Siapa Itu Karyawan Tetap? Apa Beda Karyawan Tetap dan Kontrak? | | HR NOTE Indonesia

Siapa Itu Karyawan Tetap? Apa Beda Karyawan Tetap dan Kontrak?

Dalam menjalankan operasionalnya, sebuah perusahaan akan membutuhkan karyawan yang mengerjakan tugas-tugas demi mencapai profit yang diinginkan.

Di Indonesia sendiri, umumnya penyebutan karyawan terbagi dalam dua jenis, yaitu karyawan tetap dan karyawan tidak tetap. Tetap atau tidak tetap merujuk pada status kerja karyawan.

Dalam artikel kali ini, mari kita bahas informasi dasar yang perlu diketahui pengelola perusahaan mengenai karyawan tetap atau biasa dikenal juga dengan karyawan permanen.

Siapa yang Disebut Karyawan Tetap?

Sederhananya, karyawan tetap adalah karyawan yang memiliki status kepegawaian permanen di sebuah perusahaan. 

Karyawan tetap masuk ke dalam kategori Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Jadi, permanen di sini mengacu pada tidak adanya batasan waktu untuk mempekerjakan seorang karyawan, kecuali salah satu pihak memutus hubungan kerja tersebut.

Juga, dikarenakan sifatnya yang permanen dan menjanjikan stabilitas, maka posisi ini sangat didambakan oleh banyak pencari kerja.

Stabilitas dari status kerja ini juga menguntungkan perusahaan. HRD tidak perlu repot-repot memperbarui kontrak kerja dan database karyawan yang statusnya tidak permanen.

Di dalam sebuah perusahaan, yang pasti memiliki status karyawan tetap adalah mereka yang bekerja sebagai jajaran pemimpin, seperti manajer dan direksi. Ditambah posisi lain yang mengharuskan karyawannya memiliki kredibilitas tinggi dan masa kerja yang lama.

Ciri lainnya dari karyawan tetap adalah adanya masa percobaan. Setiap karyawan tetap pasti akan melewati masa percobaan tiga bulan terlebih dahulu sesuai peraturan perundangan.

Jadi, jika Anda merekrut seseorang dengan tujuan menjadikannya sebagai karyawan tetap, Anda bisa langsung memberikan status permanen tersebut setelah karyawan lulus masa probation.

Sekarang, mari cek perbedaan karyawan tetap dan karyawan tidak tetap terlebih dulu.

Beda Karyawan Tetap dan Karyawan Tidak Tetap

Di mana perbedaan status karyawan tetap dan karyawan tidak tetap? Adalah pertanyaan yang selalu muncul di masyarakat awam.

Ada beberapa aspek paling umum dari perbedaan keduanya, berikut penjelasannya.

Jangka waktu bekerja

Perbedaan paling sederhana ada di jangka waktu bekerjanya. Karyawan tetap, karena disebut juga karyawan permanen, umumnya memiliki jangka waktu bekerja yang panjang, bisa 10 tahun lebih.

Sedangkan karyawan kontrak, karena tergolong dalam status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), memiliki masa kerja yang lebih pendek. Menurut peraturan, pekerja dengan status PKWT memiliki masa waktu paling lama lima tahun.

Perjanjian kerjanya

Selanjutnya ada perjanjian kerja, sebuah dokumen penting untuk menjaga hubungan profesionalisme yang baik dengan karyawan.

Perjanjian kerja di antara karyawan tetap dan tidak tetap isinya berbeda, meskipun sama-sama memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Perbedaan paling mencolok adalah, pada perjanjian kerja milik karyawan kontrak atau tidak tetap lainnya, tercantum lamanya masa kerja. 

Gaji dan tunjangan

Yang ketiga adalah poin yang paling mendapat banyak perhatian; kompensasi dan tunjangan.

Umumnya, karyawan tetap memiliki sistem pengupahan yang lebih stabil dibanding karyawan tidak tetap atau karyawan kontrak. Tidak hanya itu, tunjangan yang diterima pun bisa lebih banyak.

Di lain hal, pada kasus karyawan kontrak atau tidak tetap, perusahaan bisa memiliki perhitungan pengupahan yang dibedakan dengan karyawan tetap.

Misalnya, upah dibayarkan sesuai jumlah jam kerja, tidak ada tunjangan jabatan, tidak ada pesangon, dan sebagainya. Hal ini dituang dalam perjanjian kerja yang disepakati kedua belah pihak.

Meski terdapat perbedaan, satu yang jelas adalah minimal perusahaan harus bisa memberikan upah minimum sesuai peraturan yang berlaku, kepada semua jenis status karyawan.

Jika terjadi PHK

Karyawan tetap biasanya lebih dipertahankan perusahaan saat terjadi PHK. juga, karyawan tetap biasanya mendapatkan pesangon seperti uang penggantian hak dan uang pisah

Sedangkan dalam kasus karyawan kontrak, mereka lebih rentan diberhentikan dibandingkan karyawan tetap saat terjadi PHK

Selain itu, sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah, jika ada yang mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu sesuai PKWT, perusahaan wajib memberikan uang kompensasi.

Pekerjaan yang diberikan

Terakhir, terdapat perbedaan juga dari jenis pekerjaan yang diberikan.

Karyawan tetap biasanya diberikan jenis pekerjaan yang lebih menuntut kontribusi besar dan konstan untuk perusahaan.

