8 Kiat Menciptakan Psychological Safety | | HR NOTE Indonesia

8 Kiat Menciptakan Psychological Safety

psychological safetyMembangun tim solid bukan hanya melihat karyawan berkinerja tinggi. Perusahaan juga perlu menerapkan upaya psychological safety kepada mereka.

Psychological safety merupakan keyakinan seseorang mengemukakan ide, pendapat, dan pertanyaan tanpa rasa khawatir akan dihukum atau dipermalukan.

Jika karyawan khawatir berpendapat lalu ia dihukum oleh manajer atau ditertawakan oleh rekan kerja, maka ia tidak akan melakukannya lagi. Kondisi itu menimbulkan tempat kerja yang penuh tekanan. 

Bila Anda tidak menghiraukan psychological safety, maka Anda menghambat kreativitas dan mengurangi employee engagement.

Apakah Perusahaan Sudah Menerapkan Psychological Safety?

Psychological safety membuat tim bekerja efektif

Psychological safety (keamanan psikologis) membuat tim bekerja efektif. Hal itu dikatakan oleh Project Aristotle dari Google.

Project Aristotle memperlihatkan efektivitas tim dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu keamanan psikologis, keteguhan (dependability), struktur dan kejelasan (structure and clarity), arti (meaning), dan dampak (impact).

Keamanan psikologis yang tinggi akan menghasilkan tim yang berani mengambil risiko

Mereka merasa yakin bahwa tidak seorang pun dalam tim akan mempermalukan atau menghukum rekan kerja karena ia baru saja melakukan kesalahan, mengajukan pertanyaan, atau menawarkan ide baru.

[psychological safety 01]

Budaya yang memberikan keamanan psikologis

Beberapa budaya kerja menghargai ketangguhan, tantangan yang agresif, atau kemampuan untuk beradaptasi di lingkungan yang cepat berubah. 

Supervisor, manajer, hingga pemimpin level eksekutif sangat tertarik menanamkan budaya tersebut kepada karyawan. Namun, tak sedikit yang mengabaikan psychological safety anggota timnya.

Ada anggapan bahwa keamanan psikologis karyawan adalah masalah personal. Hal itu tidak ada berkaitan dengan pekerjaan. Ada pula yang memandang karyawan yang tidak merasa aman secara psikologis tidak cocok dengan timnya.

Bagaimana dengan lingkungan kerja Anda? Apakah perusahaan Anda sudah menerapkan psychological safety?

Pada dasarnya, pemberian psychological safety berasal dari budaya perusahaan. 

Jika perusahaan belum menjalankannya, Anda perlu upayakan. Karena psychological safety menumbuhkan sikap ingin selalu belajar dan berbagi keterampilan dengan rekan setim. 

Kalau Anda telah menerapkannya, pantau kemajuan keamanan psikologis anggota tim. Beberapa pemantauan yang dapat Anda lakukan, antara lain: 

  • Karyawan aktif berbagi pendapat dengan tim atau tim lain
  • Menggunakan bahasa yang jelas, langsung, dan tidak menyinggung dalam mengutarakan pendapat serta menghargai pendapat lawan bicara
  • Meminta dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada rekan kerja
  • Kritik konstruktif sebagai kesempatan untuk belajar, berkolaborasi, atau membimbing
  • Manajer dan anggota tim melakukan pertemuan secara rutin 
  • Jarang ada proyek yang melebihi tenggat atau terlambat dari jadwal tanpa sepengetahuan pemimpin

Menciptakan Psychological Safety Di Lingkungan Kerja

Sebagai pelaku bisnis, CEO Rymera Web Co Josh Kohlbach ingin karyawan mengeluarkan kinerja mereka yang terbaik. Alasannya, untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan efisiensi kerja. 

Untuk mewujudkan keinginan itu, Kohlbach mengakui bahwa sering kali mereka lupa untuk menciptakan lingkungan kerja yang mengedepankan psychological safety bagi karyawan. 

Pemimpin, lanjut Kohlbach, perlu mengetahui bagaimana menciptakan keamanan psikologis di perusahaan:

#1 Menanamkan empati

Salah satu faktor terpenting untuk dipertimbangkan oleh pemimpin adalah menanamkan sikap empati. 

Anda dapat memperhatikan bagaimana tim beroperasi. Misalnya, dorong anggota tim untuk berbicara dan mendengarkan satu sama lain, bantu mereka belajar menanggapi masukan dari orang lain, dan lainnya.

