Inklusi & Keragaman: Ketahui Manfaatnya Bagi Organisasi | | HR NOTE Indonesia

Inklusi & Keragaman: Ketahui Manfaatnya Bagi Organisasi

Pernahkah rekan-rekan menerima calon karyawan yang memiliki keunikan kondisi, atau berasal dari ras yang tidak umum dijumpai? Seseorang yang terlihat berbeda dari segi fisik, latar belakang, bahkan psikis, dengan orang-orang yang sering kita jumpai di lingkungan kerja. Atau seseorang dengan disabilitas.

Manusia, khususnya Indonesia, terdiri dari keberagaman. Percaya atau tidak, keberagaman dapat mempererat persatuan seperti makna Bhinneka Tunggal Ika, semboyan Indonesia.

Tidak terkecuali di lingkungan kerja, dimana keberagaman dapat menumbuhkan berbagai potensi positif pada pertumbuhan perusahaan.

Pertanyaannya, siapkah kita menerima keragaman tersebut? Mungkin kita harus memahami dulu apa yang dimaksud dengan inklusi dan keragaman di lingkungan kerja untuk meyakini diri sendiri apa manfaat yang bisa dicapai darinya. Oleh karena itu, kali ini HRNote akan membahas mengenai inklusi dan keragaman di tempat kerja.

Apa Perbedaan Keragaman dan Inklusi?

Pelaku bisnis dewasa ini tidak bisa hanya mementingkan profitabilitas perusahaan semata, tanpa juga kemudian melihat aspek lingkungan kerja dan komposisi sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan guna mencapai target tersebut.

Keragaman dan inklusi adalah dua konsep yang saling berhubungan — tetapi keduanya jauh dari dapat dipertukarkan.

Keragaman adalah tentang representasi atau pembentukan suatu entitas. Sementara, inklusi adalah tentang seberapa baik kontribusi, kehadiran, dan perspektif berbagai kelompok orang dihargai dan diintegrasikan ke dalam suatu lingkungan. Keragaman di tempat kerja merupakan salah satu tahapan menjadi perusahaan inklusi.

Lalu, apa yang dimaksud dengan perusahaan (tempat kerja atau organisasi) yang inklusif dan beragam?

Perusahaan inklusi adalah perusahaan yang mengakomodir dan menghargai keragaman karyawannya sehingga mereka dapat berkontribusi secara penuh dan tanpa diskriminasi, serta mencapai pengalaman positif dalam pekerjaan.

Setiap karyawan di tempat kerja memiliki kontribusi masing-masing dengan adanya perbedaan perspektif, kepribadian, dan kemampuan. Keragaman ini dapat memberi pandangan yang berbeda tentang peluang baru dan tantangan yang dihadapi perusahaan. 

Sebuah lingkungan di mana terdapat banyak jenis kelamin, ras, kebangsaan, dan identitas yang berbeda tetapi hanya perspektif kelompok tertentu yang dihargai atau membawa otoritas atau pengaruh, mungkin beragam, tetapi tidak inklusif.

6 Alasan Inklusi dan Keragaman Penting Di dalam Lingkungan Kerja

Inklusi telah menjadi lebih dari sekadar sesuatu yang dapat HR periksa dari daftar prioritas; inklusi tumbuh menjadi fenomena budaya yang jika dijalankan dengan benar, memiliki efek langsung pada keuntungan.

Namun mengapa, tepatnya, program keberagaman dan inklusi yang kuat adalah sesuatu yang perlu disambut dan ditekankan? Berikut beberapa alasannya.

1. Keunggulan Kompetitif yang Lebih Baik

Perusahaan yang merangkul keragaman mendapatkan pangsa pasar yang lebih tinggi dan keunggulan kompetitif dalam memasuki pasar baru, menurut sebuah studi oleh Center for Talent Innovation (CTI). 

Perilaku inklusif dalam angkatan kerja dapat membuka potensi inovatif dari beragam tenaga kerja, memungkinkan perusahaan untuk tidak hanya meningkatkan pangsa pasar yang ada, tetapi juga membuka pasar baru.

