Indikator Produktivitas Kerja dan Cara Mengukurnya | | HR NOTE Indonesia

Indikator Produktivitas Kerja dan Cara Mengukurnya

Produktivitas kerja tak hanya mengerjakan tugas sebanyak-banyak secara efisien serta sejalan dengan perusahaan.

Seorang karyawan dikatakan produktif apabila ia sudah memenuhi etika, konsep, dan efisiensi. Sedangkan, faktor produktivitas kerja adalah input dan output.

Jika produktivitas kerja sudah diterapkan, lalu apa indikatornya? Bagaimana pula cara mengukurnya?

Tenang, pada artikel ini akan dijelaskan indikator produktivitas kerja dan cara mengukurnya. Mari simak pembahasan berikut!

Indikator Produktivitas Kerja

Job Enrichment

Produktivitas kerja merupakan hal penting untuk meningkatkan suatu perusahaan, bidang usaha, atau kelompok sosial. Walaupun terbilang produktif, tetapi setiap karyawan pasti memiliki cara kerja berbeda.

Bagaimana mengukur produktivitas kerja? Sebelum mengukur, harus ada data-data yang mengindikasikan produktivitas kerja tersebut, sehingga dapat diukur sebagai dasar perhitungan.

Apa saja indikatornya?

Kuantitas dan Kualitas Kerja

Kuantitas artinya seberapa banyak jumlah yang dihasilkan.

Kuantitas kerja adalah jumlah atau hasil yang sudah diselesaikan karyawan dengan periode tertentu yang ditetapkan oleh perusahaan dan dapat dijadikan sebagai standar ukur yang akurat.

Sedangkan kualitas kerja merupakan tercapai tidaknya suatu standar mutu produk yang berkaitan dengan indikator keberhasilan produk yang dihasilkan oleh karyawan.

Ketepatan Waktu

Ketepatan waktu berkaitan dengan sejauh mana karyawan mampu menyelesaikan pekerjaan guna mengoptimalkan waktu yang diberikan secara efektif.

Karyawan yang berhasil mengoptimalkan ketepatan waktu dalam bekerja, maka ia dapat melakukan aktivitas lain terkait pekerjaannya, sehingga akan berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan.

Akselerasi dan kecepatan penyelesaian tugas yang tepat dari seorang karyawan. Menggunakan waktu secara efisien adalah hal yang penting.

Pengembangan Diri

Ini bisa terlihat dari sosok karyawan yang senantiasa megembangkan diri untuk meningkatkan kemampuan kerjanya. Mereka cenderung semangat dan kerap terlihat sering melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan skill-nya.

Komitmen

Indikator produktivitas kerja yang terkahir yaitu komitmen. Karyawan yang memiliki rasa komitmen tinggi cenderung akan mempunyai motivasi kerja yang tinggi, sehingga karyawan tersebut secara otomatis akan bertanggung jawab terhadap tugas pekerjaannya.

Cara Mengukur Produktivitas Kerja

kepuasan kerja

Dari mana kita tahu produktivitas kerja karyawan kita sedang rendah? Dari mana pula kita tahu bahwa produktivitas kita sedang baik-baik saja?

Secara fundamental, ada dua standar utama untuk mengukur produktivitas, yaitu produktivitas fisik dan produktivitas nilai.

Secara fisik produktivitas diukur secara kuantitatif, sedangkan secara nilai produktivitas diukur atas dasar kemampuan dan sikap perilaku dalam menyelesaikan pekerjaan.

Berikut cara yang dapat dilakukan untuk mengukur produktivitas kerja.

Berkonsentrasi pada keuntungan

Salah satu cara Anda dapat mengukur produktivitas adalah dengan memantau tingkat keuntungan atas penjualan.

Misalnya, secara sederhana, jika satu tahun perusahaan mendapat untung satu miliar dan tahun berikutnya mendapat untung dua miliar, maka kita dapat melihat adanya indikasi keuntungan yang diperoleh. Meskipun perlu melakukan analisa lebih lanjut terkait kinerja karyawan dan perusahaan.

Menyelesaikan pekerjaan

Pendekatan lain adalah berkonsentrasi pada berapa banyak tugas yang diselesaikan oleh karyawan.

Dalam metode pengukuran produktivitas ini, sering kali ditemukan pihak manajemen kurang memperhatikan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. Sebaliknya, mereka fokus untuk menyelesaikan produk akhir.

Manajemen waktu

Perusahaan dapat menggunakan bantuan piranti lunak dalam memantau waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan suatu produk. Mulai dari membuat hingga menjualnya, sehingga waktu kerja yang digunakan oleh karyawan lebih efektif.

