Mengapa Perusahaan Perlu Menjalankan CSR? | | HR NOTE Indonesia

Mengapa Perusahaan Perlu Menjalankan CSR?

CSR

Banyak perusahaan yang menjalankan program Corporate Social Responsibility atau CSR.

Hal itu sejalan dengan semakin bisnis berkembang, semakin besar pula tuntutan kepada perusahaan untuk berkontribusi kepada masyarakat sekitar. Terlebih jika bisnis dijalankan di daerah yang belum berkembang dari segi infrasturktur dan ekonomi.

Perusahaan acap kali mengumumkan capaian dan hasil dari aktivitas CSR kepada publik setiap tahunnya. Untuk mengetahui praktik CSR, cek artikel di bawah ini.

Apa yang Dimaksud dengan CSR?

Jadi, apa sebenarnya kegiatan CSR itu?

Dalam Undang-undang tentang Perseroan Terbatas pasar 1 ayat 3, CSR didefinisikan sebagai komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas masyarakat dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya.

Umumnya, setiap perusahaan akan memiliki kegiatan CSR. Namun, secara hukum, hanya perusahaan yang bergerak di industri yang berkaitan dengan sumber daya alam yang diwajibkan untuk menjalankan CSR.

Biasanya, perusahaan akan menyisihkan sebagian dari profitnya untuk membiayai kegiatan CSR. Setidaknya 2-3% dari profit yang diperoleh perusahaan dalam setahun.

Dalam struktur manajemen, kegiatan ini ditugaskan kepada staf atau departemen CSR. Tidak jarang, tugas pelaksanaan CSR diberikan kepada departemen HR atau legal.

Fungsi dan Tujuan CSR

Bila dilihat dari sudut pandang sosial, CSR bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan penduduk setempat di mana suatu perusahaan menjalankan bisnisnya.

CSR juga berfungsi sebagai bentuk give and take dari perusahaan kepada masyarakat setempat, lantaran telah memanfaatkan lahan di sekitar pemukimannya untuk tujuan komersil.

Sebab sedikit atau banyak, masyarakat setempat pasti menerima risiko dari kegiatan usaha yang dilaksanakan. Terlebih jika perusahaan yang bersangkutan berusaha di industri ekstraksi sumber daya alam.

Sesuai dengan definisi CSR dalam UU Perseroan No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas yang menyebutkan, Fungsi CSR adalah bentuk tanggung jawab suatu perusahaan terhadap pihak yang terlibat dan terdampak secara langsung atau tidak langsung atas aktivitas perusahaan.

Jika dijabarkan lebih lanjut, fungsi dan tujuan CSR sangatlah beragam:

Izin sosial untuk beroperasi

Jika membangun rumah saja membutuhkan izin dari tetangga sekitar, maka menjalankan usaha di suatu daerah pun secara tak langsung membutuhkan kesediaan masyarakat sekitar.

Bila perusahaan menggunakan lahan di suatu tempat untuk kegiatan yang menghasilkan untung, akan lebih elok jika penduduk setempat pun menerima manfaat dari kegiatan usaha tersebut.

Meminimalisir risiko bisnis & menjaga hubungan baik

Sederhananya, CSR merupakan izin dari masyarakat kepada perusahaan. Sehingga secara tak langsung pula meminimalisir konflik kepentingan antara perusahaan dan penduduk.

Hubungan antara perusahaan dengan pemegang kepentingan setempat (pemerintah daerah dan organisasi masyarakat) juga akan terjaga dengan baik dan cenderung lebih terkendali.

Melebarkan akses

Dengan berkontribusi secara sosial, perusahaan tidak merugi, justru diuntungkan karena meningkatkan peluang perusahaan untuk memperoleh sumber daya tertentu. Perusahaan juga berpeluang memperoleh market yang lebih besar.

Meningkatkan produktifitas karyawan

Kegiatan CSR dan kontribusi sosial yang dihasilkannya akan menaikkan reputasi perusahaan. Reputasi perusahaan yang positif akan memotivasi karyawan untuk mempertahankan kinerjanya.

Model & Jenis CSR Perusahaan

CSR

Ada beberapa model pelaksanaan CSR yang sering diterapkan perusahaan ketika menunaikan kewajibannya.

Jenisnya pun beragam, menyasar banyak aspek penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

Model-model CSR

1. Keterlibatan langsung

Sering kali perusahaan langsung terjun menjalankan kegiatan CSR sendiri tanpa bekerja sama dengan pihak lain. Perusahaan akan mencari kelompok sasaran penerima manfaat dan merancang jenis kegiatan CSR yang tepat.

Bentuk kegiatannya bisa berupa pemberian dana bantuan langsung, pendampingan usaha, pemberian bantuan modal untuk UMKM, atau membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat setempat.

2. Yayasan/organisasi sosial

Ada pula perusahaan yang menjalankan CSR melalui yayasan atau organisasi setempat. Banyak perusahaan besar membentuk yayasan khusus untuk menjalan kegiatan CSR yang menjadi program tetap. Contohnya: Djarum Foundation.