2. Kinerja Keuangan yang Lebih Unggul

Menurut rangkuman Coreaxis, berdasarkan survei yang dilakukan PwC dan McKinsey, perusahaan yang memiliki keberagaman dan inklusivitas memiliki kinerja keuangan yang baik.

Dalam survei CEO global tahunan ke-18 oleh PwC, 85% dari CEO yang disurvei yang perusahaannya memiliki strategi keberagaman dan inklusivitas formal mengatakan hal itu meningkatkan laba mereka. 

Selain itu, dua laporan dari McKinsey mencatat bahwa peningkatan keragaman ras dan etnis sebesar 10% di tim eksekutif senior menghasilkan kenaikan pendapatan sebesar 0,8% di AS, sementara peningkatan keragaman gender sebesar 10% mengakibatkan peningkatan sebesar 3,5% pada pendapatan di Inggris. 

Penelitian mereka menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki keberagaman gender sebanyak 21%, dan yang memiliki etnis berbeda-beda sebanyak 33%, akan lebih mungkin mengungguli yang lain. 

3. Kemampuan Beradaptasi yang Baik

Variasi latar belakang, bakat, dan pengalaman yang lebih beragam memungkinkan bisnis memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi dalam beradaptasi dengan pasar yang dinamis. 

Keragaman memungkinkan pemikiran unik dan pengambilan keputusan yang lebih baik melalui pandangan dunia yang lebih dalam dan lebih komprehensif. Adaptasi berarti perencanaan, pengembangan dan pelaksanaan strategi bisnis yang lebih cepat dan lebih efektif.

4. Mendorong Kreativitas dan Inovasi

Keragaman adalah bahan utama untuk pengambilan keputusan yang lebih baik di antara tim karena sudut pandang atau gaya berpikir yang berbeda, yang membantu menyelesaikan masalah lebih cepat. 

Keragaman dengan tingkat yang lebih dalam, perbedaan latar belakang, kepribadian dan nilai; semuanya akan berkontribusi pada tingkat kreativitas yang lebih tinggi.

5. Menurunkan Turnover Karyawan

Proses rekrutmen dan onboarding suatu perusahaan membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga ketika turnover karyawan tinggi dapat berdampak negatif pada keuntungan perusahaan. 

Dengan menekankan keragaman dan inklusi, karyawan merasa dihormati, didengar, dan dihargai. Karyawan yang merasa suaranya didengar di tempat kerja hampir 5x lebih mungkin merasa diberdayakan untuk melakukan pekerjaan terbaik mereka. 

6. Mempersempit Gap pada Talent dan Memberi Manfaat bagi Masyarakat

Saat ini, salah satu kekhawatiran terbesar para CEO di seluruh dunia adalah tidak memiliki orang yang tepat untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis mereka. Jadi, mereka mulai melihat keragaman sebagai cara untuk mengatasi masalah ini. 

Selain itu menurut Coreaxis, organisasi nirlaba Catalyst menemukan bahwa meningkatkan tingkat pekerjaan perempuan dapat membantu meningkatkan PDB sebesar 5% di AS, 11% di Italia, dan 27% di India, bahkan dampak sosial yang positif juga akan muncul dari peningkatan ini.

Pentingnya keragaman dan inklusi di tempat kerja bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan. Keragaman tentunya sangat memengaruhi bisnis setiap hari. Untuk memastikan bisnis Anda tetap kompetitif, pertimbangkan untuk menerapkan keragaman dan inklusi sumber daya manusia Anda.

5 Langkah Menciptakan Inklusi Di Lingkungan Kerja

Setelah melihat manfaat di atas, mungkin pembaca akan mulai mempertimbangkan untuk membangun lingkungan kerja yang beragam dan inklusif. Untuk itu, berikut enam strategi praktis untuk menciptakan lingkungan tersebut.

1. Edukasi Pemimpin Anda

Pertama, tentu saja pemimpin harus mengerti apa saja keuntungan atau manfaat yang akan didapat dari menerapkan inklusi di lingkungan kerja. Jadi, jika pembaca sebagai HRD ingin memulainya, mulailah dulu dari sesi edukasi.

Ajak pemimpin untuk berdiskusi langkah-langkah apa yang perlu disiapkan dan bagaimana cara membentuk lingkungan kerja yang inklusi, yang mana tentu saja resource serta tujuan bisa berbeda setiap perusahaan. 

