Wajib Tahu Pentingnya Growth Mindset di Dunia Kerja | | HR NOTE Indonesia

Wajib Tahu Pentingnya Growth Mindset di Dunia Kerja

Growth mindset dikenal sebagai pendekatan atau cara berpikir yang bisa mendorong orang untuk lebih resilien dan inovatif. Sehingga, mindset ini sering dinilai sangat penting oleh perusahaan dan diharapkan ada pada diri masing-masing karyawan.

Tanpa adanya growth mindset, sebuah bisnis akan kesulitan dalam berkembang di tengah persaingan yang ketat.

Ada baiknya HR memahami apa itu growth mindset dan bagaimana mindset ini bisa ditumbuhkan di lingkungan kerja.

Simak lebih lanjut penjelasan kami mengenai growth mindset dan beberapa cara yang dapat dicoba HR dalam menumbuhkan mindset ini di lingkungan kerja.

Growth Mindset, Apa Itu?

Sebelum membahas pentingnya growth mindset di dunia kerja, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu growth mindset.

Growth mindset adalah sebuah pendekatan dalam hidup, di mana seorang individu percaya bahwa bakat, kecerdasan, dan kemampuan mereka dapat dikembangkan lebih lanjut.

Orang-orang dengan growth mindset selalu tertantang untuk mencari peluang belajar, memperoleh keterampilan baru, dan meningkatkan keterampilan yang sudah mereka miliki.

Oleh karenanya, mereka akan cenderung menjadikan masalah yang dihadapi sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri lebih baik lagi.

Istilah growth mindset sendiri dikemukakan dan dipopulerkan oleh seorang peneliti dari Universitas Stanford yang bernama Dr. Dweck Carol.

Selain growth mindset, ia juga mengemukakan istilah lain yang berlawanan dengan konsep dari growth mindset, yaitu fixed mindset.

Menurut Dr. Dweck Carol, orang dengan fixed mindset percaya bahwa kualitas dasar hidup seperti bakat, kecerdasan, dan kemampuan adalah hal yang tidak dapat diubah. Mereka juga percaya bahwa hanya bakat seseorang lah yang bisa menjadikan ia sukses, tanpa perlu usaha sekalipun.

Kedua mindset ini punya peran yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan kehidupan seseorang, khususnya dalam hal karier.

Orang dengan growth mindset akan cenderung terus berusaha memperbaiki diri dari waktu ke waktu, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk mencapai kesuksesan di lingkungan kerja.

Sedangkan, orang dengan fixed mindset akan lebih mudah menyerah ketika menemui tantangan ataupun kegagalan. Kerap kali mereka memandang rendah terhadap diri sendiri dan cenderung menyalahkan bakat sebagai faktor utama dalam kegagalan mereka.

Sehingga, mereka akan lebih sulit dalam meraih kesuksesan di lingkungan kerja.

Pentingnya Growth Mindset Dalam Pekerjaan

Dari penjelasan di atas, kita mengetahui apa itu growth mindset dan bagaimana mindset tersebut berbeda dengan fixed mindset.

Lalu, mengapa growth mindset dinilai penting oleh perusahaan untuk dimiliki oleh setiap karyawan? Apa dampak positif yang bisa diraih baik oleh karyawan maupun perusahaan dari mindset ini?

Dalam dunia kerja, growth mindset dinilai penting untuk mengembangkan inovasi dan kesediaan dalam mengambil resiko hingga level tertentu.

Ketika karyawan dan perusahaan memiliki pendekatan fixed mindset, nantinya mereka akan terlalu fokus untuk menyelesaikan hal-hal yang bersifat short-term saja, karena takut terhadap resiko.

Padahal beberapa perusahaan terkemuka seperti Microsoft sangat mengedepankan pengembangan growth mindset.

Tentunya mereka mengharuskan karyawannya untuk berani dan bersedia mengambil resiko demi inovasi dan perkembangan bisnis secara long-term.

Lebih lanjut, penelitian dari Dr. Carol Dweck menemukan beberapa fakta berikut terkait keadaan karyawan di perusahaan yang menerapkan growth mindset.

  1. 47% dari karyawan mengatakan rekan kerja mereka lebih dapat dipercaya.
  2. 34% memiliki komitmen yang kuat kepada perusahaan.
  3. 65% mengatakan bahwa perusahaan mendukung pengambilan resiko.
  4. 49% menilai bahwa perusahaan mereka mengedepankan inovasi.

Contoh Growth Mindset Di Lingkungan Pekerjaan

Berikut adalah beberapa contoh yang dapat kita temukan pada diri karyawan di lingkungan pekerjaan ketika ia menerapkan growth mindset untuk perkembangan kariernya.

