Rotasi Pekerjaan: Manfaat dan Panduan Sukses | | HR NOTE Indonesia

Rotasi Pekerjaan: Manfaat dan Panduan Sukses

Tenaga kerja di Indonesia mulai didominasi oleh Generasi Milenial dan Gen Z. Beberapa studi menyebutkan bahwa dua generasi ini memiliki minat pada pengembangan karier di perusahaan. Ini membuat beberapa HRD perlu memikirkan sebuah program atau strategi yang dapat mendukung perkembangan karier karyawan di perusahaan.

Salah satu strategi yang bisa dicoba adalah dengan Rotasi Pekerjaan. Mengapa? Hal tersebut karena rotasi pekerjaan memiliki beberapa manfaat untuk mengembangkan potensi karyawan. Rotasi pekerjaan terdengar mudah, tapi tidak bisa dilakukan sembarangan, lho.

Simak ulasan berikut untuk mengetahui manfaat dan langkah-langkah efektif dalam menjalankannya!

Apa yang Dimaksud dengan Rotasi Kerja?

Menurut Hasibuan (2009), rotasi kerja adalah perubahan tempat atau jabatan karyawan tetapi masih dalam tingkatan yang sama dalam suatu organisasi yang sama.

Secara sederhana, rotasi kerja adalah strategi di mana pekerjaan karyawan akan ditukar, namun masih dalam perusahaan atau divisi yang sama. Dalam rotasi kerja, karyawan akan diminta mengerjakan tugas baru dalam jangka waktu tertentu sebelum kembali ke tugas/pekerjaan awal.

Melalui strategi rotasi kerja, karyawan akan mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru dengan mengambil tanggung jawab baru. 

Rotasi kerja dimaksudkan untuk meningkatkan fleksibilitas, keterlibatan, keterampilan hingga retensi karyawan.

Ternyata Penting Melakukan Rotasi Pekerjaan Di Organisasi

Dalam dunia organisasi, rotasi pekerjaan dianggap sebagai salah satu langkah penting dalam menjalankan strategi HR. Rotasi pekerjaan adalah tentang menempatkan karyawan di tempat yang tepat, di mana mereka dapat memberikan hasil yang maksimal.

Dalam dunia yang sangat kompetitif saat ini, rotasi kerja dapat dibuktikan sebagai strategi terbaik untuk menemukan karyawan yang paling cocok dan memindahkan mereka untuk mengemban tanggung jawab di tingkat posisi yang lebih tinggi. 

Rotasi pekerjaan membantu manajer SDM menentukan siapa yang dapat diganti oleh siapa dan menciptakan kecocokan yang sesuai dan bermanfaat.

Bisa kita bayangkan efektivitas kelanjutan dari hasil maksimal strategi ini bukan?

7 Manfaat Rotasi Pekerjaan Di Lingkungan Kerja

Seperti sudah disinggung di atas, rotasi pekerjaan dapat berperan sebagai salah satu strategi HR di lingkungan kompetitif. Banyak manfaat yang bisa digali dari program ini. Berikut adalah tujuh manfaat dari rotasi pekerjaan.

1. Menciptakan Keseimbangan dalam Organisasi

Rotasi pekerjaan mampu menciptakan keseimbangan antara tenaga kerja dengan jabatan yang ada dalam organisasi. Hal ini dapat menjamin terbentuknya kondisi organisasi yang stabil (organizational stability). Di masa banyak ketidakpastian seperti saat ini, organisasi yang stabil menjadi tujuan banyak pemimpin.

Ingat, kata kuncinya adalah rotasi pekerjaan menunjukkan pada kita tentang ‘orang yang tepat berada di posisi yang tepat’.

2. Perencanaan Suksesi

Konsep perencanaan suksesi adalah ‘Siapa yang akan menggantikan siapa’. Tujuan dari rotasi kerja ini untuk mengidentifikasi dan mengembangkan karyawan agar dapat ditempatkan di jabatan yang lebih tinggi ketika seseorang senior masuk masa pensiun atau meninggalkan perusahaan atau organisasinya.

Ini akan menghindarkan perusahaan dari ‘salah menempatkan’ pemimpin di masa depan.

3. Menguji Keterampilan dan Kompetensi Karyawan

Menguji dan menganalisis keterampilan atau kompetensi karyawan dan kemudian menugaskan mereka pada pekerjaan yang mereka kuasai adalah salah satu fungsi utama dari proses rotasi pekerjaan. Strategi ini juga bisa membantu perusahaan dalam mengidentifikasi pada divisi atau bagian mana karyawan bisa bekerja secara maksimal.

