5 Tips Meningkatkan Kemampuan Problem Solving | | HR NOTE Indonesia

5 Tips Meningkatkan Kemampuan Problem Solving

Idealnya, setiap karyawan memiliki problem solving skill. Karena perusahaan akan selalu menghadapi masalah.

Dengan problem solving skill, mereka sudah biasa menghadapi sekaligus menyelesaikan masalah secara runtut. Bahkan mereka terbiasa menjumpai situasi sulit.

Tanpa keterampilan tersebut, kemungkinan mereka kurang piawai menyelesaikan masalah, termasuk tidak bisa berkomunikasi yang baik dengan rekan kerja.

Bukan tak mungkin, mereka membiarkan masalah terjadi begitu saja yang memengaruhi produktivitas kerja.

Bagaimana jika karyawan tidak memiliki problem solving skill? Tim HR dapat membantu peningkatan keterampilan mereka yang berguna dalam pekerjaan dan pertumbuhan karier.

Problem Solving Skill Di Dunia Kerja

Problem solving skill merupakan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan atau memecahkan masalah secara efektif, tepat waktu, dan tanpa ada hambatan.

Biasanya, kemampuan ini mendorong seseorang untuk berpikir untuk mengidentifikasi masalah dan membuat beberapa alternatif solusi. Kemudian, solusi akan dievaluasi untuk dipilih dan diterapkan.

Di perubahan yang serba cepat, problem solving menjadi skill yang sangat penting di dunia kerja. Karyawan dengan keterampilan ini mampu mengelola dan menemukan solusi, baik untuk situasi kompleks maupun peristiwa tak terduga.

Misalnya, sales manager mendapatkan komplain dari klien karena tidak puas dengan kualitas produk perusahaan.

Dengan problem solving skill, dia akan membantu dalam mengidentifikasi masalah dan menciptakan solusi yang tepat bagi klien.

5 Manfaat Memiliki Problem Solving Skill 

Mempelajari dan mengembangkan kemampuan baru sangat bermanfaat bagi karier karyawan. Tak terkecuali, problem solving skill.

Berikut ini manfaat yang diperoleh jika menguasai problem solving skill:

1. Meningkatkan kualitas diri

Bagi karyawan yang sudah menguasai problem solving skill, maka dia memiliki nilai plus di mata user dan tim HR.

Tak sedikit perusahaan yang mengharapkan karyawan seperti itu. Manajer atau user akan mempertimbangkan apakah kandidat mampu bekerja secara mandiri dan memiliki inisiatif dalam menyelesaikan masalah atau tidak.

Jika tidak, maka hal itu akan berdampak pada efektivitas kerja tim dan berpotensi merugikan perusahaan.

Misalnya, tim IT akan mengutamakan problem solving skill yang bersifat teknis dan matematis dan tim HR akan memprioritaskan problem solving skill berkaitan dengan komunikasi dan interaksi sosial.

Semakin baik karyawan menerapkan problem solving skill, semakin besar pula kesempatan karier untuk berkembang. Contohnya, mendapatkan kesempatan promosi atau menempati posisi strategis.

2. Menyusun prioritas dengan baik

Sepanjang perjalanan karier, terkadang seseorang harus menghadapi banyak tugas dalam satu waktu. Terlebih, jika semua tugas yang ada harus diselesaikan segera.

Peran problem solving skill adalah membantunya menyusun skala prioritas lebih baik. Dia akan memahami detail informasi yang terkandung di setiap tugas secara mendalam. Dia juga menilai tugas yang harus diprioritaskan dan menggunakan skala.

Skala ini akan menjadi acuan dalam menyusun jadwal kerja. Semakin baik karyawan menyusun skala prioritas, maka semakin baik pula alokasi waktu yang didapatkan.

Dengan alokasi waktu yang baik, dia mengerjakan tugas dengan tepat waktu dan tidak tergesa-gesa, sehingga hasilnya lebih optimal.

3. Menciptakan solusi alternatif

Perkembangan zaman menuntut manusia untuk menghasilkan solusi-solusi alternatif dengan pendekatan kreatif maupun inovatif.

Terlebih jika lanskap perusahaan dipengaruhi oleh tren yang datang akan silih berganti sangat cepat.

Karyawan dengan problem solving skill akan melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda. Jadi dia bisa menciptakan ide atau solusi alternatif dari sudut pandang yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya.

4. Manajemen risiko 

Dengan problem solving skill, seseorang akan melakukan manajemen resiko lebih baik

Dia terbiasa mengambil langkah antisipasi ketika mencetuskan sebuah solusi. Tentunya, hal itu mempertimbangkan berbagai hal, seperti mempelajari pola data periode sebelumnya dan mengamati tren terkini. 