Jika CSR dilakukan melalui yayasan, biasanya, perusahaan akan memberikan bantuan dana yang kemudian dikelola oleh yayasan untuk memenuhi kebutuhan dari kelompok penerima manfaat.

3. Kemitraan

Terkadang, perusahaan membuat kemitraan dengan pihak lain untuk menjalankan CSR. Contohnya, bank menggandeng OJK dan IDX untuk memberikan edukasi literasi keuangan kepada anak sekolah dan tenaga pendidik di beberapa sekolah menengah.

4. Bergabung dengan konsorsium

Tak jarang pula, perusahaan menjalankan kegiatan CSR bersama dengan perusahaan lain. Mereka membentuk konsorsium, agar tujuan CSR lebih maksimal. Jenis kegiatannya pun beragam, seperti membangun infrastruktur yang dibutuhkan penduduk sekitar.

Jenis-jenis CSR

Jenis kegiatan sosial yang dilaksanakan perusahaan pun bentuknya beragam. Tak selamanya CSR berbentuk pemberian dana. Terdapat aspek CSR untuk meningkatkan kualitas ataupun kapasitas.

1. Pendayaagunaan Alam

Jenis kegiatan ini dilaksanakan umumnya dengan merehabilitasi alam setempat yang rusak atau melaksanakan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan alam dengan tujuan pelestarian.

Menanam bibit pohon bakau di pesisir pantai, menggelontorkan dana untuk badan konservasi satwa langka, penanaman bibit bohon pada lahan bekas pertambangan, atau pemanfaatan lain dari lahan-lahan bekas usaha adalah beberapa contoh dari jenis kegiatan ini.

2. Filantropi

Jika melakukan kegiatan filantropi, perusahaan akan mengeluarkan dana untuk diberikan kepada kelompok penerima dengan tujuan peningkatan taraf aspek yang hendak disasar.

Misalnya, perusahaan menggunakan dana CSR untuk membuka jasa vaksinasi gratis kepada ribuan penduduk sekitar atau membiayai pembelanjaan kebutuhan sarana dan prasana sekolah-sekolah yang butuh bantuan.

3. Volunteering

Kegiatan sukarela pun termasuk jenis CSR.

Biasanya jenis kegiatan ini melibatkan sebagian besar karyawan perusahaan untuk terlibat aktif dalam pelaksaannya. Seperti turun langsung ke tempat pengungsian bencana alam di suatu daerah.

4. Lingkungan Hidup

Kegiatan CSR yang menyasar lingkungan hidup. Biasanya, dilakukan dengan melibatkan penduduk setempat.

Contohnya, membangun unit pengolahan limbah, menyediakan pemilahan sampah organik dan non-organik, penyediaan sumber listrik mandiri, dan air bersih untuk desa-desa yang kesulitan akses.

5. Edukasi

CSR ini memberikan edukasi atau penyuluhan tentang isu-isu penting yang dibutuhkan masyarakat sekitar. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman penduduk.

Misalnya, memberikan edukasi literasi keuangan dan perbankan kepada penduduk desa yang belum memahami pengelolaan uang melalui bank, mengedukasi sistem pembayaran digital kepada penduduk agar terhindar dari penipuan, atau mengedukasi pendidikan seks yang benar kepada para orang tua dan anak muda.

Manfaat Perusahaan Menjalankan CSR

CSR

Manfaat pelaksanaan CSR bersifat dua arah. Bukan hanya penduduk yang menerima dan merasakan manfaat secara langsung.

Perusahaan pun turut menerima dampak positif secara tak langsung, juga tak terhitung secara materi ataupun nominal, dalam jangka panjang.

1. Membantu secara sosioekonomi

Salah satu manfaat CSR yang dapat diukur secara langsung adalah peningkatan aspek sosioekonomi pada kelompok penerima manfaat. Misalnya:

  • Banyak usaha kecil yang dapat berkembang dengan bantuan modal bergilir yang diberikan perusahaan.
  • Kegiatan perekonomian suatu desa menjadi lebih lancar setelah akses jalan diperbaiki.
  • Kualitas kesejahteraan masyarakat setempat meningkat setelah memiliki aliran listrik mandiri dan sumber air bersih yang mudah diakses.
  • Aktivitas pelajar di sekolah-sekolah yang kekurangan sarana dan prasana menjadi lebih kondusif dan nyaman.

2. Berkontribusi pada SDGs Indonesia

Sebagai bagian dari Perserikatan Bangsa-bangsa, Indonesia turut menjalankan inisiatif Sustainable Development Goals atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

Umumnya, setiap perusahaan mencantumkan apa-apa saja indikator SDGs yang telah disasar melalui program CSR-nya. Maka secara langsung perusahaan berkontribusi pada capaian SDGs Indonesia.

3. Meningkatkan kepuasan pelanggan

Citra perusahaan anda di mata publik akan meningkat positif jika manajemen berkomitmen melaksanakan CSR.