2. Bentuk Tim Inklusi

Untuk menciptakan inklusi di tempat kerja, Anda perlu membentuk tim atau divisi yang bertanggung jawab mengawasi program inklusi. Kenapa? Tentu agar program bisa berjalan dengan terarah dan berkelanjutan. Ini merupakan proyek besar dan berkepanjangan, jadi tim yang sustainable juga akan sangat diperlukan.

Pilihlah dengan hati-hati tim yang juga beragam dan berkomitmen yang terdiri dari 8 hingga 12 pemimpin berpengaruh yang satu atau dua tingkat di bawah CEO.

3. Rayakan Perbedaan Karyawan

Setelah pemimpin memahami manfaat inklusi dan keragaman tempat kerja, tim sudah terbentuk, kita bisa mulai mencari ide-ide atau program yang dapat membangun inklusivitas yang kita targetkan.

Contohnya, Anda bisa membuat perayaan atau penghargaan keragaman & inklusi. Anda dapat mengundang karyawan untuk berbagi latar belakang dan tradisi mereka di tempat kerja dan meminta mereka menunjukkan keberagaman yang mereka banggakan.

Berikan penghargaan kepada partisipan agar dapat memacu motivasi yang lainnya untuk menerima perbedaan.

4. Dengarkan Karyawan

Cobalah untuk selalu mendengarkan karyawan, karena dengan menerapkan keragaman dan inklusi maka akan banyak masukan yang dapat Anda peroleh dari karyawan. Lakukan penilaian komprehensif terhadap demografi organisasi Anda dan proses orang untuk mengembangkan strategi khusus untuk mempromosikan inklusivitas.

5. Komunikasikan Tujuan dan Ukur Kemajuan

Anda harus mengomunikasikan tujuan dari keragaman dan inklusi kepada seluruh karyawan. Agar komunikasi selama menerapkan program inklusi dan keragaman, contoh komunikasi di bawah bisa menolong Anda:

  • Tentukan tolak ukur budaya,
  • Lakukan audit penuh terhadap program yang dijalankan,
  • Identifikasi segala kekurangan dan ketidaksesuaian yang dapat diukur seputar inklusivitas,
  • Tanamkan ketelitian dan data ke dalam strategi inklusi, dan
  • Buat business case yang jelas untuk dimasukkan di tempat kerja.

Contoh Perusahaan dengan Inklusivitas dan Keragaman yang Terkenal

Setelah memahami konsep ini, mari selanjutnya kita tengok kisah sukses dari beberapa perusahaan dunia yang mengimplementasikan inklusi dan keragaman di tempat kerjanya. Informasi di bawah juga akan menunjukkan manfaat apa yang didapat dari menerapkan inklusivitas dan keragaman di perusahaan.

Alibaba Group

Sebagai perusahaan e-niaga terbesar di dunia, Alibaba Group melayani ratusan juta pengguna dan menampung jutaan pedagang. Transaksi di situs online-nya mencapai $ 248 miliar pada tahun 2017, lebih banyak daripada gabungan eBay dan Amazon.com.

Selain terdiri dari karyawan dengan berbagai macam budaya. Alibaba Group juga memiliki kunci rahasia lainnya. Rahasia suksesnya? Wanita.

Dengan tujuan kesetaraan gender yang lebih dalam, ketua Jack Ma menggambarkan wanita sebagai “saus rahasia” di balik dominasi Alibaba dalam industri belanja online. Lebih dari sepertiga pendiri Alibaba Group adalah wanita, dan persentase yang sama berada di posisi senior eksekutif.

Accenture  

Perusahaan konsultasi global dan layanan profesional Accenture telah bermitra dengan lebih dari tiga perempat dari Fortune Global 500 dan melayani klien di lebih dari 120 negara dan di sekitar 40 industri.

Inti dari pencapaian ini adalah keragaman di tempat kerja.

Accenture telah lama dikenal karena merangkul keragaman sebagai sumber inovasi, kreativitas, dan keunggulan kompetitif. Menurut data terbaru, Accenture sedang dalam perjalanan untuk mencapai tenaga kerja dinamis yang sangat inklusif dari berbagai latar belakang ras dan etnis serta veteran, pasangan militer, dan penyandang disabilitas.

