Pelatihan Karyawan: Manfaat dan 10 Metode yang Bisa Dipilih

Pelatihan karyawan, pentingkah?

Mungkin tidak sedikit yang bertanya-tanya seberapa penting program pelatihan yang ditujukan ke karyawan dari perusahaan. Belum lagi, jika saat ini fokus perusahaan adalah meningkatkan profit atau menstabilkan jalannya bisnis. Pokoknya, masih banyak hal lain yang perlu diprioritaskan!

Hal tersebut dapat dimaklumi. Maka dari itu, kali ini HR NOTE membawakan topik pelatihan karyawan untuk memberikan gambaran kepada pembaca apa pentingnya pelatihan karyawan bagi perusahaan, khususnya yang sedang berusaha menstabilkan bisnisnya. Simak juga metode-metode pelatihan yang bisa dicoba di perusahaan dalam ulasan kali ini!

Apa yang Dimaksud dengan Pelatihan Karyawan?

Pelatihan karyawan adalah program yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis, pengetahuan, efisiensi, dan penciptaan nilai untuk melakukan pekerjaan tertentu dengan cara yang jauh lebih baik. Pelatihan meningkatkan keahlian yang dibutuhkan dan membantu dalam pengembangan karyawan serta pertumbuhan organisasi secara keseluruhan.

Menurut William G.Scott, pelatihan dalam ilmu pengetahuan perilaku adalah suatu kegiatan lini dan staf yang tujuannya adalah mengembangkan pimpinan untuk mencapai efektivitas pekerjaan perorangan yang lebih besar, hubungan antar pribadi dalam organisasi yang lebih baik dan penyesuaian pemimpin yang ditingkatkan kepada konteks seluruh lingkungannya. 

Sementara, berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pelatihan kerja karyawan adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.

3 Tujuan Utama Pelatihan Karyawan

Dari definisi di atas, kita mengetahui beberapa poin yang menjadi fungsi pelatihan karyawan; yaitu meningkatkan kemampuan karyawan yang berkesinambungan dengan kinerja perusahaan. Bisa kita tarik garis besar dari tujuan diadakannya pelatihan karyawan sebagai berikut:

1. Meningkatkan Kinerja Karyawan

Tujuan utama pelatihan karyawan adalah untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja ketika dieksekusi dengan baik

Karyawan-karyawan yang masih kurang dalam keterampilan bekerja merupakan calon utama pelatihan. Ini memberi karyawan Anda keahlian yang mereka butuhkan untuk memenuhi peran mereka dan membuat dampak positif pada bisnis Anda. 

Kendatipun pelatihan tidak dapat memecahkan semua masalah kinerja yang tidak efektif, program pelatihan dan pengembangan efektif dalam meminimalkan masalah ini.

Keterampilan yang mereka pelajari memberdayakan karyawan untuk memberikan kualitas pekerjaan yang lebih baik. 

2. Meningkatkan Engagement

Karyawan yang engaged memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi, sesederhana itu. Melalui pelatihan, Anda terus melibatkan karyawan Anda dan memungkinkan mereka untuk terlibat kembali. Mengapa? Karena ada komunikasi dua arah, pendapat dan cara kerja internal yang dibagikan, artinya karyawan Anda selalu mengetahui apa yang terjadi. 

Memberikan pelatihan demi  pengembangan karyawan dan SDM  adalah salah satu cara untuk memotivasi karyawan. Pelatihan dan pengembangan karyawan secara berkala akan mendorong karyawan lebih terlibat dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya. Dia akan lebih bersemangat, percaya diri, dan punya inisiatif-inisiatif baru dalam menyelesaikan pekerjaannya

3. Memperbaiki Retensi dan Pertumbuhan Karyawan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa proses perekrutan dan orientasi bisa menjadi pekerjaan yang mahal dan memakan waktu. Kita tidak ingin usaha tersebut terbuang sia-sia. Peningkatan kinerja melalui pelatihan adalah salah satu cara mempertahankan karyawan. 

Merekrut karyawan baru akan lebih membutuhkan waktu dan biaya daripada memberikan pelatihan dan pengembangan kemampuan karyawan yang sudah ada. Meski sama-sama mengeluarkan biaya, akan lebih hemat dan menguntungkan bagi perusahaan untuk melatih dan mengembangkan karyawan yang sudah ada daripada melatih dan mengembangkan karyawan baru. 

