13 Cara Efektif Memotivasi Karyawan Pasca-Pandemi | | HR NOTE Indonesia

13 Cara Efektif Memotivasi Karyawan Pasca-Pandemi

Memotivasi karyawan di beberapa momen tertentu seperti pascapandemi dan akhir tahun  bisa jadi hal yang cukup menantang.

Karyawan yang benar-benar memiliki motivasi kerja rendah mungkin tidak fokus dan memberikan banyak energi untuk pekerjaan mereka.

Di sisi lain, karyawan yang termotivasi adalah yang memiliki rasa antusias, driven, dan bangga dengan pekerjaan mereka.

Sayangnya, motivasi karyawan bisa berdampak pada performa perusahaan, sehingga penting bagi HR untuk memastikan karyawan selalu dalam keadaan termotivasi.

Apa yang bisa HR lakukan untuk hal ini?

Demotivasi pada Karyawan adalah Hal Nyata

Anda mungkin tidak asing dengan pepatah lama yang berbunyi “satu apel yang busuk dapat merusak seluruh keranjang”.

Demotivasi karyawan bisa menular, bahkan seorang karyawan dalam keadaan demotivasi yang terus-menerus mengeluhkan pekerjaan mereka bisa memengaruhi orang lain.

Hal ini juga sama dengan apa yang terjadi pada sebuah perusahaan. Satu karyawan dengan motivasi kerja rendah bisa berdampak negatif pada kinerja perusahaan.

Dengan demikian, penting untuk mengidentifikasi penyebab demotivasi karyawan dan mencari solusi yang memungkinkan, karena perusahaan akan rentan terhadap bahaya demotivasi setiap saat ini.

Ada beberapa contoh perilaku atau tanda karyawan yang mengalami demotivasi, yaitu:

1. Kurangnya fleksibilitas

Sebuah studi yang dilakukan Generation Fl-x study menyatakan banyak tenaga kerja tidak merasa bahwa mereka diberi akses untuk bekerja secara fleksibel.

Kurangnya fleksibilitas di sini terkait dengan jam kerja atau rasa frustasi karena tidak dapat kembali bekerja di kantor karena banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja jarak jauh.

Hal ini bisa terjadi sebaliknya juga dengan kondisi banyaknya karyawan yang tidak memiliki kesempatan bekerja secara remote.

2. Tidak ada jenjang karier

Sebagian besar kasus, uang hanyalah salah satu bagian dari motivasi karyawan. Kebanyakan orang ingin memiliki tujuan karier yang jelas.

Karier dapat menjadi proses yang berguna dalam menetapkan tujuan jangka panjang yang jelas bagi seorang karyawan. Hal ini membantu karyawan dalam bekerja secara proaktif menuju hasil yang diinginkan.

Kurang work-life balance

Banyak perusahaan yang tanpa sadar menurunkan motivasi karyawan dan mengambil kehidupan pribadi dan profesional mereka yang seimbang.

Akibatnya, timbullah masalah work-life balance.

Dengan kata lain, perusahaan telah membuat budaya kerja yang menyulitkan karyawan untuk tetap menjaga keseimbangan kehidupan profesional dan pribadi mereka.

Hal tersebut membuat karyawan kurang produktif dan merasa lelah karena beban kerja yang diberikan.

Akhirnya, motivasi karyawan pun berkurang dalam konteks menyelesaikan tugas rutinitas.

3. Merasa diremehkan

Jika karyawan merasa usahanya tidak diakui atau dihargai, mereka akan mulai tidak termotivasi. 

Maka dari itu, sangat penting untuk merayakan keberhasilan dan memberikan penghargaan kepada karyawan Anda.

4. Kepemimpinan yang buruk

Kepemimpinan dalam tim efektif menentukan faktor motivasi karyawan.

Jika kepemimpinan berdampak negatif, maka karyawan akan merasa kehilangan semangat. Pemimpin harus memiliki pendekatan yang fleksibel untuk mengelola tim.

Mereka juga harus mampu berkomunikasi dengan jelas sambil menanamkan kepercayaan diri dan fokus.

Jika tim tertentu memiliki motivasi yang rendah, maka ini mungkin terjadi karena manajemen yang kurang baik.

