5 Cara dan Manfaat Melatih Analytical Thinking | | HR NOTE Indonesia

5 Cara dan Manfaat Melatih Analytical Thinking

Dalam menyusun resume lamaran kerja, biasanya kita akan memasukkan beberapa informasi terkait latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta kemampuan yang kita kuasai.

Salah satu kemampuan penting wajib dimiliki oleh karyawan ataupun calon karyawan adalah analytical thinking.

Dalam dunia kerja, analytical thinking bisa memberikan dampak yang besar baik bagi karir dan kondisi lingkungan kerja seorang karyawan.

Selain itu, memiliki analytical thinking bisa memperbesar kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan impian. 

Selain manfaat di atas, masih ada banyak lagi manfaat yang bisa diraih dengan melatih analytical thinking.

Simak pembahasan dari kami mengenai apa itu analytical thinking, cara dan manfaat yang didapat dengan melatihnya. 

Definisi Analytical Thinking

Analytical thinking adalah kemampuan seseorang dalam menerjemahkan informasi yang kompleks menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami, sehingga bisa dianalisa poin-poin penting yang terkandung di dalamnya.

Dari poin-poin penting inilah seseorang bisa mengembangkan solusi yang rasional dan tepat guna.

Selain analytical thinking, ada kemampuan yang tak kalah penting untuk dimiliki seorang karyawan. Beberapa dari kita mungkin sudah tidak asing dengan kemampuan ini. Kemampuan tersebut adalah critical thinking.

Secara definisi, critical thinking adalah kemampuan untuk menganalisa informasi secara objektif dan menyeluruh, guna menghasilkan keputusan yang rasional.

Critical thinking biasanya melibatkan pertimbangan dari berbagai aspek seperti data dan fakta dari hasil observasi.

Lalu, apa bedanya dengan analytical thinking? Berikut adalah 3 poin penting yang membedakan analytical thinking dengan critical thinking.

1. Penggunaan Fakta

Ketika dihadapkan dengan sebuah masalah, masing-masing dari kemampuan ini akan berbeda dalam menggunakan fakta yang ada.

Analytical thinking akan menggunakan fakta untuk mendukung bukti yang ada. Sedangkan critical thinking akan menggunakan fakta sebagai bahan untuk membuat opini, seperti apakah hal tersebut masuk akal atau tidak.

2. Kegunaan

Analytical thinking membantu seseorang dalam memecahkan masalah yang kompleks dan menganalisa situasi. Sehingga, kemampuan ini akan sangat berguna ketika digunakan untuk brainstorming ide baru. 

Sedangkan, critical thinking membantu seseorang dalam mengumpulkan dan menginterpretasikan data.

Sehingga, kemampuan ini akan lebih berguna ketika seseorang sedang berusaha mempertahankan argumen atau keyakinannya dalam sebuah debat.

3. Kerangka Berpikir

Satu hal lain yang berbeda antara analytical thinking dan critical thinking adalah kerangka berpikir yang digunakan.

Analytical thinking menggunakan kerangka berpikir yang linier dan lebih terfokus. Sedangkan, critical thinking menggunakan kerangka berpikir yang melingkar dan berputar.

4. Komponen

Analytical thinking dan critical thinking melibatkan komponen yang berbeda-beda dalam mencapai kesimpulan.

Pertama, analytical thinking akan lebih fokus dalam mengevaluasi opini dan bias. Sedangkan, critical thinking akan berusaha menghindari kedua hal tersebut.

Kedua, analytical thinking akan menggunakan logika dan penalaran pribadi terhadap suatu informasi. Sedangkan, critical thinking lebih mempertimbangkan berbagai sudut pandan alternatif yang ada. 

Elemen Di Dalam Analytical Skill

Berikut adalah lima elemen penting di dalam analytical skill yang dapat membantu kesuksesan karyawan di perusahaan.

1. Komunikasi

Kemampuan dalam menganalisa sebuah informasi atau masalah akan tidak ada gunanya jika tidak disampaikan kepada atasan atau pembuat keputusan di perusahaan.

Sehingga analytical skill yang baik harus diimbangi dengan kemampuan komunikasi yang baik.

Contoh aktivitas di perusahaan yang melibatkan kedua hal tersebut adalah mempresentasikan hasil analisis laporan keuangan tahunan di dalam sebuah meeting.

Tentunya tanpa komunikasi yang baik dan sistematis, akan sulit bagi peserta meeting memahami konteks presentasi yang disampaikan. 

2. Kreativitas

Banyak masalah kerja yang menuntut kita untuk berpikir secara “out-of-the-box”. Dengan berpikir secara tidak biasa, maka akan semakin kreatif ide atau solusi yang dihasilkan oleh seseorang.

Terkadang, solusi yang kreatif dan unik lah yang bisa memberikan dampak lebih besar ketimbang solusi yang sudah umum.

3. Berpikir Kritis

Berpikir kritis sangatlah penting dalam analytical skill. Pemikiran yang kritis diperlukan dari diri karyawan agar lebih jelas dan rasional dalam memberikan penilaian pada masalah yang terjadi.

Sehingga, solusi yang dihasilkan pun akan lebih logis dan tepat sasaran.

4. Analisis Data

Analisis data sangatlah penting dalam berbagai jenis profesi. Terlebih jika profesi tersebut berkaitan dengan bidang finansial dan perbankan, seperti akuntan, analis keuangan, dan lain-lain.

Analisa data yang baik oleh seorang karyawan akan menghasilkan keputusan-keputusan yang berdampak baik juga untuk perusahaan.

5. Riset

Ketika merancang kerangka berpikir yang analitis untuk masalah yang kompleks, perlu dilakukan riset terlebih dahulu pada akar masalahnya.