Pelatihan juga meningkatkan perasaan menghargai karyawan. Ini menunjukkan bahwa Anda berkomitmen untuk memberi mereka sumber daya yang diperlukan untuk memastikan mereka melakukan pekerjaan dengan baik. Pada gilirannya, mereka lebih cenderung menikmati pekerjaan mereka dan tetap berada di organisasi atau perusahaan Anda lebih lama.

10 Jenis Metode Pelatihan Karyawan

Sebagian dari pembaca mungkin sering mendengar jenis-jenis metode pelatihan di bawah. Di antaranya ada yang bisa dilakukan secara daring sehingga dapat menyingkat waktu.

  1. Pelatihan dengan Instruktur
  2. E-learning
  3. Pelatihan dengan Simulasi
  4. Pelatihan Karyawan Langsung
  5. Coaching/mentoring
  6. Lecture
  7. Diskusi Grup
  8. Role-playing
  9. Job Rotation
  10. Self-study

1. Pelatihan dengan Instruktur

Pelatihan yang dipimpin instruktur adalah jenis pelatihan karyawan tradisional yang terjadi di ruang kelas, dengan materi yang disajikan oleh orang yang ditunjuk sebagai instruktur. Ini bisa menjadi metode pelatihan karyawan yang sangat efektif, terutama untuk topik yang kompleks. Pelatihan ini dimulai dengan penjelasan awal tentang tujuan pekerjaan, dan menunjukan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan. 

2. E-learning

E-learning, di sisi lain, mengandalkan video, tes, dan kursus secara online untuk memberikan pelatihan karyawan. Karyawan akan mendapatkan pelatihan langsung di telapak tangan mereka dengan smartphone atau di komputer perusahaan. Sehingga pelatihan ini lebih fleksibel untuk dilakukan di mana saja dan kapan saja.

3. Pelatihan Karyawan Simulasi

Pelatihan yang menciptakan kondisi belajar yang mirip dengan kondisi pekerjaan, pelatihan ini digunakan untuk belajar secara teknikal dan motor skill.

Pelatihan simulasi paling sering diberikan melalui komputer, perangkat augmented, atau virtual reality. Terlepas dari biaya awal untuk memproduksi perangkat lunak atau teknologi tersebut, pelatihan simulasi dapat menjadi pilihan yang diperlukan bagi karyawan di bidang yang berisiko atau berisiko tinggi.

Contohnya, pelatihan simulasi untuk pilot atau dokter. tetapi juga dapat berguna untuk karyawan industri lain misalnya dalam mengoperasikan suatu mesin.

4. Pelatihan Karyawan Langsung

Pelatihan langsung mencakup pelatihan pengalaman apa pun yang berfokus pada kebutuhan individu karyawan. Ini dilakukan langsung di tempat kerja. Pelatihan langsung dapat membantu karyawan menyesuaikan diri dengan peran mereka yang akan datang atau saat ini, sekaligus meningkatkan keterampilan mereka saat ini dan beradaptasi dengan lingkungan secara langsung. 

 

5. Coaching atau Mentoring

Coaching atau mentoring bisa dikatakan mirip dengan pelatihan karyawan langsung, tetapi dalam jenis pelatihan karyawan ini, fokusnya adalah pada hubungan antara karyawan dan profesional yang lebih berpengalaman, seperti supervisor mereka, pelatih, atau karyawan veteran.

Pelatihan ini merupakan aktivitas yang mengharapkan timbal balik dalam performa kinerja, dukungan dari pelatih, dan penjelasan secara perlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara tepat yang dibantu oleh profesional yang lebih berpengalaman.

6. Pelatihan Bergaya Ceramah (Lecture)

Agar bsia mendapatkan informasi dalam jumlah besar untuk populasi karyawan yang juga besar, pelatihan bergaya ceramah/lecture dapat menjadi sumber yang sangat berharga untuk mengkomunikasikan informasi yang diperlukan dengan cepat. Karena pelatihan dengan metode ini, pelatih dapat menyampaikan berbagai macam informasi/ mengajarkan pengetahuan kepada sejumlah besar orang pada waktu bersamaan.

