10 Benefit untuk Kesejahteraan Karyawan Anda

Benefit karyawan adalah sesuatu yang biasanya disertakan bersamaan dengan kompensasi yang ditawarkan perusahaan kepada karyawannya pada saat proses rekrutmen. Jenis-jenis benefit yang diberikan oleh perusahaan bisa menjadi salah satu faktor seorang kandidat menerima atau malah menolak tawaran pekerjaan dari perusahaan.

Dalam hal existing employees, benefit menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan keberlangsungan hingga produktivitas kerja karyawan.

Benefit karyawan memang tidak boleh dianggap remeh, namun bukan berarti sebagai perusahaan kita harus mengeluarkan biaya berlebihan dalam pengadaannya.

Mari cermati pengertian, manfaat, hingga cara untuk menciptakan benefit yang baik di perusahaan Anda.

Inilah Alasan Mengapa Benefit Karyawan Sangat Penting

Pengertian Benefit Karyawan

Benefit, atau program benefit karyawan adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan kompensasi lebih kepada karyawan. Meskipun terhitung sebagai bentuk kompensasi, benefit tidak sama dengan upah. Benefit bersifat tambahan kompensasi untuk karyawan. Benefit biasanya bersifat non-tunai dan ditujukan untuk menunjang kesejahteraan karyawan itu sendiri maupun keluarga karyawan.

Menurut Malayu S.P. Hasibuan, kesejahteraan adalah balas jasa lengkap (materi dan non materi yang diberikan oleh pihak perusahaan berdasarkan kebijaksanaan. Tujuannya untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktivitasnya meningkat.

Tujuan Pemberian Benefit Karyawan

Tujuan utama dari pemberian benefit karyawan adalah untuk memastikan karyawan tetap loyal terhadap perusahaan tanpa harus mengeluarkan banyak uang, karena benefit bisa berbentuk non-tunai. Saat perusahaan semakin tumbuh, manfaat benefit tidak hanya berkisar pada retaining, tetapi juga bisa menjadi senjata agar dalam menarik pekerja baru.

Inilah Manfaat Pengadaan Benefit untuk Karyawan
  • Meningkatkan kualitas karyawan yang akan berdampak pada hasil kerja yang lebih baik
  • Meningkatkan kenyamanan serta keamanan karyawan saat bekerja
  • Meningkatkan produktivitas kerja
  • Membantu mengurangi beban stress kerja pada karyawan 

Apa Saja Tipe-tipe Program Benefit Karyawan?

Seperti yang pernah disinggung sebelumnya, program benefit bisa berupa tunai dan non-tunai. Benefit adalah bentuk kompensasi selain upah yang sifatnya sebagai penunjang kesejahteraan karyawan. Tergantung industri juga skala perusahaan, bentuk program benefit karyawan bisa bermacam-macam. Berikut adalah contoh-contoh program benefit:

1. Jaminan Kesehatan

Contoh benefit ini adalah yang paling sering disertakan dalam paket comben karyawan. Di Indonesia sendiri, BPJS wajib dimiliki perusahaan untuk melindungi karyawannya. BPJS mencakup banyak aspek yang di-cover, termasuk di dalamnya kesehatan hingga perlindungan jiwa karyawan. 

Tidak hanya BPJS, jaminan kesehatan yang bersifat private juga digemari banyak orang. Pasalnya, meski hanya bisa digunakan di rumah sakit atau klinik tertentu, private insurance memungkinkan karyawan mendapatkan layanan kesehatan yang lebih cepat dan baik.

Tidak hanya private insurance yang mungkin skalanya besar, bentuk reimbursement terhadap biaya kesehatan gigi atau mata juga cukup digemari.

Terlebih, pandemi Covid-19 yang belum juga selesai akan membuat pekerja dan pencari kerja menomorsatukan benefit kesehatan yang bisa diberikan oleh perusahaan.

2. Keselamatan Kerja

Khusus untuk perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, pertambangan, oil & gas, manufaktur dan industri dengan risiko kecelakaan kerja yang tinggi, penting sekali untuk menghadirkan benefit ini. BPJS juga menghadirkan asuransi keselamatan kerja. Tentunya perusahaan bisa memilih asuransi lain sesuai dengan kebutuhan dan kecocokan industri.

3. Dana Pensiun atau Jaminan Hari Tua

Banyak juga karyawan yang mencari jaminan hari tua di dalam paket kompensasi dan benefit. Adanya dana pensiun di sebuah perusahaan bisa membantu menurunkan tingkat turnover karyawan karena beban finansial sering kali menjadi pertimbangan karyawan dalam menilai sebuah benefit.