Sedangkan karyawan PKWT melakukan jenis pekerjaan yang bersifat sekali selesai atau pekerjaan yang sementara.

Hak Karyawan Tetap

Melansir dari situs gadjian, ada beberapa hak karyawan tetap yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Hak-hak tersebut dirangkum sesuai hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia.

1. Upah yang layak

Upah layak tidak hanya berarti upah minimum. Perusahaan harus bisa mempertimbangkan pemberian upah berdasarkan potensi, pengalaman, hingga faktor seperti keadaan ekonomi saat itu.

Selain itu, pemberian upah yang layak juga mencakup pemberian upah tanpa melihat perbedaan ras, agama, dan gender.

2. Jaminan sosial

Beruntungnya, semua perusahaan yang beroperasi di Indonesia diwajibkan untuk memiliki fasilitas BPJS untuk karyawannya.

Ini membuat semua karyawan tetap secara otomatis mendapat hak perlindungan yang mereka butuhkan, apa pun jenis pekerjaan mereka.

Tidak hanya jaminan sosial, tapi juga jaminan kesehatan dan keselamatan lain hingga pensiun juga perlu diberikan kepada karyawan tetap. Dalam hal ini, jika perusahaan mampu maka Anda bisa mendaftarkan karyawan Anda ke program jamkes di luar BPJS.

3. Hak berserikat

Perusahaan juga harus memberikan pilihan untuk karyawan bergabung dalam serikat pekerja. Ini sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Serikat pekerja adalah asosiasi karyawan yang membantu karyawan menyampaikan aspirasi kepada perusahaan, serta melindungi hak-hak karyawan.

Dengan bergabung ke serikat pekerja, seperti memberikan perlindungan ekstra bagi karyawan.

4. Mengembangkan potensi

Peraturan di Indonesia dengan cukup jelas melindungi karyawan, serta potensi-potensi mereka sebagai sumber daya manusia.

Menurut UU No. 21 Tahun 2000 dan UU No. 13 Tahun 2003, karyawan memiliki hak untuk mengembangkan potensinya terkait kemampuan, minat, dan bakat di perusahaan.

Ini menjadi perintah tidak langsung bagi perusahaan untuk mengedepankan pemberian program pengembangan karyawan di perusahaan.

5. Hak libur, cuti, dan istirahat

Perusahaan wajib untuk memberikan hak istirahat untuk karyawannya dalam bentuk pemberian cuti.

Salah satu bentuk cuti minimal yang harus diberikan perusahaan adalah cuti tahunan yang diberikan setelah masa kerja 12 bulan.

Selain itu, perusahaan wajib menyediakan waktu istirahat selama satu jam setelah bekerja minimal empat jam dalam sehari.

Kapan Mempekerjakan Karyawan Tetap?

Sejatinya, sebelum proses rekrutmen dijalankan, perusahaan sudah harus bisa memutuskan mau mempekerjakan karyawan dengan status permanen atau sementara?

Pertimbangan paling sederhana adalah, diharapkan dengan status permanennya, seorang karyawan bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk perusahaan dalam mencapai tujuan.

Misalnya, posisi yang dibuka adalah jenis pekerjaan yang membutuhkan hasil yang berkelanjutan, seperti sales & marketing, akunting, HRD, dan lain-lain.

Perusahaan juga harus memperhatikan kemampuan finansial dalam merekrut karyawan tetap, karena status employment ini akan membutuhkan kompensasi dan tunjangan yang setimpal dengan tanggung jawabnya.

Selain yang disebutkan di atas, ini adalah hal yang perlu diperhatikan dalam mengangkat karyawan tetap:

  • Dalam hal seorang karyawan direkrut untuk jadi karyawan tetap, maka ia harus melewati masa probation 3 bulan. Setelah evaluasi masa probation, perusahaan bisa memutuskan untuk mengangkatnya menjadi karyawan tetap, atau memutus hubungan kerja.
  • Dalam hal perusahaan ingin mengangkat karyawan kontrak (PKWT) menjadi karyawan tetap, perusahaan wajib memperbarui kontrak kerja menjadi kontrak kerja waktu tidak tertentu dengan kompensasi dan tunjangan yang telah disesuaikan.

Keuntungan Memiliki Karyawan Tetap

Memiliki karyawan berstatus tetap atau permanen akan meringankan HRD dari prosedur pembaruan kontrak kerja.

Keuntungan memiliki karyawan tetap tidak sampai di situ. Berikut keuntungan lainnya.

  • Status kerja permanen akan memberikan rasa aman dan stabilitas finansial kepada karyawan, mendorong mereka untuk mengeluarkan performa terbaiknya.
  • HRD tidak harus mencari orang baru untuk posisi yang sama, sehingga mengurangi waktu rekrutmen.
  • Baik HRD dan manajer tidak perlu memberikan pelatihan yang sama berkali-kali kepada orang baru.
  • Manajemen bisa menanamkan benih calon pemimpin dari karyawan tetap yang memiliki potensi tinggi, sehingga mengurangi beban rekrutmen baru untuk posisi manajerial.

Penutup

Berikut tadi penjelasan tentang siapa itu karyawan tetap, atau karyawan dengan status PKWTT.

Sebagian perusahaan mungkin jauh lebih terbiasa merekrut karyawan dengan status employment ini. Namun bagi rekan-rekan yang ingin berhati-hati dalam mengelola karyawan tetap, semoga artikel kali ini dapat bermanfaat.

Comment