Pengaruh Budaya Organisasi dengan Kinerja Karyawan | | HR NOTE Indonesia

Pengaruh Budaya Organisasi dengan Kinerja Karyawan

Adanya budaya organisasi dalam sebuah perusahaan akan menjadikan identitas bagi perusahaan.

Pemimpin, HRD, dan manajemen perusahaan tentunya tahu bahwa organisasi sangat memengaruhi kinerja karyawan.

Ulasan ini bertujuan agar sebuah perusahaan atau organisasi dapat merancang budaya organisasi.

Budaya Organisasi, Apa Itu? Mengapa Penting?

Pengertian budaya menurut KBBI adalah sebuah pikiran, akal budi, atau adat istiadat. Sementara organisasi adalah kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan demikian budaya organisasi bisa dikatakan sebuah pemikiran bersama kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Budaya organisasi adalah sistem berdasarkan asumsi, nilai, dan keyakinan bersama yang mengatur seseorang dalam berorganisasi.

Kemudian para pakar pun memiliki definisi masing-masing untuk mengartikan budaya organisasi.

Menurut Robbie Katanga, budaya organisasi adalah bagaimana organisasi melakukan sesuatu.

Menurut Richard Perrin, budaya organisasi adalah kumpulan nilai dan ritual yang berfungsi sebagai perekat untuk mengintegrasikan anggota organisasi.

Budaya organisasi pada setiap perusahaan memiliki penilaian yang berbeda-beda. Namun, terdapat beberapa prinsip maupun karakteristik yang bisa diurutkan berdasarkan prioritas paling tinggi ke yang paling rendah.

Karakteristik budaya organisasi itu dibagi menjadi 7 yang antara lain sebagai berikut:

  • Innovation atau Inovasi
  • Attention to Detail atau teliti memperhatikan hal-hal kecil
  • Emphasis on Outcome atau orientasi pada hasil
  • Emphasis on People atau orientasi pada orang
  • Teamwork atau kerja sama tim
  • Aggressiveness atau Keagresifan
  • Stability atau stabilitas

Adanya budaya organisasi akan menjadikan identitas bagi perusahaan dan mendorong elemen-elemen yang ada dalam organisasi.

Selain dari yang disebutkan, budaya organisasi tentunya memiliki keuntungan apabila diimplementasikan dengan baik.

Berikut 7 manfaat yang bisa didapatkan dari implementasi budaya organisasi:

  1. Mendefinisikan identitas internal dan eksternal organisasi
  2. Budaya organisasi adalah tentang menjalankan nilai inti organisasi
  3. Budaya membuat karyawan menjadi pendukung organisasi
  4. Mempertahankan orang-orang terbaik

  5. Membantu jalannya onboarding
  6. Budaya mengubah organisasi menjadi sebuah tim
  7. Berdampak pada kinerja dan kesejahteraan karyawan

Apakah Budaya Organisasi Memengaruhi Kinerja Karyawan?

Seberapa besar dan pentingkah budaya organisasi dalam pertumbuhan perusahaan?

Budaya organisasi menjadi penting karena merupakan faktor utama untuk menentukan seberapa baik sebuah perusahaan dalam melaksanakan setiap kinerjanya.

Banyak pemimpin percaya bahwa budaya organisasi bisa membawa kesuksesan bisnis di sebuah perusahaan.

Perlu adanya sebuah hubungan untuk menciptakan budaya organisasi, seperti keterlibatan karyawan, komunikasi, retensi, dan lain-lain. Budaya organisasi juga dapat menjadi nilai keunggulan yang kompetitif setiap perusahaan.

Pada penelitian yang dilakukan Quantum Workplace, beberapa karyawan percaya bahwa budaya organisasi memiliki nilai positif.

Hal tersebut akan berdampak pula pada pengalaman karyawan. Cek statistik berikut ini:

  • 66% karyawan mengatakan budaya organisasi berdampak positif pada pekerjaan dan perilaku mereka sehari-hari.
  • Karyawan yang mengatakan budaya mereka menjadi positif adalah karyawan yang merasakan keterlibatan 3,8 kali lebih besar.
  • Budaya organisasi yang positif memperkuat keterlibatan karyawan. Ketika karyawan setuju bahwa budaya organisasi mereka positif, mereka lebih banyak terlibat dan 84% menyetujuinya.
  • Karyawan yang mengatakan budaya organisasi meningkat sejak pandemic covid memiliki keterlibatan 2,9 kali lebih besar.
  • Sebesar 81% karyawan mengatakan budaya organisasi mereka telah meningkat selama dua tahun terakhir, karyawan-karyawan ini merasa lebih terlibat dalam perusahaan.
  • Karyawan yang tidak terlibat memiliki kemungkinan 2,6 kali lebih besar untuk meninggalkan perusahaan mereka demi budaya organisasi yang lebih baik.
  • Dari 60% dari karyawan yang tidak terlibat dalam perusahaan, akan meninggalkan perusahaan mereka untuk budaya organisasi yang lebih baik.

Dari presentase penelitian yang telah dilakukan Quantum Workplace, menunjukkan bahwa keterlibatan karyawan adalah faktor pendorong di balik retensi.

Salah satu cara untuk mendorong keterlibatan adalah budaya kerja yang positif.

