5 Langkah Perusahaan Mempertahankan Karyawan Terbaik | | HR NOTE Indonesia

5 Langkah Perusahaan Mempertahankan Karyawan Terbaik

Jika perusahaan tak mampu mempertahankan karyawan terbaiknya, siapa yang rugi? 

Terlepas dari skala perusahaan, Anda akan merugi jika karyawan terbaik mengundurkan diri. Karena merekrut karyawan bukan perkara mudah. Pasalnya HR harus menyaring puluhan atau ribuan CV dan melakukan seleksi dari interview hingga menilai skill test bersama user.

Jika perusahaan telah mendapatkan karyawan baru, HR akan memberikan onboarding. Setelah itu, karyawan diberikan training maupun reskilling sebagai upaya untuk menciptakan karyawan berprestasi.

Apakah memiliki karyawan berprestasi sudah cukup bagi perusahaan? Bagaimana jika ia “dibajak” oleh perusahaan lain? Apa jadinya jika perusahaan yang selama ini telah menyuplai keterampilan ke karyawan, tetapi justru perusahaan lain yang memanfaatkannya?

Dari situasi tersebut, sebaiknya perusahaan memiliki strategi dalam mempertahankan karyawan. Sehingga mereka termotivasi agar fokus bekerja demi tercapainya tujuan perusahaan.

Definisi Mempertahankan Karyawan

Retensi atau mempertahankan karyawan merupakan strategi mendorong pekerja untuk bertahan lama sekaligus menurunkan turnover di perusahaan. Strategi bisa berupa kompensasi, tunjangan, kebijakan, dan lainnya.

Saat perusahaan memiliki tingkat retensi karyawan tinggi, hal itu menunjukkan bahwa semangat dan kepuasan kerja karyawan juga tinggi. Di sisi lain, kondisi tersebut menandakan bahwa perusahaan adalah tempat kerja yang menyenangkan bagi karyawan.

Bila banyak karyawan terbaik meninggalkan perusahaan, maka produktivitas di perusahaan itu akan terganggu. Karena perusahaan memerlukan penyesuaian pada fungsi sehari-hari dan alur kerja divisi atau tim, terutama jika karyawan yang keluar adalah manajer atau posisi lebih tinggi.

Alasan Mempertahankan Karyawan Ala SiCepat

Dalam webinar DigiHR bertajuk Retaining Top Talent, Rabu (29/10/2021), Michele Lina selaku Senior Manager HR di PT SiCepat Ekspres Indonesia, mengatakan bahwa perusahaan perlu mempertahankan karyawan.

SiCepat adalah perusahaan yang bergerak pada pelayanan jasa pengiriman barang yang berdiri sejak 2014. Jangkauan pengiriman SiCepat ke seluruh wilayah Indonesia dan berekspansi ke negara Asia lain dan Australia.

Menurut Michele, karyawan adalah aset atau investasi bagi perusahaan. Maka perusahaan akan berinvestasi melalui orientasi hingga pengembangan kompetensi pada asetnya. Berikut penjelasannya.

Pertama, karyawan merupakan aset utama perusahaan. Michele menjelaskan bahwa jika tak ada karyawan, perusahaan pun tak akan ada. Karena karyawan membantu bisnis menjalankan strategi hingga mencapai tujuan.

Kedua, memiliki karyawan terbaik tidak mudah. Ia dan perusahaan menanamkan mindset bahwa mencari karyawan terbaik tidaklah mudah.

HR perlu berinvestasi waktu dan tenaga untuk mencarinya. Dan karyawan yang telah terbiasa dengan lingkungan perusahaan lebih mudah dikembangkan dibanding karyawan baru.

Ketiga, efektivitas perusahaan. Untuk menciptakan efektivitas, perusahaan berinvestasi kepada karyawan dengan memberikan orientasi hingga pengembangan kompetensi.

“Sangat disayangkan apa yang sudah kita pupuk dituai oleh perusahan lain,” ucap Senior Manager HR lulusan Universitas Negeri Malang.

Keempat, menurunkan angka turnover. Jika perusahaan berhasil mempertahankan karyawan, maka tingkat turnover pun menurun.

5 Langkah Mempertahankan Karyawan Terbaik 

Selain itu, SiCepat juga memiliki kiat dalam mempertahankan karyawan terbaiknya. Perusahaan menetapkan lima langkah, yaitu:

1. Supportive leader

“Sebagai leader, ia harus tahu bagaimana mengembangkan kompetensi karyawan-karyawan di dalam perusahaannya.” 

Peran pemimpin, lanjut Michele, sangat penting dalam memperhatikan kinerja karyawan guna mempertahankan mereka di perusahaan. Seperti leader memberikan dukungan dengan mengatakan hal-hal positif untuk membangun semangat kerja karyawan.

2. Opportunity to grow

Opportunity to grow adalah memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengerjakan hal-hal baru, menghargai apa yang mereka lakukan, dan memberikan bimbingan untuk mengatasi kendala mereka.