  1. Tidak menjadikan kritik dari atasan sebagai sebuah ancaman, melainkan sebagai sebuah feedback agar bisa bekerja lebih baik lagi.
  2. Percaya diri jika diberikan tugas baru yang kurang familiar. Ia menjadikan tugas baru tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri.
  3. Jika karyawan tersebut adalah manajer, maka ia akan cenderung berinisiatif dalam melakukan rotasi pekerjaan. Sehingga setiap karyawan di bawahnya mendapat kesempatan untuk belajar hal baru secara merata.
  4. Bagi karyawan HR, ia akan melihat seberapa jauh calon kandidat karyawan bersedia dan mampu mempelajari hal-hal baru.
  5. Memaknai perubahan strategi bisnis di perusahaan sebagai media dalam bereksperimen ketimbang sebagai tekanan untuk wajib berhasil.

Cara Menilai Seseorang Dengan Growth Mindset

Dari beberapa penjelasan di atas, sudah jelas bahwa karyawan dengan growth mindset bisa memberikan dampak yang positif bagi perusahaan.

Namun, bagaimana HR bisa menilai seorang karyawan memiliki growth mindset atau tidak? Terlebih jika orang tersebut masih berstatus kandidat karyawan.

Salah satu cara yang paling efektif dalam menilai ada tidaknya growth mindset dari seorang kandidat adalah dengan menanyakan beberapa poin berikut pada sesi wawancara kerja.

1. Bagaimana tanggapan mereka terhadap kegagalan di masa lalu?

Jika kandidat mencari-cari kambing hitam atas kegagalan tersebut dan tidak menjadikannya sebagai sebuah pelajaran hidup, bisa dipastikan kandidat tersebut tidak memiliki growth mindset.

2. Bagaimana tanggapan kandidat tentang lingkungan kerja yang kompetitif?

Jika kompetisi adalah hal yang ia hindari, bahkan merasa takut jika bekerja di lingkungan yang kompetitif, maka kandidat tersebut memiliki sifat rendah diri. Sifat rendah diri adalah salah satu indikator dari fixed mindset.

3. Apa reaksi kandidat terhadap dinamika perubahan di perusahaan?

Orang dengan growth mindset akan melihat dinamika perubahan di perusahaan sebagai sebuah kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi, daripada menjadikannya ancaman dari kestabilan karier yang diharapkan.

Beberapa pertanyaan di atas juga dapat diterapkan HR kepada karyawan yang saat ini sudah ada di perusahaan.

Jika dirasa masih banyak hal yang kurang atau tidak ada di diri masing-masing karyawan, maka perlu bagi HR untuk menumbuhkan growth mindset di lingkungan kerja saat ini.

Lebih lanjut, kami jelaskan cara-caranya di bawah ini.

Cara Menumbuhkan Growth Mindset Di Lingkungan Kerja

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, berikut adalah beberapa tips atau cara yang dapat HR gunakan dalam menumbuhkan growth mindset di lingkungan kerja.

Sebagai catatan, tiap perusahaan memiliki visi dan misi yang berbeda-beda, sehingga pada beberapa kasus cara-cara ini pun juga perlu mendapatkan penyesuaian.

1. Berikan Feedback yang Membangun

Ketika mengkritik performa kerja karyawan, ada baiknya bagi HR untuk memastikan bahwa kritik yang disampaikan bersifat membangun.

Gunakan bahasa yang baik dan berikan semangat untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Hal ini dilakukan agar karyawan tidak merasa terpojokkan ataupun rendah diri.

2.   Dorong Eksperimen dalam Kerja

Tanpa adanya eksperimen, maka akan sulit bagi perusahaan untuk berinovasi. Oleh karena itu, ajak karyawan untuk berani menyampaikan pendapat di lingkungan kerja.

Dari pendapat-pendapat itu, dorong mereka untuk melakukan eksperimen yang dapat melahirkan ide-ide baru atau bahkan inovasi yang berharga bagi perusahaan.

3.   Menjadikan Kesalahan Sebagai Pelajaran

Tekankan kepada karyawan bahwa kesalah bukanlah sebuah kegagalan. Kesalahan adalah hal yang lumrah terjadi dan tugas seorang karyawan bukanlah menyesalinya.

Tugas mereka adalah menjadikan kesalahan tersebut sebagai pelajaran dan terus berusaha mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Penutup

Setiap karyawan memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Tentunya latar belakang ini akan mempengaruhi mindset yang diciptakan oleh diri mereka sendiri.

Kabar baiknya, mindset adalah hal yang dapat berubah seiring perjalanan hidup yang dialami seseorang.

Misalnya, ketika seorang fixed mindset harus berinteraksi dengan lingkungan kerja yang growth mindset. Secara tidak sadar, mereka akan terbawa interaksi tersebut dan lambat laun akan terbuka dengan pemikiran yang lebih dinamis.

Tentunya, HR harus terlibat dalam membantu seseorang menumbuhkan mindset ini di lingkungan kerja.

Cara yang bisa dilakukan misalnya adalah memberikan karyawan feedback yang membangun, mendorong untuk bereksperimen dalam bekerja, hingga meyakinkan karyawan bahwa kesalahan bukanlah kegagalan, namun sebuah pelajaran berharga bagi karier mereka.

Demikian artikel ini kami menulis agar pembaca, khususnya di bidang HR, mengetahui betapa pentingnya penerapan growth mindset bagi sebuah perusahaan di era industri 4.0 yang semakin cepat dan kompetitif ini.

Comment