HRD Manager, Ini Peran Dan Tanggung Jawabnya Di Perusahaan | | HR NOTE Indonesia

HRD Manager, Ini Peran Dan Tanggung Jawabnya Di Perusahaan

Pembaca yang saat ini tengah memulai karier sebagai staf HRD, mungkin mulai merasa tertarik dengan prospek pekerjaan ini.

Jika ya, tujuan awal Anda adalah mengejar posisi sebagai HR Manager. Untuk itu, Anda harus mengetahui dengan pasti apa saja tugas dari HR Manager. Tidak hanya itu, mari ketahui juga kriteria dan kualifikasi untuk menjadi seorang HR Manager.

Peran HRD Manager Di Perusahaan

Mari mulai dari pertanyaan: siapa yang disebut dengan HRD manager?

HRD manager adalah orang yang diberikan tanggung jawab untuk mengepalai divisi human resources. Yang bisa menempati posisi ini tentu adalah mereka yang sudah memiliki pengalaman cukup sebagai praktisi HR.

Dalam tatanannya, HRD manager biasanya memiliki atasan Direktur HRD atau Direktur Operasional (tergantung struktur organisasinya).

Prinsipnya, peran HRD manager adalah untuk memberikan arahan dan membentuk strategi terkait program ketenagakerjaan. Tidak berhenti sampai di situ, HRD manager juga harus mengawasi jalannya program dan melakukan evaluasi untuk membentuk strategi yang lebih baik lagi.

Profesor Dave Ulrich yang terkenal dengan bukunya Human Resource Champions pernah memperkenalkan empat peran HR dalam sebuah organisasi:

  1. Functional Expert, membantu perusahaan mencapai efektifitas dan efisiensi dari sisi pengelolaan SDM.
  2. Employee Champion, membantu perusahaan untuk mengelola berbagai kebutuhan karyawan.
  3. Change Agent, membantu perusahaan untuk beradaptasi terhadap berbagai perubahan.
  4. Business Partner, membantu perusahaan untuk mencapai target bisnis.

Tapi apa sebenarnya fokus dari pekerjaan seorang HRD manager?

Sebagai praktisi HR, tentu kita sudah tahu betapa vitalnya divisi HR di dalam sebuah perusahaan. Tanpa adanya SDM, perusahaan tidak akan bisa beroperasi. Tidak cukup sampai di situ, perusahaan juga butuh SDM yang kompeten untuk membantu business goal dapat tercapai.

Fokus pekerjaan HRD manager adalah memastikan sumber daya manusia di perusahaan dapat berfungsi dengan baik dan bisa membantu perusahaan mencapai tujuan semaksimal mungkin. Kepala divisi SDM ini harus bisa mengelola karyawan sebaik mungkin agar mereka dapat mengeluarkan performa yang baik.

Namun, posisi ini juga harus memastikan bahwa perusahaan bisa memberikan kompensasi yang baik dan sesuai kepada karyawannya.

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat apa saja tugas dan tanggung jawab HRD manager berikut ini.

Apa Saja Tugas dan Tanggung Jawab HRD Manager?

Dengan gambaran umum peran HRD manager di atas, apakah pembaca sudah bisa menebak apa saja tugas dan tanggung jawab HRD manager?

Ya, betul. Secara garis besar, lingkup tugas HRD manager tidak berbeda dengan tugas HRD pada umumnya; merekrut karyawan, memberikan kompensasi, melakukan pengembangan karyawan, juga evaluasi kinerja.

Tapi karena mereka menempati posisi manajerial, maka mari pahami lingkup tugas dan tanggung jawab HRD manager lebih jelasnya lagi.

Perlu diingat, tugas adalah apa yang dilakukan dalam basis harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Sedangkan tanggung jawab adalah pekerjaan yang bisa dipertanggungjawabkan kepada atasan dan organisasinya kelak.

Tugas HRD Manager

Berikut adalah tugas-tugas dari dari HRD manager:

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan tujuan manajemen SDM dan menyelaraskannya dengan tujuan perusahaan.
  2. Mengembangkan, mengelola, dan memonitor sistem serta kegiatan perencanaan divisi human resources dan memastikannya sejalan dengan hukum dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
  3. Merancang, mengelola, dan mengendalikan anggaran belanja human resources.
  4. Melakukan perencanaan tenaga kerja dan merancang sistem rekrutmen dan seleksi yang efektif.
  5. Merancang program pengembangan karyawan dan pemimpin seperti training, upskilling/reskilling, atau coaching, berdasarkan identifikasi berbasis data.
  6. Memonitor kebijakan pengupahan (seperti survei gaji tahunan), menjaga program comben tetap kompetitif.
  7. Mereviu analisis beban kerja, serta memastikan job description tiap bagian sudah sesuai dengan porsinya masing-masing.
  8. Mendukung jalannya bisnis perusahaan melalui pengembangan dan produktivitas karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang positif, hingga membuat kebijakan baru sesuai kebutuhan.
  9. Merancang SOP perusahaan beserta segala prosedur yang terkait dengan human resources.
  10. Menganalisis produktivitas dan efektivitas kerja melalui evaluasi kinerja karyawan.
  11. Merancang strategi retensi dan succession plan.
  12. Melaporkan proses dan hasil kerja kepada atasan.