3. Challenge

Perusahaan menanamkan kepada karyawan bahwa perusahaan bukan hanya tempat kerja, melainkan tempat mengembangkan kemampuan. Perusahaan juga memberikan challenge untuk mendorong keingintahuan serta meningkatkan kemampuan mereka.

4. Reward

Selain itu, pemberian memberikan reward kepada karyawan sebagai upaya agar mereka merasa pekerjaannya dihargai dan keberadaannya dibutuhkan. Reward tak selalu berupa fisik, tetapi bisa melalui pujian.

5. Employee relation

“Kami menanamkan lingkungan kerja yang baik yang menciptakan suasana kerja nyaman.”

Michele menjelaskan kenyamanan dalam bekerja dipengaruhi oleh lingkungan kerja dan komunikasi. Oleh sebab itu, perusahaan membuat media komunikasi bagi semua karyawan. Perusahaan juga memberikan wadah (program) sehingga semua karyawan (dari level security hingga level C) bisa memberikan saran atau komplain kepada perusahaan.

Manfaat Mempertahankan Karyawan

Salah satu masalah kritis yang harus dihadapi oleh perusahaan adalah mempertahankan karyawan

Pasalnya, perusahaan harus mengantisipasi kekurangan karyawan dengan kemampuan generalis di masa mendatang dan karyawan dengan kompetensi khusus agar tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan.

Perusahaan yang secara sistematis mempertahankan karyawan akan memiliki peluang lebih besar untuk mengatasi kekurangan tersebut. Namun manfaat mempertahankan karyawan tak berhenti di situ saja.

Meningkatkan loyalitas karyawan

Karyawan yang merasa bahwa perusahaan mendukung dan menghargai mereka, mereka akan semakin loyal. Maka menemukan cara untuk mempertahankan karyawan –terlebih mereka yang bekerja bertahun-tahun dan mempunyai performa baik– lebih lama dapat meningkatkan loyalitas terhadap perusahaan.

Dampaknya produktivitas mereka bertambah dan memiliki etika kerja. Contohnya, karyawan yang dihargai oleh perusahaan cenderung menyelesaikan pekerjaan mereka tepat waktu dan jujur mengenai pelaporan jam kerja.

Mengurangi biaya rekrutmen

Manfaat lain dari mempertahankan karyawan adalah mengurangi biaya rekrutmen. Seperti yang Anda tahu, mencari karyawan baru membutuhkan waktu dan biaya tak sedikit. Mulai dari proses rekrutmen hingga training.

Menurunkan turnover

Perusahaan yang berhasil mempertahankan karyawan terbaiknya akan menurunkan tingkat turnover. Misal salah satu brand perusahaan Anda adalah kedai kopi. Jika manajemen mampu mempertahankan karyawan terbaik di kedai kopi tersebut, maka pelanggan merasakan layanan terbaik dari mereka dan tercipta hubungan baik antara pelanggan dan brand.

Memiliki karyawan terampil

Ketika karyawan bekerja di suatu perusahaan, mereka akan membangun pengalaman dan keahlian, sehingga ia menjadi karyawan terampil di bidangnya. Selanjutnya, perusahaan dapat menggunakan karyawan tersebut untuk pelatihan berkelanjutan dan pengembangan karir di antara anggota tim saat ini.

Membentuk budaya perusahaan yang positif

Semua orang merupakan bagian integral dari perusahaan. Maka saat karyawan merasa senang dan berkomitmen terhadap pekerjaan mereka, hal itu berkontribusi dalam menciptakan budaya perusahaan yang positif dan bisa menarik kandidat terbaik. Misal Si A senang bila bekerja dengan Si B di tim karena ia adalah karyawan berbakat. Ketika Si B mengundurkan diri, motivasi kerja Si B berpengaruh pada kinerjanya.

Memperbaiki reputasi brand

Karyawan terbaik yang bertahan dengan pekerjaannya dapat menjadi public relation bagi brand. Sehingga brand dapat memiliki reputasi baik dan positif. Mereka dapat berbagi pengalaman kerja di perusahaan Anda di media sosial. Misal cerita tentang suasana kerja, hubungan dengan atasan dan rekan kerja, relasi dengan pelanggan, tunjangan yang diterima, dan lainnya.

Membentuk sistem konsisten

Memiliki karyawan terbaik dan bertahan bertahun-tahun bermanfaat bagi perusahaan yang ingin membentuk proses dan sistem tetap konsisten. Contoh tim kecil layanan pelanggan –yang memahami operasional perusahaan– akan timpang jika kehilangan satu stafnya. Jika ada anggota baru, ia belum tentu mengetahui semua kebijakan dan protokol perusahaan, sehingga akan menghambat proses kerja.

Penutup 

Mempertahankan karyawan terbaik lebih efisien daripada merekrut, melatih, dan mengarahkan karyawan baru dengan kualitas yang sama. Selain itu, ada persaingan dalam suatu industri untuk memperoleh kandidat terbaik.

Jika perusahaan mampu mempertahankan karyawan terbaik, maka mereka menghasilkan produk dan layanan terbaik pula ke pelanggan. Bila perusahaan gagal melakukannya, perusahaan pesaing yang akan merekrut mereka.

Comment