Leadership Adalah Seni Mencetak Pemimpin Tangguh, Ini 6 Kualifikasinya | | HR NOTE Indonesia

Leadership Adalah Seni Mencetak Pemimpin Tangguh, Ini 6 Kualifikasinya

Mengembangkan leadership yang tangguh tak bisa dilakukan dalam semalam. Hal tersebut memerlukan kerendahan hati, kontrol diri, emotional intelligence (EQ), dan lainnya.

Di lingkungan kerja, HR dan pimpinan dapat memberikan peluang kepada manajer, supervisor, hingga karyawan untuk mengembangkan leadership. Keterampilan ini tak hanya mencetak seorang pemimpin tangguh di masa mendatang, juga menghasilkan individu yang percaya diri serta bertanggung jawab.

Leadership Adalah Seni

Iris Laby, konsultan manajemen sekaligus penulis Untitled: Art & Leadership mengatakan leadership adalah seni.

Leader seperti seniman, yaitu ia memiliki kepribadian unik, nilai, dan visi. Sedangkan leadership adalah kemampuan untuk membangkitkan energi kreatif, memberikan inspirasi, sekaligus memiliki pemikiran out of the box.

Dengan demikian, memiliki strategi untuk mengarahkan para karyawan maupun rekan kerja dalam memenuhi tujuan perusahaan wajib dimiliki oleh sang pemimpin. Untuk lebih detail mengenai definisi dan bagaimana leadership bekerja, berikut penjelasannya.

Definisi Leadership

Leadership adalah kemampuan manajemen perusahaan untuk menetapkan dan mencapai tujuan, mengambil tindakan cepat dan tegas saat diperlukan, mampu mengungguli persaingan, serta menginspirasi orang lain untuk tampil di level tertinggi yang mereka bisa.

Individu dengan keterampilan leadership yang tangguh akan menduduki posisi eksekutif seperti chief executive officer (CEO), chief operating officer (COO), chief financial officer (CFO), presiden, hingga ketua.

Untuk memiliki leadership yang tangguh, seseorang membutuhkan keterampilan lain, yakni:

  • Memotivasi dan membujuk orang lain untuk menyelaraskan tujuan.
  • berkomunikasi dengan jelas.
  • Berpikir jangka panjang dan strategis.
  • Membangun kesuksesan bersama tim.
  • Memahami pelanggan.
  • Memiliki otoritas.

Bagaimana Leadership Bekerja?

Leadership bukan tentang memerintah anggota untuk melakukan ini itu. Bukan pula hanya melihat hasil anggota tim. Namun leadership bekerja saat sang leader memiliki karakter, peduli dengan anggotanya, dan berorientasi pada kesuksesan.

Karakter 

Leadership bekerja dengan baik bila leader memiliki karakter kuat, yaitu mengedepankan kejujuran, integritas, kepercayaan, dan etika.

Peduli dengan anggota

Leadership akan bekerja saat pemimpin peduli dengan anggota timnya, baik secara personal maupun pekerjaan. Secara personal, leader mendukung kesejahteraan tim, mendengarkan dan menanggapi saran hingga keluh kesah anggota, dan berempati kepada mereka.

Dalam pekerjaan, ia dapat bekerja sama dengan semua anggota, mampu mengomunikasikan tujuan perusahaan, menghargai saran dan mengakui keberhasilan anggota, serta menentukan solusi atas masalah. Pada akhirnya, leader dan tim berhasil mencapai tujuan perusahaan dengan cara efisien dan efektif.

Berorientasi pada kesuksesan

Perusahaan akan sukses jika leader dapat melihat masa depan perusahaan. Selanjutnya ia akan merencanakan langkah-langkah kesuksesan, seperti memvisualisasikan apa yang mungkin terjadi, mengikuti tren di industri, dan mengambil risiko untuk mengembangkan bisnis.

Mengapa Leadership Diperlukan dalam Perusahaan?

Perusahaan hanya membutuhkan leader, tetapi juga leadership. Mengapa? Karena leadership yang baik dapat menembus semua tingkat perusahaan.

Ketika perusahaan yang ingin menghasilkan produk atau jasa yang sukses, pemimpin dengan keterampilan leadership mumpuni akan berkomunikasi dengan jelas untuk memastikan kelancaran fungsi tim. Ia bisa memotivasi semua anggota untuk bekerja secara optimal sekaligus memenuhi target.

