10 Kiat Organisasi Tingkatkan Kinerja Karyawan | | HR NOTE Indonesia

10 Kiat Organisasi Tingkatkan Kinerja Karyawan

kinerja karyawan

Kesuksesan organisasi merupakan upaya semua pihak, mulai peran pemimpin, strategi bisnis, dukungan pasar, hingga kinerja karyawan berbagai level.

Jika sebuah organisasi ingin meningkatkan atau memenuhi tujuan bisnis, Anda perlu mendukung hal tersebut. Tak terkecuali membantu karyawan untuk memiliki kinerja terbaik.

Dengan mendukung kinerja karyawan, organisasi dapat memperbaiki kualitas kerja mereka dalam penyampaian produk atau layanan kepada klien serta stakeholder.

10 Kiat Organisasi Tingkatkan Kinerja Karyawan

kinerja karyawan

Kinerja karyawan adalah pencapaian dari kelompok atau individu dalam suatu perusahaan secara kualitatif atau kuantitatif

Penetapan kinerja karyawan sejalan dengan kewenangan, tugas, dan tanggung jawab pada masing-masing karyawan dalam meraih tujuan perusahaan secara legal, tidak melanggar hukum, dan sesuai etika maupun moral yang berlaku.

Meski demikian, ada kalanya kinerja karyawan menurun karena beban kerja. Kondisi itu dapat memengaruhi kinerja tim, bahkan tak menutup kemungkinan berpengaruh terhadap tujuan organisasi.

Sebagai business partner, tim HR berperan penting menangani sekaligus membantu karyawan meningkatkan kinerja mereka. Adapun kiat-kiatnya adalah:

#1 Ciptakan komunikasi

Komunikasi adalah jembatan yang perlu dibangun antara karyawan dan rekan kerja serta pemimpin mereka. Komunikasi dapat menunjang kinerja karyawan.

Untuk membantu kinerja mereka, manajer HRD mendorong pemimpin tim untuk menciptakan komunikasi aktif dan efektif, agar tim menyelesaikan tugas dengan lancar. 

Tim HR dapat mengadakan diskusi kelompok untuk meningkatkan keterampilan komunikasi karyawan dan memberikan solusi jika mereka membutuhkan masukan.

#2 Menjadi role model

Karyawan membutuhkan sosok inspiratif untuk mengilhami mereka dalam bekerja. Maka tim HR menganjurkan kepada manajer dan pemimpin untuk menjadi role model bagi para staf.

Etos kerja seperti kedisiplinan, berpikir kreatif, bertanggung jawab dalam setiap proyek, membimbing anggota tim, dan cara menyelesaikan masalah sang pemimpin dapat menjadi panutan bagi karyawan. Dengan begitu, mereka akan terinspirasi untuk meningkatkan kemampuan kerja.

Jika Anda tak mempunyai etos kerja mumpuni dan tidak menunjukkan hasilnya, mengapa karyawan harus melakukannya?

#3 Umpan balik konstruktif

Memberikan umpan balik konstruktif kepada karyawan berdampak meningkatkan kinerja mereka.

Tanpa itu, karyawan tidak mengetahui apa yang mereka kuasai, tidak mengerti apa yang mereka kerjakan lebih baik dibanding sebelumnya, dan tidak mengetahui cara melakukan perbaikan kinerja.

Agar pemberian umpan balik efektif, maka:

  • Berikan umpan balik konstruktif yang mendalam.
  • Berikan secara teratur terhadap tugas-tugas yang telah mereka lakukan.
  • Bangun diskusi untuk membantu karyawan dalam melakukan tugas secara efektif dan lebih baik.

#4 Berikan penilaian positif

Selaku manajer atau pemimpin tim, sebaiknya, Anda memberikan penilaian yang baik dan adil dalam setiap situasi kepada karyawan. 

Kondisi itu membuat mereka merasa yakin datang kepada Anda untuk meminta nasihat di masa depan, jika ada sesuatu yang mengganggu mereka. Itu artinya, Anda harus melihat kedua sisi dari setiap cerita, agar tidak memberikan penilaian.

#5 Optimalkan tugas

Terkadang, waktu bekerja terbuang percuma seperti untuk menunggu rekan kerja yang terlambat datang rapat atau tenggat waktu molor dari jadwal yang telah ditentukan. Hal itu juga membuat kinerja tim merosot.

Untuk memperbaikinya, optimalkan proses kerja tim sistem atau piranti lunak untuk mengelola tugas mereka serta ajak kolaborasi tim lain agar tim Anda dapat bekerja sama dan bekerja secara optimal.

#6 Belajar dari kesalahan 

Tak ada manusia yang sempurna. Mereka pasti pernah melakukan kesalahan.

Dalam lanskap pekerjaan, “izinkan” karyawan melakukan kesalahan. Peran Anda adalah:

  • Membantu mereka belajar dari kesalahan tersebut.
  • Dorong kepercayaan diri mereka untuk kembali melanjutkan pekerjaan.
  • Tetapkan batasan “kesalahan” yang boleh dan tidak boleh dilanggar.

Dengan cara itu, mereka tidak hanya akan menghargai bantuan Anda. Mereka juga akan bekerja ekstra keras untuk memastikan bahwa kesalahan yang sama tidak terulang lagi.

#7 Ciptakan lingkungan kerja menyenangkan

Semua orang betah bekerja di lingkungan menyenangkan. Karena hal tersebut memengaruhi suasana hati yang berimbas pada kinerja karyawan. 

