Pentingnya Critical Thinking Skill Bagi Organisasi | | HR NOTE Indonesia

Pentingnya Critical Thinking Skill Bagi Organisasi

Dalam mencari kandidat baru bagi sebuah perusahaan, tentunya ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan oleh departemen HR (Human Resource).

Secara umum, biasanya kandidat akan dilihat dari latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, minat, serta skill atau kemampuan yang dimiliki.

Salah satu kemampuan yang sekarang sangat penting dan harus dimiliki oleh seorang kandidat adalah critical thinking.

Banyak organisasi maupun perusahaan yang mensyaratkan kandidatnya untuk memiliki kemampuan ini pada tiap informasi lowongan kerja mereka.

Sayangnya, critical thinking bukanlah kemampuan yang secara alami bisa muncul dari diri seseorang. Kemampuan ini harus dipelajari dan dikembangkan dari waktu ke waktu.

Pada artikel ini, kami akan membagikan cara efektif dalam mempelajari kemampuan critical thinking.

Apa yang Dimaksud dengan Kemampuan Critical Thinking?

Konsep dari kemampuan critical thinking sendiri sudah berkembang sejak 2500 tahun silam.

Namun, istilah ini sendiri baru muncul dan menjadi populer pada pertengahan abad ke-20 seiring dengan bangkitnya kondisi sosial ekonomi yang pesat pasca perang dunia ke-2.

Critical thinking artinya adalah kemampuan untuk menganalisa informasi secara holistik dan objektif untuk menghasilkan keputusan yang rasional.

Kemampuan ini biasanya melibatkan penilaian dari beberapa aspek seperti data, fakta, observasi serta penelitian atas kejadian atau fenomena yang terjadi.

Saat ini, critical thinking menjadi begitu penting untuk dipelajari. Kemampuan ini dapat membantu Anda dalam memahami potensi diri lebih baik, meningkatkan motivasi kerja, serta memberikan gambaran yang jelas akan tujuan hidup, seperti karier, keuangan dan lain-lain.

Beda Critical Thinking, Analytical Thinking, dan Creative Thinking

Selain critical thinking, ada juga kemampuan lain yang tak kalah penting dan menarik untuk dipelajari, yaitu analytical thinking dan creative thinking.

Aspek apa saja yang membedakan satu dengan yang lainnya?

Secara singkat, analytical thinking adalah kemampuan pikiran dalam menguraikan informasi yang kompleks menjadi beberapa bagian yang lebih sederhana. Anda akan lebih mudah dalam menganalisis dan memahami setiap detail dari suatu informasi yang kemudian digunakan untuk mengambil kesimpulan.

Sebenarnya, analytical thinking merupakan bagian tak terpisahkan dari critical thinking.

Analytical thinking membantu Anda dalam menyederhanakan informasi yang diterima, untuk kemudian disimpulkan dan dievaluasi secara objektif menggunakan kemampuan critical thinking.

Lalu, bagaimana dengan creative thinking?

Menurut James Taylor, creative thinking adalah kemampuan seseorang untuk memunculkan ide ataupun gagasan baru dengan merefleksikan berbagai pandangan dan fakta yang ada. Ide dan gagasan baru inilah yang nantinya akan melahirkan berbagai macam inovasi ke dunia.

Meskipun demikian, sebagian besar orang sukses akan cenderung menghubungkan kemampuan critical thinking dan creative thinking dalam diri mereka.

Kemampuan-kemampuan ini bisa memberikan mereka pandangan menyeluruh atas informasi yang ada di masa kini dan menggambarkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Critical thinking: memproses informasi dari dalam dan luar untuk melihat gambaran menyeluruh agar bisa mengambil keputusan terbaik setelah mempertimbangkan berbagai informasi.
Analytical thinking: mengutamakan mengurai informasi untuk memahami sebuah kondisi yang akhirnya akan mengantarkan Anda mengambil keputusan tepat.
Creative thinking: kemampuan untuk memikirkan sebuah solusi berdasarkan ide-ide kreatif dan inovatif.

10 Karakteristik Pemilik Kemampuan Critical Thinking

Beberapa hal berikut merupakan karakteristik atau ciri dari orang yang telah memiliki kemampuan critical thinking.

  1. Memiliki kepercayaan diri yang tinggi atas kemampuan mereka
  2. Terbuka dan dapat memahami pendapat orang lain dengan baik
  3. Keingintahuan terhadap berbagai macam informasi yang up-to-date
  4. Fleksibilitas dalam mempertimbangkan pendapat alternatif
  5. Dapat berpikir secara adil dalam menilai sesuatu
  6. Kehati-hatian dalam mengambil, mengubah, ataupun membatalkan suatu keputusan
  7. Bersedia untuk mempertimbangkan kembali keputusan jika diperlukan
  8. Tetap waspada terhadap konsekuensi keputusan di kemudian hari
  9. Kejujuran dalam menghadapi bias, prasangka, dan pandangan pribadi
  10. Selalu mencari peluang untuk dapat mengasah kemampuan critical thinking yang dimiliki

Contoh Kemampuan Critical Thinking di Tempat Kerja

Kemampuan critical thinking sangat diperlukan dalam berbagai situasi dan kondisi, salah satunya adalah di tempat kerja.

Beberapa contoh berikut adalah gambaran bagaimana kemampuan critical thinking digunakan dalam berbagai jenis profesi dan tempat kerja.

Rumah Sakit

Dokter spesialis di rumah sakit menggunakan kemampuan critical thinking untuk memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan kepada seorang pasien yang membutuhkan perawatan intensif.

Begitu juga dengan resep obat, ia harus mempertimbangkan jenis apa saja yang perlu diberikan kepada pasien agar tepat guna.

