Mengenal Talent Management

Pernah mendengar tentang talent management namun belum mengerti secara keseluruhan mengenai konsep, cara kerja, hingga manfaatnya?

Dalam artikel ini, penulis akan mengantar Anda ke dalam penjelasan talent management di dalam sebuah perusahaan. Meskipun lingkupnya cukup mendetail, mari kita simak informasi dasar dari talent management terlebih dahulu untuk memberikan Anda gambaran mengenai salah satu tugas divisi human resource ini.

Pengertian talent management

Dikutip dari Talent Management: Understanding the dimensions, CIPD 2006, Talent management atau manajemen talenta adalah metode menarik (attracting) yang sistematis, pengidentifikasian, pengembangan, engagement/retention dan penempatan individu-individu dengan potensi tinggi yang bernilai bagi suatu organisasi.

Menurut Pella dan Inayati dalam bukunya Talent Management (2011), manajemen talenta adalah serangkaian proses SDM organisasi terpadu yang dirancang untuk mengembangkan, memotivasi dan mempertahankan keproduktifan karyawan yang terlibat. 

Selain pengertian talent management di atas, kita juga perlu memahami arti kata talent lebih jauh.

Pungki Purnadi Associates menyebutkan talent mencakup individual tepat yang dapat membuat perbedaan menonjol bagi performa perusahaan, baik dari kontribusi kilat maupun melalui penunjukkan potensi tinggi dalam jangka waktu yang lama.

Jadi, talent tidak dapat diartikan sebagai sekadar karyawan atau anggota organisasi biasa, namun sebagai SDM yang dinilai high performance dan high potential (HiPPo).

Talent mapping dan 9 box model

Lalu bagaimana kita mengetahui siapa saja yang bisa dikategorikan sebagai high performer dan high potential employee

Talent mapping adalah langkah yang bisa diambil untuk mengetahui jawabannya. Talent mapping adalah kegiatan pemetaan kompetensi SDM di perusahaan. Perusahaan ingin mengetahui peta persentase kompetensi SDM yang ada dan membandingkannya dengan kinerja yang dihasilkan. Informasi tersebut bisa didapat dengan membuat 9 box model kompetensi. 

Pemetaan ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk strategi pengembangan individu-individu yang berbakat dan individu-individu yang memiliki kelemahan.

9 Box Model adalah alat / metode untuk menilai individu / karyawan akan kontribusinya untuk perusahaan serta potensi yang bisa diberikan / dikembangkan untuk perusahaan. Ini adalah alat yang sederhana, mudah dimengerti dan mudah diaplikasikan. Dalam waktu tidak terlalu lama, Anda sudah bisa melihat “peta” yang ada.

9 Bix Model umumnya digunakan dalam succession planning (perencanaan suksesi) sebagai metode untuk mengevaluasi talent pool yang ada dan mengidentifikasi siapa saja yang berpotensi untuk menjadi pemimpin unit / bagian / divisi / perusahaan di masa mendatang.

Talent pool adalah istilah yang Anda gunakan untuk mengelompokkan SDM bertalenta tersebut.

Sumber: CezanneHR

Pentingnya talent management di dalam perusahaan

Karyawan memiliki peran penting dalam menggerakkan kegiatan usaha, apa pun industri atau skala perusahaan Anda. Karena penting, tentunya perusahaan ingin mengeluarkan cost yang optimal dalam menjaga dan mengembangkannya.

Talent management akan membantu Anda untuk mengetahui kapan, bagaimana, dan berapa besar cost juga effort yang perlu dikeluarkan untuk memperoleh, mengembangkan, dan mempertahankan karyawan yang berpotensi.

Merangkum Smilansky (2008), berikut adalah tujuan mengadaptasi talent management:

  • Memperoleh dan mengembangkan SDM unggulan di tengah persaingan bisnis, juga persaingan industri yang ketat
  • Menyiapkan dan menyediakan calon pengganti posisi eksekutif tanpa harus mengeluarkan hiring cost
  • Mempertahankan karyawan high potential dan high performer dengan engagement juga pengembangan karir
  • Memastikan adanya peluang-peluang bagi karyawan yang paling bertalenta untuk dapat meningkat dengan cepat dari tingkat bawah perusahaan menuju tingkat atas
  • Menyusun proses asesmen untuk karyawan berpotensi
  • Membangun rasa memiliki perlunya karyawan bertalenta baik, membuka peluang yang tidak terbatas bagi karyawan yang istimewa, dan mengembangkan karyawan untuk kepentingan perusahaan.

