Kompensasi & Benefit: Pengertian, Bentuk, dan Jenis pada Perusahaan | | HR NOTE Indonesia

Kompensasi & Benefit: Pengertian, Bentuk, dan Jenis pada Perusahaan

Bagi para pelamar kerja, mungkin kompensasi dan benefit adalah beberapa faktor yang membuat para kandidat melamar sebuah pekerjaan.

Secara sederhana, kompensasi dan benefit adalah sebuah imbalan atau timbal balik dari perusahaan kepada karyawan.

Ada beberapa jenis kompensasi dan benefit serta faktor-faktor apa yang dijadikan patokan besarannya. Semua itu akan diulas pada penjelasan berikut ini.

Pengertian Kompensasi

Lalu apa itu kompensasi? Kompensasi adalah sebuah imbalan yang diberikan kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi. Elemen ini cukup penting untuk karyawan karena dapat merepresentasikan kualitas kinerjanya.

Selain itu, kompensasi juga bisa menentukan seberapa besar motivasi karyawan, apakah dengan pemberian kompensasi akan meningkatkan performa atau justru membuat menurun.

Tujuan Kompensasi

Pada umumnya, kompensasi digunakan sebagai senjata untuk meningkatkan motivasi dan loyalitas para karyawannya. Akan tetapi, masih ada beberapa hal yang merupakan tujuan kompensasi.

Pertama, Anda dapat memperoleh karyawan berkompeten dengan memberikan jumlah kompensasi yang tepat. Kedua, kompensasi akan membantu mengendalikan biaya pada proses perekrutan karena dapat mempertahankan karyawan dalam waktu lama.

Bentuk-Bentuk Kompensasi

Gaji dan Upah

Bentuk kompensasi yang paling utama adalah gaji atau upah. Kinerja karyawan dalam kurun waktu tertentu akan dibayar secara langsung dalam bentuk uang. Besaran ini akan disesuaikan secara berkala tergantung dari kualitas kinerja karyawan tersebut.

Pada umumnya upah akan dibayarkan kepada pekerja harian sesuai dengan perjanjian, sedangkan gaji dibayarkan secara periodik seperti mingguan, bulanan, atau tahunan.

Insentif

Selain gaji atau upah, bentuk lain dari kompensasi adalah insentif. Insentif adalah tambahan kompensasi di luar gaji atau upah. Biasanya insentif ini didapatkan dari keuntungan yang didapatkan perusahaan untuk dibagikan kepada para pekerja.

Tidak jarang insentif digunakan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Semakin produktif mereka, maka semakin besar keuntungan yang didapat perusahaan.

Fasilitas

Yang terakhir adalah fasilitas. Fasilitas adalah bentuk kompensasi yang diterima karyawan di dalam lingkungan kerja. Sebagai contoh, pihak perusahaan akan memberikan fasilitas seperti kantor yang nyaman, komputer, atau kendaraan untuk memudahkan proses mobilisasi.

Fasilitas yang diberikan berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain tergantung kebijakan.

Jenis-Jenis Kompensasi

Kompensasi finansial langsung

Kompensasi finansial langsung adalah kompensasi berupa materi yang diberikan secara langsung. Beberapa contohnya antara lain gaji pokok, upah pokok, insentif, bayaran prestasi, atau bayaran tertangguh.

Kompensasi finansial tidak langsung

Berbeda dengan jenis sebelumnya, kompensasi finansial tidak langsung adalah kompensasi yang diberikan kepada karyawan, namun tidak langsung berbentuk uang meskipun tetap dibayar oleh perusahaan.

Beberapa contohnya antara lain program pensiun, asuransi kesehatan, fasilitas kantor, dan berbagai bentuk cuti.

kompensasi non finansial

Jenis kompensasi yang terakhir adalah kompensasi non finansial. Kompensasi ini tidak berkaitan dengan dana yang harus dikeluarkan oleh pihak perusahaan, akan tetapi lebih ke arah ranah psikologi.

Beberapa contoh kompensasi non finansial adalah budaya perusahaan, suasana kerja, dan tugas pekerjaan. Kompensasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

Pengertian Benefit

Setelah mengetahui tentang kompensasi, hal berikutnya yang perlu dipahami adalah benefit. Benefit merupakan pemberian tambahan dari perusahaan kepada para karyawan di luar dari kompensasi.