Menyediakan lingkungan kerja yang menyenangkan dapat membuat karyawan semangat bekerja. Tentu, kriteria menyenangkan masing-masing orang berbeda.

Namun, selaku perwakilan organisasi, Anda dapat menyediakan:

  • Mengadakan gum seminggu sekali dengan hadiah voucer makan atau merchandise khusus karyawan seminggu sekali.
  • Memfasilitasi olahraga selepas jam kerja, seperti menyewakan lapangan basket, mengundang instruktur yoga, atau menyediakan tenis meja.
  • Mendesain ruang kerja dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik, memberikan meja dan kursi ergonomis, memiliki brainstorming room, dan masih banyak lagi.
  • Memberikan kebebasan karyawan untuk mengatur waktu istirahat dan memilih tempat kerja –indoor atau outdoor–, jika ada.

#8 Berinvestasi employee development

Organisasi perlu berinvestasi pada employee development. Hal itu bertujuan untuk membantu karyawan mencapai tujuan karir sekaligus berkontribusi kepada perusahaan.

Di sisi lain, karyawan juga perlu memperbarui keterampilan dan pengetahuan guna meningkatkan keterampilan maupun memenuhi tuntutan pekerjaan. Program employee development bisa berupa pelatihan, upskilling, dan reskilling.

#9 Puji kinerja karyawan

Puji kinerja karyawan jika mereka telah menyelesaikan tugas dengan baik. Itu adalah bentuk penghargaan dan membuat mereka dihargai oleh organisasi.

Karyawan yang merasa dihargai dan senang di tempat kerja akan menghasilkan peningkatan kinerja. Jaga semangat tersebut, karena mereka adalah salah satu penggerak roda bisnis organisasi.

#10 Jaga kesehatan

Menjaga kesehatan adalah tugas masing-masing orang. Namun organisasi juga perlu menjaga kesehatan –fisik dan psikis– karyawan untuk kepentingan bersama.

Jika karyawan sehat, mereka bisa menyumbangkan tenaga, pikiran, dan waktu untuk organisasi. Dalam hal ini, Anda dapat melakukan:

  • Menyediakan air mineral dan makan siang dengan menu sehat.
  • Mendorong karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat, termasuk pulang tepat waktu.
  • Pemimpin mencontohkan karyawan untuk mempunyai gaya hidup sehat.

Cara Mengukur Kinerja Karyawan

kinerja karyawan

Bagaimana mengukur kinerja karyawan? Terlebih jika organisasi menstimulus peningkatan kinerja mereka.

Jawabannya adalah ukur kinerja karyawan. Bagaimana caranya? Pertimbangkan cara berikut ini:

#1 Eksekusi kerja

Salah satu cara terbaik untuk mengukur kinerja karyawan adalah mengevaluasi bagaimana mereka mengeksekusi pekerjaan. Anda dapat mengukur kemampuan mereka untuk memprioritaskan, mendelegasikan, dan mengatur waktu secara efektif untuk menyelesaikan pekerjaan

#2 Kualitas kerja

Jika Anda ingin mengukur kualitas kinerja karyawan, perhatikan bagaimana mereka mengenalkan produk atau layanan sesuai standar perusahaan kepada calon pembeli hingga menanggapi komplain pelanggan. Jika terdapat penyimpangan, Anda bisa mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi.

#3 Ketepatan waktu

Melalui ketepatan waktu, manajer dapat mengukur kedisiplinan karyawan. Mulai dari jam kedatangan hingga waktu untuk menyelesaikan tugas.

Jika ada yang kesulitan mengelola waktu, Anda wajib mencari tahu masalahnya. Baik yang terkait dengan pekerjaan atau hal personal. 

#4 Kreativitas 

Kreativitas karyawan adalah metrik kinerja yang tak kalah penting.

Pengukuran kreativitas dengan memperhatikan karyawan menggunakan cara baru dalam mengerjakan tugas, mempelajari keterampilan baru, atau menggunakan pendekatan lain dalam menyelesaikan masalah.

#5 Pendapatan penjualan

Beberapa posisi memiliki indikator kinerja berupa pendapatan penjualan yang dihasilkan karyawan. Contohnya, sales officer, account executive, sales promotion girl/boy.

Karyawan yang secara konsisten memenuhi target penjualan dapat menggerakkan perusahaan menuju tujuannya. Dorong dia untuk mengajari rekan kerjanya untuk meningkatkan kinerja.

#6 Umpan balik pelanggan 

Karyawan yang menerima umpan balik positif dari pelanggan dan kolega kemungkinan memiliki catatan kinerja yang baik. Sebaliknya, jika sering terjadi komplain dari pelanggan, maka dia butuh bantuan Anda.

#7 Sikap dan kebiasaan

Sikap dan kebiasaan karyawan juga memengaruhi kinerjanya. Maka cara mengukurnya adalah lihat kembali nilai-nilai dan peraturan organisasi.

Cek tentang  apakah sikapnya sesuai dengan nilai organisasi, apakah dia mengikuti peraturan atau kode etik perusahaan, bagaimana interaksi dengan atasan dan rekan kerja, dan lainnya.  

Penutup

Kinerja karyawan adalah salah satu penyumbang utama organisasi untuk mencapai tujuannya. 

Kinerja karyawan bisa menjadi tanggung jawab setiap karyawan. Namun, peran organisasi berperan penting dalam peningkatan kinerja mereka. 

Penting pula bagi tim HR dan manajer untuk membangun hubungan antar karyawan. Hal ini berguna meningkatkan kinerja, termasuk pengalaman kerja untuk menghasilkan ide baru dan menemukan solusi bagi organisasi.

Comment