Pentingnya Memiliki Problem Solving Skill Bagi Karyawan | | HR NOTE Indonesia

Pentingnya Memiliki Problem Solving Skill Bagi Karyawan

Tak sedikit orang yang mengira problem solving merupakan keterampilan yang dapat diasah melalui pengalaman.

Padahal belum tentu. Meski problem solving merupakan kategori soft skill, kemampuan ini sebenarnya dapat diasah layaknya mempelajari hard skill.

Seorang HR atau perekrut perlu memahami tentang problem solving skill, agar dapat mencari kandidat dengan skill tepat atau menumbuhkan skill karyawan.

Lalu, bagaimana caranya mencari kandidat dengan problem solving skill mumpuni? Bagaimana cara mengasah dan menumbuhkan skill itu di perusahaan? Mari kita bahas lebih lanjut!

 Apa Itu Problem Solving Skill?

Problem solving adalah kemampuan mengidentifikasi dan menemukan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah atau melakukan decision making ketika dihadapkan dengan kondisi yang sulit.

Problem solving merupakan salah satu soft skill yang harus dimiliki oleh setiap karyawan. Karena skill tersebut akan sangat berguna ketika berada dalam lingkungan kerja.

Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan lain dan melibatkan kemampuan mendengar, menganalisis, kreativitas, decision making, komunikasi, hingga kerja sama dalam tim. 

Untuk menumbuhkan problem solving, seseorang memerlukan model pembelajaran yang tepat. Salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS).

CPS ialah metode pembelajaran yang dipusatkan pada pengajaran serta keterampilan dalam hal memecahkan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan.

Dapat dikatakan bahwa CPS berfokus menggunakan kreativitas untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan mengembangkan solusi yang inovatif.

Itu sebabnya, kandidat yang kreatif banyak dicari perusahaan karena mampu memberikan perspektif baru dan unik. 

Contoh Problem Solving Skill di Tempat Kerja

Dalam bekerja, pemimpin tim menginginkan anggotanya memiliki keterampilan problem solving. Keterampilan tersebut sangat penting dan berpengaruh dalam karir.

Di sisi lain, problem solving skill akan membentuk karyawan secara kognitif, sehingga mereka mampu menangani beragam jenis pekerjaan yang diberikan.

Berikut fungsi dan manfaat problem solving skill dalam lingkungan kerja:

Time management yang baik

Time management menjadi salah satu faktor dalam dunia kerja, agar timeline pekerjaan dapat berjalan lancar.

Umumnya, karyawan yang memiliki kemampuan problem solving skill akan memiliki time management yang baik pulaEfeknya, mereka dapat mengatur waktu dengan bijak dan fokus pada hal-hal penting bagi perusahaan.

Hal itu memengaruhi proses decision making dan berdampak pada bisnis yang lebih baik.

Memprioritaskan dan melaksanakan strategi

Seseorang yang memiliki problem solving skill akan lebih berhati-hati dalam menilai kebutuhan perusahaan dan menentukan skala prioritas, perencanaan, dan melaksanakan strategi untuk mencapai tujuan perusahaan.

Think out of the box

Problem solver cenderung mengidentifikasi peluang dalam memecahkan masalah. Hal ini dikarenakan perencanaan yang sudah ditetapkan sebelumnya dapat berubah dan mendapatkan insight yang out of the box.

Management risk

Problem solver tidak hanya dibekali dengan kemampuan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi, tetapi juga mampu mengantisipasi permasalahan yang mungkin muncul di masa depan berdasarkan tren, pola, pengalaman, dan kejadian terkini.

Secara sederhana, problem solving skill sudah banyak ditemui di lingkungan kerja dengan situasi yang berbeda. Misalnya:

Situasi: Sebuah perusahaan rintisan “menuntut” HR atau perekrut untuk mandapatkan kandidat tepat dalam waktu yang singkat.

Tantangan: Ketika karyawan baru bergabung, pemimpin harus bisa mendelegasikan tanggung jawab dan membangun kepercayaan timnya. Namun yang permasalahan sering muncul adalah pemimpin tim kurang meluangkan waktu berkualitas untuk berkomunikasi dengan anggotanya.

Solusi: Pemimpin tim dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan berkomitmen, seperti kapan dia meluangkan waktu untuk karyawan, mencoba untuk berkomunikasi tatap muka atau telekonferensi, dan lainnya. 

Itu contoh dari perusahaan rintisan, tentunya, perusahaan yang sudah puluhan tahun berdiri akan memiliki tantangan lain. Misalnya:

Tantangan: Menumbuhkan leadership pada karyawan.

Solusi: Anda dapat memberikan tanggung jawab lebih kepada karyawan. Bila perlu, daftarkan yang bersangkutan untuk mengikuti program pengembangan leadership secara berkala untuk menumbuhkan jiwa kepemimimpinan yang mendukung budaya organisasi.

Mengapa Problem Solving Skill Dicari Oleh Banyak Perusahaan?

Perusahaan akan mencari kanddiat dengan dengan problem solving skill. Apa alasannya? 

Karena mereka mampu meningkatkan komunikasi sekaligus mendukung tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. Hal ini juga akan menguntungkan perusahaan, karena kinerja karyawan berimbas meningkatkan profit.

Selain itu, karyawan dengan problem solving skill akan memiliki keterlibatan lebih tinggi dibanding yang tidak. Mereka juga mampu berpikir kritis serta inovatif dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.

Tentu, kondisi itu akan mempermudah perusahaan dalam beradaptasi dengan perubahan dan terus berkembang. 

Bagaimana Mencari Kandidat Dengan Problem Solving Skill?

Dalam proses rekrutmen, perekrut harus memahami bagaimana ciri-ciri kandidat dengan problem solving baik. Anda dapat menggali informasi keterampilan itu melalui interview. 

