Strategic Planning, Skill Yang Dibutuhkan Organisasi Masa Kini | | HR NOTE Indonesia

Strategic Planning, Skill Yang Dibutuhkan Organisasi Masa Kini

Strategic planning adalah satu dari sekian banyak soft skill yang kerap tercantum dalam requirement yang diajukan user ketika membuka lowongan pekerjaan. Umumnya, persyaratan tersebut memang ditujukan untuk posisi mid-senior atau lowongan tingkat manajerial. `

Keterampilan ini sangat dibutuhkan karena erat berkaitan dengan bagaimana kelak perusahaan dapat menentukan arah, sekaligus mengarahkan seluruh divisi untuk bekerja sama mewujudkan visi dan menjalankan misi yang telah ditetapkan.

Terdengar sepele dan mudah memang. Namun nyatanya, rumusan strategic plan tidak selamanya berhasil diimplementasikan secara efisien dan menghasilkan capaian yang dikehendaki.

Karena termasuk kemampuan yang krusial bagi organisasi manapun, penting bagi HRD dan tim rekrutmen untuk dapat mengenali skill ini dalam potensi seorang kandidat atau karyawan.

Simak pengertian keterampilan strategic planning dan perannya bagi perusahaan berikut ini!

Pengertian Keterampilan Strategic Planning

Menurut Corporate Finance Institute, strategic planning adalah seni merumuskan strategi bisnis yang spesifik, termasuk cara penerapan beserta evaluasi hasil dari pelaksanaan strategi tersebut, dalam rangka mencapai tujuan jangka panjang perusahaan.

Masih oleh sumber di atas, strategic planning juga dirumuskan sebagai konsep yang fokus mengintegrasikan beragam departemen pada sebuah perusahaan, seperti; accounting&finance, marketing, dan human resources, untuk bekerja sama mencapai goal yang telah ditentukan.

Sedangkan menurut Stephen J. Bigelow, strategic planning adalah proses yang dilakukan oleh jajaran pimpinan organisasi untuk mendefinisikan visi dan mengidentifikasikan tujuan organisasi.

Proses strategic planning juga mencakup perancangan beragam tahapan beserta tata laksana yang mesti diikuti semua departemen terkait agar tujuan tercapai dengan maksimal.

Mereka yang mampu merancang perencanaan strategis disebut strategic planner, sedangkan produk dari keterampilan tersebut adalah strategic plan.

Dari pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa strategic planning adalah suatu proses perancangan rencana dalam organisasi atau bisnis untuk menentukan target yang hendak diraih, cara dan tata pelaksanaannya, dan dilanjutkan dengan evaluasi dari penerapan rencana yang dimaksud.

Pentingnya Kemampuan Strategic Planning Untuk Bisnis

Entitas bisnis membutuhkan roadmap yang solid untuk mengarahkan semua divisi di dalamnya agar bergerak dengan ritme yang selaras, menuju destinasi yang sama, demi mencapai target bersama.

Mustahil sebuah organisasi dapat bekerja secara efisien dan menghasilkan sesuatu yang efektif tanpa arahan yang jelas. 

Dalam hal inilah, keterampilan strategic planning mutlak mesti dimiliki seorang karyawan, khususnya yang menduduki posisi manajerial.

Keterampilan strategic planning membawa keuntungan bagi perusahaan. Contohnya:

1. Lebih siap menghadapi tantangan

Dunia usaha berjalan dinamis, terus bergerak mengikuti perubahan pasar dan dunia. Tak semua hambatan dan tantangan dapat diprediksikan secara akurat.

Namun, dengan strategic planning yang tepat, Anda dapat mengambil keputusan yang selaras dengan visi perusahaan.

Strategic plan dapat menjadi arahan dan dasar pertimbangan yang kuat dalam proses pengambilan keputusan. Sekaligus membantu Anda menilai apakah keputusan Anda tepat diterapkan dalam tiap persoalan yang dihadapi.

2. Memutuskan arahan

Strategic plan merupakan pondasi yang dapat Anda gunakan untuk mengukur sejauh mana progress berjalan sesuai dengan visi dan misi. Pada titik mana progress telah sampai? Apakah mendekati tujuan, atau malah menjauhi?

Jika progress masih stagnan, apa yang dapat Anda lakukan agar usaha dapat berjalan ke arah yang diinginkan? Dengan cara apa karyawan mesti diarahkan agar mereka bekerja sesuai dengan strategic plan?

Strategic planning membantu Anda mengidentifikasi potensi peluang dan hambatan yang bakal Anda hadapi selama menjalankan usaha.

3. Proses decision-making membaik

Setiap kendala dan tantangan bisnis membutuhkan penanganan yang berbeda. Tidak semua ide dan keputusan yang tampak berkualitas, cocok diterapkan untuk segala situasi.

Proses strategic planning memungkinkan Anda mengukur mana cara yang tepat untuk menghadapi perubahan tak terduga. Strategic planning yang salah berpotensi menghasilkan keputusan yang salah sasaran pula.

4. Bisnis dapat bertahan lama

Tanpa pondasi yang kuat, perusahaan tak akan mampu bertahan menghadapi perubahan pasar yang begitu cepat. Sedangkan perusahaan tentu menginginkan bisnisnya mampu bertahan lama dan terus berkembang seiring waktu berjalan.

