Dorong Motivasi Karyawan Setelah Badai PHK | | HR NOTE Indonesia

Dorong Motivasi Karyawan Setelah Badai PHK

motivasi karyawan

Motivasi karyawan akan sedikit rumit jika menyangkut pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ini bukan tentang motivasi karyawan yang di-PHK. Namun, motivasi karyawan yang tersisa. Ya, melihat rekan kerja harus meninggalkan perusahaan karena PHK tidaklah mudah.

Dengan kata lain, menyaksikan peristiwa tidak menyenangkan dapat menurunkan motivasi kerja yang berpengaruh terhadap produktivitas. 

Melalui artikel ini, HRNote bertanya ke karyawan yang kehilangan rekan kerja akibat PHK dan tanggapan praktisi HR tentang motivasi karyawan.

Mereka Melihat Rekan Kerja Di-PHK

Demotivated 

Fajar (26) merupakan karyawan di salah satu marketplace di Jakarta. Tempat ia bekerja telah mem-PHK ratusan karyawan pada 2022.

Fajar kehilangan motivasi kerja. Saat momen PHK, ia menyaksikan rekan-rekannya menangis dan saling meminta maaf.

Sudah cukup lama saya mendengar kabar perusahaan akan melakukan PHK. Bahkan pertama kali mendengarnya setelah saya mendapatkan offering letter alias belum mulai kerja.

Kalau enggak salah itu batch pertama PHK. Waktu itu saya masih berpikir positif banget, karena berita yang beredar hanya terjadi di divisi tertentu. 

Kalau untuk PHK yang akhir tahun ini, saya dapat kabar dari dua bulan sebelumnya.

Bos saya itu tipe orang yang open banget terkait kondisi perusahaan. Dia cerita dan minta kita untuk siap-siap, enggak boleh boros, dan coba explore kesempatan lain.

Kalau proses PHK dari manajemen bisa dibilang cukup dadakan, tapi ini tergantung head setiap departemen.  Untuk prosesnya cukup cepat, yah.

Di hari itu, kita ada info resmi terkait layoff dan diminta menunggu email untuk diskusi terkait issue yang beredar sekaligus diminta bawa semua properti kantor. Di departemen saya yang paling sedikit terkena PHK.

Saya sedih sekali. Meski sudah tahu akan ada PHK, tapi enggak nyangka bakal secepat ini. Apalagi lihat tim lain tiba-tiba foto bersama, saling minta maaf, dan selalu ada orang yang izin pamit di grup.

Serius, ini momen mirip kaya lebaran di rumah. Ditambah lagi, besoknya lihat tempat duduk banyak yang kosong.

Kalau saya ada di posisi mereka yang terkena layoff, saya enggak terima karena prosesnya benar-benar cepat sekali.

Sejujurnya, waktu dengar kabar akan ada PHK, mendadak langsung demotivated, sih. 

Saya berpikir, “Ngapain capek-capek kerja, nanti pasti kena juga”, tapi setelah itu jadi ngerasa bersyukur dan lumayan kasih motivasi. Seolah saya seperti diberi kesempatan kedua untuk tetap improve skill di sini.

Di luar itu, perusahaan boleh saja mem-PHK karyawan, selama bertanggung jawab dan prosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sedih dan kaget

Benny (29) adalah karyawan di perusahaan teknologi di Jakarta. Bulan lalu, tempat kerjanya mem-PHK ribuan karyawan.

Menurut Benny, beberapa bulan sebelumnya banyak isu simpang siur yang beredar tentang PHK. Manajemen pun tak memberikan tanggapan tentang hal tersebut.

Saya melihat proses PHK cukup singkat. Jadi H-1 kita dijadwalkan untuk townhall. Townhall diadakan dalam durasi satu jam dan penuh haru karena untuk pertama kali jajaran C level menangis.

Setelah townhall perusahaan, ada townhall divisi dan business unit, yang mana setiap leader menginformasikan atau menampung aspirasi yang ingin ditanyakan oleh karyawan. Sampai detik ini kami belum tahu siapa saja yang terdampak, tapi jumlahnya ribuan. 

Saya sangat sedih, kecewa, dan kaget, karena tidak hanya rekan satu tim yang terdampak PHK. Mentor yang saya kenal sangat baik terkena PHK. 

Ia banyak memberikan bimbingan ke saya sampai saya bisa di posisi ini, menjadi team leader. Momen yang sangat mengagetkan adalah ketika melihat salah satu panutan bisa terkena gelombang PHK.

Saya tidak bisa membayangkan mengapa keputusan ini bisa terkena. Bahkan ke level yang cukup tinggi. 

Di sini, saya tersadar bahwa siapa pun bisa terancam PHK. Saya merefleksikan diri terhadap apa yang telah saya lakukan selama ini. 

Kondisi tersebut menurunkan motivasi. Namun, motivasi hanya turun selama satu minggu supaya saya dan teman-teman yang tersisa bisa berpikir maju.

Kami juga fokus membantu rekan-rekan yang terdampak supaya mereka bisa melanjutkan perjalanan karier mereka ke depan. Selain itu, kita harus bekerja agar lebih berdampak bagi perusahaan dan karier pribadi.