5. Beban kerja yang kurang realistis

Penting untuk tetap memeriksa ekspektasi dan tuntutan yang diberikan kepada karyawan.

Jika seseorang merasa terlalu terbebani oleh beban kerja yang besar dan mustahil dilakukan, mereka akan merasa stres, kecewa, dan kehilangan motivasi.

Sama halnya jika seorang karyawan memiliki beban kerja yang ringan dan tidak bervariasi, mereka akan cepat kehilangan minat mereka.

13 Cara Memotivasi Karyawan Pascapandemi Covid-19

Pandemi membuat banyak perubahan bagi perusahaan dan cara bekerja seseorang.

Namun, saat memasuki era pascapandemi saat ini, belum tentu semua orang memiliki pace kerja yang tepat dan mampu menjaga motivasi mereka.

Banyak perusahaan yang belum pulih dalam memberikan fasilitas dan sistem kerja yang tepat agar karyawan termotivasi.

Untuk itu, penting untuk menyimak tips memotivasi karyawan setelah masa disrupsi pandemi di bawah ini.

1. Set target realistis

Bekerja dari jarak jauh tidak semudah kelihatannya. Menyulap pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga bisa melelahkan dan sering menyebabkan rasa lelah yang berlebih.

Maka dari itu, penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif agar dapat membuka komunikasi antara manajer dan karyawan, yang pada gilirannya penting bagi manajer untuk memahami berapa banyak pekerjaan yang diberikan.

Ini memungkinkan mereka menetapkan tujuan dan target yang realistis dan dapat dicapai.

2. Mengakui hasil kerja karyawan

Penelitian menunjukkan bahwa penghargaan dan pengakuan berdampak besar pada motivasi karyawan.

Saat terjadi kegagalan, memberi tahu seseorang bahwa mereka sudah melakukan yang terbaik kemungkinan besar akan meningkatkan semangat mereka.

Terkadang, sesuatu yang sederhana seperti ucapan terima kasih dapat membantu meningkatkan moral karyawan.

3. Biasakan komunikasi terbuka

Seringkali, masalah yang sulit dapat diselesaikan melalui percakapan yang sederhana. Sehingga penting agar anggota tim atau karyawan memiliki suara dan merasa didengarkan.

Mendorong karyawan untuk berbagi pemikiran dan empati dengan baik adalah cara terbaik untuk meningkatkan motivasi di tempat kerja.

Anda juga bisa mendorong tim mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban yang membuat karyawan merasa terlibat.

Untuk diskusi yang resmi, gunakan pertanyaan terbuka jika memungkinkan untuk mencoba dan memahami apa dan bagaimana pendapat tim Anda.

4. Mengadakan sesi kerja bersama

Bekerja bersama telah jadi hal yang relevan, terlepas dari bekerja di kantor, hybrid, atau jarak jauh. Bekerja sama adalah hal yang dapat menumbuhkan motivasi karyawan.

Maka dari itu, lakukanlah panggilan grup dan buat sistem yang membantu karyawan memotivasi dan mendorong mereka saat kembali bekerja setelah masa pandemi.

5. Mengadakan team-building secara reguler

Dalam skenario pascapandemi, untuk pergi berwisata harus mematuhi protokol kesehatan dan terdapat banyak pembatasan. Namun, memotivasi karyawan tetap harus dilakukan.

Melakukan kegiatan team-building yang menyenangkan dan menarik merupakan hal yang penting karena dapat membantu karyawan menjadi refreshed dan refocused.

Karyawan perlu waktu untuk bersantai dan lepas dari rutinitas kerja. Anda bisa melakukan rekreasi dengan bermain teka-teki gambar atau sekadar mendengarkan musik bersama.

6. Tunjukkan dukungan dan empati

Ketahuilah bahwa setiap karyawan menghadapi tantangan dengan caranya sendiri dan terkadang mereka mungkin merasa kewalahan.

Beri tahu mereka bahwa Anda ada di sana untuk mendukung mereka, tanyakan kabar mereka, dan dukungan apa yang mereka perlukan untuk melakukan pekerjaan mereka.

7. Be positive

Beri karyawan informasi yang jujur tentang kondisi bisnis saat ini, tetapi tekankan bahwa perusahaan akan menghadapinya bersama mereka.