Melakukan strategic planning secara berkelanjutan artinya Anda terus menerus memperbaiki rancangan pondasi yang kuat dan tepat, secara kontinu menyesuaikan goal dan strategi untuk merespon perubahan. 

Sehingga, pengembangan usaha yang dilakukan tidak dibuat berdasarkan impulsivitas karena tergiur peluang sesaat, tapi dibuat dengan tetap terfokus pada tujuan utama.

5. Meningkatkan profit dan market share

Proses strategic planning menghasilkan banyak data yang bermanfaat bagi kelangsungan usaha Anda. Katakanlah, segmen konsumen terkini dan potensi pasar skala nasional maupun internasional.

Atau faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli segmen konsumen yang Anda targetkan. Juga deretan mitra potensial yang dapat digandeng untuk pengembangan bisnis Anda.

Data-data tersebut membantu Anda dalam menentukan target dan merancang strategi yang tepat untuk pemasaran, distribusi, serta proses bisnis lainnya. Data yang akurat sangat berguna untuk proses perencanaan bisnis.

6. Membangun ciri khas

Banyak entitas bisnis yang bergerak di bidang yang sama, menawarkan produk dan jasa yang sama, bahkan menjalankan bisnis dengan cara yang sama.

Namun, dengan data yang Anda peroleh dalam proses strategic planning, Anda dapat menyusun rencana bisnis yang dapat membuat usaha Anda memiliki nilai lebih di mata konsumen.

Strategic planning memungkinkan Anda mendefinisikan visi dan misi usaha yang unik, yang memiliki ciri khas tersendiri dan membedakan perusahaan Anda dengan kompetitor.

7. Peningkatan kepuasan kerja

Salah satu alasan karyawan mengundurkan diri adalah rasa tidak puas. Entah terhadap tata kelola manajemen ataupun terhadap cara perusahaan menjalankan bisnis yang berseberangan dengan prinsip karyawan.

Strategic planning yang bagus akan mengikutsertakan karyawan untuk ikut mencapai target. Juga membuka ruang komunikasi antara karyawan dan manajemen.

Timbal balik ini dapat memotivasi karyawan, apalagi jika perencanaan tersebut juga diterapkan dengan benar oleh semua divisi yang terlibat. Di sinilah teamwork tercipta.

Dari keuntungan-keuntungan di atas, maka jelas akan lebih menguntungkan jika sebuah organisasi atau perusahaan memiliki karyawan yang terampil dalam strategic planning.

Mengapa?

Karena perusahaan dapat menjamin keberlangsungan usahanya, sekaligus memiliki peluang untuk melakukan pengembangan usaha yang pesat dan sukses tanpa bergantung pada keberuntungan ataupun peluang sesaat.

Seorang strategic planner berperan layaknya nahkoda.

Mereka menentukan arah, mengidentifikasikan medan yang ditempuh, lantas menyusun rancangan tata laksana yang mesti dilakukan seluruh awak agar kapal berhasil tiba di tujuan. Lalu memastikan para awak di setiap kabin menjalankan tata laksana itu dengan benar.

Strategic planner adalah faktor pendukung keberhasilan perusahaan dan organisasi, di samping teamwork yang solid dan strategic plan yang tepat sasaran.

Contoh Penerapan Strategic Planning di Organisasi

Seperti apa proses strategic planning dalam sebuah organisasi?

Misalnya, para staf public relations berembuk menyusun strategi yang kelak akan digunakan sebagai standar baku tim untuk menjalankan peran kehumasan bagi perusahaan.

Mereka menentukan pedoman seperti berikut:

  • Langkah mitigasi yang mesti diambil jika perusahaan terlibat kasus yang berpotensi menimbulkan kritik dari masyarakat
  • Menentukan standar jawaban dan etika dalam merespon pertanyaan publik
  • Menentukan apa saja informasi yang boleh dan layak dibagikan kepada publik untuk menjaga citra perusahaan sekaligus menjaga gaung nama perusahaan di muka publik
  • Memilih media mana saja yang cocok dijadikan mitra penyiaran agar upaya brand awareness sampai pada audiens yang tepat.
  • Menentukan jenis iklan seperti apa yang cocok untuk meningkatkan gaung nama perusahaan di mata publik
  • Menentukan tanggung jawab dan peran masing-masing staf dalam melaksanakan peran kehumasan
  • Saling memastikan bahwa tiap staff menjalankan tugasnya dengan benar sesuai pedoman yang telah disepakati bersama

Penutup

Keterampilan strategic planning harus ada setidaknya pada karyawan yang menduduki jabatan manajerial, entah level senior ataupun junior.

Keterampilan mereka dalam menyusun pedoman untuk mengarahkan ke mana usaha bakal berkembang dan apa saja yang mesti dilakukan tiap-tiap divisi agar target itu tercapai, bernilai mahal bagi perusahaan.

Karena perusahaan membutuhkan rencana strategis agar tetap berkembang dan bertahan meskipun situasi pasar dan dunia terus berubah-ubah.

Comment