Mengenal HRBP, Serta Peran&Fungsinya Di Perusahaan

Dewasa ini, istilah HRBP sudah tidak asing lagi di telinga praktisi HR di belahan dunia manapun. HRBP, atau kepanjangannya Human Resource Business Partner memang tengah menjadi tren, sehingga penting juga untuk para praktisi HR Generalist paham dengan konsep dan fungsi HRBP di perusahaan.

Jangan sampai mengikuti tren tanpa mengerti betul fungsinya. Karena ternyata, dikutip dari DigiHR, riset Gartner 2018 mengenai HRBP menunjukkan hanya 18% HRBP yang mampu melaksanakan kegiatan HR dan bisnis yang strategis, sedangkan sisanya sebesar 82% tidak efektif.

Oleh karena itu, HR NOTE telah merangkum konsep HRBP secara mendalam, peran & fungsinya, serta bagaimana cara agar seorang praktisi HR dapat menjadi HRBP dalam artikel kali ini.

Memahami Lebih dalam Konsep HRBP

Sebelum mengetahui definisi dari HRBP, tahukah Anda bahwa fungsi HR dan kedudukannya yang dianggap kurang memiliki peran dan kontribusi bagi perusahaan, telah menyebabkan pergeseran tuntutan HR dari kalangan akademisi dan praktisi HR?

Ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa HR terlalu terpaku pada prosedur birokrasi dan hal-hal kecil administrasi, sehingga dibutuhkan perubahan peran bagi para manajer HR untuk memberikan nilai lebih kepada stakeholders.

Mengutip beberapa pernyataan para praktisi dan akademisi (dalam Wright 2008 : 1064), perlu dilakukan rekonseptualisasi atas peran HR sehingga mereka menjadi mitra strategis (bahkan konsultan) bagi para manajer senior, yang nantinya bermanfaat bagi pencapaian daya saing perusahaan.

Berangkat dari tuntutan di atas, lahirlah konsep HRBP.  HRPB adalah HR professional yang menciptakan hasil dan prestasi dengan bekerja dan mendukung manajemen dan manajer divisi bisnis perusahaan, juga sebagai mitra bisnis atau penasihat dari aspek pengelolaan SDM dan organisasi.

HRBP merupakan sebuah peran baru dalam bidang HR yang menghubungkan konteks bisnis dengan SDM. Sekarang masyarakat dan ekonomi berubah dengan kecepatan yang semakin cepat kian harinya, kita harus terus meninjau dan merevisi apa strategi bisnis yang akan digunakan, dan apakah strategi tersebut mampu menanggapi perubahan yang sedang timbul.

4 Peran HR sebagai Strategic Business Partner menurut Dave Ulrich

Menurut Dave Ulrich, seorang professor univesitas dan pengarang buku HR Champion (1997 dalam Sandroto:69), ada empat peran penting dari HR, yaitu:

Functional Expert, membantu perusahaan mencapai efektifitas dan efisiensi dari sisi pengelolaan SDM.

Employee Champion, membantu perusahaan uuntuk mengelola berbagai kebutuhan karyawan.

Change Agent, membantu perusahaan untuk beradaptasi terhadap berbagai perubahan.

Business Partner, membantu perusahaan untuk mencapai target bisnis.

Namun, biasanya di departemen sumber daya manusia yang secara tradisional berfokus pada respon hukum, manajemen ketenagakerjaan, dan kesejahteraan, cukup sulit untuk memainkan peran “business partner” tersebut. Sehingga diperlukan unit khusus sebagai konsultan yang mengatur dan membangun komunikasi antara pihak departemen sumber daya manusia dan bisnis.

Dave Ulrich menjabarkan lebih jauh tentang peran HR sebagai strategic business partner. Dave Ulrich mengomentari bahwa HR sedang membangun HR Business, bukan berproses menjadi partner bisnis. Kita sering mendengar jargon bahwa HR harus memahami bisnis perusahaan, namun bagaimana aktualisasinya dalam kegiatan HR? Oleh karena itu HRBP merupakan bentuk aktualisasi agar HR semakin dekat dan paham dengan bisnis perusahaan.

Mari kita lihat contoh praktik HR sebagai strategic business partner, yang mana ide-ide mereka membuat bisnis perusahaan semakin inovatif dan berkembang pesat.

1. Layanan Digibank, Bank DBS Indonesia
Pada 2015, DBS Bank mengeluarkan layanan perbankan terbarunya yakni digibank, sebagai jalan keluar bagi masyarakat pengguna jasa perbankan yang mementingkan efektivitas waktu dalam bekerja.
Albert Willy Clausen, sebagai HRBP digibank, berhasil membangun perannya dalam bisnis Indonesia melalui digibank, sebagai perusahaan yang menjalankan digital banking.
2. Kemitraan Terbuka, Bukalapak.com

Contoh lainnya, kehadiran Dea Mariska Febriani, sebagai Human Capital Business Partner Bukalapak yang dibentuk pada Januari 2018, juga sukses dalam menampilkan gagasan baru yakni kemitraan yang terbuka dengan masyarakat.