Saat ini, dalam sepuluh besar DiversityInc’s 2018 Top 50 Companies for Diversity, Accenture memiliki ambisi untuk menjadi perusahaan yang paling inklusif dan beragam di dunia. Accenture menghargai kemampuan setiap orang dan nilai yang mereka bawa ke dalam organisasi

L’Oréal  

A Forbes Top Multinational Performer, perusahaan kecantikan L’Oréal telah hadir di 130 negara di lima benua. Berkantor pusat di Perancis namun dengan anak perusahaan tersebar di seluruh dunia, L’Oreal Group merupakan kelompok yang setia pada pemajuan keragaman dan inklusi pada seluruh aspek dalam bisnis mereka.

Perusahaan produk kosmetika terbesar di dunia ini senantiasa memikirkan tentang cara-cara untuk meningkatkan strategi keragamannya, yang telah terbentuk sejak satu dekade terakhir. Strategi keragaman kelompok ini diterapkan dalam tiga bidang: SDM, pemasaran, dan pengadaan.

Selain itu, beberapa inisiatif globalnya yaitu, L’Oréal mensponsori lokakarya kesadaran disabilitas di India, memasangkan karyawan dengan siswa multikultural di Belanda, dan menawarkan pelatihan kepada orang anak muda di komunitas Pakistan yang rentan.

Di seluruh dunia, perusahaan ini dikenal karena menawarkan portofolio pelatihan keragaman dan inklusi yang kuat untuk karyawan di semua tingkatan di seluruh dunia. Perusahaan ini juga menduduki puncak daftar untuk kesetaraan gender: Wanita menempati 69% tenaga kerja di L’Oréal dan 53% dari posisi kunci.

Lenovo

Dengan 57.000 karyawan di lebih dari 60 negara, vendor PC terbesar di dunia telah membangun kesuksesannya di atas fondasi keragaman dan inklusi yang kuat. Slogan Lenovo yang sangat kuat, “berbeda itu lebih baik,” merangkum esensi keragaman dua dimensi dalam bentuk terbaiknya.

Dalam kata-kata Yolanda Conyers, kepala bagian keberagaman perusahaan, melayani basis pelanggan global membutuhkan “pemikiran yang lebih dari sekadar out-of-the-box, karena ini bukan hanya satu kotak. Itu seratus kotak yang berbeda. Sejuta kotak berbeda. Itu mengambil setiap dimensi dari keragaman kita. Semua pola pikir, keterampilan, dan latar belakang budaya kami yang beragam, untuk menghadirkan teknologi yang beragam.”

Dengan fokus pada pembuatan program yang menanamkan keragaman dan inklusi ke dalam DNA perusahaan, Lenovo terus menghasilkan ide-ide baru yang layak untuk dilihat.

P&G

P&G adalah perusahaan multinasional Amerika yang berkantor pusat di pusat kota Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat dengan produksi utama yaitu barang keperluan sehari-hari. Komitmen yang P&G banggakan adalah keanekaragaman dan inklusi. Konsumen yang menggunakan produk P&G setiap harinya, sama beranekaragamnya seperti dunia kita. Semakin sering P&G merefleksikan mereka, semakin mudah P&G mengerti kebutuhan konsumen. Seperti itulah harapan yang ingin P&G penuhi.

Inklusivitas adalah tujuan yang ingin P&G lampaui. P&G mendorong seluruh karyawan untuk tidak ragu dalam menunjukkan keunikan mereka masing-masing setiap harinya di tempat kerja, demi menghadirkan performa kerja terbaik pada setiap individu. Karena, jika setiap keterampilan digunakan secara tepat dan setiap suara didengar, perubahan positif pasti bisa terjadi.

Simpulan

Inklusi dan keberagaman membawa banyak manfaat bagi pertumbuhan perusahaan dan organisasi. Terlebih, Indonesia pun adalah negara yang menjunjung tinggi keberagaman. Apabila dua aspek tersebut ditanamkan di tempat kerja, tidak hanya akan meningkatkan kinerja perusahaan, tapi juga dapat berkontribusi banyak kepada lingkungan masyarakat.

Comment