Tentu, untuk memenuhinya, pemimpin dituntut bersikap positif kepada anggotanya. Seperti menghargai saran dan mengakui kontribusi pekerjaan mereka. Ia juga tak segan mendorong anggotanya untuk mengasah keterampilan leadership, agar mereka memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan masing-masing. Sebaliknya, para anggota pun bersedia bekerjasama dengan leader.

Manfaat Leadership Dalam Perusahaan

Leadership bukan untuk pimpinan saja. Semua orang di perusahaan perlu memiliki keterampilan ini. Karena leadership bermanfaat dalam:

Menerapkan nilai

Sebagian besar perusahaan memiliki nilai, visi, dan misi di mana mereka ingin berada di barisan depan. Terkadang hal tersebut hilang dalam aktivitas sehari-hari. Maka leader akan mengingatkan para karyawannya untuk menerapkan nilai, visi, dan misi saat bekerja.

Meningkatkan motivasi

Perusahaan tak ada artinya bila tak memiliki karyawan. Dengan leadership yang tangguh, perusahaan akan memotivasi karyawan dalam bentuk materi (gaji, tunjangan, bonus) maupun penghargaan yang menguntungkan semua karyawan.

Perusahaan yang menghargai kerja keras karyawannya akan menghasilkan karyawan yang bahagia. Mereka juga bersemangat dalam bekerja, sehingga produktivitas meningkat dan memenuhi tujuan perusahaan.

Komunikasi efektif

Komunikasi adalah kunci. Ketika leader tidak bisa berkomunikasi, sulit bagi tim untuk menjalankan fungsinya.

Seseorang dengan leadership yang tangguh dapat berkomunikasi secara efektif kepada tim. Mulai dari mendorong anggotanya berbagi informasi dan menetapkan kebijakan gar tim mengetahui perkembangan baru perusahaan. Hal ini memudahkan leader untuk mengelola konflik.

Bagaimana Menumbuhkan Keterampilan Leadership di Perusahaan?

Menumbuhkan keterampilan leadership tak bisa dilakukan dengan membaca buku tentang kepemimpinan. Tidak pula ditempuh dengan mengikuti satu kali pelatihan leadership.

Menumbuhkan leadership memerlukan waktu. Terlebih jika leader ingin semua anggotanya memiliki keterampilan ini. Namun, perusahaan harus memahami karyawan. Jangan mendefinisikan leadership dengan kaku, misal wajib menguasai semua keterampilan leadership ala Tony Robbins.

Sebaliknya, perusahaan perlu memahami bahwa upaya yang dilakukan dengan baik oleh karyawan adalah cara mereka memimpin. Dengan kata lain, mereka memiliki cara kerja berbeda. Namun itu yang menjadi kekuatan merek dan perusahaan dapat memanfaatkannya agar lebih berdampak pada organisasi. Yang tak kalah penting, HR dapat mendorong leader untuk menjadi role model untuk timnya.

6 Kualifikasi Untuk Leadership yang Tangguh

Organisasi membutuhkan seseorang dengan keterampilan leadership yang tangguh. Tujuannya agar ia cepat beradaptasi serta sigap merespon perubahan, termasuk pandemi covid-19.

Menurut Horacio Barbeito, President dan CEO Walmart Canada, kualifikasi leadership yang tangguh membutuhkan emotional intelligence (EQ), self-awareness, dan humility. Sedangkan Brent Gleeson, pendiri dan CEO TakingPoint Leadership, menyoroti bahwa leadership yang tangguh datang dari pemimpin yang tangguh pula.

1. EQ

Barbeito mengatakan seseorang membutuhkan EQ yang sangat tinggi, bahkan melebihi angka IQ. Pasalnya, EQ berkaitan dengan kemampuan mendengarkan yang sangat penting para leader. Leader perlu mendengarkan anggota timnya, sehingga ia dapat mengambil tindakan dan menunjukkan bahwa ia peduli dengan memberikan umpan balik.