Program BPJS yang diselenggarakan Indonesia memiliki jaminan hari tua. Selain BPJS, banyak juga layanan asuransi yang memberikan program pensiun.

4. Akses Pemilikan Rumah

Akses KPR (Kredit Pemilikan Rumah) masih menjadi favorit beberapa orang. Hal ini dikarenakan harga tanah di Indonesia cukup mahal jika dibandingkan dengan di negara tetangga. Pemberian kemudahan dalam akses KPR dinilai mampu untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Untuk mewujudkannya, para pengusaha dapat bekerja sama dengan instansi atau developer yang bisa membuat program perumahan bersubsidi.

5. Family Care

Benefit lain yang tidak kalah difavoritkan, khususnya bagi mereka yang telah berkeluarga atau baru menikah adalah benefit kesehatan serta pendidikan keluarga. Dalam hal ini, hanya keluarga inti saja yang biasanya ditanggung oleh perusahaan. Biaya kesehatan keluarga biasanya di-cover bersamaan dengan asuransi kesehatan karyawan yang bersangkutan.

Jika ada pilihan dukungan dalam biaya pendidikan anak tentunya akan lebih digemari lagi dan bisa menjadi prospek lebih untuk mempertahankan karyawan.

6. Financial Support

Tidak dapat disangkal, kebutuhan finansial masih menjadi faktor utama seseorang dalam bekerja, baik itu saat memilih maupun mempertahankan pekerjaan. Sebagai bentuk benefit, biasanya perusahaan mengadakan sistem koperasi atau pinjaman perusahaan. Bentuk pinjaman ini dijalankan dengan syarat-syarat tertentu agar tetap terkontrol dan tidak membebani perusahaan.

Meskipun terdapat sistem bunga, ada juga perusahaan yang memberikan pinjaman tanpa bunga, tergantung kapasitas perusahaan.

Adanya bantuan finansial seperti ini juga banyak dicari oleh karyawan, khususnya karyawan yang telah berkeluarga.

7. Transportasi, Makan, dan Komunikasi

Biasa dikenal juga dengan tunjangan transportasi, tunjangan makan, dan tunjangan komunikasi. Industri besar seperti manufaktur atau FMCG biasanya menyediakan benefit ini, karena banyak dari karyawannya yang merupakan usia muda dan pendatang dari luar kota besar. Adanya tunjangan seperti ini akan sangat membantu karyawan dalam menekan biaya hidup sehari-hari dan bisa semakin fokus bekerja.

8. Entertainment

Sedikit berbeda dengan dengan prospek masa depan seperti contoh-contoh di atas, benefit yang bersifat singkat seperti hiburan juga digemari oleh banyak karyawan, khususnya dari golongan Milenial. Jalan-jalan, ruang anti-stress, company gathering, fitness membership, hingga berbagai voucher belanja dan entertainment biasanya sangat dilirik oleh kaum Milenial bahkan Gen X.

Benefit yang bersifat hiburan inilah biasanya yang bisa diakali untuk menekan cost perusahaan dalam pemberian benefit.

9. Fleksibilitas dengan Tetap Memerhatikan Peraturan Berlaku

Dalam masa pandemi Covid-19, fleksibilitas adalah hal lain yang dihargai bagi pekerja. Selain masalah keamanan dari virus, stress tinggi akibat perubahan kondisi sosial ekonomi menjadi alasan mengapa perusahaan perlu memberlakukan fleksibilitas dalam operasionalnya.

Fleksibilitas bisa dimulai dari jam kerja. Sebelum pandemi mungkin perusahaan yang menetapkan jam kerja dari pukul 08:00 – 16:00 bisa mengubahnya jadi lebih fleksibel sesuai kondisi karyawan, seperti jarak komuter yang jauh atau harus mengurus keluarga di rumah.

10. Berbagi Keuntungan Perusahaan

Banyak juga perusahaan yang membagikan keuntungannya kepada seluruh karyawan dalam bentuk bonus tahunan. Hal ini saja cukup untuk menarik perhatian calon karyawan. Benefit bonus seperti ini dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan untuk selalu berkontribusi memberikan hasil penjualan yang tinggi.

Ada juga cara lain, yaitu dengan mengikutsertakan karyawan untuk menjadi pemegang saham di perusahaan. Selain bisa membuka peluang karyawan untuk berinvestasi, perusahaan tidak perlu susah-susah mencari investor saat perlu penambahan modal. Bagi karyawan, tentu kesempatan itu akan jadi tawaran yang menarik dan bisa memberikan pengalaman tersendiri.