Kemitraan ini pada akhirnya pun mendorong Bukalapak untuk melakukan pengembangan fungsi dan peran yang lebih dalam mencari pelaku industri guna memudahkan bisnis yang dijalankan.

Secara sederhana, peran HRBP adalah mengaitkan berbagai usaha HR secara langsung dengan startegi bisnis dan berbagai cakupan yang berkaitan dengan strategi tersebut untuk mendongkrak perkembangan organisasi/perusahaan.

10 Fungsi Kehadiran HRBP dalam Sebuah Perusahaan

Mencapai tujuan manajemen adalah misi bersama bagi seluruh perusahaan. Perusahaan yang dikelola dengan baik adalah keadaan di mana setiap orang dalam organisasi menjalankan tugas yang bertugas untuk mencapai tujuannya. Di dalam organisasi, HRBP bertindak sebagai Business Partner (Mitra Usaha) dan berpartisipasi dalam perencanaan strategis untuk membantu memenuhi tujuan business sekarang dan masa depan.

Dave Ulrich  menjabarkan lebih jauh tentang peran HR sebagai strategic business partner. HR sebagai strategic business partner harus dapat menyelaraskan seluruh strategi dan tindakan dengan tujuan perusahaan. Seorang Praktisi HRD dituntut untuk mengidentifikasi keterkaitan antara strategi perusahaan dan fungsi-fungsi yang harus dilakukan HR Department.

Dikutip dari Bina Karir, berikut adalah fungsi penting dari HRBP bagi sebuah perusahaan:

  1. Melakukan koordinasi dengan masing-masing unit bisnis melalui weekly meeting.
  2. Menganalisis tren dan metrik dalam kemitraan dengan kelompok SDM untuk mengembangkan solusi, program dan kebijakan serta menyediakan panduan dan interpretasinya.
  3. Mengelola dan menyelesaikan masalah hubungan karyawan yang kompleks dengan cara investigasi yang efektif, menyeluruh dan obyektif.
  4. Sebagai mitra dalam bisnis dan SDM, memiliki pengetahuan legal yang mampu melindungi pihak terkait, dan/atau memiliki departemen hukum di perusahaan.
  5. Memberikan panduan manajemen kinerja sehari-hari kepada manajemen lini (misalnya, pembinaan, konseling, pengembangan karir, tindakan disipliner).
  6. Bekerja sama dengan manajemen dan karyawan untuk memperbaiki hubungan kerja, membangun moral, dan meningkatkan produktivitas dan retensi.
  7. Mengembangkan persyaratan kontrak untuk karyawan baru, promosi dan transfer.
  8. Memberikan panduan dan masukan mengenai restrukturisasi unit bisnis, perencanaan tenaga kerja dan perencanaan suksesi.
  9. Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan dan pelatihan untuk unit bisnis dan kebutuhan pembinaan eksekutif individual. Berpartisipasi dalam pemantauan, evaluasi, dan follow up program-program yang dijalankan.

Keterampilan yang Dibutuhkan untuk Menjadi HRBP

Selain kemampuan manajemen yang dibutuhkan untuk urusan kepegawaian selama ini, diperlukan business sense yang untuk melaksanakan negosiasi interpersonal dan dari perspektif manajemen.

Berikut adalah beberapa keterampilan yang diperlukan untuk menjadi HRBP:

1. Pengetahuan mengenai HR sebagai profesi

Sebagai profesional HR, selain pengetahuan mengenai hukum dan legal, Anda harus memastikan bahwa kebijakan dan praktik perusahaan memenuhi ketentuan-ketentuan manajemen sumber daya manusia. Ini juga mencakup kebutuhan Anda untuk terus diperbarui dengan praktik dan tren terbaru di bidang SDM. Dengan ini, Anda akan siap untuk menghadapi tantangan sehari-hari dan juga siap untuk menghadapi permasalahan-permasalahan masa depan yang mungkin akan dihadapi perusahaan.

2. Communication Skill

Komunikasi memainkan peran penting, tidak hanya dalam bisnis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi seorang praktisi HR mengharuskan Anda menjadi komunikator dan presenter yang ahli. Fungsi utama dari seorang profesional HR adalah memfasilitasi komunikasi antara organisasi dan karyawannya. Ini berarti bahwa Anda harus sangat bergantung pada keterampilan komunikasi tertulis dan lisan untuk menyampaikan pesan di semua tingkatan. HRBP tentunya akan bekerja sama dengan bebagai unit bisnis, oleh karena itu dibutuhkan communication skill yang mumpuni. Communication skill ini akan membantu HRBP dalam mengembangkan hubungan dengan mereka yang memiliki pengetahuan dan kekuatan pengambilan keputusan.

3. Pemahaman Bisnis dan Selera Pasar

Untuk memastikan kredibilitas, HRBP harus mampu berbicara “dalam bisnis”. Ini dilakukan dengan mengetahui detail bisnis perusahaan. HRBP harus secara proaktif mencari tahu tentang bisnis dalam arti membantu melihat peluang yang tidak dilihat oleh peran HR secara umum. Salah satu misi HRBP adalah mempertimbangkan strategi bisnis dari perspektif yang sama dengan manajemen.

