Perbedaan Employer Branding dan Employee Branding | | HR NOTE Indonesia

Perbedaan Employer Branding dan Employee Branding

Employer branding dan employee branding membantu perusahaan dalam rekrutmen. Melalui keduanya, perusahaan dapat menarik minat kandidat terbaik untuk bergabung ke perusahaan Anda.

Berdasarkan penelitian, sebanyak 95 persen kandidat akan mempertimbangkan reputasi perusahaan terlebih dahulu sebelum melamar pekerjaan. 

Penelitian lain menunjukkan bahwa 96 persen perusahaan percaya bahwa employer branding dan employee branding berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan

Dari kedua penelitian tersebut, perusahaan membutuhkan peran HR untuk menciptakan strategi rekrutmen serta meningkatkan reputasi perusahaan. 

Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika HR memberikan perhatian lebih pada kedua hal ini karena potensi dampak positif yang dihasilkan cukup signifikan bagi perusahaan.

Caranya, memanfaatkan employer branding dan employee branding.

Apa Itu Employer Branding?

Employer branding merupakan reputasi yang diciptakan oleh perusahaan dalam dunia tenaga kerja. Tujuannya untuk menarik minat kandidat bergabung ke perusahaan Anda. 

Dalam employer branding, tim HR bertugas menciptakan citra positif perusahaan di mata masyarakat. Biasanya, tim akan membuat akun media sosial untuk mendukung branding perusahaan.

Melalui konten di media sosial, tim akan memperlihatkan bahwa perusahaan Anda adalah tempat kerja ideal bagi karyawan. Tim akan mengunggah konten berupa foto dan video yang berisi:

  • Testimoni karyawan.
  • Kegiatan karyawan saat senggang. 
  • Aktivitas bisnis.
  • Fasilitas kantor.
  • Tip dan trik seputar dunia kerja.
  • Lowongan pekerjaan.

Langkah itu menjadi cara untuk menarik kandidat berkualitas dan mempertimbangkan untuk melamar pekerjaan di perusahaan Anda.

Tim HR dapat membuat akun employer branding di Instagram, LinkedIn, maupun TikTok. Akun employer branding di Instagram yang bisa Anda lihat antara lain @lifeatmandiri, @lifeatbca, @lifeatdanone, @starbucksjobs, @wearenetflix, dan masih banyak lagi.

Apa Definisi Employee Branding?

Bagaimana dengan employee branding? Employee branding adalah reputasi perusahaan di mata karyawan

Konsep tersebut berasal dari mata karyawan yang ditampilkan di depan publik. Karyawan akan mengungkapkan bagaimana perusahaan menunjukkan apresiasi kepada mereka.

Media employee branding pun sama seperti employer branding, yakni media sosial plus forum diskusi daring. 

Hal itu juga akan berdampak positif terhadap perusahaan. Karena masyarakat, manajemen, dan HR akan mengetahui bagaimana pendapat karyawan tentang tempat kerjanya, apa tantangan mereka selama bekerja, reviu mereka tentang kompensasi dan benefit, hingga bagaimana manajer memperlakukan anggota timnya.

Bagaimana HR menciptakan employee branding yang baik?

  • Memberikan pengalaman dan lingkungan kerja positif bagi karyawan. 
  • Menyediakan benefit karyawan, seperti cuti fleksibel, makan siang, dan asuransi kesehatan. 
  • Memiliki jalur perkembangan karier karyawan.
  • Mempunyai fasilitas penunjang kesehatan fisik dan mental.
  • Menanamkan nilai-nilai perusahaan kepada karyawan.

Setelah itu, tim dapat melakukan beberapa langkah:

  • Membuat akun employee branding di media sosial. Misalnya, akun @starbuckspartners di Instagram. 
  • Mendorong karyawan dan rekan kerja untuk memberikan reviu pekerjaan hingga budaya perusahaan pada situs karir, seperti Glassdoor, Jobstreet, dan Indeed.

Hal itu memungkinkan orang lain membaca bagaimana perusahaan Anda memperlakukan karyawannya. Juga memperbesar kesempatan perusahaan untuk memperoleh kandidat berkualitas. 

Perbedaan Employer Branding dan Employee Branding

employer value proposition

Sering kali, employer branding dan employee branding disamakan oleh publik. Padahal keduanya dua hal yang berbeda, meskipun saling terkait dalam pembentukan reputasi perusahaan.

Penggambaran keduanya secara singkat adalah employer branding berhubungan dengan penampilan luar perusahaan. Sedangkan, employee branding ialah penampilan terlihat dari dalam perusahaan.

