Return on Asset: Definisi, Faktor, dan Cara Menghitungnya | | HR NOTE Indonesia

Return on Asset: Definisi, Faktor, dan Cara Menghitungnya

return on asset

Return on asset ialah perhitungan finansial yang mengindikasikan potensi aset yang dimiliki oleh perusahaan untuk menghasilkan keuntungan di masa mendatang.

Perhitungan ini sangat familiar di departemen finansial. Apakah tim human resource perlu memahami return on asset?

Tentu saja perlu, tetapi dalam cakupan bersifat umum. Hal ini mengingat aset perusahaan tidak hanya berbentuk material, juga sumber daya manusia.

Apa Itu Return On Asset?

Return on asset atau ROA merupakan rasio finansial atau metrik yang mengindikasikan seberapa menguntungkan suatu perusahaan jika dikaitkan dengan total jumlah aset yang dimiliki.

Aset adalah sumber daya bernilai ekonomi yang dimiliki dan dikelola oleh individu, korporasi, dan negara, serta diharapkan kelak akan membawa manfaat atau keuntungan di masa depan.

Aset diklasifikasikan menjadi aset lancar (current asset), aset tetap (fixed asset), aset finansial, dan aset tidak berwujud (intangible asset).

Secara sederhana, return on asset membandingkan nilai aset bisnis dengan perolehan profit yang dihasilkan oleh aset-aset tersebut dalam kurun waktu tertentu.

Return on asset banyak digunakan oleh manajer dan analis finansial sebagai alat ukur. Tujuannya, menentukan seberapa efektif perusahaan dalam menggunakan sumber daya untuk menghasilkan keuntungan.

Di bidang HR, proses rekrutmen yang mutakhir, reliable, dan solid adalah bagian kecil dari aset perusahaan yang secara tak langsung pula akan menghasilkan profit di masa mendatang.

Maka, tim HR perlu memahami bagaimana perusahaan memanfaatkan asetnya sebaik mungkin untuk memastikan kelancaran usaha dan operasional bisnis—sekaligus kelancaran profit—di berbagai struktur organisasi.

Manfaat Menghitung Return On Asset

return on asset

Sebagai data penting, return on asset untuk mengindikasikan seberapa baik perusahaan mengubah aset menjadi keuntungan bersih. Makin tinggi return on asset, makin baik dampaknya bagi manajemen.

Investor akan melihat apakah perusahaan efisien mengelola aset, yang pada akhirnya menunjukkan tingkat kapabilitas dan perkembangan bisnis perusahaan di masa mendatang.

Dengan menghitung return on asset, perusahaan dapat mengetahui hal apa yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan aset. Misalnya, aset yang perlu dijual, dipertahankan, ditingkatkan kapasitasnya, dan lainnya.

Sedangkan, indeks return on asset menunjukkan seberapa baik perusahaan. Apakah ROA berpengaruh terhadap tenaga kerja?

Citra perusahaan

Ya, karena indeks tersebut memengaruhi citra perusahaan.

Kini, kandidat aktif menggali informasi tentang perusahaan incarannya. Mereka akan melihat bagaimana citra perusahaan, positif atau negatif.

Keputusan karyawan

Mengetahui return on asset perusahaan—meskipun secara umum—akan menguntungkan Anda selaku HR. Anda dapat menghadapi karyawan yang mempertanyakan kapabilitas dan kinerja perusahaan.

Karena tak sedikit karyawan mengikuti perkembangan bisnis perusahaannya sendiri. Mereka menganalisis kemampuan finansial perusahaan untuk pengambilan keputusan pribadi.

Memang, tim HR tidak akan memberikan jawaban final. Namun, Anda akan mengerti bagaimana harus menyikapi keluhan dan pertanyaan karyawan serta kandidat.

Memahami Return On Asset Dalam Bisnis

Bisnis adalah perkara efisiensi dan efektif. Dalam menjalankan bisnis, perusahaan tidak hanya mengelola modal perusahaan, juga memanfaatkan utang dan dana dari investor.

Semua aset perusahaan tidak dimiliki oleh satu orang. Ada beberapa aset yang dimiliki oleh sebagian pemegang saham di luar perusahaan. Hak yang dipegang oleh mereka atas aset perusahaan disebut ekuitas.

Jadi, total aset perusahaan adalah jumlah liabilitas perusahaan-kewajiban yang harus dibayarkan-dan ekuitas pemegang saham.

Di sisi lain, perhitungan return on asset menunjukkan banyak informasi esensial untuk perencanaan bisnis jangka panjang. Manajemen dapat memetakan risiko dan merencanakan pengelolaan aset secara tepat dengan indeks tersebut.

Ketika ROA perusahaan tercatat rendah pada satu periode, ada banyak hal yang memengaruhinya. Misalnya, tingkat efisiensi operasional aset sudah tidak prima,  jika pengelolaannya tidak tepat, maka:

  • Tingkat produktivitas dan perolehan profit menurun,
  • Semakin banyak pengeluaran yang tidak perlu atau faktor lainnya.