Berikut ini contoh pertanyaan tentang problem solving skill:

Jika dihadapkan dengan situasi di mana Anda harus menyelesaikan sebuah permasalahan, tetapi Anda tidak memiliki informasi yang cukup terkait permasalahan tersebut. Apa yang akan Anda lakukan?

Bila kandidat menjawab dia merasa tidak nyaman dan lebih memilih untuk membiarkan orang lain mengambil alih dan memberikan solusinya, kemungkinan besar dia memiliki problem solving skill yang rendah.

Sebaliknya, jika kandidat menjawab pertanyaan dengan menyampaikan kemampuan dan keunggulan diri untuk bekerja secara mandiri dalam situasi tak mendukung, kemungkinan dia memiliki keterampilan problem solving yang lebih tinggi.

Berikan contoh situasi di mana Anda harus memecahkan sebuah masalah. Dalam situasi tersebut, langkah apa yang akan Anda ambil untuk mengatasi masalah tersebut?

Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui keterampilan kandidat dalam menentukan langkah demi langkah untuk mengatasi sebuah permasalahan.

Misalnya, orang yang tampaknya kurang terencana dan bertindak secara intuitif, cenderung mencoba-coba dibandingkan melakukan pendekatan secara analitis untuk memecahkan masalah.

Jika kandidat menjawab, “Ketika saya menghadapi masalah, saya biasanya mulai dengan melakukan penelitian dan mengumpulkan semua informasi yang relevan, maka Anda dapat berasumsi bahwa dia cenderung mengambil pendekatan analitis saat memecahkan masalah.

Sementara, jika dia mengatakan, “Saya hanya mengikuti arus”, maka dapat diasumsikan bahwa dia cenderung memilih pendekatan berbasis coba-coba.

Sebelum mengambil sebuah keputusan, apakah Anda telah mempertimbangkan alternatif lainnya?

Pertanyaan itu membantu Anda mengidentifikasi karakter intuitif cepat atau analitis lambat. 

Jika kandidat menjawab, “Saya biasanya membuat daftar keuntungan dan kerugian dari setiap solusi sebelum memutuskan solusi mana yang paling menguntungkan”, maka kemungkinan dia akan sedikit lebih lambat dalam memecahkan masalah.

Berikan contoh situasi ketika Anda dapat mengatasi sebuah masalah dengan pendekatan yang kreatif?

Pertanyaan tersebut untuk melihat kandidat dalam menerapkan pendekatan inovatif dan kreatif untuk memecahkan masalah serta menjalankan ide kreatif dalam dunia kerja. Anda dapat fokus terhadap penjelasan mereka dan bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah.

Ceritakan sebuah situasi saat Anda sedang melakukan kesalahan. Bagaimana Anda menghadapinya?

Ajukan pertanyaan itu untuk menilai kejujuran, kemampuan berpikir kritis, dan menghadapi situasi menentang.

Dengarkan jawaban mereka tentang bagaimana menyelesaikan masalah dan bagaimana belajar dari kesalahan tersebut sehingga mereka memiliki kinerja lebih baik. 

Misalnya, jika kandidat menunjukkan rasa integritas dan pemahaman tentang bagaimana mereka dapat menghindari kesalahan yang sama, maka dia belajar dari masalah dan berupaya memperbaiki diri.

 

Cara Menumbuhkan Problem Solving Skills Di Dalam Organisasi

Sebagai perekrut dan/atau HRD, Anda dapat menumbuhkan kesadaran problem solving skill kepada pemimpn dan karyawan, sehingga mereka memberikan performa terbaik.

Lalu, langkah seperti apa yang dapat Anda lakukan untuk menumbuhkan problem solving skill

Berikan tujuan bukan instruksi

Ketika memberikan pekerjaan kepada karyawan, hindari memberikan serangkaian instruksi yang rumit dan terlalu membatasi keleluasaan karyawan dalam berkreasi. Sebaliknya, tetapkan tujuan untuk mereka dan biarkan mereka secara bebas menemukan jalan keluarnya.

Dukung kreativitas karyawan

Dorong kreativitas karyawan, misal mengadakan sesi  brainstormingBeri mereka ruang untuk berbicara dan berkreasi. Biarkan pula mereka mengetahui bahwa Anda mengandalkan mereka untuk menemukan solusi.

Sediakan pendukung yang memadai

Setiap masalah akan lebih mudah diselesaikan, jika Anda memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Misalnya, untuk permasalahan monitoring SEO, Anda dapat menyediakan platform atau tool analisis yang menjadi guideline bagi karyawan dalam menyelesaikan permasalahan terkait.

Apresiasi ide-ide baru dari karyawan

Bersikaplah lebih terbuka terhadap ide-ide baru dan jangan mengabaikan ide karyawan. Dengan demikian, mereka merasa dihargai, diberdayakan, dan semakin percaya diri dalam memecahkan masalah. Namun, Anda perlu menghindari micromanaging yang dapat melumuhkan ide-ide mereka. 

Simpulan

Skill Problem Solving merupakan komponen yang penting bagi setiap bagian bisnis.

Ketika Anda berhasil merekrut karyawan dengan skill problem solving yang baik, maka karyawan tersebut akan lebih siap dalam memecahkan berbagai permasalahan dan mengetahui apa yang harus mereka lakukan.

Sehingga, kinerja karyawan lebih cepat dan efisien yang tentunya berdampak secara langsung pada kinerja perusahaan dan mendorong perkembangan bisnis.

Beberapa tips dan informasi yang sudah HR Note bagikan di atas mungkin bisa menjadi acuan bagi Anda dalam merekrut kandidat dengan skill problem solving yang baik. 

Comment