Bagaimana cara memulai talent management di perusahaan saya?

Menurut Cappelli (2008), tahapan dari proses manajemen talenta adalah sebagai berikut:

  • Menetapkan kriteria talenta (talent criteria). Langkah ini memperjelas posisi kunci, posisi paling penting, atau posisi yang memiliki risiko tertinggi sebagai sasaran dari program pengembangan dalam program talent management
  • Menyeleksi kelompok yang dikategorikan sebagai talent (talent pool selection). Pada tahap ini dilakukan segala macam usaha untuk mengumpulkan kandidat-kandidat dari berbagai posisi, jabatan dan level pegawai di perusahaan untuk menjadi target program talent management. Proses ini terdiri dari dua unsur, yaitu identifikasi dan menarik (attracting) talenta.
  • Membuat program percepatan pengembangan talenta (acceleration development program). Dalam tahap ini, dilakukan segala macam usaha untuk merancang, merencanakan dan mengeksekusi program-program pengembangan yang dipercepat yang diberikan kepada setiap anggota dari program talent management
  • Penempatan posisi kunci (key position assignment). Pada tahap ini dilakukan penugasan dan penempatan atas setiap anggota dari program talent management yang telah melewati penilaian untuk menduduki posisi-posisi yang telah diidentifikasi sebelumnya. 
  • Mengevaluasi kemajuan program (monitoring). Pada tahap ini dilakukan segala aktivitas untuk memonitor, memeriksa dan mengevaluasi kemajuan setiap aktivitas. Evaluasi akan berguna untuk keputusan selanjutnya terkait.

 

Komponen penting dalam talent management 

Menarik, mengembangkan dan mempertahankan high performer dan high potential karyawan adalah kunci dari talent management. Proses ini dimulai sejak seleksi SDM dengan kriteria tepat dan sesuai prospek perusahaan, lanjut dengan menyediakan kebutuhan kerja mereka, dan mempertahankan mereka dalam waktu selama mungkin.

Hal serupa dapat ditemukan pada model talent management GEM (General Electric Model) yang juga dijelaskan oleh Yahya dalam jurnalnya Tinjauan Terhadap Sistem dan Praktek Implementasi Pengembangan Eksekutif Bertalenta (2009). 

Attract   ⇒ Menarik kandidat yang dikelompokkan sebagai talent

Develop ⇒ Menyediakan kesempatan dan pelatihan bagi orang-orang yang dikelompokkan dalam talent pool

Manage ⇒ Menciptakan dan mengelola dengan gencar budaya yang mengutamakan kinerja

Retain    ⇒ Menjaga karyawan dan talent yang memiliki high performance, potensi, dan value

Simpulan

Manajemen talenta adalah serangkaian proses SDM organisasi terpadu yang dirancang untuk mengembangkan, memotivasi dan mempertahankan keproduktifan karyawan yang terlibat. 

Secara umum, melakukan talent mapping dengan menggunakan 9 box model dapat membantu Anda memilah siapa saja yang termasuk ke dalam talent pool Anda. Selain itu, cara ini bisa menginformasikan langkah apa yang harus Anda lakukan selanjutnya, yaitu developing dan retaining

Talent management dianggap penting bagi perusahaan, karena perusahaan bisa memperhitungkan cost yang tepat untuk orang-orang yang tepat. SDM dapat digerakkan secara optimal dan maksimal, tentu akan menghasilkan pertumbuhan perusahaan yang cepat juga.

Pada praktiknya, talent management bisa saja sulit untuk dijalankan di sebuah perusahaan. Situasi yang kompleks atau cara pandang yang berbeda dari para pemegang keputusan bisa menjadi salah satu kendala dalam penerapannya. Namun, mengingat keuntungan yang didapat dari manajemen ini, tidak ada salahnya dicoba, bukan?

“Kita perlu menarik talenta terbaik, membantu mereka untuk belajar, membantu mereka untuk merasa terlibat dan, tentu saja, untuk memastikan bahwa mereka dapat melakukan dan menghasilkan hasil yang diharapkan oleh pelanggan untuk dikirimkan.” (Fernando Sanchez Arias, the HR Director for Learning and Development at The Home Depot)

0 0 vote
Article Rating
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments