Psikologi Organisasi: 6 Manfaat dan Peran Pentingnya di Perusahaan | | HR NOTE Indonesia

Psikologi Organisasi: 6 Manfaat dan Peran Pentingnya di Perusahaan

Saat konflik muncul di organisasi atau perusahaan, manajemen harus segera menyelesaikannya dengan prinsip psikologi organisasi. Prinsip ini menggunakan metode penelitian untuk memecahkan masalah di tempat kerja.

Penyelesaian konflik yang cepat dan efektif akan menciptakan karyawan yang sehat dan bahagia serta memiliki struktur organisasi kuat. Namun psikologi organisasi juga dapat membantu manajemen dalam merencanakan kebijakan hingga mengembangkan strategi perusahaan untuk masa depan.

Setiap perusahaan memiliki masalah. Oleh karena itu, psikologi organisasi atau disebut juga  psikologi industri dan organisasi hadir di tengah tempat kerja.

Setiap perusahaan, apapun industrinya, pasti memiliki masalah. Sebaliknya, tak ada perusahaan yang membiarkan masalahnya berlangsung lama. Manajemen akan menangani masalah tersebut. Siapa yang menanganinya? Mereka yang memiliki keahlian dalam psikologi organisasi.

Definisi Psikologi Organisasi

Berdasarkan American Psychological Association (APA), psikologi industri organisasi –cabang dari psikologi– merupakan studi ilmiah tentang perilaku manusia dalam organisasi dan tempat kerja. Spesialisasi berfokus pada prinsip-prinsip dari perilaku individu, kelompok, dan organisasi dalam menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah di tempat kerja.

  • Dari sisi ilmu, psikologi organisasi adalah ilmu terapan dan penelitian teoritis yang berakar dari psikologi eksperimental. Psikologi organisasi memiliki sejumlah sub-area seperti interaksi manusia dan komputer, psikologi personalia, dan human factor.
  • Di sisi industri, psikologi organisasi erat kaitannya dengan proses mempertemukan individu atau kandidat yang sesuai dengan pekerjaan tertentu. Topik ini berkaitan juga dengan  peningkatan produktivitas kerja dan masalah terkait seperti kesejahteraan fisik dan mental karyawan. Dari sisi profesi, psikologi organisasi merujuk pada psikologi personalia.

Namun apapun sisinya, organisasi psikologi memiliki tujuan untuk mempelajari dan memahami perilaku manusia di tempat kerja serta bagaimana organisasi memengaruhi perilaku individu. Faktor-faktor yang memengaruhinya adalah struktur organisasi, norma sosial, gaya manajemen, dan ekspektasi peran.

Peran Penting Psikologi Organisasi

Pentingkah psikologi organisasi dalam perusahaan? Ya, penting.

Pasalnya, setiap perusahaan terdapat masalah, seperti perselisihan antar karyawan, semangat kerja yang rendah, dan rotasi karyawan yang tinggi. Di sisi lain, tidak semua manajer mampu memahami tentang kondisi psikologi masing-masing anggota tim. Hal ini dikarenakan ia terlalu lekat dengan kejadian sehari-hari, sehingga kurang mampu menyelesaikan konflik. Jika masalah tak segera diselesaikan, bukan tak mungkin kinerja perusahaan merosot.

Kehadiran psikolog organisasi memberikan perspektif baru dalam menyelesaikan masalah. Ketika menyelesaikan masalah, ia mungkin bertanya seberapa efektif komunikasi antara rekan kerja atau antara karyawan dan tim manajemen. Sehingga ia bisa mengambil keputusan dan menyarakan manajemen untuk mendukung resolusi konflik.

Bahkan ia bisa memberikan pelatihan, memiliki pengetahuan yang luas tentang penelitian terkini tentang dinamika tempat kerja, serta dapat menyusun strategi untuk mengembalikan bisnis ke jalurnya. Psikolog organisasi ini bisa bekerja sebagai konsultan independen atau konsultan manajemen full time di perusahaan.

Psikolog organisasi memiliki bekal ilmu psikologi yang mumpuni. Ia memperoleh sarjana psikologi, lalu memperdalam ilmu psikologi industri dan organisasi dalam program master atau hingga doktor.

6 Bidang Subyek Utama Organisasi Psikologi

Berdasarkan buku Psychology Applied to Work: An Introduction to Industrial and Organizational Psychology oleh Muchinsky, sebagian besar psikolog organisasi bekerja pada salah satu dari enam bidang subjek utama ini:

1. Seleksi karyawan

Bidang ini melibatkan pengembangan penilaian seleksi karyawan, seperti tes penyaringan untuk menentukan kandidat telah sesuai dengan syarat pekerjaan atau tidak.

2. Ergonomi

Psikolog organisasi dengan subyek ergonomi akan membuat perancangan atau desain alat-alat untuk memaksimalkan kinerja dan meminimalkan cedera.

3. Pengembangan organisasi

Di area ini, psikolog organisasi akan membantu untuk meningkatkan organisasi melalui program penambahan keuntungan, desain ulang produk, serta perbaikan struktur organisasi.

