4 Cara Kreatif Kelola Motivasi & Produktivitas Kerja

Pandemi Covid-19 memang telah membuat banyak sekali perubahan pada dinamika kehidupan manusia, khususnya pada aktivitas ekonomi dan pencarian nafkah. Pada April 2020 lalu, Kemenaker mengeluarkan pernyataan bahwa berdasarkan laporan yang masuk hingga saat itu, jumlah orang yang diberhentikan kerja mencapai lebih kurang 1.500.156 orang. Meskipun masih banyak juga yang masih beruntung dan dipekerjakan oleh perusahaannya, beberapa mengalami demotivasi hingga menurunkan produktivitas kerja.

Sebagai manajemen, tentu saja hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu lama, apalagi sampai memengaruhi ke operasional perusahaan. Demotivasi biasanya terjadi akibat kurangnya apresiasi dari manajemen ke karyawan ataupun kurangnya pengarahan terhadap jenjang karir. Demotivasi pada masa pandemi ini khususnya menjadi tantangan baru bagi semua pihak, baik manajemen maupun HR. meskipun terasa berat, HR harus tetap bisa menjaga kondisi kerja kondusif bagi semua pihak. Mari kita simak beberapa tips berikut.

Menjaga Semangat dan Motivasi Karyawan untuk Bekerja di Masa Pandemi

Seperti yang kita pahami, salah satu akibat yang dirasakan dari wabah Covid-19 adalah banyaknya massive unemployment yang terjadi, khususnya di ibu kota. Wajar sekali jika karyawan yang masih bertahan di perusahaan pun mengkhawatirkan masa depan mereka. Para pelaku usaha juga akan sangat sibuk dan fokus untuk mempertahankan bisnisnya agar tidak bangkrut. Jika tidak ada yang menjembatani, perusahaan akan fokus pada strategi mempertahankan bisnis, sedangkan karyawan tenggelam dalam rasa bingung dan takut.

HR Manajer dan anggotanya perlu mengambil kontrol dan mengarahkan karyawan agar tidak khawatir berlebihan hingga memengaruhi kondisi kesehatan dan semangat bekerja. Berikut adalah beberapa hal yang bisa diikuti untuk menjaga motivasi kerja karyawan selama masa pandemi.

Buat Meet Up Virtual Secara Reguler

Bila perusahaan Anda menetapkan peraturan working from home, akan semakin sulit untuk melihat kondisi karyawan Anda secara langsung. Jangankan Anda sebagai HR, leader maupun manajer akan mengalami kendala dalam mengontrol semangat anggotanya karena tidak bisa berinteraksi langsung.

Arahkan tiap leader dan manajer untuk memiliki jadwal meeting reguler yang isinya bukan membicarakan pekerjaan, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi. Tanyakan kabar mereka dan keluarga, berbicara mengenai hobby atau merancang rencana yang bisa dilakukan oleh tim dari kediaman masing-masing.

Sebagai HR, Anda juga bisa membuat program meditasi atau sesi yoga online dengan mengundang ahli, yang tentunya semua dilakukan secara virtual. Ingatkan karyawan-karyawan Anda bahwa meskipun terhalang kondisi di tengah pandemi, perusahaan masih bisa menunjukkan perhatian kepada kesehatan fisik maupun mental karyawan.

Pendekatan Lebih kepada Aspek Psikologis

HR dapat bekerja sama dengan leader dan manajer untuk melakukan pendekatan terhadap aspek psikologis anggotanya. Mungkin tidak sedikit di perusahaan Anda yang anggotanya adalah perantau dan tinggal sendiri di ibu kota. Masa pandemi yang dipenuhi kekhawatiran, juga perubahan gaya hidup dan bekerja akan sangat memengaruhi kondisi psikis karyawan.

Kenali sekali lagi anggota organisasi Anda dan pilihlah metode pendekatan yang paling sesuai. Ingatkan bahwa Anda sebagai leader siap untuk mendengarkan masalah yang dihadapi dan memberikan solusi semampunya.

Tidak hanya leader atau manajer, anggota divisi HR juga harus rajin menanyakan kabar karyawan-karyawannya dan melakukan monitoring. Jika terlihat penurunan semangat dan motivasi yang signifikan, segera ambil langkah cepat untuk memperbaikinya. Undang leader, manajer, dan karyawan lain untuk mengikuti webinar yang membicarakan kesehatan mental yang mungkin dialami karena perubahan besar-besaran ini.

Contohnya, membicarakan keseharian, mendengarkan kesulitan yang dihadapi karyawan selama bekerja dari rumah, dsb. Sebagai HR, berikanlah pengertian bahwa siap tidak siap, perubahan ini memang harus dijalankan. Maka dari itu, daripada dwelling dengan ketidaksiapan mental, buatlah tujuan/goal baru dari masing-masing diri karyawan.