7. Group Discussions and Activities

Metode ini memungkinkan banyak karyawan untuk berlatih sekaligus, dalam lingkungan yang lebih sesuai dengan departemen atau grup mereka saat ini. Diskusi dan kegiatan ini dapat dipimpin instruktur atau difasilitasi oleh permintaan online yang kemudian ditinjau oleh supervisor. Metode ini biasa digunakan untuk melatih kemampuan pengambilan keputusan dimana peserta dapat belajar satu dengan yang Iainnya.

8. Role-playing

Mirip dengan diskusi kelompok, permainan peran secara khusus meminta karyawan untuk mengerjakan satu aspek pekerjaan mereka dalam skenario yang terkontrol. Pada metode ini, peserta dikondisikan pada suatu permasalahan tertentu, peserta harus dapat menyelesaikan permasalahan dimana peserta seolah-olah terlibat langsung. Mereka akan diminta untuk mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda dan berpikir sambil bekerja melalui aktivitas bermain peran.

9. Job Rotation

Job rotation adalah proses belajar yang dilakukan untuk mengisi kekosongan dalam manajemen dan teknikal. Melalui job rotation, karyawan dapat merasakan langsung tanggung jawab dan pekerjaan pada posisi tertentu. Tidak hanya sebatas merasakan, karyawan akan mampu dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul di berbagai bidang.

10. Independent Self-study

Pelatihan dimana peserta diharapkan bisa melatih diri sendiri misalnya dengan membaca buku, mengambil kursus pada universitas lokal ataupun mengikuti pertemuan profesional. Metode ini bisa dipilih jika kondisi di perusahaan tidak memiliki banyak waktu dan tenaga untuk menyelenggarakan berbagai pelatihan.

Lembaga Pelatihan Karyawan Indonesia

 Tidak lengkap rasanya jika HR NOTE lupa memberikan referensi di mana pembaca bisa mencari penyedia layanan pelatihan karyawan. Sebenarnya, banyak sekali lembaga pelatihan karyawan di Indonesia. Namun, kali ini HR NOTE akan membagikan 5 lembaga yang dapat menjadi referensi bagi pembaca.

Executive Learning Institute Prasetiya Mulya

Nama Lembaga: Executive Learning Institute Prasetiya Mulya

Keutamaan program: Customized Program, Public Program, Certified Program, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, Manajemen Operasional, and Program Pengembangan Strategi

Website: http://www.pmeli.ac.id

Contact

PPM Manajemen

Nama Lembaga: PPM Manajemen

Keutamaan Program: Pelatihan, asesmen, research & consulting, e-learning, experential learning, konferensi dan seminar, lembaga sertifikasi profesi

Website: https://ppm-manajemen.ac.id/

Contact

Markplus Institute

Nama Lembaga: Markplus Institute

Keutamaan Program: online & in-class training di bidang marketing, business, dan entrepreneurship, juga program pengembangan e-learning untuk perusahaan.

Website: https://markplusinstitute.com/

Contact

MDI TACK

Nama Lembaga: MDI TACK

Keutamaan Program: training, fasilitasi, coaching, dan counseling yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien, training motivasi, pelatihan leadership dan manajerial, dll.

Website: https://www.mditack.co.id/

Contact

Dale Carnegie Training Indonesia

 

Nama Lembaga: Dale Carnegie Training Indonesia

Keutamaan Program: solusi bagi individu, tim, maupun organisasi, live online training, training leadership, training presentasi online, dsb.

Website: https://www.dalecarnegie.id/

Contact

Simpulan

Dapat kita simpulkan bahwa, pelatihan merupakan suatu program yang dapat meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan karyawan. Pelatihan merupakan salah satu bentuk upaya meningkatkan kinerja baik karyawan maupun memberikan banyak keuntungan positif bagi perusahaan secara umum. Sehingga pelatihan ini sangat penting untuk dilakukan. Pelatihan ini memiliki banyak metode, ada pelatihan yang dapat dilakukan pada lokasi job yang sebenarnya dan ada juga yang tidak dilakukan pada pada lokasi job yang sebenarnya.

Comment