Jika masalah yang tidak diinginkan terjadi, dia lebih sigap dan tahu apa yang harus dilakukan. Dia meminimalisir agar hal tersebut tidak mempengaruhi performa karier secara keseluruhan.

5. Mampu bekerja di bawah tekanan

Problem solving skill akan membantu karyawan merespon tekanan kerja lebih baik, jika dibandingkan dengan orang yang tidak memilikinya.

Pada umumnya, orang dengan kemampuan ini dapat menyusun skala prioritas dan alokasi waktu lebih baik. 

Ketika harus bekerja di bawah tekanan, problem solving skill akan membantunya dalam menyusun skala prioritas dan mempertimbangkan alokasi waktu yang tepat.

Dengan demikian, karyawan mudah mengatur kecepatan kerja secara efektif dengan hasil yang maksimal.

Contoh Problem Solving Skill di Tempat Kerja

Untuk lebih memahami bagaiaman penerapan problem solving skill, berikut ini contohnya di tempat kerja:

Mengambil keputusan

Kemampuan untuk mengambilan keputusan atau decision making merupakan bagian penting dari problem solving skill.

Sebagian besar masalah memerlukan keputusan sebagai akhir dari penyelesaiannya. Decision making yang baik dapat membantu karyawan memilih keputusan terbaik dengan mengevaluasi berbagai alternatif solusi yang ada.

Berkomunikasi

Dalam menyelesaikan masalah, karyawan perlu berkomunikasi dengan orang lain. Pendapat orang lain dapat memberikan sudut pandang baru dalam melihat sebuah masalah.

Sebaliknya, dia juga perlu menyampaikan gagasan atau solusi kepada orang lain agar dapat didengar dan dimengerti lebih baik.

Bekerja sama

Semua anggota tim harus mampu bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan.

Kerja sama yang baik menciptakan ruang komunikasi yang terbuka antar anggota dan pemimpin tim. Jadi semua orang dapat berkolaborasi secara kooperatif dan mengurangi kemungkinan terjadinya konflik antar anggota. 

Open minded

Dengan berpikiran terbuka atau open minded, seseorang melihat berbagai masalah dari perspektif yang berbeda.

karyawan juga akan memiliki solusi dari beragam sudut pandang. Kadang kala, dia perlu mendengarkan ide dari pihak lain atau masukan dari rekan kerja, sehingga dapat mempertimbangkan ulang solusi yang dibuat untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik.

Kemampuan analisis

Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu bagian penting dalam problem solving skill adalah kemampuan analisis. Kemampuan analisis memungkinkan seseorang untuk lebih memahami suatu masalah dan menghasilkan solusi yang efektif berdasarkan bukti dan fakta.

5 Cara Mempelajari Problem Solving Skill

Mempelajari problem solving skill memang tak mudah, terlebih bagi karyawan pemula. Namun tim HR dapat membantu mereka mempelajari dan mengembangkan keterampilan tersebut.

1. Fokus pada solusi

Terkadang, seseorang lebih mudah fokus terhadap masalah atau penyebabnya. Mereka tidak memprioritaskan solusinya.

Sebagai HR, Anda dapat membantu karyawan untuk fokus dari penyebab masalah ke pencarian solusi. Berikan pandangan untuk berbagai solusi dan risiko-risiko yang menyertainya.

2. Definisikan masalah dengan jelas 

Ketika menghadapi sebuah masalah, usahakan untuk bisa mendefinisikannya dengan baik.

Jika tidak, seseorang mengalami kesulitan memahami hingga menyelesaikan masalah tersebut. Jadi dorong karyawan meluangkan waktu untuk mendefinisikan masalah yang dihadapinya.

3. Analisis masalah dalam beberapa bagian

Menganalisis masalah akan cukup rumit, jika masih dalam satu kesatuan yang besar.

Coba bagi masalah menjadi beberapa bagian kecil agar mudah diselesaikan. Tiap penyelesaian masalah kecil akan terakumulasi menjadi satu kesatuan penyelesaian menyeluruh.

4. Satu prosedur untuk satu masalah

Pemimpin tim wajib menetapkan satu prosedur untuk menyelesaikan satu masalah kepada anggota timnya. Hal itu bertujuan untuk mempersingkat proses kerja dan mencegah konflik yang mungkin terjadi antar anggota tim di kemudian hari.

5. Jadilah pendengar yang baik

Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu kunci dalam menguasai problem solving skill.

Kemampuan ini mengharuskan seseorang untuk menerima berbagai masukan dan pendapat, kemudian menganalisis dengan cermat. Mendengarkan pendapat orang lain dengan baik juga menjadi cara menghormati lawan bicara.

Penutup

Problem solving skill berperan penting salam perkembangan karier karyawan. Karena keterampilan tersebut melatih mereka berpikir terbuka, bersedia bekerja independen maupun tim, serta mampu menyelesaikan masalah.

Comment