4. Manajemen kinerja

Seperti namanya, psikolog organisasi yang bekerja di bidang manajemen kinerja akan mengembangkan penilaian dan teknik untuk menentukan kinerja karyawan telah dilakukan dengan baik.

5. Kehidupan kerja

Psikolog di area ini berfokus meningkatkan kepuasan karyawan dan memaksimalkan produktivitas para karyawan. Ia juga bisa menawarkan cara atau program agar karyawan dapat bekerja lebih menguntungkan perusahaan sekaligus memiliki kualitas hidup meningkat di tempat kerja.

6. Pelatihan dan pengembangan

Psikolog akan memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tertentu serta mengevaluasi program pelatihan karyawan. Namun sebelum mengadakan pelatihan, psikolog organisasi akan menentukan masalah spesifiknya yang terjadi di perusahaan.

Misal manajer mengetahui bahwa timnya tidak bersemangat sehingga menyebabkan pendapatan menurun atau seorang karyawan yang sering melakukan kesalahan dalam pekerjaannya meskipun ia mengerjakan tepat waktu.

Dalam hal ini, psikolog akan mengevaluasi tempat kerja secara keseluruhan dan berbicara dengan masing-masing karyawan. Setelah mengumpulkan hasilnya, ia akan menyusun rencana untuk membantu karyawan agar termotivasi untuk bekerja sekaligus mendapatkan kebahagiaan.

6 Manfaat Psikologi Organisasi

Dengan layanan psikolog organisasi, bisnis dapat kembali meningkatkan kinerjanya. Karyawan akan lebih bahagia dan manajemen perusahaan tak perlu mengeluarkan uang dan waktu untuk proses rekrutmen lagi.

Adapun manfaat psikologi organisasi adalah:

1. Kepuasan karyawan

Psikologi organisasi mempelajari perilaku dan sikap individu terhadap pengukuran kepuasan karyawan. Dalam hal ini, psikolog akan menyarankan perubahan untuk memperbaiki kesejahteraan dan kebahagiaan karyawan di tempat kerja. Sehingga ia lebih produktif lagi.

2. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan

Jika psikolog menemukan ada karyawan yang stress dan tidak bahagia, maka ia menyarankan manajemen untuk menerapkan program keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan atau work-life balance.

Tujuannya menghilangkan stress karyawan. Dengan demikian program membantu karyawan tidak hanya menghasilkan banyak pekerjaan, tetapi pekerjaan yang lebih baik. Kesuksesan program tersebut mengurangi angka turnover dan kelelahan pada karyawan. Jika sukses, program justru menambah motivasi dan komitmen karyawan terhadap pekerjaan.

3. Mengurangi stress kerja

Psikologi organisasi fokus pada bagaimana karyawan menjalankan tugasnya dan bagaimana bisnis beroperasi, mulai dari karyawan hingga ke manajemen.

Hal ini bertujuan untuk memberikan saran bermanfaat tentang praktik manajerial, organisasi perusahaan, dan elemen lain yang mungkin menciptakan stres kerja. Dengan demikian stress kerja berkurang dan kinerja perusahaan bertambah baik.

4. Membangun Tim

Psikologi organisasi menawarkan banyak teknik dalam membangun tim. Ilmu ini bisa menjadi pemecah kebekuan hingga memberikan ikatan antar karyawan untuk meraih tujuan bersama. Misal perusahaan memberikan penghargaan kepada divisi yang mencapai target yang ditetapkan oleh divisi tersebut.

5. Perekrutan

Perusahaan dapat menggunakan psikologi organisasi untuk meningkatkan metode perekrutan. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan fokus pada keterampilan, pengalaman, dan evaluasi kecocokan antara kandidat dengan budaya perusahaan.

Misal psikolog organisasi membantu perusahaan dalam menyusun pertanyaan wawancara mengenai cara kreatif dalam pemecahan masalah, bekerja sebagai anggota tim, menciptakan nilai bagi pelanggan, mempertahankan standar etika, dan lainnya.

6. Meningkatkan produktivitas

Psikolog organisasi menangani masalah produktivitas dengan beberapa cara. Misalnya, menawarkan beberapa metode kepada staf manufaktur dalam pekerjaan mereka agar meningkatkan produktivitas dan mengurangi kelelahan.

Selain itu, ia melakukan interaksi sosial dengan sesama karyawan dan manajemen untuk mengetahui tingkat produktivitas. Karena hal itu dapat membantu perusahaan meningkatkan produktivitas sekaligus memenuhi kebutuhan karyawan.

Penutup

Kehadiran psikologi industri di tengah tempat kerja bukan tanpa tujuan. Ia melalui tenaga ahli, psikolog industri, dapat memberikan solusi atas masalah yang terjadi di perusahaan. Mereka juga dapat merancang, mengerjakan, dan menganalisis penelitian terkait interaksi di tempat kerja.

Mereka akan menggunakan data yang dikumpulkan untuk menganalisis temuan dan mencari metode pemecahan masalah yang berhasil maupun yang tidak. Pekerjaan tersebut bisa meningkatkan mental karyawan, meningkatkan efisiensi, mengurangi ketidakhadiran, atau menurunkan tingkat turnover. Alhasil perusahaan dapat menghasilkan bisnis lebih baik bagi dan karyawan lebih sejahtera.

Comment