Untuk penjelasan lebih detail, simak perbedaan employer branding dan employee branding di bawah ini:

Lingkungan kerja vs. proses internal

Fokus employer branding ada di lingkungan kerja. 

Karena ruang kerja yang positif menciptakan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan dalam bekerja. Terlebih jika perusahaan memiliki fasilitas yang menunjang kinerja sekaligus kesejahteraan karyawan.

Dengan demikian, pelamar kerja akan tertarik dan ingin kerja di dalamnya setelah melihat dan membaca postingan di media sosial perusahaan. 

Sementara itu, employee branding lebih berfokus pada proses internal perusahaan untuk seluruh karyawan. 

Pada umumnya, HR akan menekankan budaya dan nilai yang mencerminkan perusahaan dalam kehidupan kerja sehari-hari kepada karyawan. HR juga bisa meminta umpan balik dari karyawan dan mempertimbangkannya.

Proses itu membuat karyawan merasa dihargai dan membentuk employee branding secara alami.

Penilaian publik vs. retensi karyawan

Employer branding akan memperhatikan penilaian publik, sehingga menimbulkan reputasi perusahaan. Jadi, tim HR perlu memikirkan reputasi perusahaan tetap positif di mata masyarakat.

Semakin banyak cerita atau reviu positif dan interaksi karyawan dengan publik, makin besar pula pengaruh terhadap reputasi perusahaan. 

Sedangkan, employee branding berfokus dalam retensi karyawan. Jadi, perusahaan harus mampu menyenangkan hati asetnya.

Tim HR perlu memenuhi kebutuhan karyawan, seperti gaji yang layak, kompensasi dan benefit yang memadai, dan memberikan apresiasi atas kinerjanya. 

Dengan begitu, karyawan akan memiliki ikatan emosional dengan perusahaan dan menciptakan employee branding.

Menarik kandidat vs. menciptakan tim yang solid

Perbedaan selanjutnya adalah employer branding menarik para pelamar kerja. Ini bisa menjadi kekuatan pendorong dalam rekrutmen perusahaan. 

Tim HR dapat menarik minat kandidat terbaik dengan memperlihatkan benefit, kegiatan, dan nilai perusahaan melalui akun employer branding.

Untuk employee branding, perusahaan bisa menciptakan tim yang solid. Caranya, berikan karyawan ruang berekspresi dan berkesempatan mengambil keputusan.

Hal itu bisa membuat karyawan merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan. Mereka juga bisa lebih memahami tujuannya dalam bekerja. 

Pemahaman yang terbentuk dari proses itu akan menyatukan mereka untuk bekerja sama mencapai tujuan perusahaan.

Mana Yang Paling Menguntungkan Perusahaan?

Tidak ada jawaban pasti untuk menjawab pertanyaan di atas. 

Pasalnya, employer branding dan employee branding memiliki porsi yang sama-sama penting. Keduanya dapat mendukung tujuan perusahaan. 

Karena biasanya employer branding dan employee branding berada di tangan tim HR, maka Anda dapat membuat strategi keduanya sekaligus menugaskan anggota tim untuk bertanggung jawab pada hal tersebut.

Bantuan tim lain

Tim HR perlu menggandeng tim media sosial dan marketing untuk menjalankan akun employer branding dan employee branding. Anda perlu bertukar pikiran dengan tim lain dalam membuat konten branding.

Duta perusahaan

Selain itu, Anda memerlukan duta perusahaan untuk memperlihatkan citra perusahaan. Ia bertugas menampilkan budaya perusahaan ke depan publik. 

Contohnya, HR dan tim media sosial mengunggah video testimoni duta perusahaan dan mengunggah pengalaman karyawan baru saat menjalani onboarding di media sosial. Dorong ia untuk mengungkapkan rasa bangganya bekerja di perusahaan Anda.

Penutup

Perusahaan membutuhkan employer branding dan employee branding. Jika keduanya berjalan beriringan, maka tujuan perusahaan pun akan tercapai.

Untuk menciptakan kedua branding positif, pemimpin perlu membekali tim HR dengan pelatihan brand marketing. Karena mereka adalah garda terdepan dalam proses rekrutmen dan reputasi perusahaan di mata publik.

Selain itu, perusahaan wajib memiliki employee value proposition untuk memperkuat citra perusahaan, sehingga kandidat terbaik di luar jangkauan Anda tertarik untuk bergabung ke perusahaan.

Comment