Rumus Return On Asset

Penghitungan return on asset memiliki rumus seperti metrik finansial pada umumnya. Berikut ini, rumus penghitungannya:

EBIT* (profit operasional) = Net Income + Bunga + Pajak yang Dibayar 

Rerata Total Aset = (Total Aset Awal Tahun + Total Aset Akhir Tahun) ÷ 2       

Contoh ROA:

Jika satu usaha kecil mencatatkan net income sebesar Rp3 juta dalam operasional berjalan dan memiliki aset senilai Rp5 juta, maka perhitungan indeks return on asset perusahaan tersebut adalah:

  • Rp3 juta (net income) ÷ Rp5 juta (total aset lancar) = 0,6.

Maka indeks ROA perusahaan itu adalah 60 persen. Artinya, tingkat profitabilitas usaha tersebut sangat tinggi.

Faktor Yang Mempengaruhi Return On Asset

employer value proposition

Ada beberapa faktor yang memengaruhi indeks return on asset. Faktor-faktor tersebut bisa berasal dari penjualan, piutang, dan inventori. Berikut adalah penjelasan tiap-tiap faktor.

Cash turnover

Cash turnover atau perputaran kas menunjukkan seberapa efektif perusahaan menggunakan kasnya untuk kebutuhan usaha. Kas adalah dana yang siap dan bebas digunakan untuk kegiatan operasional.

Perputaran kas menunjukkan seberapa baik perusahaan menggunakan kas untuk menghasilkan penjualan. Rasio perputaran kas biasanya digunakan para akuntan untuk keperluan budgeting.

Perusahaan menggunakan kas untuk membiayai banyak hal, termasuk untuk membiayai kegiatan operasional, yang sering kali dilakukan dengan mengoperasikan aset-aset perusahaan.

Contohnya, perusahaan A membiayai kegiatan produksi barang di pabrik menggunakan dana dari kas. Dana itu digunakan untuk membayar pemeliharaan mesin dan listrik. Jika pembayaran kegiatan ini macet, maka aset-aset tidak dapat dikelola secara maksimal.

Account receivable turnover

Account receivable turnover atau perputaran piutang adalah rasio pengembalian kredit dari debitor (pelanggan) ke kreditor (perusahaan).

Rasio ini melihat tingkat pengembalian utang debitor kepada kreditor selaku produsen atau penyedia jasa.

Banyak perusahaan menyediakan pembayaran secara kredit atau mencicil. Selama pembayaran belum lunas, perusahaan belum menerima keuntungannya secara utuh.

Meskipun barang atau jasa yang terjual telah dicatat dalam penjualan, tetapi jika pembayarannya dicicil, maka profit penjualan yang dicatat tidak utuh. Secara tak langsung, hal itu mempengaruhi perhitungan ROA.

Inventory turnover

Inventory turnover atau perputaran persediaan adalah seberapa sering perusahaan menjual stok atau persediaannya.

Rasio perputaran persediaan menunjukkan berapa lama yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk memasok produk baru. Rasio yang tinggi mengindikasikan penjualan barang sangat laris, hal ini berlaku sebaliknya.

Terkadang, rasio perputaran stok rendah mengindikan daya beli konsumen sedang menurun atau perubahan selera konsumen. Bisa juga mengindikasikan kualitas barang yang diproduksi menggunakan aset perusahaan, sehingga, rasio ini memengaruhi perhitungan return on asset.

Contoh Penggunaan Return On Asset

Secara umum, rasio return on asset digunakan oleh perusahaan untuk mengevaluasi, penyusunan strategi, dan perencanaan bisnis jangka pendek maupun jangka panjang. Contoh penggunaannya yaitu:

Menentukan profitabilitas dan efisiensi

Rasio return on asset menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola aset-asetnya untuk menghasilkan profit.

Aset yang dihitung adalah keseluruhan, mulai dari modal peralatan, investasi likuid (mudah dicairkan atau diuangkan), hingga nilai atas properti intelektual. Jadi, tingkat efisiensi perusahaan dalam pengelolaan aset menunjukkan kapabilitas dan kinerja perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

Sebagai perbandingan dengan perusahaan lain

Penggunaan rasio return on asset untuk membandingkan kinerja dan kapabilitasnya dengan perusahaan lain di industri yang sama. Misalnya, membandingkan tingkat profitabilitas dengan perusahaan lain secara adil meski struktur dan modalnya berbeda.

Menentukan perusahaan padat aset

Penggunaan rasio return on asset bisa untuk menentukan perusahaan memiliki bisnis padat aset atau tidak. Perusahaan padat aset adalah badan usaha yang memiliki aset kapital (modal) besar.

Perusahaan padat aset membutuhkan aset besar untuk menjalankan bisnisnya. Contohnya, perusahaan manufaktur barang elektronik dan perusahaan migas yang membutuhkan banyak alat dan mesin berat untuk beroperasi.

Sedangkan, perusahaan ringan aset adalah perusahaan yang tidak begitu membutuhkan banyak aset kapital. Misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang kreatif seperti agensi periklanan digital.

Aset utama perusahaan tersebut adalah ide dan kreativitas. Keduanya tidak terlihat dan sulit dihitung, tetapi mampu menghasilkan profit yang tinggi.

Penutup

Return on asset mengindikasikan kinerja perusahaan serta menunjukkan transparansi dalam mengoperasikan bisnis dan mengelola asetnya.

Di luar sana, kandidat hingga karyawan mencari informasi perusahaan dengan detail. Dari informasi itu, mereka menilai seberapa sehat kinerja keuangan perusahaan dan apakah perusahaan dapat menjadi tempat tepat untuk bekerja.

Comment