Tidak Melulu Berikan Tugas, Berikan Juga Rewarding Challenge

Jangan paksakan karyawan Anda untuk menyelesaikan semua tugasnya di hari itu. Sediakan waktu 15-30 menit, undang karyawan yang telah dibagi dalam beberapa tim ke akun Zoom atau Skype dan lakukan challenge berhadiah. Sepuluh rekomendasi ini bisa menjadi pilihan Anda dalam meregangkan stress bersama-sama. Agar karyawan lebih termotivasi, janjikan rewards unik dan menarik.

Monitor Pekerjaan secara Disiplin namun Tanpa Paksaan

Issue lainnya adalah bagaimana cara HR dan pada pemimpin dapat mengontrol produktivitas kerja karyawan di tengah masa pandemi, atau kondisi working from home? Di satu sisi tentu kita ingin karyawan yang sudah kita pertahankan mampu untuk memberikan performa yang baik untuk tetap dapat men-support perusahaan. Di sisi lain, terlalu menekan karyawan yang juga sedang menghadapi perubahan besar di sekitarnya bukanlah hal yang cerdik.

Sebagai pelaku divisi HR, perlu bagi Anda untuk melakukan hal-hal berikut agar perusahaan dapat tetap mengontrol kinerja karyawan.

Gunakan software atau aplikasi untuk memonitor dan mengevaluasi progress pekerjaan

Perkembangan teknologi semakin hari semakin mampu membantu para praktisi HR dalam melakukan pekerjaannya. Dalam selang beberapa waktu saja, para developer HRIS sudah mengembangkan program untuk Manajer HR maupun direktur bisa mengontrol grafik produktivitas karyawan.

Jika perusahaan merasa meningkatkan produktivitas karyawan dapat menjadi senjata besar dalam melawan di masa pandemi ini, jangan ragu untuk melihat-lihat pilihan produk yang dikeluarkan developer ternama ini, seperti KaryaONE, Haermes Additional Modul, LinovHR, dan SIAP+P.

Jangan terapkan micro management berlebih

Beberapa pendapat micro management diperlukan untuk mengawasi kinerja karyawan di masa pandemi ini. Namun, semakin tingginya kasus Covid-19 di pusat bisnis dan niaga, menjadikan karyawan Anda yang juga manusia normal mudah terserang kondisi psikisnya oleh kekhawatiran berlebih.

Sehingga, micro management bisa menjadi boomerang bagi perusahaan jika diterapkan kepada karyawan yang tingkat stress-nya mudah naik.

Seimbangkan micro management para leader dan manager Anda dengan aplikasi untuk memonitor produktivitas dan kinerja karyawan. Usahakan untuk menonjolkan peran leader sebagai sosok yang mampu mengarahkan anggotanya ke working style yang produktif tanpa tekanan berlebih.

Bentuk mental disiplin dengan menegaskan top manager juga mengontrol pekerjaan

Hal yang cukup tricky adalah meminta kerja sama top management untuk membantu dalam mengawasi grafik kinerja karyawan. Dalam hal ini, leader dan manajer harus semakin rutin dalam memberikan report hasil kerja karyawan dan melaporkannya kepada top manajemen. Top manajemen juga disarankan untuk lebih sering berinteraksi kepada karyawan dan memberikan komentar positif, serta motivasi dalam menjalankan keseharian.

Dengan memberikan mental note bahwa top management juga menaruh perhatian terhadap hasil kerja karyawan, karyawan pun akan lebih bersedia mengeluarkan effort dan kemampuannya untuk memberikan hasil terbaik.

Dalam Keadaan Normal

Terlepas dari situasi pandemi, dalam keadaan normal sekalipun kehilangan motivasi yang menyebabkan penurunan produktivitas masih mungkin dialami beberapa karyawan. Berikut adalah tips lain untuk anggota divisi HR dalam meningkatkan motivasi karyawan hingga dapat meningkatkan produktivitasnya.

Hal Paling Umum yang Dapat Dilakukan untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan
  • Kreatif dan kompetitif dalam memberikan benefit karyawan
  • Feedback karyawan adalah penting
  • Siapkan alat kerja memadai
  • Sediakan waktu rutin untuk edukasi dan training
  • Selalu pastikan karyawan senang dan sehat

Penutup 

Pandemi Covid-19 memang secara tidak langsung banyak mengingatkan kita betapa penting memperhatikan kesehatan diri sendiri dan orang lain, baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan bekerja. Perubahan sosial dan ekonomi yang drastis pun membuat kita sadar bahwa perhatian kecil pun dapat membantu orang lain yang sedang kesusahan.

Perhatian, pengakuan, dan penghargaan adalah konsep paling sederhana yang bisa diaplikasikan oleh manajemen untuk memotivasi karyawan, baik di masa sulit atau di masa normal. Tiga hal tersebut adalah hal yang sangat esensial, dan terkadang lebih dibutuhkan banyak lapisan karyawan. Bonus, insentif, fasilitas gym, dll. terkadang hanya menjadi bonus di mata karyawan dan banyak yang beranggapan bahwa semua menjadi tidak berarti jika karyawan tidak merasakan engagement dari perusahaan.

Semoga beberapa ide di atas dapat dicoba di lingkungan Anda dan dapat memberikan hasil yang diinginkan, baik itu dari segi motivasi atau produktivitas karyawan.

Comment