Decision Making Skill: 4 Alasan Perlu Memilikinya | | HR NOTE Indonesia

Decision Making Skill: 4 Alasan Perlu Memilikinya

decision making

Decision making skill sangat dibutuhkan dalam kondisi saat ini. Saat perekonomian bergerak tidak pasti dan terus berubah mengikuti perkembangan zaman yang semakin cepat.

Banyak peran dan tugas yang mengharuskan karyawan memiliki decision making skill agar mereka dapat menyelesaikan pekerjaan secara efisien dan efektif.

Sayangnya, banyak yang tak menyadari hal tersebut. Mereka mengira decision making skill hanya untuk karyawan setingkat manajer atau supervisor, padahal tidak demikian.

Sering kali, karyawan dihadapkan pada situasi yang mengharuskannya cepat memilih dan cepat mengambil keputusan di lingkungan kerja. Apalagi jika tugasnya bersifat konsolidasi dengan tim lain.

Maka, penting bagi karyawan untuk mulai mengembangkan decision making skill di lingkungan kerja.

Apa Itu Decision Making?

Menurut Indeed, decision making skill adalah keahlian yang menyokong kemampuan Anda untuk memilih solusi terbaik.

Dengan keahlian ini, seorang individu dapat membuat keputusan setelah mengumpulkan beragam informasi dan mempertimbangkan banyak sudut pandang.

Definisi lain menyebutkan bahwa decision making adalah kemampuan untuk memilih di antara dua atau lebih alternatif yang tersedia dalam waktu yang singkat untuk memperoleh hasil terbaik.

Pengertian lain menyebutkan bahwa decision making adalah semua keahlian yang dimiliki individu untuk membuat keputusan yang rasional.

Seseorang dengan decision making skill yang baik di lingkungan kerja dapat menganalisis semua fakta yang ada, mengerti kondisi terkini perusahaan, kondisi capaian target, dan mampu membuat keputusan terbaik dan tepat bagi organisasi.

Decision making skill menunjukkan bagaimana kapasitas karyawan untuk berpikir obyektif dan mempertimbangkan berbagai pilihan. Keahlian ini akan membangun ikatan kepercayaan yang kuat antara sesama karyawan dan atasan.

Dalam proses rekrutmen, user pun akan menilai keterampilan decison making kandidat.

Menurut Belinda O’Regan, ahli remunerasi dan global HR yang berkontribusi dalam program pengalaman kerja virtual, mengatakan bahwa hiring manager atau user sering menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk mengecek kemampuan kandidat mengambil keputusan dalam waktu krisis.

Mengapa Perlu Memiliki Decision Making Skill?

Handi Kurniawan, seorang human resource yang telah mendunia, mengatakan bahwa complex decision making, adalah salah satu keterampilan yang penting di era perkembangan teknologi.

Decision making skill itu bukan hal yang gampang. Menurut World Economic Forum, skill apa saja yang dibutuhkan hingga 2025? Ada 10 list, hanya dua yang menyangkut hard skill teknologi. Selebihnya adalah soft skill, salah satunya complex decision making,” kata Handi.

Decision making skill sangat penting terlebih di kalangan manajerial. Sebab semua karyawan yang bekerja dalam naungannya akan menjadikan sang manajer sebagai role modelAkan sangat konyol jika manajer tidak mampu mengambil keputusan sulit di tengah situasi genting, kan?

Berikut ini adalah alasan penting karyawan wajib memiliki decision making skill:

#1 Meningkatkan produktivitas

Keputusan yang efektif dapat menghemat waktu dan mendorong pengerjaan tugas maju ke depan, sehingga pada akhirnya produktivitas karyawan pun meningkat.

Misalnya, seorang manajer dengan cepat mengambil keputusan alternatif saat salah satu rute distribusi barang tak bisa dilalui. Kecepatannya dalam mengambil keputusan membantu tim bekerja dengan baik tanpa membuang-buang waktu.

