11 Metode Job Enrichment Untuk Memotivasi Karyawan | | HR NOTE Indonesia

11 Metode Job Enrichment Untuk Memotivasi Karyawan

Job Enrichment

Job enrichment adalah salah satu upaya yang bisa ditempuh oleh perusahaan untuk mengurangi kebosanan karyawan terhadap pekerjaan.

Tak dipungkiri, ada kalanya, karyawan bosan mengerjakan tugas sehari-hari. Jika ia mengerjakan tugas asal-asalan, hal itu dapat menyebabkan target tim tidak tercapai dan bisa juga memengaruhi capaian perusahaan. 

Dengan job enrichment, karyawan berpotensi mendalami keterampilan mereka. Baik yang menunjang tugasnya maupun mengembangkan keterampilan di luar pekerjaan tetapi tetap mendukung kemajuan perusahaan.

Tim HR dapat menerapkan berbagai metode job enrichment, tetapi pilih yang sesuai kebutuhan perusahaan.

Perjalanan Job Enrichment

Seperti yang kita tahu, job enrichment adalah proses meningkatkan motivasi karyawan. Namun keberadaan job enrichment tidak datang begitu saja.

Perjalanan job enrichment di dunia kerja dimulai pada 1914. Kala itu, Ford Motor Company telah merebut 48 persen pasar mobil. 

Pada dasarnya, Henry Ford sebagai pendiri perusahaan memperoleh pasar tersebut karena mengubah cara pembuatan mobil. Bersama dengan itu, Frederick Taylor yang dijuluki bapak manajemen ilmiah, menciptakan versi pertama jalur perakitan.

Fokus pada perakitan 

Ford dan Taylor menerapkan pendekatan perakitan pada perusahaan masing-masing. Caranya, membagi proses bekerja yang kompleks menjadi spesifik.

Ketika perusahaan membangun mobil menjadi tugas-tugas sederhana yang dieksekusi oleh pekerja dan satu pekerja hanya melakukan satu tugas. Contohnya, karyawan yang khusus memasang roda. 

Proses tersebut menghasilkan produksi mobil massal pertama. Pada tahun 1914, Ford Motor Company mampu membuat mobil baru setiap 93 menit. Sebuah rekor pada saat itu. 

Pekerja merasa bosan

Meski pekerja pabrik Ford sangat produktif, tetapi mereka merasa bosan. Dari kondisi itu ditemukan bahwa menyelaraskan pekerja terhadap aktivitas kerja yang paling efisien tidak selalu menjadi cara terbaik untuk mempertahankan dan memotivasi karyawan.

Teori motivasi dua faktor

Pada 1959, Frederick Herzberg menerbitkan teori motivasi dua faktor. 

Herzberg mengusulkan bahwa beberapa faktor pekerjaan menghasilkan kepuasan. Hal itu disebut motivator. Contohnya, pengakuan, tanggung jawab, kebermaknaan, dan pencapaian. Pekerjaan yang memuaskan harus memiliki motivator yang cukup.

Dalam teori motivasi, job enrichment berperan penting. Di sini, pekerjaan diciptakan untuk kepuasan dan kebutuhan karyawan. Jadi, karyawan memiliki otonomi, tanggung jawab, mampu menyelesaikan pekerjaan, dan menerima umpan balik.

Model karakteristik pekerjaan

Teori tersebut disempurnakan oleh Hackman dan Oldham melalui model karakteristik pada 1980

Mereka mengusulkan bahwa ada karakteristik pekerjaan yang mengarah pada kebermaknaan, motivasi, dan kinerja. Dan, job enrichment adalah proses menambahkan motivasi karyawan dalam bekerja.

11 Metode Job Enrichment 

Job Enrichment

Sejalan dengan definisi di atas, tujuan job enrichment adalah menciptakan motivasi, mendorong kepuasan kerja, dan memperbaiki kualitas kerja para karyawan.

Untuk memiliki tujuan tersebut, perusahaan perlu menerapkan metode job enrichment. Di bawah ini terdapat 11 metode yang dapat Anda gunakan sesuai kebutuhan.

#1 Job Rotation

Job rotation merupakan proses yang melibatkan pemindahan karyawan dari divisi satu ke divisi lain untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh eksposur lebih luas. 

Dengan job rotation, Anda dapat membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang monoton serta repetitif. Sehingga ia memperoleh banyak variasi dan keserbagunaan pekerjaan.

#2 Job crafting

Job crafting adalah proses mendesain ulang pekerjaan. Proses ini menambahkan lebih banyak tugas untuk memperkaya pekerjaan.

Tujuannya, untuk mengubah persepsi tentang pekerjaan, membuat perubahan kecil pada tugas, dan fokus pada hubungan kerja karyawan dengan orang lain. 

#3 Umpan balik

Umpan balik bertujuan untuk membuat karyawan berkinerja lebih baik dan memberikan value terhadap pekerjaannya.

Bahkan pemberian umpan balik dapat memperkaya pekerjaan yang membosankan. Sebagai pimpinan, Anda dapat memastikan karyawan memanfaatkan umpan balik untuk meningkatkan kinerja terbaiknya. 

#4 Kombinasi tugas

Ketika satu tugas terdengar membosankan, gabungkan dengan yang lain. Salah satu manfaatnya adalah bahwa karyawan akan menemukan kombinasi tugas yang lebih menantang. Maka mereka akan termotivasi menyelesaikan tugas itu.

#5 Saran dari rekan kerja

Anda dapat meminta saran dari rekan kerja –seperti HR manajer atau tim leader lain– dalam memberikan job enrichment kepada anggota tim.