Biasanya benefit bersifat non tunai dan bertujuan untuk menunjang kesejahteraan karyawan. Artinya, benefit bisa berbentuk kompensasi finansial tidak langsung maupun kompensasi non finansial.

Untuk saat ini, belum ada peraturan spesifik yang tertulis di dalam undang-undang. Karena itu, manajemen perusahaan ditantang untuk membuat program benefit semenarik mungkin.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penghargaan yang layak kepada para karyawan sehingga mereka bisa loyal dan meningkatkan produktivitas kerja.

Bentuk-Bentuk Benefit

BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan

Hampir semua perusahaan diwajibkan untuk mendaftarkan para karyawan ke program jaminan kesehatan dari pemerintah dan dana pensiun seperti BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. Jika hal ini tidak dilakukan, maka perusahaan tersebut dapat terkena sanksi berupa teguran atau denda.

Oleh karena itu, jika Anda merupakan pemimpin perusahaan pastikan fasilitas ini diberikan kepada karyawan.

Asuransi Kesehatan

Tidak sedikit perusahaan yang masih memberikan tambahan asuransi kesehatan di luar BPJS kesehatan. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan. Selain mendapatkan kelas rawat inap yang lebih baik, mereka juga tidak harus mengantre terlalu panjang.

Akan tetapi, manajemen tidak boleh asal memilih asuransi swasta. Pastikan perusahaan asuransi tersebut bisa dipercaya dan memiliki track record yang baik.

Dana pensiun

Dana pensiun ini tidak sama dengan jaminan hari tua pada BPJS ketenagakerjaan. Dana pensiun diterbitkan oleh DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Satu hal yang cukup disayangkan adalah saat ini sudah sedikit perusahaan yang memberikan dana pensiun ini mengingat sudah adanya jaminan hari tua BPJS.

Upah Lembur

Bentuk benefit yang satu ini sudah diatur di dalam undang-undang. Pada UU Ketenagakerjaan No.13, disebutkan bahwa perusahaan yang mempekerjakan karyawan dengan waktu melebihi jam kerja normal, maka perusahaan wajib memberikan upah lembur.

Meski begitu, ada beberapa faktor yang bisa memungkinkan perusahaan tidak wajib membayarnya.

Tunjangan hari raya

Hal yang satu ini memang sudah cukup populer dan hampir diterapkan oleh semua perusahaan. Tunjangan hari raya diberikan kepada karyawan setiap menjelang hari raya agama masing-masing.

Mengenai jumlahnya, ada perusahaan yang memberikan dengan besaran gaji satu bulan, namun ada juga yang memberikan kurang atau lebih dari nominal tersebut.

Faktor Penentu Besarnya Benefit

Pengalaman dan tanggungan karyawan

Faktor pertama yang akan menentukan besarnya benefit yang didapatkan adalah pengalaman dan tanggungan karyawan. Tentu saja karyawan yang memiliki pengalaman lebih banyak akan mendapatkan apresiasi yang lebih besar pula.

Begitu juga dengan tanggungan. Tanggungan ini bisa berarti tanggungan keluarga maupun tanggungan pekerjaan.

Kemampuan perusahaan

Setiap perusahaan pasti memiliki tingkat kemampuan masing-masing untuk memberikan benefit kepada para karyawan. Apabila perusahaan sedang dalam tren positif dan memiliki profit besar, maka biasanya jumlah benefit yang diberikan juga akan semakin besar.

Begitu juga dengan sebaliknya. Bahkan, jika perusahaan sedang berada di masa-masa sulit benefit kemungkinan tidak akan diberikan.

Produktivitas kerja karyawan

Sebuah perusahaan akan memberikan benefit kepada karyawan yang memiliki produktivitas tinggi. Hal ini bertujuan untuk menjaga semangat dan motivasi karyawan.

Selain itu, adanya ketimpangan berupa gaji yang sama meskipun produktivitasnya berbeda akan membuat para karyawan merasa tidak mendapatkan perlakuan yang adil.

Jabatan karyawan

Posisi jabatan juga turut mempengaruhi besaran benefit perusahaan. Semakin tinggi jabatan seseorang maka akan semakin besar benefit yang didapatkan.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan lengkap mengenai pengertian serta jenis kompensasi dan benefit pada perusahaan. Pada intinya, kedua hal ini sama-sama bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada karyawan yang telah bekerja di perusahaan tersebut, sedangkan mengenai jumlahnya tergantung dari kemampuan dan kebijakan masing-masing.

Comment