#2 Membentuk kepercayaan

Dengan menunjukkan decision making skill di lingkungan kerja, individu membangun jalinan kepercayaan dengan orang lain. Karyawan cenderung lebih mudah percaya pada orang-orang yang dianggap andal dalam mengambil keputusan.

#3 Mengurangi konflik

Decision making skill membuat lingkungan kerja jauh dari potensi konflik. Sebab keputusan yang tepat dan cepat diambil di kala genting akan mengurangi potensi salah paham di antara karyawan.

Decision making membuat segala sesuatunya lebih terarah dan jelas, karyawan tidak perlu menduga-duga sendiri hal apa yang mesti mereka lakukan. Sebab keputusan dari atasannya akan mengarahkan penugasannya.

#4 Membuat action plan saat situasi sulit

Saat situasi sulit, perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu mengambil keputusan dengan cepat untuk mengendalikan situasi.

Maka ia dan tim perlul membuat action plan untuk merespon situasi tersebut dan mendukung operasional bisnis tetap berjalan. Contoh industri yang menerapkan hal ini antara lain manufaktur, logistik, atau produksi konten.

Penggunaan Decision Making Skill di Lingkungan Kerja

decision making

Saat individu mengambil sebuah keputusan, ada banyak keahlian yang turut berkontribusi dalam pembuatannya.

Decision making terdiri atas banyak keterampilan penting yang mendorong individu untuk mengambil keputusan rasional. Contohnya:

#1 Problem solving

Dengan mengambil keputusan, Anda sama saja menyelesaikan masalah. Saat menyusun strategi problem solving, individu dituntut untuk obyektif agar mampu mengobservasi dan menilai sesuatu dari segala sisi, sebelum akhirnya mencari jalan keluar terbaik untuk semua pihak.

#2 Leadership

Seorang yang memiliki keahlian kepemimpinan yang baik umumnya juga memiliki keahlian decision making yang baik, dan sebaliknya. Karyawan dengan decision making skill yang bagus cenderung memiliki trait leadership yang tinggi.

#3 Reasoning

Kemampuan penalaran pun penting turut andil dalam proses decision making. Saat pilihan yang tersedia begitu kompleks untuk dipertimbangkan, individu mesti mempertimbangkan keuntungan dan kerugian, serta membuat pertimbangan mana yang sebaiknya diambil berdasarkan kemampuan dan kondisi perusahaan.

#4 Intuition

Intuisi memang cenderung bersifat instingtif. Namun, insting Anda terbangun dari pengalaman masa lalu. Saat mengambil keputusan, Anda harus menghubungkan instingnya dengan action plan yang tengah disusunnya untuk menimbang apakah keputusannya masuk akal.

#5 Teamwork

Terkadang dibutuhkan teamwork untuk menyelesaikan satu tantangan. Pendapat dari kolega dan kontribusi mereka turut membantu Anda mengambil keputusan dengan cepat.

#6 Emotional intelligence

Decision making juga mengindikasikan emotional intelligence. Terkadang suatu kondisi krisis butuh dihadapi dengan kecerdasan emosional yang baik.

#7 Creativity

Decision making juga mengindikasikan kreativitas individu dalam mencari solusi paling tepat untuk setiap kondisi. Menunjukkan ketelitian individu dalam mempertimbangkan solusi berdasarkan fakta lapangan.

#8 Time management

Dibutuhkan time management dalam membuat keputusan. Terkadang saat keadaan darurat melanda, individu dituntut untuk cepat mengambil keputusan dan bergerak cepat mengeksekusi rencana.

#9 Organization

Decision making skill juga melibatkan organizational skill. Terlebih bagi karyawan yang bekerja dalam tim, proses pengambilan keputusannya mau tak mau melibatkan keahliannya dalam mengorganisir anggota timnya.

Penutup

Decision making sebaiknya tidak dipandang sebagai keterampilan yang hanya harus dimiliki oleh manajer. Karyawan entry level pun mesti belajar untuk mengambil keputusan sendiri di situasi genting.

Selain melatih kemandirian, decision making skill juga bermanfaat untuk melatih penalaran yang kelak sangat berguna bagi karir individu.

Comment