Penggunaan piranti lunak dapat memantau sejauh mana proges yang dimiliki oleh setiap karyawan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.

Pelaporan longitudinal 

Manfaat terbesar untuk mengukur produktivitas kerja karyawan adalah pelaporan longitudinal, di mana HRD dapat menghitung produktivitas kerja karyawan selama periode tertentu.

Hal itu memungkinkan HRD mengidentifikasi pola dan kebijakan yang dapat memengaruhi cara perusahaan mengelola karyawan dan/atau mempekerjakan dan memberhentikan karyawan.

Mengukur efisiensi dan produktivitas kerja dalam jangka panjang juga dapat membantu HRD untuk memutuskan siapa yang harus menerima promosi atau bonus.

Selain itu, jenis pengukuran ini dapat berperan memprediksi seberapa banyak tugas atau produk yang diselesaikan dalam kurun waktu tententu sesuai yang ditargetkan oleh manajemen.

Perbandingan dan Target

Target dan standar perusahaan dapat sewaktu-waktu berubah, tergantung dari jenis industri dan kebutuhan pasar. Namun, beberapa jenis pekerjaan sudah memiliki standar atau indikator yang ditetapkan.

Misalnya, perwakilan layanan konsumen memiliki standar dalam penetapan durasi panggilan produktif yang biasa dilakukan oleh atau ke konsumen. Meski demikian, banyak perusahaan harus menetapkan standar sendiri.

Keuntungan Menjaga Produktivitas Kerja Karyawan

Produktivitas kerja karyawan jelas berdampak positif bagi perkembangan bisnis perusahan secara menyeluruh.

Semakin produktif karyawan dalam bekerja, semakin banyak pekerjaan yang mereka selesaikan, dan semakin banyak manfaat yang akan Anda lihat.

Berikut beberapa manfaat dan keuntungan dari produktivitas kerja karyawan antara lain:

#1 Meningkatkan keuntungan

Jika tenaga kerja Anda produktif dan berdedikasi pada pekerjaan mereka, kualitas dan kuantitas pekerjaan mereka akan meningkat. Ini berarti hasil yang lebih besar dan Anda akan mencapai tujuan Anda sebagai hasilnya.

#2 Meningkatkan kepuasan pelanggan

Jika karyawan produktif, kualitas pekerjaan serta waktu yang mereka habiskan untuk menyelesaikannya akan meningkat secara dramatis. Ini kemudian akan mengarah pada layanan pelanggan yang lebih besar.

Misalnya, jika Anda bekerja di toko dan karyawan sedang produktif, stok akan segera terisi kembali dan tersedia untuk pelanggan Anda. Perusahaan pun mendapatkan hati konsumen dan mereka membeli produk perusahaan.

#3 Menurunkan biaya operasional

Kita semua tahu pepatah terkenal ‘waktu adalah uang’, tetapi apa artinya sebenarnya?

Nah, jika karyawan menyelesaikan pekerjaan mereka dalam waktu yang tepat, berarti mereka memiliki lebih banyak waktu untuk dihabiskan untuk tugas-tugas lain. Ini meningkatkan output dan menghemat biaya operasional perusahaan.

#4 Mempercepat pertumbuhan perusahaan

Produktivitas kerja karyawan sebanding dengan pertumbuhan perusahaan.

Ketika karyawan produktif, pendapatan perusahaa akan meningkat. Pada gilirannya, perusahaan akan membagikan insentif kepada karyawan.

Sebaliknya, jika perusahaan enggan memberikan pernghargaan kepada karyawan berprestasi, kemungkinan besar motivasi karyawan akan turun. Tentunya, hal itu berimbas pada produktivas perusahaan.

Namun, bila sebuah perusahaan memperhatikan dan memberikan bonus atas produktivitas karyawan, mereka akan memiliki motivasi lebih untuk menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan target perusahaan.

Selain itu, peningkatan pendapatan ini dapat mengakibatkan perusahaan tumbuh dan menghasilkan lebih banyak karyawan.

#5 Manfaat untuk anggota tim lainnya

Seorang karyawan yang sangat produktif, terutama yang dihargai atas kerja kerasnya, dapat memotivasi karyawan lain, sehingga akan berdampak terhadap suasana kerja yang kompetitif dan sehat di dalam perusahaan.

Penutup

HRD harus memiliki indikator tersendiri dalam menentukan dan menilai sebuah produktivitas kerja yang dimiliki oleh seorang karyawan. Karena apabila dilakukan tanpa standar atau indikator yang jelas, maka penilaian produktivitas kerja karyawan akan tidak objektif.

Hal ini untuk menghindari bentuk kesalahan yang dapat berakibat terhadap produktivitas bisnis perusahaan.

Comment