Contohnya dengan fokus pada sharing keberhasilan perusahaan selama krisis, atau ceritakan progress proyek yang berjalan dengan baik.

Terbuka juga terhadap kegagalan, tapi tambahkan dengan strategi perbaikan yang Anda miliki.

8. Tawarkan fleksibilitas

Menanggapi pandemi, banyak pemberi kerja telah mengadopsi atau memperluas pengaturan kerja yang fleksibel, remote working, hybrid working, atau jam kerja yang fleksibel.

Meski begitu, kebijakan ini terkadang melarang karyawan merawat keluarga selama jam kerja.

Pertimbangkan untuk mengubah deadline atau mengizinkan karyawan untuk menyesuaikan jadwal mereka dengan kebutuhan mengurus keluarga.

9. Empower employees

Sebisa mungkin, beri karyawan kesempatan untuk membuat keputusan terkait pekerjaan mereka sendiri. Dorong juga karyawan untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan mereka.

Tanyakan karyawan apakah mereka mau menangani sebuah proyek atau tantangan lainnya. Lalu, sediakan alat dan resource yang dibutuhkan agar pekerjaan mereka semakin efektif.

Dengan melatih kemampuan decision making, seseorang akan merasa lebih bertambah value-nya.

10. Prioritaskan kesehatan dan kesejahteraan karyawan

Meskipun pandemi memiliki efek yang sangat mengganggu, tetapi hal itu telah menarik perhatian kita pada kesehatan dan kesejahteraan secara umum, termasuk kesehatan mental.

Orang-orang terbuka tentang bagaimana pandemi telah menyebabkan kecemasan.

Dengan demikian, kita tahu bahwa work from home dapat menyebabkan kesepian dan menciptakan rasa keterasingan. Dan itu berarti masalah tambahan.

Membantu karyawan melawan tantangan kesehatan mental dapat dilakukan dengan cara sederhana seperti memeriksa secara teratur untuk memberikan dukungan moral.

11. Pengakuan dan reward

Selama pandemi, sangat penting untuk mengenali kinerja tim dan individu. Pengakuan dapat berupa pengumuman keberhasilan suatu tim atau divisi, atau pesan dari manajer atau pemimpin perusahaan.

Untuk rewards, pertimbangkan dalam berbagai bentuk finansial dan nonfinansial. Misalnya, jika tidak bisa menaikkan upah atau memberi bonus, Anda dapat menawarkan cuti berbayar tambahan, voucher belanja, dan/atau dukungan kesejahteraan lainnya.

12. Lakukan sesi permainan yang interaktif dan menyenangkan

Melakukan sesi permainan yang interaktif dan menyenangkan tidaklah sulit untuk pengaturan sistem kerja mana pun.

Anda dapat membuat ruang untuk aktivitas yang menyenangkan dan menarik ini dalam jadwal harian Anda.

Kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan yang interaktif dan menyegarkan bagi karyawan dan membuat mereka menantikan setiap harinya.

13. Dukungan terhadap learning & development

COVID-19 telah menjadi berkah terselubung, contohnya memberikan kesempatan kepada beberapa orang untuk meningkatkan keterampilan.

Beberapa telah memanfaatkan waktu mereka sebaik-baiknya dengan mendaftar kursus online baru atau program pelatihan perusahaan.

Karena peningkatan keterampilan membantu mengisi kesenjangan keterampilan, pemberi kerja dapat mendorong karyawan untuk mempelajari keterampilan baru yang dapat berkontribusi pada perkembangan mereka secara keseluruhan.

Penutup

Sangat normal bagi karyawan untuk kehilangan motivasi selama masa kerja mereka di sebuah perusahaan. Di satu sisi, motivasi adalah kunci menuju organisasi yang bahagia dan produktif.

Agar seorang karyawan dapat bekerja dengan baik, inti dari motivasi terletak pada dirinya yang mengerahkan seluruh upayanya ke dalam pekerjaannya.

Karena itu, dengarkan karyawan Anda, identifikasi alasan demotivasi mereka dan segarkan kembali semangat karyawan dengan praktik yang dapat diterapkan di tempat kerja Anda.

Comment