Membentuk Budaya Organisasi Dengan Melihat Kebutuhan Karyawan

Pada penelitian yang dilakukan Quantum Workplace, terdapat beberapa urutan dari yang terendah sampai tertinggi terkait aspek penting yang mempertimbangkan kebutuhan karyawan dalam membangun budaya organisasi, antara lain sebagai berikut:

Pendekatan organisasi terhadap kinerja karyawan

Pada pendekatan ini, 50% karyawan merasakan cara perusahaan dalam menciptakan manajemen kinerja.

Cara tersebut adalah dengan menciptakan keselarasan, komunikasi, masukan yang baik sehingga akan membentuk pengalaman dari seorang karyawan.

Fokus pada pendekatan ini akan mendorong kesuksesan dan juga kesejahteraan karyawan.

Adanya pengakuan dan perayaan karyawan

Sebanyak 53% karyawan merasakan butuh adanya pengakuan dan perayaan dari perusahaan. Karyawan ingin merasa dihargai atas pekerjaan maupun kontribusi mereka secara terbuka oleh manajer misalnya.

Misi dan Nilai-nilai Perusahaan

54% karyawan merasakan dampak dari adanya misi dan nilai-nilai yang ada adalam perusahaan.

Bagaimana perusahaan menentukan caranya dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga menciptakan budaya organisasi yang kuat. 

Sebagai contoh, apabila inovasi menjadi nilai perusahaan, maka perlu menerapkan sistem yang mendorong inovasi.

Kemudian terdapat aspek yang dinilai rendah oleh karyawan terhadap budaya organisasi, yaitu:

Ruang kerja fisik

Saat ini keberadaan ruang kerja telah banyak berubah yang seharusnya membuat budaya organisasi perusahaan pun ikut berubah.

Penerapan ruang kerja yang menuntut secara fisik hadir ternyata memiliki nilai rendah yaitu 28% di mata karyawan.

Orientasi atau pelatihan

Pelatihan sebagai orientasi awal menunjukkan angka 33% dari penilaian karyawan yang merasakan pengalaman budaya organisasi.

Aturan atau norma

Aturan yang dibuat oleh perusahaan seringkali dinilai tidak menghasilkan budaya organisasi yang baik dan dirasakan oleh karyawan.

Statistik menunjukkan sebesar 37% pengalaman karyawan dalam melihat aturan dan norma sebagai budaya organisasi.

Tips Membangun Budaya Organisasi yang Baik dan Sehat

Budaya organisasi yang sehat tentu perlu pendekatan yang pas agar bisa meningkatkan kinerja dan menjadikan kesuksesan jangka panjang. Para pemimpin perusahaan perlu menyusun strategi budayanya dengan baik.

Berikut tips membentuk budaya organisasi yang baik dan sehat bagi Anda sebagai pemimpin perusahaan, manajer, bagian HR dengan mempertimbangkan kebutuhan karyawan:

Arahkan strategi budaya organisasi pada keterlibatan karyawan

Budaya yang sehat mendorong keterlibatan karyawan sebagai yang utama. Saat perusahaan membuat strategi, arahkan pikiran dengan bagaimana setiap aspek dapat memengaruhi keterlibatan karyawan.

Mengembangkan pendekatan terhadap kinerja karyawan

Sebelumnya telah ditunjukkan statistik bagaimana manajemen kinerja sebagai komponen utama dalam budaya organisasi.

Praktik yang tepat dapat mendorong keselarasan, motivasi, pertumbuhan, dan keterlibatan.

Manajemen kinerja bisa sebagai alat untuk memperkuat budaya organisasi yang berkelanjutan.

Fokus membangun kepemimpinan melalui kepercayaan

Agar tercipta budaya kepercayaan, pemimpin harus sering berkomunikasi dan transparan kepada karyawan untuk mencegah kebingungan atau kebencian saat terjadi perubahan.

Hubungan yang tulus antara pemimpin dan karyawan diperlukan untuk menumbuhkan kepercayaan yang tulus.

Memberi pengakuan karyawan 

Pengakuan dapat terjadi melalui cara berkomunikasi, mempromosikan, memberi kompensasi, memberikan pekerjaan, dan memberikan peluang.

Pemimpin harus mampu mengenali karyawan dan menyesuaikan komunikasi dengan setiap individu. 

Pengakuan karyawan harusnya terjadi setiap hari seperti ucapan terima kasih yang sederhana namun sangat bermanfaat.

Berinvestasi ke dalam teknologi 

Bukan hanya sekadar teknologi biasa. Berinvestasilah ke dalam teknologi yang dapat membantu Anda melihat, memahami, dan bertindak berdasarkan budaya organisasi

Platform sebagai salah satu langkah yang memudahkan untuk mewadahi keterlibatan karyawan, kinerja, dan analisis budaya sehingga memudahkan pemimpin untuk mengetahui kapan dan di mana harus fokus.

Menggunakan teknologi yang tepat dapat menciptakan budaya yang berkembang.

Penutup

Dengan melihat beberapa statistik dari studi yang tercantum di atas, dapat dipastikan bahwa budaya organisasi yang baik bisa mendorong kinerja karyawan.

Membaiknya kinerja karyawan bisa mendorong pertumbuhan bisnis ke arah yang lebih baik.

Jika Anda ingin memperbaiki kinerja karyawan melalui budaya organisasi, maka dibutuhkan sudut pandang karyawan agar rancangan budaya Anda dapat berjalan efektif.

Comment