Perilaku Organisasi: 8 Tujuan yang Bermanfaat Bagi Karyawan dan Perusahaan | | HR NOTE Indonesia

Perilaku Organisasi: 8 Tujuan yang Bermanfaat Bagi Karyawan dan Perusahaan

Perilaku organisasi tak hanya menguntung suatu organisasi atau perusahaan. Namun area ini juga bermanfaat bagi karyawan, mulai dari memberikan ruang kreatif hingga meningkatkan produktivitas.

Di setiap perusahaan memiliki budaya kerja yang berbeda. Budaya kerja tak lepas dari peran perilaku organisasi. Peran tersebut memengaruhi keterampilan serta kepribadian karyawan dalam menerapkan nilai-nilai perusahaan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan pekerjaan. Sebut saja berinteraksi karyawan dalam kelompok kerja, cara berjejaring dengan para pemangku kebijakan, atau cara berkomunikasi dengan klien.

Oleh karena itu, tak sedikit organisasi termasuk perusahaan yang menggunakan ilmu perilaku organisasi atau dikenal juga dengan studi organisasi. Karena ilmu tersebut memiliki kaitan erat terhadap ruang lingkup sumber daya manusia dan psikologi industri.

Pengertian Perilaku Organisasi

Perilaku organisasi merupakan ilmu tentang dinamika perilaku individu dan kelompok dalam suatu organisasi dan dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individu, kelompok, maupun organisasi).

Ada beragam tujuan perilaku organisasi. Mulai dari membangun budaya kelompok kerja, merekrut orang-orang terbaik, menciptakan hubungan yang bermakna di antara anggotanya, menyelesaikan konflik, mengembangkan kualitas masing-masing individu, hingga membangun rantai kepemimpinan yang jelas.

Di bidang ini, peneliti telah menemukan bahwa penerapan perilaku organisasi pada manajemen personalia dapat menghasilkan karyawan terbaik sekaligus meningkatkan keberhasilan organisasi secara keseluruhan. Ada pula yang meneliti perilaku individu di lingkungan kerja dan dampaknya terhadap struktur pekerjaan, kinerja, komunikasi, motivasi, kepemimpinan, dan lainnya.

Berkaitan dengan perusahaan, pelaku bisnis dapat memenuhi tujuan jangka pendek dan jangka panjang melalui perilaku organisasi. Namun ia juga perlu memahami apa yang memotivasi para karyawan dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain. Informasi tersebut dapat membantu dalam berbagai bidang, termasuk pelatihan dan pengembangan karyawan hingga inovasi dan kolaborasi.

Tujuan Perilaku Organisasi

Seperti yang telah disinggung di atas, perilaku organisasi memiliki beragam tujuan yang bermanfaat bagi karyawan maupun perusahaan. Adapun penjelasannya di bawah ini:

Menemukan kandidat yang tepat

Perilaku organisasi dapat menemukan kandidat tepat antara bakat dan gaya kerja yang sesuai dengan deskripsi tugas. Sehingga perusahaan dapat memutuskan individu yang akan dimasukkan dalam tim atau gugus tugas, memutuskan siapa yang akan dipromosikan ke posisi pemimpin, atau individu ideal yang akan diterima.

Kepuasan kerja

Memahami perilaku organisasi dapat menjelaskan faktor-faktor yang bisa mendorong atau justru menghambat kepuasan kerja. Sebut saja seperti pembuatan aturan, penghargaan terhadap organisasi dan hukumannya, atau karakteristik kelompok kerja. Pada gilirannya, kepuasan kerja dapat mendorong produktivitas yang lebih tinggi, mengurangi turnover, sekaligus memberi pengaruh lebih besar untuk perekrutan kandidat terbaik.

Budaya organisasi

Saat organisasi tumbuh lebih besar, mungkin perusahaan merasa kesulitan untuk mempersatukan tim ke dalam satu tujuan. Di sinilah tujuan perilaku organisasi, yakni memahami dan merancang saluran komunikasi serta struktur kepemimpinan yang dapat memperkuat budaya organisasi.

Budaya organisasi juga bermanfaat ketika lingkungan bisnis yang berkembang pesat. Di mana hal tersebut memaksa perusahaan untuk mengadaptasi berbagai hal. Seperti memasuki pasar global, memanfaatkan tenaga kerja virtual, serta mempertahankan identitas yang jelas tanpa kehilangan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi.

Kepemimpinan dan resolusi konflik

Tujuan perilaku organisasi selanjutnya adalah mendorong kepemimpinan dan resolusi konflik. Kepemimpinan yang baik akan memberikan kesempatan karyawan untuk lebih proaktif, sehingga mereka mampu memecahkan masalah secara kreatif.