4. Memberikan Imbalan Terhadap Prestasi Kerja

Suatu job rotation dapat dipergunakan untuk memberikan imbalan sebagai penghargaan kepada tenaga kerja yang berprestasi. Perusahaan bisa memberikan peluang bagi karyawan untuk mengembangkan dirinya dengan mengambil tanggung jawab di divisi lain. Tentu hal ini akan dihargai oleh karyawan dan meningkatkan engagement.

5. Mengurangi Rasa Bosan dan Menghindarkan Kemungkinan Resign Karyawan

Apabila seorang tenaga kerja terus menerus dari tahun ke tahun memegang jabatan yang sama, maka akan menimbulkan kebosanan dan kejenuhan yang akibatnya dapat menurunkan gairah serta semangat kerjanya. 

Rotasi Pekerjaan dapat mengurangi rasa bosan karyawan, karena karyawan diberikan tanggung jawab dan pengalaman yang baru. Alasan resign untuk mencari pengalaman baru pun bisa dihindarkan.

6. Menambah Pengetahuan Karyawan terhadap Perusahaan

Memperluas dan menambah pengetahuan, merupakan kebutuhan dari karyawan. Rotasi pekerjaan dapat menambah pengetahuan karyawan akan perusahaan. Dengan begitu, ia dapat memahami bagaimana pekerjaan yang ada di divisi tertentu di dalam perusahaan. 

Ini akan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memahami cara kerja organisasi dan berbagai masalah yang mungkin muncul pada saat bekerja.

Tentunya, pengetahuan ini dapat bermanfaat bagi karyawan ketika ia menerima tanggung jawab yang lebih besar atau ketika mendapatkan promosi jabatan.

7. Memotivasi Karyawan untuk Menghadapi Tantangan Baru

Ketika karyawan dihadapkan pada pekerjaan yang berbeda atau diberi tugas baru, mereka mencoba memberikan yang terbaik untuk secara efektif menghadapi tantangan yang menghampiri mereka. 

Rotasi kerja dapat mendorong karyawan untuk tampil lebih baik di setiap tahap. Maka hal ini akan menimbulkan persaingan yang sehat dalam organisasi di mana setiap orang ingin selalu bekerja lebih baik.

3 Kekurangan Praktik Rotasi Pekerjaan

Di balik segudang manfaat dan kepentingannya, mempraktikkan rotasi pekerjaan tidak dapat menyelesaikan semua permasalahan suksesi atau pengembangan karyawan. Bahkan, tanpa strategi yang pas, malah bisa memberikan kerugian bagi organisasi.

Berikut beberapa contoh kekurangan praktik rotasi pekerjaan:

1. Belum Tentu Dapat Mengatasi Masalah

Mari ambil contoh, Anda menggunakan rotasi pekerjaan sebagai cara untuk meningkatkan employee engagement. Bisa jadi cara tersebut bukanlah solusi yang tepat untuk dilakukan, jika Anda tidak bisa memastikan karyawan benar-benar menginginkan rotasi ini atau tidak. 

Sehingga, tergantung pada cara kebutuhan dan tujuan organisasi juga cara eksekusinya, rotasi pekerjaan bisa memberikan dampak yang diinginkan.

2. Menurunnya Produktivitas Kerja

Dengan memindahkan karyawan dari posisi dan tanggung jawab yang berbeda dari yang biasanya mereka lakukan, maka potensi menurunnya produktivitas kerja dapat terjadi. Apalagi ketika karyawan tidak mampu beradaptasi cepat dengan posisi barunya. Sehingga manajemen perlu memberikan pelatihan atau program orientasi yang cukup.

3. Membutuhkan Biaya dan Waktu

Penerapan rotasi pekerjaan tentunya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Karena dibutuhkan proses yang panjang seperti proses pelatihan, pembelajaran hingga penyesuaian ritme kerja bagi karyawan.

Rotasi kerja juga bisa menimbulkan biaya besar jika harus mengundang mentor/trainer/coach selama masa rotasi. Sehinggai perusahaan harus memikirkan matang-matang ROI dari program ini.

Gambaran Besar Praktik sebuah Rotasi Pekerjaan

Rotasi pekerjaan umumnya dijalankan dengan memindahkan/memutasikan seorang karyawan dari divisi lamanya ke divisi lain di satu perusahaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Pada praktik ini, biasanya karyawan tersebut tidak menjalankan posisi yang berbeda dengan level sebelumnya. Sebagai contoh, jika level sebelumnya adalah staff, maka ia akan tetap berstatus staff di divisi barunya.