4. Kemampuan Analisis Data

Sebagai HRBP, Anda harus dapat menganalisis data dan melakukan penyelesaian masalah berdasarkan data tersebut. HRBP harus mampu memahami data yang dihasilkan oleh individu dan organisasi yang meningkat pesat dan mengambil keputusan berdasarkan data tersebut.

5. Kemampuan Manajemen

Kemampuan manajemen, seperti manajemen waktu dan disiplin diri sangat dibutuhkan saat Anda adalah seorang HRBP. Untuk menjadi sukses di bidang HRBP, Anda perlu tahu bagaimana mengatur waktu dan tugas Anda secara efektif.

Apakah HRBP Memiliki Konsep Level?

Penjelasan mengenai level HRBP ini tentu sangat dipengaruhi oleh kondisi dan kebutuhan masing-masing perusahaan. Biasanya terdapat satu orang saja yang bertindak sebagai HRBP.

Jika bicara gambaran tugas apa yang ada, kurang lebih tugasnya sama dengan manajer HR umumnya. Hanya saja, ditambah dengan fokus dan goal baru sebagai business partner perusahaan. Manajer HRBP dapat ada dalam perusahaan jika HRBP memiliki lebih banyak anggota sehingga diperlukan pusat koordinasi.

HRBP vs. Manajer HR

Tidak dapat dipungkiri, meski HRBP telah menjadi sebuah fenomena, belum semua perusahaan memiliki penanggung jawab HRBP. Hal ini bisa jadi karena perusahaan belum memiliki kebutuhan akan sosok HRBP. Satu orang HR Manajer sudah dianggap mampu untuk memenuhi kebutuhan SDM dan perusahaan. Saat perusahaan mulai merasa butuh hadirnya HRBP di perusahaan, tidak jarang manajer HRD yang ada ditunjuk untuk menjabat sekaligus dan malah membuat efektivitas kerja menurun.

Pertama-tama, mari kita lihat kesamaannya. Keduanya aktif di HR, dan keduanya berada di posisi senior HR. Namun, dalam pekerjaan sehari-hari, terdapat perbedaan. Manajer HR memiliki tanggung jawab manajemen. Dia mengelola divisi HR dan memiliki orang yang bekerja untuk mereka, sedangkan HRBP biasanya tidak memiliki tanggung jawab manajemen.

Ada juga perbedaan dalam hal peran. HRBP adalah penghubung antara manajemen lini dan HR, dan sering kali berhubungan dengan unit-unit bisnis yang berbeda. Sementara Manajer HR hanya berhubungan dengan bisnis untuk menjalankan peran mereka secara efektif dan memiliki lebih sedikit kontak dengan unit-unit bisnis yang berbeda.

Berdasarkan perbedaan tersebut, jika perusahaan sudah memutuskan untuk memiliki SDM yang berperan sebagai HRBP, sebaiknya tunjuklah satu HR Specialist agar operasionalnya dapat berjalan efektif dan tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.

Bagaimana Cara Menjadi HRBP?

Mengikuti pelatihan khusus dan intensif HRBP adalah salah satu jalan tercepat agar bisa menjadi peran yang membantu pertumbuhan bisnis perusahaan. Di Indonesia sendiri, terdapat banyak sekali lembaga pelatihan untuk orang-orang yang ingin menjadi HRBP. Beberapa di antaranya adalah:

Jenis kelas: online/daring
Jadwal: 8-9 Februari 2021
Harga: Rp3.500.000
Jenis kelas: online/daring
Jadwal: 16-17 Desember 2020
Harga: Rp4.500.000
Selain upcoming jadwal di atas, berikut adalah lembaga profesional lainnya yang kerap mengadakan pelatihan HRBP:
Nama badan hukum: PT Cicombrains Inspirasi Indonesia
Alamat: Sahid Sudirman Center 11th Floor Sudirman, Jakarta Pusat, Indonesia
Layanan:
– Perencanaan & implementasi in-house training
– Perencanaan & implementasi public lectures
– Penyediaan kursus dan asesmen online/video online
Event HRBP sebelumnya: https://cicombrains.co.id/hrbp/ 

Penutup

Pada akhirnya, HRBP yang mengibarkan bendera menuju pencapaian tujuan manajemen sambil menjabarkan individualitas dan kemampuan masing-masing karyawan dengan mengaitkan strategi manajemen dan manajemen personalia akan terus memperluas bidang kegiatan sebagai mitra bisnis manajemen.

Keberadaan HRBP dapat dimaknai sebagai penyeimbang antara Bisnis dan HR. Kemampuan dalam berkomunikasi dan mengintegrasikan beragam pandangan menjadi poin yang utama dalam membangun strategi menghadapi tantangan bisnis. Selain itu, pemahaman akan latar belakang dan fungsi akan mendorong keberadaan HRBP efektif dalam pengembangan perusahaan.

Comment