Langkah agar Program Benefit Di Perusahaan Berjalan Lancar

Dengan harapan karyawan betah dan dapat bekerja secara maksimal, banyak perusahaan yang juga memberikan banyak benefit untuk dinikmati. Tetapi, terkadang hal tersebut tidak berjalan baik atau seimbang dengan hasil yang diinginkan sehingga ada pihak yang merasakan kerugian.

Untuk itu, diperlukan langkah cermat dalam memilih dan menjalankan program benefit di perusahaan.  Khususnya ketika saat ini pandemi Corona mendesak banyak sektor usaha untuk melakukan banyak perubahan dan penyesuaian. Langkah-langkah di bawah bisa menjadi pedoman Anda jika Anda dan manajemen memutuskan untuk melakukan penyesuaian pada existing benefit, atau jika Anda berniat membuat benefit baru yang lebih menarik.

1. Pastikan Stakeholder Terkait Satu Suara dengan Program Benefit Tersebut

Mengapa harus menyamakan suara dalam menentukan benefit? Benefit ada untuk menyejahterakan karyawan, sehingga wajar jika dalam penetapannya dibutuhkan pendapat karyawan mengenai apa yang paling dibutuhkan dalam meningkatkan kesejahteraan?.

Luangkan waktu untuk mendapatkan dukungan dari setiap tingkat organisasi, termasuk menetapkan tujuan, mengembangkan garis waktu, dan menetapkan metrik kesuksesan.

2.  Konfirmasikan Detailnya dengan Konsultan

Meskipun secara mendasar pemberian benefit tidak diikat oleh hukum di Indonesia, tidak ada salahnya untuk memastikan apakah jenis benefit yang akan diberikan cocok diberikan kepada karyawan dari segi hukum. Jika sebagai HRD Anda tidak yakin dengan cara yang akan Anda ambil, tidak ada salahnya untuk menghubungi konsultan produk terkait, atau konsultan khusus penyedia paket kompensasi dan benefit.

3. Selaraskan dengan Kebijakan Perusahaan yang Sudah Ada

Terkadang benefit baru dapat memengaruhi benefit atau kebijakan lain yang sudah ada. Itu tidak berarti buruk, tetapi organisasi perlu waspada. Ada kemungkinan bahwa kebijakan dan prosedur organisasi lain memerlukan sedikit pembaruan pada saat yang bersamaan.

4. Jangan Lupa Komunikasikan Ke Semua Orang

Saat benefit yang direncanakan sudah siap diimplementasikan, beritahukan ke seluruh pihak terkait, khususnya penerima benefit. Anda bisa buat dalam bentuk PDF yang berisikan detail manfaat benefit tersebut sehingga semua orang bisa membacanya kembali di kemudian hari jika lupa. Tidak berhenti di situ saja, komunikasi secara verbal akan lebih membantu karyawan dalam memahami benefit yang telah dibuat.

5. Benefit-Ambassador, Kenapa Tidak?

Coba pertimbangkan untuk menunjuk satu atau dua orang karyawan yang memiliki image yang cocok dengan benefit yang Anda buat. Misalkan, benefit fitness center membership akan diwakilkan kepada karyawan yang terkenal sebagai gym-goers, atau karyawan yang sering ikut kelas Yoga. Karyawan lain pasti lebih prefer bertanya-tanya mengenai benefit tersebut kepada orang yang jelas memahami dan merasakan manfaatnya secara langsung.

6. Review Implementasi Benefit

Lakukan tanya jawab pasca implementasi. Setelah manfaat diterapkan sepenuhnya, jangan lupa untuk melakukan pengarahan singkat. Tidak harus panjang atau rumit. Ajukan saja dua pertanyaan: 1) Apa yang berjalan dengan baik? 2) Apa yang akan kita lakukan secara berbeda di lain waktu?

Ini akan membantu perbaikan di masa depan.

Penutup

Benefit yang diberikan oleh perusahaan bisa menjadi salah satu faktor seorang kandidat menerima atau malah menolak tawaran pekerjaan dari perusahaan. Dalam hal existing employees, benefit menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan keberlangsungan hingga produktivitas kerja karyawan.

Pemilihan, serta implementasi program benefit yang tepat dan cocok dengan kondisi perusahaan dapat memberikan banyak manfaat, seperti meningkatnya tingkat kenyamanan dan loyalitas karyawan yang bekerja dengan kita. Manfaat lebih besarnya adalah menurunnya tingkat turnover dan meningkatkan kinerja karyawan.