Contoh Rotasi Pekerjaan
Bu Anisa pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama awalnya bekerja sebagai staff di seksi Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Kemudian, Bu Anisa mengalami rotasi pekerjaan menjadi staf seksi Pajak Pertambahan Nilai di kantor yang sama selama enam bulan. Setelah enam bulan berakhir, Bu Anisa kembali bekerja sebagai staff seksi Pajak Penghasilan Orang Pribadi.

5 Panduan Rotasi Pekerjaan yang Ideal bagi Perusahaan

Meskipun dari deskripsi sebelumnya rotasi pekerjaan terdengar simple dan mudah, kenyataannya tidak seperti itu.

Rotasi pekerjaan bukan merupakan ritual sekali selesai. Rotasi pekerjaan bisa dikategorikan sebagai budaya perusahaan. Artinya, harus ada standar yang membawahinya agar tercipta lingkungan rotasi pekerjaan yang baik.

Berikut adalah lima panduan menjalankan rotasi pekerjaan yang ideal.

1. Tujuan Rotasi Pekerjaan harus Jelas dan Didefinisikan dengan Baik

Anda perlu mencari tahu apakah karyawan benar-benar akan mendapatkan keuntungan dari strategi ini atau apakah ini hanya proses yang harus diikuti tanpa arah? 

Rotasi pekerjaan harus menguntungkan karyawan pada akhirnya. Seharusnya memindahkan karyawan ke departemen baru tidak hanya karena dia bosan dengan pekerjaan rutinnya.

Tujuan yang jelas dari awal dan didefinisikan dengan baik akan membantu karyawan mengerti apa yang akan ia dapat di akhir program rotasi. Dengan begitu, investasi yang dikeluarkan perusahaan pun tidak akan jadi sia-sia.

2. Beri Arahan kepada Karyawan Sebelum Rotasi Dijalankan

Meskipun tujuan sudah jelas, jika karyawan tidak diberi arahan yang jelas tentang bagaimana prosedur rotasi yang akan ia laksanakan, baik perusahaan maupun karyawan mungkin tidak akan mendapat hasil yang maksimal.

Sebelum rotasi dimulai, ada baiknya karyawan diberikan briefing intensif mengenai apa yang harus mereka siapkan, informasi mengenai skill/kompetensi apa yang perlu mereka capai, materi yang dibutuhkan selama rotasi, dan sebagainya.

3. Karyawan Harus Menilai Apakah Rotasi Pekerjaan akan Mencapai Tujuannya

Seperti disebutkan sebelumnya, rotasi kerja memberikan manfaat baik bagi perusahaan maupun bagi karyawan. Bagi karyawan, rotasi kerja akan berguna untuk merajut benang kariernya. Sehingga penting untuk mendapatkan perspektif dari karyawan tentang sejauh apa rotasi akan membantu mereka dalam berkarier.

Tujuan dari rotasi pekerjaan harus terukur. Tujuan ini yang akan membantu karyawan untuk melihat bahwa atasan mereka peduli dengan pengembangan pribadi, serta jejak profesional mereka. 

4. Pantau dengan Cermat Kinerja setiap Karyawan

Bagilah karyawan dalam kelompok dan tetapkan seorang mentor yang benar-benar dapat membimbing dan membantu mereka di setiap langkah. Koreksi mereka setiap kali Anda merasa mereka salah dan menyimpang dari tujuan rotasi pekerjaan yang sebenarnya.

Jangan lupa evaluasi rutin untuk melihat ada tidaknya perbaikan yang harus dilakukan.

5. Berilah Feedback dalam Prosesnya

Berilah karyawan masukan di setiap langkahnya agar mereka dapat terus mengembangan diri. Jangan pernah lupa untuk menanyakan pengalaman mereka juga. Apa tujuan rotasi pekerjaan jika karyawan tidak menikmatinya? 

Karena rotasi pekerjaan seharusnya tidak menjadi suatu keharusan tetapi menjadi pilihan bagi karyawan. Percayalah, jika Anda memaksa mereka untuk dirotasi, mereka juga tidak akan memahami pentingnya atau menganggapnya serius. 

Biarkan mereka menyadari pentingnya program ini dan rela mengambil inisiatif sendiri.

Simpulan

Sehingga dapat kita simpulkan, bahwa rotasi kerja adalah strategi di mana pekerjaan karyawan akan ditukar, namun masih dalam perusahaan atau divisi yang sama. Rotasi kerja ini sangat terkait dengan perencanaan suksesi, pengembangan karyawan dan pengembangan perusahaan secara umum. Strategi ini dapat memiliki banyak sekali manfaat bagi perusahaan, asalkan Anda tahu bagaimana cara mempraktikkan rotasi pekerjaan ini dengan tepat.

Comment