Perusahaan

Manajer pemasaran menggunakan critical thinking untuk memutuskan kampanye mana yang harus ia jalankan bulan depan, berbekal hasil A/B testing yang sudah dilakukan.

Setelah itu, ia akan mempertimbangkan jumlah budget kampanye yang akan digunakan agar sesuai dengan dengan target yang diharapkan perusahaan.

Pengadilan

Pengacara menggunakan critical thinking untuk meninjau ulang bukti-bukti serta informasi yang ada, untuk kemudian dinilai apakah kasus ini dapat dimenangkan atau tidak.

Hal ini akan menentukan langkah pembelaan apa yang harus disusun si pengacara agar dapat meringankan ataupun membebaskan client dari tuntutan pengadilan.

3 Manfaat Utama Memiliki Karyawan dengan Kemampuan Critical Thinking

Melatih diri dan karyawan yang dimiliki sebuah perusahaan agar memiliki kemampuan critical thinking sangatlah penting. Hal ini bertujuan agar setiap individu di tempat kerja dapat memecahkan masalah dan membangun strategi dalam meningkatkan performa kerja.

Selain itu, masih banyak manfaat dari critical thinking yang dapat membantu karyawan dalam meningkatkan performa kerja, seperti contoh berikut:

1. Mengambil keputusan lebih baik

Critical thinking dapat membantu karyawan dalam mengambil keputusan yang membutuhkan banyak pemikiran serta pertimbangan.

Mereka akan menjadi lebih kritis dan objektif dalam menentukan keputusan besar yang membawa nama perusahaan, ataupun memutuskan langkah karier yang ingin ditempuh kedepannya.

2. Kemampuan yang dibutuhkan profesi

Berbagai profesi di bidang hukum, kesehatan, keuangan, dan masih banyak lagi, membutuhkan kemampuan critical thinking agar dapat berkembang mengikuti tuntutan bisnis.

Beberapa aspek penting dari sebuah profesi akan mengharuskan Anda memiliki karyawan yang dapat menganalisa konteks masalah, menyimpulkan secara objektif serta memberikan solusi yang kreatif dan realistis.

3. Hidup yang lebih bahagia

Orang yang menguasai kemampuan critical thinking dapat memahami diri sendiri lebih baik, serta lebih mudah menemukan motivasi dan tujuan hidup.

Dengan mengambil kesimpulan penting dari tiap informasi, karyawan dapat mencurahkan pikiran pada hal-hal yang penting saja. Hal ini tentunya bisa mendorong produktivitas ke arah yang lebih baik lagi.

Cara Mempelajari Kemampuan Critical Thinking

Dengan manfaat yang dijabarkan di atas, rasanya praktisi HR perlu untuk mempertimbangkan mengembangkan lingkungan kerja dengan pekerja yang memiliki critical thinking skill. Bahkan Anda sendiri akan memiliki keuntungan besar dengan memelajari keterampilan ini.

Berikut adalah rekomendasi cara efektif dalam mempelajari kemampuan critical thinking yang dapat Anda coba.

1. Tantang “akal sehat”

Elon Musk berani menantang “akal sehat” dan berhasil menciptakan inovasi yang dulunya dianggap banyak orang sebagai hal yang mustahil.

Oleh karena itu, tantang “akal sehat” Anda dan ubah yang kemustahilan menjadi kesempatan untuk berkembang lebih baik.

2. Ketahui bias Anda

Terkadang Anda tanpa sadar memasukkan bias pada keputusan yang dibuat. Misalnya, bias bahwa pendapat Anda selalu benar ataupun bias yang mengasosiasikan keberhasilan atau kegagalan Anda dengan faktor eksternal.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui bias diri Anda sendiri dan sebisa mungkin menghindarinya ketika mengambil keputusan.

3. Perbanyak baca buku

Seperti belajar pada umumnya, Anda akan membutuhkan buku sebagai salah satu sumber ilmu. Dalam hal ini, Anda bisa memperbanyak membaca buku yang berkaitan dengan critical thinking.

Semakin banyak buku yang Anda baca, semakin banyak ilmu dan sudut pandang ahli yang bisa Anda pelajari.

Jika Anda adalah seorang HR di sebuah perusahaan, maka beberapa hal ini bisa dicoba untuk membantu karyawan mengembangkan kemampuan critical thinking mereka di tempat kerja.

  1. Ajak karyawan untuk berdiskusi mengenai pekerjaan mereka dan berikan dukungan ketika mereka menghadapi tantangan dalam bekerja.
  2. Ingatkan bahwa setiap orang memiliki bias masing-masing dan penting bagi mereka untuk tidak terjebak dengan pemikiran bias tersebut.
  3. Berikan feedback yang membangun disertai dengan informasi yang berguna untuk pengembangan diri karyawan.

Penutup

Seperti apa yang disampaikan di awal, critical thinking tidak muncul secara alami dari diri seseorang, melainkan harus dipelajari dan dikembangkan dari waktu ke waktu.

Untuk itu, ada baiknya organisasi atau perusahaan dapat memfasilitasi karyawannya dalam mengembangkan kemampuan ini di tempat kerja.

Dengan critical thinking, karyawan di tempat kerja bisa lebih objektif dalam melihat dan memecahkan berbagai masalah. Tidak hanya itu, kemampuan ini dapat membantu karyawan mengembangkan strategi kerja yang tepat untuk meningkatkan performa mereka.

Tentunya hal ini juga akan membawa dampak yang positif pada lingkungan kerja.

Kami harap beberapa cara di atas dapat membantu Anda dalam mempelajari dan mengembangkan kemampuan critical thinking di tempat kerja.

Comment