Dengan kegiatan sosial, perusahaan menunjukkan bahwa entitas bisnis tak hanya mencari profit semata. Namun, peduli juga terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar, sehingga, capaian-capaian CSR akan mengubah persepsi konsumen—dan publik secara umum—terhadap perusahaan anda.

4. Menarik investor

Kegiatan CSR berpotensi menarik investor, terutama jika jenis kegiatannya masih bersinggungan dengan prospek bisnis dunia secara jangka panjang. Contohnya seperti energi berkelanjutan.

Banyak perusahaan yang mulai berkomitmen beralih pada bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Bahkan memasukkan komitmen tersebut dalam indikator pertanggungjawaban perusahaan terhadap lingkungan.

Ini sejalan dengan pergeseran ranah investasi dunia yang mulai mengarah pada praktik bisnis berkelanjutan.

5. Daya tarik bagi pencari kerja & strategi retensi

Perusahaan yang menunjukkan kesadaran dan kepedulian sosial akan menarik minat pencari kerja, terutama yang berasal dari kelompok usia Gen Z yang kini telah memiliki kesadaran sosial tinggi.

Ini bukan lagi rahasia umum. Gen Z akan berpikir berulang kali untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang jelas-jelas memiliki citra buruk secara sosial dan lingkungan.

Di sisi karyawan, mereka akan termotivasi untuk meneruskan kariernya. Karena mereka menyadari bahwa perusahaan menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Cara Pengembangan Program CSR

CSR

Kegiatan CSR harus tepat guna dan tepat sasaran.

Jangan sampai, dana yang telah digelontorkan tidak teralokasikan dengan baik dan tak menghasilkan dampak positif. Seharusnya, dana CSR digunakan untuk kegiatan sosial yang bisa dipertanggungjawabkan.

Jika salah sasaran, maka dana dan program tersebut dianggap tidak tepat guna. Maka, staf yang menjalankan CSR dituntut untuk teliti dan jeli memahami situasi terkini perusahaan, lingkungan, dan masyarakat dengan baik.

Program sejalan dengan core business perusahaan

Rancangan program CSR yang sejalan dengan core business perusahaan. Artinya, Anda harus memanfaatkan keahlian dan sumber daya yang telah terbangun untuk menjalankan kegiatan CSR.

Kegiatan CSR yang bertolak belakang dengan ranah kompetensi perusahaan cenderung lebih membutuhkan kehati-hatian ekstra. Terkadang, memerlukan pertimbangan dan konsultasi yang lebih lama.

Kenali isu di kalangan konsumen dan karyawan

Bagikan kuesioner untuk menggali seberapa tinggi kesadaran dan kepedulian konsumen terhadap suatu isu. Misalnya, isu yang tengah diikuti oleh konsumen, isu yang sedang meresahkan mereka, dan lainnya.

Dengan data itu, Anda dapat mengarahkan ke mana sasaran kegiatan CSR perusahaan dan seperti apa jenis kegiatan yang cocok untuk dilaksanakan.

Anda juga bisa meminta rekan kerja mengisi kuesioner, sehingga mereka terlibat secara langsung dalam penentuan program.

Kenali isu masyarakat setempat

Anda juga harus memahami apa yang tengah dibutuhkan masyarakat di perusahaan beroperasi. Setidaknya, Anda memahami seluk beluk lingkungan di sekitarnya.

Jika di dekat perusahaan terdapat perkampungan yang minim saluran air limbah, maka ada baiknya program CSR diarahkan untuk memperbaiki hal tersebut.

Namun, bila di sekitar pabrik mengandalkan industri skala rumahan, maka sebaiknya anda mencari tahu apa yang dapat perusahaan berikan untuk mengembangkan industri tersebut.

Berhati-hati mengalokasikan dana

Jangan sampai dana CSR digunakan untuk keperluan yang tidak sesuai tujuanTugas staf CSR lah mengobservasi dan menilai kelompok mana yang tepat untuk diberi bantuan. 

Misalnya, jika perusahaan anda menggelontorkan dana untuk modal bergilir UMKM, maka Anda harus memastikan pemilik usaha mempertanggungjawabkan dana yang diterima.

Sebaiknya, perusahaan membuat inisiatif yang sesuai dengan kapasitas perusahaan dan kebutuhan masyarakat.

Anda dapat mempertimbangkan latar belakang kelompok penerima manfaat program CSR, seperti mengecek masyarakat dan/atau yayasan.

Jika ada yayasan yang bermasalah atau memiliki sudut pandang yang bertolak belakang dengan norma masyarakat, perusahaan berpotensi menerima kritik keras.

Penutup

Corporate social responsibility bukan sekadar kegiatan amal cuma-cuma untuk menggugurkan kewajiban perusahaan. Ada norma sosial terikat di dalamnya.

Secara umum, masyarakat memandang perusahaan dan korporasi sebagai entitas yang selalu mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.

Maka, perusahaan perlu menyadari bahwa CSR sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi usaha.

Selain itu, CSR adalah peluang bagi perusahaan untuk menunjukkan etikanya dalam praktik bisnis. Bukan sebagai program wajib semata.

Comment