Cara HR Memotivasi Karyawan Setelah “Badai” PHK

Tak mudah menghadapi peristiwa rumit, seperti melihat rekan kerja mengalami PHK. 

Hal itu memunculkan dampak psikologis pada Fajar, Benny, dan karyawan yang tersisa lainnya. Mereka pun merasa sedih, takut, pikiran kacau, hingga kehilangan semangat kerja. 

“PHK menciptakan stress dan kecemasan baru tentang keamanan pekerjaan, ekspektasi pekerjaan baru, hilangnya kepercayaan pada perusahaan, serta berkurangnya etos kerja dan budaya. Kondisi ini tidak ideal untuk memajukan perusahaan,” ujar Kayla Lebovits, CEO dan Pendiri Bundle Benefit di New York City.

Pada dasarnya, itu adalah respons alami. Namun, tim HR bersama dengan team leader atau manajer perlu memperhatikan anggota timnya. 

Anda perlu mendorong motivasi karyawan agar mereka kembali ke jalur produktivitas kerja. Caranya: 

1) Mendengar karyawan

Lebovits mengatakan sangat penting bagi manajer dan team leader untuk mendengarkan karyawan. Berikan ruang bagi karyawan untuk mengungkapkan rasa kehilangan mereka

Tim HR dapat melakukan beberapa inisiatif setelah mendengarkan suara hati karyawan. Hal itu untuk meredakan ketegangan akibat PHK serta membentuk hubungan kerja lebih solid antar anggota tim.

Radjito sebagai People Experience di perusahaan logistik, berpendapat bahwa HR harus bisa mendengarkan karyawan dan menjelaskan kembali tujuannya dalam bekerja. 

Ada kemungkinkan, lanjutnya, mereka memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan mantan rekan kerja di masa mendatang.

“Contohnya ada beberapa eks karyawan yang pindah ke perusahaan lain dengan industri yang sama ataupun beda, akhirnya malah jadi klien ataupun vendor kami,” ucap Radjito kepada HRNote (21/12/2022).

2) Mendukung middle manager

Chief Marketing and Innovation Officer di WorkForce Software Sandra Moran menjelaskan bahwa perusahaan harus memberikan dukungan dan perhatian kepada middle manager atau team leader.

Peran mereka sangat penting dalam mengelola tim serta memotivasi anggotanya yang tersisa. Anda dapat mendorong mereka untuk:

  • Memberikan panduan pekerjaan yang harus diprioritaskan dan memberikan izin kepada manajer untuk mengatakan ‘tidak’
  • Komunikasi peer-to-peer agar manajer lebih terhubung dengan anggota tim
  • Menangani realokasi pekerjaan untuk mendukung kinerja tim
  • Memperkuat hubungan antar anggota untuk memupuk persahabatan di tempat kerja

3) Diskusi terbuka

Keterbukaan untuk berdiskusi akan membentuk motivasi karyawan. 

Christy Pruitt-Haynes, Global Head of Talent Management and Performance di NeuroLeadership Institute, mengungkapkan bahwa karyawan yang tersisa akan bertanya-tanya apakah perubahan perusahaan berpengaruh terhadap tanggung jawab mereka.

Kemungkinan mereka memiliki perasaan berkecamuk tentang masa depan karier dan perusahaan. Jadi, Anda perlu diskusi terbuka untuk memahami keinginan mereka.

Diskusikan pula tentang tanggung jawab yang akan mereka terima, rencana perusahaan ke depan, hingga cara mereka memperoleh bantuan jika tugas kerja bertambah.

“Manajer bisa membuka diskusi dengan karyawan yang tersisa. Dia bisa menjabarkan situasi umum perusahaan dan alasan perusahaan melakukan PHK, tetapi harus empati dengan karyawan yang terdampak juga,” kata Mayasari, HR Manager di perusahaan jasa keuangan nonbank.

4) Bangun keterlibatan karyawan

Menurut Amy Mosher selaku Chief people officer di Isolved, perusahaan perlu membangun keterlibatan karyawan. 

Pasca kondisi sulit, tak sedikit karyawan yang harus melakukan lebih banyak pekerjaan dengan lebih sedikit bantuan rekan kerja. Perusahaan juga mengharapkan kreativitas, ketangkasan, dan ketahanan mereka.

Jadi, perhatikan bagaimana Anda memperlakukan tim, bagaimana interaksi mereka selama ini, bagaimana berkomunikasi terbuka antara manajer dan anggotanya, apa saja dukungan perusahaan untuk meningkatkan kinerja mereka, dan lainnya.

Jika Anda tidak membangun keterlibatan karyawan, maka mereka tidak memiliki motivasi kerja untuk menjalankan bisnis di masa-masa sulit ini.

Penutup 

Penurunan motivasi karyawan akan berakibat buruk bagi perusahaan. 

Untuk memotivasi karyawan yang tersisa setelah “badai” PHK, perusahaan harus memberikan pemahaman kepada meeka tentang situasi yang tengah dihadapi dan rencana bisnis ke depannya. 

Selain itu, perusahaan perlu mendukung kebutuhan team leader atau middle manager agar mereka mampu mengelola anggota tim dengan meningkatkan produktivitas kerja.

Comment