Saat menunjukkan empati, Anda membangun kepercayaan dalam tim, sehingga:

  • Menciptakan hubungan yang jujur antar rekan kerja
  • Memberdayakan tim dan manajemen
  • Memastikan kebutuhan anggota tim terpenuhi
  • Pemimpin lebih memperhatikan kekhawatiran tim

Menanamkan sikap empati membuat anggota tim mengenal satu sama lain.

#2 Terbuka dengan umpan balik

Untuk menciptakan tempat kerja yang positif, pemimpin harus terbuka terhadap umpan balik dari karyawan.

Dorong karyawan untuk menyuarakan pendapat dan menyampaikan keprihatinan mereka. Hal itu akan membantu Anda memahami kekurangan dalam sistem hingga mengetahui celah yang perlu diperbaiki.

Namun, tak semua karyawan merasa nyaman memberikan umpan balik secara terbuka. Solusinya adalah kirimkan formulir umpan balik secara daring setiap tiga bulan sekali. 

Katakan kepada mereka bahwa pengisian umpan balik akan tetap anonim, sehingga mereka percaya diri untuk mengeluarkan pendapat jujur.

#3 Dorong inklusi 

Anda perlu mendorong inklusi dan keragaman dalam tim. 

Pemimpin yang cerdas dapat mengungguli pesaingnya dengan menghargai potensi, kebutuhan, dan perspektif unik karyawan.

Namun terkadang, perusahaan gagal mengeksekusi strategi bisnis. Karena pemimpin belum melatih manajer dengan cukup baik untuk menangani inklusivitas.

Anda bisa menjelaskan kepada manajer mengapa inklusivitas dan keragaman penting untuk bisnis. Tetapkan harapan perusahaan dalam memperlakukan karyawan. 

#4 Beri ruang kesalahan

Cara lain untuk menciptakan psychological safety adalah dengan memberi ruang bagi kesalahan.

Kesalahan penting untuk pertumbuhan tim. Ini adalah bagian dari proses pembelajaran seseorang. 

Katakan kepada karyawan, Anda memberikan ruang mereka untuk membuat kesalahan. Dari kesalahan, mereka belajar untuk mengembangkan keterampilan dan karier.

#5 Keterampilan komunikasi

Perusahaan mana pun selalu membutuhkan keterampilan komunikasi

Baik manajer maupun tim HR, sebaiknya Anda tidak bahwa anggota tim akan salah, karena Anda tidak setuju dengan ide mereka.

Dalam menciptakan psychological safety, mintalah pemikiran dan keahlian mereka. Dengarkan dan pahami pemikiran mereka. Ajukan pertanyaan, jika Anda membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

#6 Resolusi konflik

Anda harus memiliki resolusi konflik dalam mengelola tim.

Anda dapat segera mengambil tindakan jika seorang anggota tim meremehkan, mempermalukan, atau perilaku apa pun yang membuat rekan kerja enggan berpendapat. 

Katakan kepada tim Anda bahwa tindakan seperti itu menghambat kreativitas dan inovasi perusahaan.

#7 Memberikan contoh

Sebagai pemimpin, Anda dapat memberikan contoh bagi seluruh karyawan. Ini berlaku untuk manajemen senior, pemimpin tim, hingga manajer. 

Bila Anda mengharapkan karyawan mempunyai keamanan psikologis, mulailah dari diri sendiri. Berikan contoh kepada mereka, seperti:

  • Berkomunikasi dengan perhatian penuh
  • Menunjukkan empati ketika karyawan menghadapi tantangan
  • Meminta bantuan ke saat Anda membutuhkan mereka
  • Meminta maaf ketika Anda melakukan kesalahan
  • Menjadi pemimpin yang mudah didekati

#8 Butuh komitmen

Menciptakan psychological safety di tempat kerja membutuhkan waktu dan komitmen semua pihak. Tak terkecuali, komitmen untuk mempelajari hal-hal baru dan mendukung kegiatan employee engagement.

Penutup

Perusahaan harus menjadi tempat kerja untuk belajar, bertumbuh, dan berinovasi. Salah satu hal  itu yang memengaruhinya adalah psychological safety.

Ketika ada keamanan psikologis di dalam perusahaan, karyawan merasa aman untuk bereksperimen, mengakui kesalahan, hingga mendiskusikan konflik. Dan, karyawan pun lebih produktif.

Comment