Sampai sini terlihat bahwa tugas HRD manager cukup banyak, ya! Sebagai posisi manajerial, wajar jika ranah pekerjaannya lebih ke identifikasi, analisis, merancang strategi, mengawasi, dan mengevaluasinya.

Sekarang, mari kita cek apa saja yang jadi tanggung jawab seorang HRD manager di perusahaan.

Tanggung Jawab HRD Manager

Semua strategi rancangan manajer HR memiliki tujuan masing-masing, dan semua itu harus dipertanggungjawabkan kepada manajemen. 

Berikut tanggung jawab HRD manager:

  • Mengembangkan, mengimplementasikan strategi HR yang sejalan dengan strategi bisnis

Di sini perlu ditekankan bahwa strategi dan program HRD sebaiknya dirancang setelah HRD manager memahami apa yang jadi tujuan bisnis, dan bagaimana SDM dapat berperan dengan maksimal di dalamnya.

  • Peningkatan kualitas SDM dengan berbagai pelatihan yang sesuai

Pengembangan karyawan adalah aspek penting divisi ini. Di antara puluhan, ratusan, bahkan ribuan karyawan Anda, pasti ada yang memiliki potensi untuk menjadi lebih. Apalagi zaman sekarang banyak organisasi melakukan program pengembangan karyawan seperti upskilling atau reskilling demi mendapatkan karyawan berkompeten tanpa harus rekrut baru yang memakan biaya tinggi.

  • Bertanggung jawab atas data dan penghitungan kompensasi benefit karyawan

Sebagaimana kompensasi dan benefit adalah salah satu faktor utama seseorang memilih bekerja di tempat kita–dan bertahan–maka penting bagi seorang HRD manager untuk selalu memastikan pemberian kompensasi (khususnya payroll) berjalan lancar dan berani mengambil inisiatif benefit yang kompetitif dengan pasar.

  • Mengembangkan dan memonitor kerja tim HRD

HRD manager tidak boleh terlalu fokus dengan strategi dan program MSDM-nya. Ia juga harus memperhatikan timnya sendiri. Ia harus pandai dalam membagi tugas dan memonitor aktivitas staf HRD. Sebuah nilai plus jika HRD manager memberikan kesempatan bagi stafnya untuk mengembangkan diri juga.

  • Mempertanggungjawabkan seluruh inisiatifnya kepada manajemen dengan berbasis data

HRD manager harus bisa menyusun laporan rutin dan menyiapkannya dalam bentuk data. Data tersebut akan membantu manajemen (dan mereka sendiri) untuk melihat apa yang perlu ditingkatkan dari strategi Anda, apa yang harus dihilangkan, memperkirakan risiko, dan sekadar membuat mereka semakin puas jika data memperlihatkan hasil yang bagus!

Kriteria yang Diperlukan Jika Ingin Menjadi HRD Manager

HRD manager, sebuah profesi yang menarik dan menantang, bukan?

Ditambah lagi, profesi ini akan selalu dibutuhkan di organisasi manapun, terlepas dari embel-embel revolusi industri dan semakin maraknya penggunaan teknologi. Karena mesin atau teknologi akan tetap membutuhkan campur tangan manusia di dalamnya.

Dan bagaimana pun, hanya manusia yang bisa menghadapi manusia lainnya, bukan?

Berikut adalah enam skill dan kompetensi umum yang dibutuhkan untuk menjadi HRD manager:

  1. Kemampuan team work dan kolaborasi yang kuat
  2. Kemampuan komunikasi dan negosiasi
  3. Kemampuan mengolah data dan analisis
  4. Leadership dan organizational skills
  5. Menguasai hukum dan peraturan ketenagakerjaan
  6. Memiliki pola pikir berkembang dan tangkas

Penutup

Bagaimana, setelah membaca tentang peran dan tanggung jawab seorang HRD manager, apakah Anda masih tertarik menjadi salah satunya?

Jika Anda masih merasa kurang pede, jangan khawatir! Semua orang bisa belajar untuk jadi HRD manager yang baik kapan saja. Sudah banyak juga pelatihan dan sertifikasi untuk menjadi HRD manager berkualifikasi.

Comment