Penerapan Conflict Management Di Perusahaan | | HR NOTE Indonesia

Penerapan Conflict Management Di Perusahaan

conflict management

Salah satu hal yang pasti akan ditangani oleh tim HR adalah conflict management.

Di lingkungan kerja, Anda pasti menjumpai beragam masalah. Mulai masalah yang berhubungan dengan pekerjaan hingga konflik personal.

Wajar, karena perusahaan dihuni oleh karyawan yang datang dari berbagai latar belakang budaya, ilmu, dan posisi. Mereka harus menyesuaikan diri dengan satu hal, yakni budaya perusahaan.

Kembali ke conflict management, ini bukan hal yang menyenangkan. Baik bagi perusahaan, tim HR, maupun karyawan.

Studi di Inggris menyatakan bahwa 58 persen karyawan setuju bahwa konflik berdampak negatif pada budaya perusahaan dan 74 persen setuju bahwa conflict management sangat memakan waktu.

Masih di studi yang sama, perusahaan yang menggunakan fungsi HR untuk conflict management cenderung jarang melaporkan bahwa konflik berdampak negatif pada kultur perusahaan.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa keefektifan conflict management di perusahaan ada di tangan tim HR dalam menjalankan fungsinya.

Apa Itu Conflict Management?

Conflict management atau disebut juga conflict resolution (resolusi konflik) merupakan manajemen yang memungkinkan lingkungan perusahaan terhindar dari konflik, sehingga dibutuhkan tim manajemen yang mampu menangani dan menyelesaikan konflik di tempat kerja.

Conflict management dianggap sebagai suatu praktik yang mampu mengidentifikasi dan menangani konflik secara pantas, adil, dan efisien. Karena conflict management akan berurusan dengan ketidaksepakatan atau ketidakcocokan yang berasal dari perbedaan pendapat dan kebutuhan.

Definisi lain, conflict management adalah proses di mana organisasi menyelesaikan perselisihan dan berupaya meminimalisir dampak negatif serta mengutamakan hasil positif. 

Secara sederhana, conflict management di bidang kepegawaian merupakan penyelesaian konflik yang terjadi di lingkungan kerja.

5 Gaya Conflict Management

Dalam conflict management, perusahaan dapat menempuh salah satu atau menggabungkan beberapa gaya penyelesaian konflik.

Memang, tidak ada gaya penyelesaian yang sempurna. Karena setiap gaya memiliki keuntungan dan kerugiannya. Satu gaya penyelesaian tidak bisa diterapkan untuk semua konflik.

Collaborating

Collaborating adalah resolusi yang paling memakan waktu lama dan sulit dilakukan. Namun, memberikan hasil efektif dan positif dalam jangka panjang.

Dengan kolaborasi, masing-masing pihak yang berkonflik akan duduk bersama. Setiap tuntutan dari keduanya akan dipertimbangkan, lalu tim conflict management akan mencari win-win solution.

Tidak mudah menemukan solusi menguntungkan dan menyenangkan hati semua pihak. Tawar menawar akan terjadi dan ego pribadi mungkin akan mengintervensi proses negosiasi.

Competing

Competing adalah resolusi dengen melibatkan kedua pihak yang berseteru untuk memenangkan argumen. Biasanya, resolusi ini terjadi ketika hal-hal unik dan tidak umum menjadi konflik.

Terkadang, manajemen menggunakan cara ini ketika nilai moral dalam konflik yang diributkan bersifat mendesak, sehingga mereka tidak ada waktu untuk mencari alternatif.

Avoiding

Avoiding (menghindar) juga menjadi gaya conflict management untuk menyelesaikan masalah dengan cepat.

Biasanya, manajemen menyelesaikan konflik karyawan dengan memindahkan salah satu pihak ke divisi atau tim lain. Bisa juga menghentikan pihak berseteru dari proyeknya. Prosesnya cepat, kan?

Ya, cepat. Namun, cara itu justru menambah konflik baru. Sebaiknya, tim HR atau manajemen menyelesaikan konflik dengan adil dan transparan. 

Avoiding hanya efektif digunakan untuk menurunkan ketegangan sementara. Pilih opsi ini untuk solusi terakhir.

Accommodating

Accommodating terjadi ketika satu pihak mengakomodasi keinginan dan tuntutan pihak lain secara sukarela serta mengesampingkan keinginannya sendiri. Dengan kata lain, mengalah.

Proses ini terjadi saat salah satu pihak tidak begitu mementingkan atau memedulikan keinginan pribadinya. Meski terkesan ‘lemah’, tetapi accommodating cukup efektif untuk menyelesaikan konflik dengan cepat.

Compromising

Seperti artinya, compromising atau kompromi adalah cara menyelesaikan konflik dengan mencari titik temu atau jalan tengah yang akan menjembatani keinginan pihak-pihak yang berseteru.

Semua pihak yang terlibat akan duduk bersama untuk berembuk mencari jalan tengah. Cara ini juga disebut situasi lose-lose. Karena semua pihak harus mengalah pada beberapa hal, berbanding terbalik dengan collaborating yang menghasilkan win-win solution.