Sehingga, bisa diputuskan variabel apa saja yang perlu untuk dipertimbangkan ketika membuat sebuah solusi atau menarik kesimpulan.

Mengapa Kemampuan Analytical Thinking Penting?

Beberapa manfaat berikut ini dapat menjelaskan mengapa kemampuan analytical thinking penting untuk dimiliki oleh seseorang.

1. Bekerja Secara Efisien

Dengan menggunakan analytical thinking, kita dapat menganalisa hal-hal apa saja yang penting dan tidak penting. Sehingga, dengan fokus pada hal-hal yang penting saja, kerja kita akan lebih efisien dari segi waktu maupun tenaga. 

2. Menyelesaikan Masalah Lebih Cepat

Sebelumnya, Anda telah mengetahui bahwa dengan analytical thinking kita bisa lebih fokus dengan hal-hal yang penting saja dan akan lebih efisien dari segi waktu.

Oleh karena lebih efisien, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah pun harusnya lebih cepat dibanding dengan ketika tidak menggunakan analytical thinking.

3. Meningkatkan Kemampuan Problem Solving

Semakin sering Anda menggunakan analytical thinking dalam bekerja, semakin terasah pula cara Anda dalam menyelesaikan masalah (problem solving).

Tidak heran jika orang yang memiliki analytical thinking yang baik akan memiliki metode problem solving yang baik pula. 

4. Rasa Percaya Diri yang Baik

Analytical thinking merupakan salah kemampuan yang diharapkan oleh banyak perusahaan untuk dimiliki karyawannya.

Dengan memiliki kemampuan ini Anda bisa lebih percaya diri ketika melakukan interview dan akan lebih siap ketika menghadapi berbagai masalah yang mungkin terjadi ketika nanti Anda sudah bekerja..

5. Memperkuat Kredibilitas Karier

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin ketiga, orang dengan analytical thinking akan memiliki metode penyelesaian masalah yang baik pula.

Kemampuan dalam menjawab tantangan kerja secara baik tentunya akan meningkatkan kredibilitas karier Anda di perusahaan.

Contoh Analytical Thinking

Beberapa contoh berikut merupakan gambaran bagaimana analytical thinking digunakan ketika menyelesaikan sebuah masalah atau tantangan kerja.

Mengidentifikasi Data yang Kompleks

Dalam bekerja, tentunya kita tidak akan pernah bisa lepas dengan penggunaan data. Namun, terkadang data yang harus diolah memiliki kompleksitas yang tinggi.

Untuk mempercepat kerja, tentunya dibutuhkan kemampuan dalam mengidentifikasi data mana saja yang penting dan relevan untuk diolah dan digunakan.

Memvisualisasikan dan Menginformasikan Hasil Temuan

Selain kemampuan dalam mengidentifikasi data yang penting dan relevan, penting bagi kita untuk dapat memvisualkan hasil temuan analitis ke dalam sebuah presentasi dan menginformasikannya kepada orang lain.

Memperhitungkan Resource yang Tersedia

Menemukan solusi atas suatu masalah saja tidak cukup. Solusi yang dihasilkan harus bersifat rasional.

Artinya, solusi tersebut harus bisa dijalankan dengan resource atau kapasitas yang tersedia. Sehingga, baik solusi maupun resource harus diperhitungkan secara seimbang.

Menarik Kesimpulan Logis

Selain solusi yang rasional, dalam menyelesaikan sebuah masalah perlu kemampuan untuk menarik kesimpulan yang logis pula.

Sehingga, kesimpulan yang dibuat harus berdasarkan hal-hal yang secara logika bisa dipahami.

Cara Melatih Analytical Thinking

Ada berbagai cara yang bisa dicoba dalam melatih analytical thinking di lingkungan kerja. Jika Anda tertarik untuk melatihnya, lima cara ini patut Anda coba.

  1. Ambil inisiatif untuk memimpin proyek yang menggunakan analytical thinking.
  2. Utamakan untuk melakukan riset dan analisa terlebih dahulu ketika menyelesaikan masalah.
  3. Berpartisipasi dalam aktivitas yang secara aktif menggunakan analytical thinking, seperti bermain game, olahraga tim, dan membaca.
  4. Tingkatan pengetahuan di bidang atau karier yang sedang digeluti.
  5. Pelajari sudut pandang analitis dari berbagai ahli ketika menghadapi masalah.

Penutup

Dari artikel di atas, kita mengetahui apa itu analytical thinking, mengapa kemampuan ini penting dan bagaimana cara untuk meningkatkannya. 

Beberapa cara yang kami bagikan patut Anda coba jika tertarik untuk melatih analytical thinking di lingkungan kerja.

Bagi Anda yang berprofesi sebagai recruiter, berikut beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk memastikan seorang kandidat memiliki kemampuan analytical thinking.

  1. Mampu melakukan tugas-tugas kompleks dan memecahnya menjadi bagian-bagian yang dapat dikelola dengan cara yang sistematis.
  2. Memikirkan beberapa kemungkinan sebab akibat dari sebuah solusi.
  3. Memiliki solusi alternatif ketika memecahkan sebuah masalah.
  4. Mengenali dan mampu mengidentifikasi relevansi data.
  5. Mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah secara efektif.
  6. Mempertimbangkan pro dan kontra dari solusi alternatif.
  7. Melakukan riset dengan mengubah variabel untuk menemukan perbedaan dari tiap solusi alternatif yang hampir sama.

Semoga artikel ini dapat membantu pembacanya dalam memperluas wawasan serta pengetahuan, khususnya di bidang HR.

Comment