Sering kali, metode ini memberikan perspektif berbeda dan pandangan lebih luas dalam melihat sesuatu. Jika karyawan meminta saran dari Anda, sebisa mungkin jangan diabaikan. Karena ia sedang berupaya meningkatkan kualitas kerjanya.

#6 Praktik otoritas

Memberikan otoritas kepada karyawan bukan berarti tim leader “lepas tangan” terhadap kinerja mereka. Metode ini membuat karyawan merasa dipercaya dan dihargai oleh pemimpin. Diharapkan mereka bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas-tugas penting tanpa banyak pengawasan.

#7 Automasi tugas

Saat ini, proses administrasi di bidang HR telah berkembang menggunakan automasi tugas. Misalnya HRIS dan ATS.

Pimpinan HR yang ingin menerapkan pengayaan pekerjaan kepada karyawan, coba berikan automasi tugas. Metode ini menghasilkan pekerjaan efektif, sehingga karyawan bisa fokus terhadap tugas lain yang butuh perhatian ekstra.

#8 Prioritas tugas

Tanpa disadari, karyawan mengerjakan semua tugas termasuk yang tidak berdampak bagi organisasi. 

Maka tim HR atau leader dapat mengajarkan karyawan untuk memprioritaskan tugas, agar mereka menyelesaikan tugas penting dan mendesak lebih cepat. Bantu mereka memilah tugas yang harus didahulukan dan yang dikesampingkan sementara.

#9 Program insentif

Di beberapa pekerjaan, program intensif dapat digunakan sebagai job enrichmentHasil akhir program ini adalah promosi atau memberikan pengakuan kepada karyawan. Diharapkan program ini dapat mempertahankan karyawan berbakat.

#10 Survei

Survei adalah alternatif untuk memperkaya pekerjaan. Dalam survei, tanyakan tentang:

  • Apa yang membuat mereka bahagia?
  • Apa yang ingin mereka ubah tentang pekerjaan?
  • Keterampilan apa saja yang ingin mereka pelajari?

Selanjutnya, tim HR bersama tim leader membuat metode job enrichment sesuai umpan balik karyawan. 

#11 Dorong untuk cari pengalaman

Terkadang, tim leader tidak punya waktu melakukan metode job enrichment di atas. Namun bukan berarti Anda diam saja terhadap anggota timnya.

Anda bisa mendorong karyawan untuk mencari pengalaman melalui webinar, workshop, atau pelatihan singkat untuk mendukung kariernya. Cara ini membantu keahlian kerja mereka dengan ilmu-ilmu baru.

Perbedaan Job Enrichment dan Job Enlargement

Job Enrichment

Sekilas, peran job enrichment adalah sama seperti job enlargement. Bahkan ada yang berpendapat bahwa job enrichment dapat memperkaya pekerjaan.

Job enlargement ialah perluasan peran dengan menambahkan tugas yang berbeda

Dengan job enlargement, karyawan dapat melakukan lebih banyak kegiatan, memiliki jangkauan kegiatan lebih luas, hingga meningkatkan variasi keterampilan. 

Untuk mengetahui perbedaan keduanya, cek di bawah ini?

Perbedaan  Job Enrichment Job Enlargement
Sifat  Perluasan tugas karyawan secara vertikal. Perluasan tugas dan tanggung jawab secara horizontal.
Tujuan Membuat pekerjaan tidak terlalu membosankan, lebih hidup, dan menarik, sehingga karyawan tetap terlibat dan termotivasi. Fokus mengurangi pekerjaan yang membosankan dan tugas berulang.
Otonomi Karyawan menggunakan arah dan kendali mereka. Karyawan tidak selalu bergantung pada arah mereka dan mungkin membutuhkan bantuan dari luar. Sehingga tingkat kontrol terhadap pekerjaan lebih tinggi.
Motivasi Membuat pekerjaan lebih menantang bagi karyawan. Tidak memotivasi karyawan.
Keterikatan Tugas untuk membuat pekerjaan lebih menarik. Tugas yang diberikan jarang membuat pekerjaan lebih menarik.
Biaya Lebih mahal karena memerlukan pelatihan karyawan dan membutuhkan sumber daya. Relatif lebih murah, karena banyak tugas yang bisa dilakukan oleh satu karyawan.

Contoh job enlargement

Seorang resepsionis bertugas menjawab dan menangani pertanyaan pelanggan melalui telepon serta menyelesaikan komplain pelanggan. Ia telah melakukan pekerjaan yang sama selama dua tahun dan merasa bosan.

Setelah berdiskusi dengan manajer HRD, ia menerima job enlargement berupa menelepon orang yang berpotensi untuk menciptakan pelanggan baru bagi perusahaan dan berinteraksi dengan klien secara langsung. 

Contoh job enrichment

Staf HRD memiliki tanggung jawab mengelola database karyawan dan mewawancarai kandidat. Untuk menambah nilai pekerjaan, manajer HRD memberikannya job enrichment ke stafnya. 

Tugas job enrichment-nya antara lain background checking kandidat, memberikan rincian gaji karyawan ke divisi keuangan, dan memastikan perusahaan membayar dana BPJS karyawan.

Penutup

Praktik job enrichment banyak dilakukan di beberapa perusahaan. 

Job enrichment bisa menyederhanakan pekerjaan dan mendongkrak tingkat kepuasan karyawan. Sebelum menerapkan praktik ini, perusahaan harus memiliki rencana terperinci dan metodenya sesuai kebutuhan perusahaan.

Namun tidak semua perusahaan menerapkan job enrichment. Mengingat proses ini memakan waktu kerja karyawan dan mengganggu produktivitas organisasi. 

Comment