pencegahan infeksi di Ochsner Health New Orleans, efek samping setelah vaksin adalah pertanda bahwa sistem kekebalan sedang bekerja, lalu ia akan mengembangkan kemampuannya untuk mencegah virus yang berusaha masuk tubuh.

Meski demikian efek tersebut menimbulkan rasa tak nyaman. Apabila efek samping bertahan lebih dari dua hari, hubungi dokter atau Satgas Covid-19 terdekat.

Efek yang diterima setiap orang pun berbeda-beda, antara lain demam, lengan sakit, sakit kepala, kelelahan, mual, alergi, nyeri otot, dan kelenjar getah bening membengkak.

Untuk meminimalisir efek samping, calon penerima vaksin harus:

  • Istirahat yang cukup.
  • Makan sebelum vaksin.
  • Terhidrasi atau mencukupi konsumsi air mineral.

Namun perlu diingat, meski Anda masuk dalam kriteria penerima vaksin, sebaiknya konsultasikan dulu kondisi kesehatan dengan dokter. Pasalnya, terdapat individu tidak boleh menerima vaksin.

Pertimbangan Perusahaan Memberikan Vaksin Covid-19

Meski vaksin gotong royong telah berlangsung, tetapi belum semua perusahaan menerimanya. Hal tersebut berkaitan dengan ketersediaan vaksin yang jumlahnya masih terbatas dan total penerima vaksin.

Perusahaan yang telah memberikan vaksin covid-19 kepada karyawan di antaranya Sinar Mas Group, Unilever Indonesia, HM Sampoerna, dan Bank BCA. Adapun pertimbangan mereka adalah:

Sinar Mas Group

Saleh Husin, Managing Director Sinar Mas, menyampaikan bahwa, “Menjadi perusahaan yang memvaksinasi karyawan melalui payung Vaksinasi Gotong Royong tidak semata upaya melindungi karyawan kami, namun lebih luas lagi adalah komitmen sektor industri guna bersama-sama mempercepat terbangunnya kekebalan komunitas guna memutus rantai penyebaran Covid-19”.

Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata menambahkan vaksinasi pada industri manufaktur dengan karyawan berjumlah besar dapat mempercepat pemulihan ekonomi negara. Pemberian vaksin tahap pertama perusahaan dilakukan di dua lokasi, Marunda-Jawa Barat dan Tangerang-Banten.

Unilever Indonesia

Pertimbangan Unilever Indonesia memberikan vaksin covid-19 kepada para karyawannya tak lepas dari komitmen perusahaan dalam berbagi peran mendukung program pemerintah. 

Perusahaan juga memastikan ketersediaan produk berjalan lancar bagi masyarakat. Namun syarat utamanya adalah karyawan harus sehat dan selamat. Oleh karena itu, perusahaan mendaftarkan semua karyawan untuk menerima vaksin.

“Dengan semakin meratanya program vaksinasi di Indonesia, kondisi kesehatan masyarakat akan membaik dan perekonomian bisa segera pulih,” Ira Noviarti, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk. 

HM Sampoerna

Sebagai pelaku industri padat karya, HM Sampoerna mempertimbangkan bahwa pemberian vaksin covid-19 adalah hal penting. Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis menjelaskan vaksin memberikan perlindungan karyawan serta mendukung pemerintah mempercepat pembentukan herd immunity.

“Partisipasi Sampoerna dalam program vaksin gotong royong merupakan bukti nyata perusahaan dalam menempatkan kesehatan dan keselamatan karyawan pada prioritas utama,” ujar Mindaugas dalam keterangan pers.

Bank BCA

Sebelum mengikuti vaksinasi gotong royong, Bank BCA telah memberikan vaksin kepada karyawan melalui Vaksinasi Program dari pemerintah. Bank dengan aset terbesar se-Indonesia pada 2021 ini memiliki pertimbangan dalam memberikan vaksin covid-19 kepada karyawannya. 

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan BCA mendukung percepatan vaksinasi bagi karyawan. Karena industri perbankan diperbolehkan tetap beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan berada di zona risiko dalam pelayanan. Misal teller dan customer service.

Pemberian vaksin ini bagian dari kontribusi BCA dalam pemulihan ekonomi nasional dan memberikan pelayanan optimal kepada nasabah. BCA juga berkomitmen memberikan vaksin untuk karyawan dan keluarganya.

Penutup

Mendapatkan dua dosis vaksin covid-19 tak menjamin kita kebal dari virus corona. Kementerian Kesehatan tetap mengingatkan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan 5M.

5M

  1. Mencuci tangan
  2. Memakai masker
  3. Menjaga jarak
  4. Menjauhi kerumunan
  5. Mengurangi mobilitas

Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Spa(K), MTropPaed, sebagai Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) mengatakan kekebalan tubuh tak langsung tercipta pasca penyuntikan pertama, kalaupun ada sangat rendah. Kekebalan akan tercipta sepenuhnya dalam kurun waktu 28 hari setelah penyuntikan kedua.

Comment