Namun tak dapat dipungkiri, saat menjalankan pekerjaan, mereka tak bisa menghindari konflik atau perbedaan pendapat. Dengan perilaku organisasi, jiwa kepemimpinan yang tertanam di setiap karyawan akan mengubah konflik menjadi pertukaran ide yang konstruktif.

Memahami karyawan lebih baik

Ilmu perilaku organisasi membantu kita untuk memahami perilaku para karyawan. Selain itu, memprediksi bagaimana mereka akan berperilaku di masa depan.

Mengetahui potensi karyawan

Perilaku organisasi bertujuan membantu perusahaan dalam memprediksi karyawan berpotensi menjadi pemimpin. Tak ketinggalan, ilmu ini juga mengajarkan perusahaan untuk membentuk jiwa kepemimpinan para karyawan agar potensi mereka bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Mengembangkan tim yang baik

Mengembangkan tim yang baik dan andal memerlukan kerja keras. Jadi jika ingin tim yang baik, semua anggota harus bekerjasama, berkoordinasi, dan termotivasi untuk mencapai hasil terbaik.

Meningkatkan produktivitas 

Semua hal di atas membawa tujuan terpenting, yakni meningkatkan produktivitas untuk mewujudkan visi dan tujuan organisasi. Jika semuanya diterapkan dengan baik, maka perilaku organisasi akan membantu semua anggota untuk bekerja sebaik mungkin. Yang menjadi pembeda adalah tingkat motivasinya.

Cara Mengembangkan Perilaku Organisasi

 

Setiap perusahaan berkesempatan mengembangkan perilaku organisasinya. Karena apapun industrinya, kunci sukses bisnis terletak pada sumber daya manusianya. Berikut ini cara mengubah atau mengembangkan perilaku organisasi yang telah ada untuk memperkuat tim:

Memiliki pemimpin yang tepat

Pemimpin yang tepat adalah langkah awal dalam membangun tim solid. Misal memilih individu yang memiliki jiwa kepemimpinan, fleksibel, berpengetahuan luas, menghargai anggota tim, dan percaya pada timnya.

Sebaliknya, jika memiliki pemimpin yang toxic, meremehkan tim, dan menghalangi kinerja anggota lain, ia justru akan menghambat kinerja perusahaan. Meskipun ia cerdas sekalipun, tetapi pikirkan ulang mengenai perilakunya.

Memilih karyawan yang sesuai budaya perusahaan

Pastikan manajemen memilih karyawan yang sesuai budaya perusahaan. Contohnya jika bisnis perusahaan adalah kedai kopi kekinian, pilih karyawan yang merepresentasikan kepribadian bisnis. Namun pertimbangkan juga mengenai etos kerja, loyalitas, dan keterampilan.

Review budaya kerja

Budaya kerja sesuatu yang statis. Manajemen juga perlu mereview budaya kerja secara berkala. Karena budaya kerja harus menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan berfungsi dengan baik. Sehingga mereka betah kerja di perusahaan tersebut.

Cara menciptakan budaya kerja yang lebih baik antara lain izinkan karyawan untuk menggunakan busana yang menurut mereka nyaman dan tetap sopan, mengadakan lomba antar karyawan sehingga mereka bersaing menampilkan kinerja terbaiknya, atau menggelar pesta tim setelah jam kantor.

Tentukan tujuan

Tentukan tujuan dengan jelas dan memudahkan anggota tim dan manajemen untuk menentukan kesuksesan. Salah satu menentukannya dengan SMART.

SMART adalah metode menentukan tujuan yang artinya Specific, Measurable, Actionable, Realistic, and Timebound. Metode ini dapat membantu perusahaan menentukan tujuan secara spesifik dan terukur.

Memotivasi

Memotivasi karyawan adalah cara perusahaan untuk memperoleh tujuan bisnis bersama dengan tim. Pemimpin atau HR bisa mengajukan pertanyaan kepada karyawan dan memandunya untuk menemukan jawaban yang benar. Dengan demikian mereka terlibat dalam setiap progres perusahaan.

Menetapkan aturan yang jelas

Selain tujuan yang jelas, tetapkan pula aturan yang jelas. Jelaskan aturan dan alasan dengan jelas kepada semua orang di perusahaan. Jika saat ini perusahaan memiliki aturan sering dilanggar, maka review ulang dan buat aturan baru.

Penutup

Menerapkan atau mengembangkan perilaku organisasi harus melibatkan semua orang di perusahaan. Mulai dari pimpinan hingga karyawan pendukung. Mungkin prosesnya bisa lancar, tetapi tidak menutup kemungkinan akan ada masalah.

Meski demikian organisasi perilaku memastikan perusahaan memilih tim yang tepat dan dapat memahami kebutuhan mereka. Sehingga mereka memiliki kepuasan dan sisi kreativitas dalam bekerja. Pada akhirnya, produktivitas mereka meningkat dan mendorong kinerja perusahaan untuk lebih baik lagi.

Comment