2. Self-awareness

Kesadaran diri (self-awareness) menciptakan leadership yang tangguh. Barbeito menjelaskan pemimpin harus memiliki self-awareness. Ia tak bisa melakukan pekerjaan seorang diri. Ia membutuhkan talenta terbaik di sebelahnya.

Selanjutnya, leader harus menentukan siapa saja yang sesuai memajukan perusahan, termasuk menyiapkan leader berikutnya. Untuk mempermudah proses tersebut, ia dapat merencanakan perjalanan kariernya, merancang strategi bisnis, menentukan talenta yang diinginkan oleh perusahaan, dan dampak yang ingin diberikan kepada perusahaan maupun pelanggan.

3. Humility

Kerendahan hati (humility) menjadi efektif dalam leadership. Barbeito mengatakan pemimpin yang memiliki humility akan mendengar umpan balik dari anggotanya dan tidak bereaksi secara defensif.

Dengan kata lain, leader mampu mengesampingkan ego pribadi dan memberikan kesempatan anggota tim melontarkan ide-ide mereka, termasuk menghargai kinerja mereka. Dampak dari hal itu adalah perusahaan memaksimalkan keterlibatan tim.

4. Fokus dan disiplin

Gleeson menuturkan, leadership tangguh harus menerapkan fokus dan disiplin. Keduanya bisa mengurangi stress kerja serta mampu menyelesaikan pekerjaan secara efektif.

5. Terus belajar

Jangan pernah lelah untuk belajar. Belajar dari buku, mendengarkan podcast, belajar ilmu baru, mendapatkan perspektif baru, dan tak ragu untuk menerapkan ilmu baru dalam pekerjaan. Leader seperti itu akan menjadi role model untuk timnya.

6. Work-life balance

Terkadang tuntutan dan minat berubah seiring waktu. Pada titik tertentu, hidup seseorang tidak seimbang. Leadership yang tangguh harus memiliki work-life balance.

Berdasarkan Gleeson, leader perlu memprioritaskan satu bagian dari hidupnya, sehingga ia bisa fokus dan lebih menghargai apa yang telah ia capai.

Tantangan Dalam Leadership

Setiap hal memiliki tantangan untuk diatasi, tak terkecuali leadership. Tantangan leadership ini bisa terjadi pada leader maupun karyawan. 

Masalah komunikasi

Tantangan leadership yang sering terjadi di kantor adalah komunikasi yang buruk antara anggota tim, manajer, dan pemimpin tertinggi. Oleh sebab itu, leader dapat mengatasi masalah ini dengan berkomunikasi terbuka dengan para anggota.

Jika masalah terjadi antara manajer dan timnya, pimpinan dapat membantunya dengan mendengarkan kedua belah pihak dan mengajak mereka bicara jujur agar masalah dapat diselesaikan.

Terlalu banyak tekanan

Seorang leader kerap menghadapi banyak tekanan pekerjaan, dari mengawasi proyek, tugas kerja, hingga memenuhi deadline yang cepat. Agar leadership berjalan lancar, leader dapat mendelegasikan tugasnya ke anggotanya dan menjalankan work-life balance.

Tak ada kesempatan

Tantangan lain dalam leadership adalah tak ada kesempatan bagi karyawan untuk tumbuh. Padahal kesempatan karyawan untuk berkembang dan tumbuh sangatlah penting, karena membuatnya untuk terlibat dalam perannya di organisasi, sehingga ia mereka dihargai.

Namun leader dapat memberikan peluang kepada karyawan untuk berkembang dengan pelatihan, workshop, atau short course sesuai minatnya.

Terlalu banyak aturan

Aturan diperlukan untuk membuat sistem organisasi berjalan lancar. Meski demikian terlalu banyak aturan membatasi kreativitas anggota tim dan membuat mereka tak percaya diri. Dalam hal ini, leader perlu memberikan kebebasan ke mereka untuk menyelesaikan tugas atau proyek.

Penutup

Leadership yang tangguh seperti otot. Jika ingin memiliki otot kuat, Anda perlu perencanaan solid, berlatih konsisten, membutuhkan umpan balik, mengoreksi diri, bertanggung jawab, dan terus belajar.

Terkadang Anda menghadapi kegagalan. Hal itu wajar, tetapi bangkit dan memperbaiki diri lebih penting dibanding menyalahkan orang lain.

Comment