Keterampilan Yang Diperlukan Oleh HR Untuk Menghadapi Conflict Management

conflict management

Dalam menyelesaikan konflik, seseorang membutuhkan keterampilan. Begitu pula tim HR, mereka membutuhkan keterampilan untuk mengelola konflik internal dengan baik.

Keterampilan tersebut akan membantu tim HR untuk memahami, menganalisis, memberikan solusi, hingga mengatasi dampak konflik. Baik konflik antar karyawan, karyawan dan atasan, atau karyawan dan manajemen.

Komunikasi

Sebagai tim HR, Anda wajib memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan jelas. Artinya Anda mampu menangkap gesture, menggunakan kalimat yang netral alih-alih mengintimidasi, dan fokus mendengarkan informasi dari lawan bicara.

Bahkan Anda mampu melihat kesiapan Si A berbicara atau Si B tidak nyaman berkata, sehingga Anda harus mengambil jeda untuk menenangkannya. 

Empati

Anda pelu menumbuhkan sikap empati. Sikap ini bermanfaat dalam penyelesaian konflik, sehingga Anda dapat merasakan kegelisahan yang dialami, mengerti kesulitan dan konflik yang dihadapi, serta memahami alasan dibalik keluhan yang disampaikan karyawan.

Aktif mendengarkan

Sering kali, orang hanya sekadar hearing, alih-alih listening. Aktif mendengarkan berbeda dengan sekadar menangkap kalimat yang dilontarkan lawan bicara.

Tim HR perlu mengasah listening skill, sehingga Anda benar-benar mendengarkan untuk memahami persoalan, mengerti perspektif lain, dan tanpa memotong perkataan si lawan bicara. 

Emotional intelligent

Anda juga perlu mempertajam emotional intelligent. Dengan kecerdasan ini, Anda akan berkepala dingin menghadapi cekcok dua kubu, tidak mudah tersulut emosi, serta meminimalisir berpikir negatif ketika karyawan menyampaikan keluhan dan tuntutannya.

Karena, bagaimanapun juga, tim HR harus mampu mengontrol emosinya saat berhadapan dengan karyawan yang sedang gelisah atau marah.

Bersikap positif

Dengan bersikap positif, Anda dapat mempertahankan situasi yang kondusif bagi karyawan lain untuk bekerja. Jangan sampai tim HR bersikap buruk ketika konflik terjadi.

Problem solving

Sering kali, keputusan akhir diketuk oleh pimpinan atau manajer. Namun, tim HR akan dimintai pendapat dalam problem solving.

Jadi, Anda dapat berkolaborasi dengan divisi lain untuk memahami persoalan sekaligus jalan keluar yang adil untuk karyawan yang tengah berseteru.

Berani

Dibutuhkan keberanian untuk menghadapi karyawan yang tengah emosional. Berkepala dingin saja kadang tidak cukup, tim HR harus berani dan tidak mudah terintimidasi oleh emosi orang lain.

Bagaimana Menerapkan Conflict Management Di Perusahaan?

Anda dapat menerapkan conflict management di lingkurangan kerja dengan langkah-langkah berikut ini.

Pahami isyarat nonverbal

Ini adalah salah satu bentuk keterampilan komunikasi. Anda tidak hanya mendengarkan dengan baik, tetapi juga menangkap sinyal-sinyal nonverbal yang ditunjukkan karyawan.

Emosi karyawan tentu akan terlihat dari gerak-geriknya, dari nada bicara dan intonasinya. Amati baik-baik gesture yang ditunjukkan karyawan untuk memahami perasaan mereka.

Bersikap netral

Jangan memihak. Bersikaplah netral di tengah perseteruan kedua belah pihak. Konflik sudah muncul tanpa bias dari pihak penengah.

Meskipun salah satu pihak tampak lebih benar dibanding yang lain, tetaplah netral agar tidak memicu emosi pihak yang lain.

Sabar

Mengelola konflik melelahkan, sehingga dibutuhkan kesabaran untuk menanganinya. Proses mediasi dan problem solving bisa jadi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Maka dari itu, seorang HR harus pandai mengelola stress agar ia tetap sabar menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.

Terbuka untuk diskusi

HR perlu menyediakan waktu untuk diskusi panjang lebar untuk menyelesaikan konflik.

Anda harus mendengarkan semua kesaksian dari segala sudut pandang. Dengan begitu, Anda benar-benar memahami situasi, sumber masalah, dan menemukan solusi agar tidak berat sebelah.

Merujuk ke core value perusahaan

Jangan lupakan core value perusahaan. Nilai-nilai yang dimiliki oleh perusahaan berfungsi sebagai pengingat agar semua karyawan merujuk hal tersebut dalam bekerja, termasuk menyelesaikan konflik.

Maka, tim HR perlu mengingatkan manajer dan karyawan untuk bertanggung jawab mengikuti nilai perusahaan.

Penutup

Menyelesaikan konflik merupakan pekerjaan besar. Menjalankan conflict management juga bukan pekerjaan mudah.

Namun, conflict management yang dilakukan dengan benar dapat meningkatkan pembelajaran bagi perusahaan. Tim HR pun berkesempatan untuk belajar menciptakan tempat kerja yang lebih baik di masa mendatang.

Comment